Bagaimana cara memahami kebutuhan pelanggan?

discuss4
Memperoleh seorang pelanggan yang loyal dan bisa mengenalnya lebih jauh akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Anda sebagai seorang pebisnis. Pasalnya, banyak hal yang bisa dilakukan jika Anda mampu memahami keinginan atau kebutuhan pelanggan dengan baik. Paling tidak, Anda bisa menawarkan berbagai macam produk yang akan menjadi solusi atas kebutuhan pelanggan. Lalu, bagaimana caranya agar Anda bisa mengetahui apa yang diinginkan oleh pelanggan?

Salah satu caranya adalah dengan mengumpulkan data yang dilakukan melalui survey ataupun email yang dikirim langsung kepada pelanggan. Data-data yang sudah terkumpul tersebut akan membantu kita untuk mengetahui kenapa pelanggan ingin membeli sebuah produk atau tidak. Jadi, kenalilah setiap kebutuhan pelanggan kita dengan cara menjalin hubungan baik. Dengan begitu, kita akan mendapatkan informasi terbaik dari setiap data yang dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan.

1. Mengetahui karakter pelanggan

Saat memutuskan untuk menjalankan bisnis tentunya kita sudah memiliki calon target yang akan menjadi konsumen. Jika sudah bisa mengidentifikasi calon-calon target konsumen maka kita segera mencari tahu karakter masing-masing. Kita bisa mengelompokkan calon target untuk mengetahui karakter setiap pelanggan menjadi empat atau lima tipe pelanggan. Dengan begitu maka akan lebih mudah bagi kita untuk mengetahui hal-hal apa saja yang membuat seorang pelanggan memutuskan untuk membeli sebuah produk. Lalu, apa saja yang membuat seorang pelanggan akan membeli kembali produk kita di lain waktu. Hal ini akan menjadi tantangan bagi kita dalam menjalankan bisnis dari waktu ke waktu yang tidak akan pernah berhenti.

2. Membuat hipotesis

Sebaiknya jangan hanya berhenti untuk mengetahui karakter pelanggan saja. Tetapi, kita harus membuat hipotesa yang mampu menentukan langkah selanjutnya agar bisa menentukan strategi yang tepat dalam menawarkan produk. Pelanggan yang tinggal di pusat kota tentu akan jauh lebih bersemangat untuk berkunjung ke outlet dibandingkan dengan pelanggan yang tinggal di pinggir kota. Oleh karena itu, strategi marketing dalam menawarkan produk kepada masing-masing karakter pelanggan pun harus berbeda-beda. Bahkan, jika kita menemukan seorang pelanggan yang gemar berlibur maka sebaiknya tawarkan produk-produk yang bisa membantunya untuk menjalani liburan yang menyenangkan. Sehingga jangan hanya terpaku pada satu strategi marketing jika sudah mengenali beberapa karakter pelanggan yang sudah teridentifikasi.

3. Segera eksekusi

Setelah menentukan beberapa hipotesa dalam menjaring pelanggan, maka kita harus segera mengeksekusinya dengan menjalankan strategi penawaran produk yang sudah direncanakan matang. Sebaiknya kita merinci berbagai macam strategi promosi yang akan digunakan agar bisa dengan mudah mengetahui kesuksesan setiap strategi yang dijalankan. Bahkan, kita juga harus memperhatikan dengan baik biaya yang digunakan dalam setiap strategi promosi.

Kemudian, lakukan analisa secara mendalam terkait keberhasilan kita dalam menjalankan strategi promosi. Perhatikan setiap detail perubahan yang terjadi sebelum mengidentifikasi karakter pelanggan dengan sesudahnya. Selain itu, kita juga bisa bermain dengan harga yang berbeda-beda kepada pelanggan. Artinya, berikan pilihan beberapa produk diskon kepada pelanggan untuk menguji seberapa jauh mereka akan tertarik membeli produk.

Setiap data yang masuk kepada kita bisa menjadi pedoman dalam menyusun strategi yang lebih baik ke depan nantinya. Semakin sering membuat hipotesa dan kemudian mengujinya kepada pelanggan, maka kita juga akan semakin memahami karakter pelanggan serta apa saja kebutuhannya. Bahkan, sebuah catatan dalam bentuk notebook kecil pun akan lebih canggih dibandingkan dengan sebuah alat analisis apapun yang tersaji melalui perangkat komputer atau gadget milik kita.

4. Jangan hanya terpaku data

Seorang pebisnis yang ingin mengetahui kebutuhan pelanggan tidak boleh hanya terpaku pada sebuah sajian data semata. Selain data, para pebisnis juga harus membuat hipotesa lalu mengujinya untuk mengetahui sejauh mana strategi yang akan diterapkan berhasil menggaet pelanggan dalam jumlah besar. Pasalnya, banyak pebisnis yang berhenti pada sebuah data tanpa melakukan sebuah pengujian lebih lanjut untuk mengetahui tingkat keberhasilan strategi promosi yang akan dilakukan. Jadi, jangan sampai kita salah melangkah hanya karena memperhatikan sajian data tanpa adanya pengujian terlebih dulu.

Sumber: