Bagaimana cara budidaya Ikan Sidat ?

Ikan Sidat (Anguilla marmorata, Anguilla bicolor) memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya sidat, ulinm oelus (Jawa), lumbon, mosa, larak, lobang, denong, mengaling, lara, gatedeng, luncah dan sigili. Dalam bahasa inggris, ikan sidat disebut giant mottled eel.

Bagaimana cara budidaya Ikan Sidat ?

1. Tahap Pendederan 1

Tahap ini merupakan tahap pengenalan benih ikan sidat agar dapat beradaptasi dengan kondisi kolam dan pakan. Pemeliharaan pada tahap ini bertujuan untuk pembesaran glass eel hingga benih ikan sidat beukuran elver. Setelah melewati tahap pendederan 1, elver telah siap dilanjutkan ke tahapan pendederan 2.

Glass eel yang umumnya dipelihara ada 2 jenis yaitu A. bicolor dan A. marmorata. Glass ell jenis A. bicolor didapatkan dari pantai selatan Pulau Jawa. Dan untuk jenis A. marmorata diperoleh dari daerah Poso Sulteng dan Tatelu. Benih ikan sidat glass eel yang ditebar berukuran 0,17 gram per ekor. Dan jumlah kepadatan untuk masing-masing tempat pemeliharaan sekitar 6 ekor per 1 liter air.

Glass eel sebaiknya segera ditebar setelah glass eel sudah diterima di lokasi pemeliharaan, untuk mengurangi tingkat kestressannya. Sebelum ditebar, glass eel harus di aklimatisasi terlebih dhaulu. Caranya, tempatkan plastik packing agar mengapung diatas air kolam budidaya.

2. Tahap Pendederan 2

Tahap pendederan 2 berisi proses persiapan agar menghasilkan ukuran sidat fingerling (10 gr/ekor). Ikan sidat yang telah mencapai ukuran tersebut siap untuk dibesarkan.

3. Tahap Pembesaran

Tahap ini berisi proses pembesaran ikan sidat. Proses ini memiliki tujuan untuk membesarkan ikan sidat sampai pada ukuran yang siap konsumsi yaitu ukurannya lebih dari 200 gram per ekor.

Kolam pemeliharaan dapat berupa kolam beton ukuran 2 x 5 x 1,8 m³ dengan jumlah air media sekitar 5 m³. Kolam tempat pemeliharaan sebaiknya dilengkapi dengan sistem aerasi berupa air yang mengalir. Agar suhu air tetap terjaga pada angka 29-31 °C, kolam pemeliharaan ditutup dengan terpal atau anyaman bambu. Dianjurkan untuk volume pergantian airnya minimal lebih dari 300% tiap hari. Air yang digunakan bisa berasal dari tandon air sumur yang dialirkan dengan paralon menuju ke kolam pemeliharaan.

Ikan sidat dapat dipanen setelah waktu pemeliharaan kira-kira 5 bulan, tergantung ukuran benih yang ditebar. Sebagai estimasi, benih berukuran 200 gram untuk bisa menghasilkan panen ikan sidat berukuran 500 gram membutuhkan waktu sekitar 5 bulan. Jjika Anda menaburkan 1 ton benih ikan sidat, panen yang dapat dihasilkan sekitar 5 ton ikan sidat.

Sumber: http://ptnasa.net/blog/ikan-sidat/