Bagaimana business case mempengaruhi perusahaan dengan kliennya?

Bagaimana business case mempengaruhi perusahaan dengan kliennya? Juga dampak yang terjadi pada hubungan perusahaan dengan kliennya dengan menerapkan business case.

Penerapan business case tidak berhubungan atau berdampak secara langsung pada klien dari perusahaan tersebut, karena tujuan dari pembuatan business case adalah agar meyakinkan pemangku keputusan untuk menyetujui suatu aksi dalam menentukan sebuah proyek. Sehingga yang merasakan langsung dari dampak dari penerapan business case adalah perusahaan itu sendiri.

Rachel Agheyisi, dilansir dari Project Smart UK, menyatakan bahwa untuk membuat business case yang efektif adalah dengan bertanya “Apa untungnya untuk diri saya?” dari perspektif target yang ingin dicapai. Sehingga, dengan ini, perusahaan lah yang diuntungkan dengan informasi analisis cost-benefit serta resiko yang pasti dan konsisten. Namun, jika proyek yang terpilih adalah proyek yang berhubungan langsung dengan klien, maka hubungannya dengan klien adalah kepuasan klien. Klien akan merasa puas dengan kinerja perusahaan pada proyek tersebut, karena business case, sekali lagi, menawarkan kelebihan akan penilaian yang pasti dan konsisten untuk agar proyek yang dijalankan dapat berjalan dengan pasti serta efektif, sehingga klien akan merasa puas dengan layanan perusahaan.

Sources

Jadi, Business Case sendiri lebih berdampak atau lebih bermanfaat langsung kepada Manajer perusahaan. tidak langsung mempengaruhi antara perusahaan dengan client. Dimana Manajaer perusahaan dapat berkesempatan mengeksplorasi seberapa besar potensi sebuah proyek jika dilakukan. Mulai dari menganalisa apa latar belakang daari proyek, analisa manfaat proyek terhadap bisnis atau organisasi, analisa perkiraan biaya dan waktu, analisa potensi resiko dan analisa lainnya yang dapat dilakukan. Bila dihubungkan antara perusahaan dengan clien, semakin baik business case yang di dapat oleh Manajer untuk perusahaan, maka semakin mudah pula tujuan yang akan dicapai, termasuk salah satunya memuaskan pelanggan / client itu sendiri melalui analisa-analisa yang didapat itu tadi.

Sumber :

Kasus bisnis umumnya difokuskan pada kebutuhan menghasilkan uang; Jika proposisi bisnis tidak menghasilkan uang, barang itu harus disesuaikan atau dibuang. Tapi kemampuan menghasilkan uang didorong oleh kenyataan bahwa sesuatu yang dilakukan harus cukup menarik untuk membuat klien membeli layanan atau produk itu. Sesuatu yang di lakukan harus menonjol dan membuat perusahaan tersebut berbeda dari perusahaaan lainnya, memberi perusahaan tersebut sebuah keunggulan kompetitif atau proposisi penjualan unik (USP).

Untuk menarik para klien , setiap perusahaan atau organisasi harus membuat ide baru yang menarik. Setiap perusahaan atau organisasi memerlukan ide atau produk yang menonjol sehingga klien tertarik. Misalnya, perusahaan menawarkan layanan pelanggan yang lebih baik atau penawran harga yang lebih baik daripada perusahaan lain, sehingga dapat mengejar bagian tertentu dari pasar yang ada di bawah eksploitasi. Jika ide atau produk tersebut masih baru, maka perusahaan harus membuat penawaran yang cukup menarik bagi klien untuk membeli produk atau layanan yang disediakan.

Referensi : `

http://therightquestions.org/what-is-a-business-case-and-why-are-they-so-important/

`

Pelaksanaan inisialisasi, penilaian tingkat tinggi dari konsep program business case dengan memperhatikan keselarasan strategis, manfaat baik secara finansial maupun non finansial, bila dilaksanakan dengan standart maka akan memengaruhi klien terhadap organisasi atau perusahaan kita. Kepuasan klient merupakan hal pertama yang harus dijunjung tinggi oleh perusahaan. Kepuasan klien akan meningkatkan kredibilitas organisasi atau perusahaan.

Dengan layanan perusahaan yang baik dengan penerapan business case yang baik pula, kepuasan klien akan dijamin. Maka keuntungan akan datang dengin sendirinya. Itulah pentingnya sebuah business case pada perusahaan atau organisasi.
Dampak positif yang terjadi menngkatnya rasa percaya kepada organisasi atau perusahaan. Sehingga kerjasama dan negosiasi akan berjalan cukup lama dan awet.

Sumber :

http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab4/Galih%20Septian%204.pdf