Bagaimana cara kerja kamera dalam menangkap gambar?

Bagaimana cara kerja kamera dalam menangkap gambar ?

Bagaimana cara kerja kamera dalam menangkap gambar ?

2 Likes

Cara Kerja Kamera

Ambarwati (2014) menjelaskan bahwa secara umum cara kerja kamera adalah sebagai berikut :

  1. Cahaya masuk ke dalam kamera melewati lenca, terpantul pada cermin refleks dan prisma menuju viewfinder (jendela bidik).

  2. Saat tombol rana ditekan setengah, cermin terangkat dan diafragma/aperture pada lensa membuka sesuai setelah. Pada saat ini, lightmeter pada kamera bekerja mengukur kecukupan cahaya dan menampilkannya pada jendela bidik atau layar LCD.

  3. Saat tombol rana ditekan penuh, kisi-kisi (shutter) di depan film/ sensor membuka dan melewatkan cahaya untuk mengekspor film/sensor di belakangnya. Kecepatan shutter untuk membuka dan menutup kembali disesuaikan dengan shutter speed yang disetel.

  4. Kemudian shutter menutup, diafragma/aperture dan mcermin kembali ke posisi semula, gambar sudah terekam pada film/sensor.

Referensi

Ambarsari, Riana. 2014. Buku Pintar Fotografi: Food Photography for Everyone. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Semua cahaya bertindak seperti senter, ia bergerak dalam garis lurus. Akan tetapi, cahaya juga bisa memantul dari objek yang memungkinkan kita untuk melihat dan memotret objek. Ketika cahaya memantul dari suatu objek, cahaya terus bergerak dalam garis lurus tetapi memantul kembali pada sudut yang sama dengan saat cahaya datang.

Itu berarti, sinar cahaya pada dasarnya memantul ke mana-mana dalam segala arah yang berbeda. Kamera pertama pada dasarnya adalah sebuah ruangan dengan lubang kecil di satu sisi dinding. Cahaya akan melewati lubang itu dan dipantulkan dalam garis lurus, gambar akan diproyeksikan di dinding yang berlawanan, terbalik. Sementara perangkat seperti ini ada jauh sebelum adanya fotografi, tidak sampai seseorang akhirnya memutuskan untuk menempatkan materi yang sensitif terhadap cahaya di belakang ruangan itu sehingga fotografi terlahir. Ketika cahaya mengenai objek, yang melalui sejarah fotografi terdiri dari hal-hal dari kaca ke kertas, bahan kimia bereaksi terhadap cahaya, menyeketsa gambar di permukaan.

Lensa menangkap cahaya

Karena kamera pertama itu tidak menangkap banyak cahaya, sebenarnya butuh delapan jam untuk mengambil satu foto. Gambarnya juga cukup buram. Jadi bagaimana kita dapat mengambil gambar yang tajam dalam milidetik hari ini? Ya…Lensa kamera yang bekerja.

Sementara cahaya memantul dari benda-benda, ia juga dapat melewati benda-benda tersebut - tetapi, ketika itu benar-benar dapat mengubah arah. Lensa kamera menangkap semua sinar cahaya yang memantul dan menggunakan kaca untuk mengarahkan mereka ke satu titik sehingga menciptakan gambar yang tajam.

Ketika semua sinar cahaya bertemu kembali pada sensor kamera digital atau lembar film, mereka menciptakan gambar yang tajam. Jika cahaya tidak bertemu di titik yang tepat, gambar akan terlihat buram atau tidak fokus. Sistem pemfokusan lensa yang memindahkan potongan kaca lebih dekat atau lebih jauh dari sensor atau film, memungkinkan fotografer menyesuaikan lensa sehingga objek menjadi tajam.

Jarak juga memainkan peran dalam bagaimana lensa kamera dapat memperbesar. Ketika kaca depan bergerak lebih jauh dari sensor kamera, objek menjadi lebih dekat. Panjang fokus adalah pengukuran jarak antara tempat sinar pertama mengenai lensa dan tempat mereka mencapai sensor kamera. Misalnya, pada lensa dengan panjang fokus 300mm, cahaya membutuhkan 300 mm untuk diarahkan kembali ke titik tajam pada sensor kamera. Lensa 300mm dianggap sebagai telefoto, atau lensa yang dapat mendekatkan objek jauh.

Referensi

How does a camera work? A beginner’s simple guide on how to use a camera. https://www.creativelive.com/photography-guides/how-does-a-camera-work. diakses pada 13 Mei 2020.