Bagaimana cara melakukan evaluasi resiko dengan menggunakan metode quantitative risk analysis ?

Analisis data kuantitatif adalah pengolahan data dengan menggunakan kaidah matematik/statistik terhadap data berupa angka atau numerik

Bagaimana cara melakukan evaluasi resiko dengan menggunakan metode quantitative risk analysis ?

Analisis Risiko Kuantitatif adalah metode pengukur risiko prioritas tertinggi untuk menentukan probabilitas pencapaian keseluruhan biaya dan jadwal tujuan anda.

Mengapa melakukan Quantitative risk analysis ?

  • Analisis risiko proyek keseluruhan yang lebih baik
    Risiko individu dievaluasi dalam analisis risiko kualitatif. Tetapi analisis kuantitatif memungkinkan untuk mengevaluasi keseluruhan risiko proyek dari risiko individu.

  • Keputusan bisnis yang lebih baik
    Keputusan bisnis jarang dibuat dengan semua informasi atau data yang kita inginkan. Untuk keputusan yang lebih penting, analisis risiko kuantitatif memberikan informasi dan data yang lebih obyektif daripada analisis kualitatif. Meskipun analisis kuantitatif lebih obyektif, masih merupakan hanya perkiraan. Manajer proyek yang bijaksana harus bisa mempertimbangkan faktor-faktor lain dalam proses pengambilan keputusan.

  • Perkiraan Lebih Baik
    Seorang manajer proyek memperkirakan durasi proyek pada delapan bulan dengan biaya 300.000. Proyek ini sebenarnya memakan waktu dua belas bulan dan menghabiskan biaya 380.000. Lalu, manajer proyek melakukan Work Breakdown Structure (WBS) dan memperkirakan pekerjaan. Namun, manajer proyek gagal mempertimbangkan dampak potensial dari risiko (baik dan buruk) pada jadwal dan anggaran.

Kapan Melakukan Quantitative risk analysis ?

Pertimbangkan untuk menggunakan Analisis Risiko Kuantitatif untuk:

  • Proyek yang membutuhkan kemungkinan cadangan untuk jadwal dan anggaran.
  • Proyek-proyek besar dan kompleks yang memerlukan keputusan Go / No Go (keputusan Go / No Go dapat terjadi beberapa kali dalam sebuah proyek).
  • Proyek-proyek di mana manajemen tingkat atas menginginkan lebih detail tentang kemungkinan menyelesaikan proyek sesuai jadwal dan sesuai anggaran.

Tools & technique Quantitative risk analysis

  • Three Point Estimate - teknik yang menggunakan nilai-nilai optimis, kemungkinan besar, dan pesimis untuk menentukan estimasi terbaik.

  • Decision Tree Analysis - diagram yang menunjukkan implikasi dari memilih satu atau alternatif lain. Klik di sini untuk melihat contoh.

  • Expected Monetary Value (EMV) - metode yang digunakan untuk menetapkan cadangan kontingensi untuk anggaran dan jadwal proyek.

  • Monte Carlo Analysis - teknik yang menggunakan perkiraan optimis, kemungkinan besar, dan pesimistis untuk menentukan total biaya proyek dan tanggal penyelesaian proyek. Sebagai contoh, bisa memperkirakan kemungkinan menyelesaikan proyek dengan biaya $ 20 juta. Atau apakah perusahaan ingin memiliki kemungkinan 80% untuk mencapai tujuan biayanya. Berapa biaya untuk mencapai 80%?

  • Sensitivity Analysis - teknik yang digunakan untuk menentukan risiko mana yang memiliki dampak terbesar pada suatu proyek.

  • Fault Tree Analysis (FMEA) - analisis diagram terstruktur yang mengidentifikasi elemen-elemen yang dapat menyebabkan kegagalan sistem.

Bagaimana Melakukan Analisis Risiko Kuantitatif ?

Contoh sederhana Expected Monetary Value (EMV) :

Risk Probability Cost Impact EMV
A (Threat) 20% $100,000 $20,000
B (Opportunity) 40% ($10,000) ($4,000)
C (Threat) 30% $50,000 $15,000
Total EMV $31,000

Perlu diingat bahwa risiko mencakup baik ancaman maupun peluang. Ancaman memiliki dampak negatif pada biaya. Peluang adalah manfaat yang mengurangi biaya.

Expected Monetary Value = Probability x Impact.

Setelah melakukan Analisis Risiko Kuantitatif, pastikan untuk memperbarui daftar risiko anda dengan informasi risiko tambahan.

Referensi :
http://projectriskcoach.com/evaluating-risks-using-quantitative-risk-analysis/