Bagaimana cara Memahami Kebutuhan Suatu Motivasi (Understanding Motivation Needs)?

kebutuhan motivasi

Mengerti Kebutuhan Motivasi (Understanding Motivational Needs) – kemampuan untuk memahami kebutuhan dan keinginan dari pegawai agar memotivasi mereka untuk sukses bersama; kemampuan untuk mengajak self-starting, usaha yang aktif dalam meraih tujuan.

Kebutuhan untuk memotivasi diri sendiri ataupun memotivasi orang lain sangat lah diperlukan dalam dunia perkerjaan. Skill motivasi ini juga harus dimiliki oleh seorang manajer dalam sebuah perusahaan. Semakin baik motivasi yang di berika seorang manajer kepada pegawai pegawai yang lain maka perusahaan tersebut akan semakin besar.

Untuk memotivasi karyawan dengan efektif, seorang manajer harus bisa memperhatikan dengan baik dan mengembangkan kesadaran pegawai sendiri tentang apa yang memotivasi diri mereka. Setelah menilai keyakinan mereka sendiri manajer juga harus meperhatikan faktor faktor apa saja yang akan memotivasi karyawan mereka.

Menurut sebuah blog theglasshammer.com mengatakan bahwa ada beberapa langkah untuk memotivasi diri sendiri dan orang lain.

1. Understand Your Prespective
Gunakan alat yang komprehensif untuk melakukan pengembangan pemahaman yang lebih baik. Luangkan waktu untuk menganalisis faktor faktor yang akan memotivasi diri anda dan lingkungan sekitar anda. Cobalah untuk mengakui bahwa anda mampu dan bisa untuk melakukan sesuatu dan bisa memberikan dampak kepada lingkungan sekitar anda. Jadikan motivasi motivasi anda tadi sebagai sebuah puzzle yang harus dibangun dan disusun untuk mengembangkan kepercayaan diri anda.

2. Distinguish Between Perception and Reality
Universitas Sandiego mencatat bahwa manajer sering mengadakan asumsi yang keliru terhadap motivasi karyawannya. Cara yang terbaik untuk mengetahui bahwa motivasi itu sukses atau bukan adalah dengan mengetahui hasil di masa lalu. Apakah teknik motivasi yang diberikan kepada pegawai juga membuahkan hasil yang sebanding atau malah sebaliknya. Setiap pegawai perlu di motivasi dengan cara yang berbeda beda dan muncul dengan preferensi mereka

3. Put Yourself in Their Shoes and Initiate an Open Dialog
Tinggalkan pola pikir anda sendiri dan mencoba untuk masuk kedalam pemikiran karyawan anda. Mengakui bahwa anda memiliki pemahaman sendiri adalah langkah awal untuk memulai. Langkah selanjutnya adalah menenangkan persepsi anda dan pahai kemauan orang lain. Setelah melakukan pola identifikasi bukalah sebuah dialog terbuka dengan karyawan anda. Dengan begitu anda akan dengan mudah bertukar pikiran mengenai perbedaan persepsi yang ada antara anda sendiri dan karyawan. Selain itu anda juga akan mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tim anda

4. Recalibrate Based On Your Findings
Refleksi dan diskusi harus membawa kejelasan terhadap keyakinan anda sendri dan tim dan apa yang akan memotivasi mereka. Ciptakan cara cara yang akan meotivasi mereka sesuai dengan gaya motivasi terbaik yang akan efektif. Sementara itu individu akan termotivasi dengan cara yang berbeda. Satu hal yang harus selalu diingat adalah untuk selalu bersikap adil dan obyektif.

5. Track Your Results
Catat dari setiap hasil motivasi yang anda lakukan. Hasil positif akan lebih kuat jika anda terus melakukan analisa dan terus melaksanakannya. Sementara itu hasil negatif akan secara otomatis berkurang seiring dengan berjalannya analisis anda tersebut

Motivasi adalah kombinasi dari sejumlah hal, biasanya termasuk beberapa jenis rasa takut atau keinginan yang kuat. Motivasi tidak lain adalah ketika anda memberitahu diri Anda sendiri bahwa “Saya pikir saya bisa,” “Saya pikir saya masih bisa,” dan “Saya melakukannya!” Karena itu, kita membutuhkan tiga hal: mengembangkan rasa percaya diri, tetap fokus, dan mempertahankan arah.
Menurut http://www.wikihow.com/Motivate-Yourself , ada beberapa cara untuk memotivasi diri, yaitu:

1. Tetap Fokus
Berhenti berpikir dari segi rasa takut. Kita semua salah karena berpikir dalam negatif bukan afirmatif. Anda tidak dapat memutuskan untuk melakukan sesuatu karena Anda tidak menginginkannya lagi. Takut berbahaya karena dua alasan:
A) Ini membuat Anda tidak termotivasi. Tujuan negatif adalah bukan sesuatu yang anda inginkan.
B) Ini menguras dan melelahkan. Hidup dalam ketakutan memang tidak menyenangkan. Ini membuat Anda dalam keadaan hawatir secara terus - menerus. Ketika Anda terkuras dalam kelelahan dan khawatir, Anda tidak akan termotivasi.

2. Tentukan tujuan Anda dan rencana Anda untuk mencapainya
Sekarang Anda berpikir positif, Anda harus tahu apa yang Anda dapatkan dengan berpikir positif. Alih-alih, “Saya tidak ingin menjadi tunawisma, miskin, dan hidup saya dalam keadaan kemiskinan,” Anda berpikir, “Saya ingin menjadi aman secara finansial.” Mengagumkan. Sekarang - apa rencana Anda untuk mencapai itu?
Nah, untuk itu contoh spesifik, Anda akan membuat beberapa jenis rencana pendapatan. Ini akan melibatkan membuat anggaran, mungkin akan kembali ke sekolah, atau memperluas bisnis Anda. Anda memiliki langkah-langkah konkrit menuju tujuan Anda. Tapi untuk apa pun yang Anda hadapi Anda perlu mencari tahu apa yang Anda inginkan dan bagaimana Anda berencana untuk melakukan hal itu. Jika Anda benar-benar menginginkannya, itu tidak akan terlalu sulit untuk mencapainya.

3. Membuatnya menyenangkan.
Lurus ke atas, melakukan sesuatu dengan baik. Yang kedua Anda bisa menghilangkan seperti kebiasaan buruk. Untuk itu, apa yang Anda lakukan, Anda harus membuatnya menyenangkan. Lebih menyenangkan itu adalah semakin banyak Anda akan melakukannya, semakin baik Anda akan mendapatkan hal itu. Semakin baik Anda mendapatkan hal itu, semakin cepat hasil akhir akan datang.

4. Gunakan visualisasi.
Selama beberapa menit setiap hari, duduk dan membayangkan tujuan Anda. Menjadi itu, melakukannya, mencapai itu, apa pun. Pastikan untuk menggunakan semua indra Anda. Apa yang Anda rasa, bau, lihat, rasa, dan dengar. Hal itu dapat membuat anda jadi lebih bisa memahami tujuan anda dan membuat anda lebih percaya diri.

5. Perbaiki rencana Anda.
Anda telah menetapkan tujuan dan harus bagaimana Anda akan mencapainya. Buatlah daftar kegiatan yang telah Anda lakukan untuk mencapai tujuan Anda. Sekarang, mana yang menghasilkan keuntungan tertinggi? Mana yang memiliki niat baik tetapi tidak benar-benar memotongnya? Setelah Anda menetapkan apa yang terbaik dan apa yang tidak, fokus sebagian besar perhatian Anda pada kegiatan berlaba tinggi, ubah mereka untuk membuat mereka lebih baik.

6. Minta dukungan kepada teman – teman Anda.
Ada sedikit hal di dunia ini yang benar-benar Anda lakukan sendiri. Jika Anda memiliki orang-orang yang memahami penderitaan Anda, Anda akan merasa jauh lebih sedikit berat pada bahu Anda. Sangat penting untuk meminta bantuan ketika Anda membutuhkannya. Ini bukan tanda kelemahan atau kenaifan, itu tanda dari menjadi manusia. Memiliki kelompok pendukung yang solid akan baik untuk Anda. Mereka akan membantu Anda ketika Anda merasa seperti jatuh dan sekarang Anda dengan sumber daya, ide-ide, dan motivasi yang Anda tidak dapat memiliki. Jadi mencari teman, komunitas online, sebuah klub lokal atau organisasi, dan untuk membentuk jaringan motivasi.

A post was split to a new topic: Apa saja kebutuhan dasar manusia?

Understanding Employee Motivation

Menurut artikel Understanding Employee Motivation, definisi motivasi yaitu sebagai kekuatan batin yang mendorong individu untuk mencapai sebuah tujuan, baik itu tujuan pribadi maupun tujuan organisasi atau tujuan bersama.

Motivasi sangat berperan penting dalam setiap kehidupan kita, begitu juga peran motivasi untuk karyawan ketika bekerja di sebuah perusahaan, organisasi, atau instansi tertentu. Karyawan perlu diberikan motivasi supaya karyawan bisa lebih produktif dan memiliki inisiatif sendiri (tanpa unsur pemaksaan) untuk mencapai tujuan bersama di suatu perusahaan tersebut. Oleh sebab itu, seorang manager perlu memahami hal apa yang bisa memotivasi karyawannya dalam konteks peran apa yang seharusnya mereka lakukan.

Ada 10 faktor yang dapat memotivasi karyawan menurut penelitian yang dilakukan pada artikel Understanding Employee Motivation yaitu :

  1. Keamanan saat bekerja
  2. Memberikan perhatian dengan cara membantu memberi solusi untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi oleh karyawan
  3. Kesetiaan terhadap karyawan
  4. Pekerjaan yang dilakukan dirasa menarik bagi karyawan, sehingga karyawan dengan senang hati bekerja tanpa merasa ada tekanan atau paksaan
  5. Kondisi pekerjaan baik dan dapat diatasi dengan baik juga
  6. Disiplin
  7. Pendapatan (gaji) yang sesuai dengan apa yang telah dikerjakan oleh karyawan
  8. Mengajukan promosi atas perkembangan karyawan yang sudah bekerja keras di dalam sebuah perusahaan atau instansi
  9. Feeling of being in on things
  10. Mengapresiasi penuh terhadap karyawan yang telah bekerja dengan sangat baik
1 Like

Maslow’s Hierarchy of Needs - Cara Memotivasi Staf Anda

Seperti yang telah dikutip di http://www.callofthewild.co.uk/library/theory/maslows-hierarchy-of-needs-how-to-motivate-your-staff/ mengenai bagaimana anda dapat memotivasi staf anda bahwa teori motivasi dari Maslow biasa disebut dengan “Hierarki Kebutuhan”. Maslow menyebutkan bahwa manusia memiliki lima kebutuhan utama yaitu:

  1. Kebutuhan Fisiologis
    Kebutuhan makan
    Kebutuhan minum
    Kebutuhan bekerja
    Kebutuhan tidur
    Kebutuhan tempat tinggal

  2. Milik Kebutuhan
    Kebutuhan untuk merasa menjadi bagian dari kelompok
    Kebutuhan untuk penerimaan

  3. Kebutuhan Self-Esteem
    Kebutuhan untuk merasa baik tentang diri mereka sendiri
    Kebutuhan untuk diakui untuk prestasi mereka

  4. Self-Realisasi Kebutuhan
    Kebutuhan untuk pemenuhan pribadi
    Kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang

Teori lain oleh Alderfer dikategorikan kebutuhan tersebut ke dalam tiga kategori:

  1. Kebutuhan eksistensi
  2. Kebutuhan keterkaitan
  3. ebutuhan pertumbuhan