Bagaimana bisa jalanan beraspal yang rusak karena air hujan?

Bagaimana bisa jalanan beraspal yang keras itu rusak karena air hujan?

Konstruksi jalan tersusun dari batu kerikil, pasir dan bahan-bahan agregat, kemudian semua materi tadi direkatkan oleh semen aspal. Aspal sendiri (atau disebut juga bitumen) adalah bahan hasil tambang, bisa digolongkan dalam minyak bumi (petroleum) yang bersifat lengket, hitam, dan kental. Kita pun harus bangga, sebab salah satu tambang aspal terbesar di dunia ada di pulau Buton, di ujung Sulawesi.

Jika air menggenang dalam waktu yang lama di jalan aspal, maka sedikit demi sedikit aspal di jalan tersebut akan larut! Ya, air akan memecah molekul aspal ke bentuk yang lebih kecil lagi sehingga daya rekatnya menjadi berkurang. Jika kamu mulai melihat banyak batu kerikil yang terlepas di jalan beraspal, itu adalah tanda-tanda awal mulai rusaknya struktur jalan tersebut.

Sebenarnya genangan air saja bukan merupakan masalah besar. Kerusakan menjadi parah karena saat terjadi proses pelarutan aspal, jalan tersebut dilewati oleh kendaraan yang berat. Sehingga struktur jalan yang sedang dalam keadaan lemah tidak kuat menahan beban di atasnya, dan berakhir dengan banyaknya lubang di jalanan.

Perlu diketahui, bahwa idealnya jalanan beraspal sebaiknya didesain dengan bentuk “punggung sapi”. Artinya, bagian tengah harus sedikit lebih tinggi dibanding bagian pinggir jalan, sehingga air tidak akan tergenang dan langsung mengalir.

Demikian pula di tepian jalan, kondisi ideal mengharuskan dibuat saluran air atau parit kecil sehingga air segera pergi dan tak sempat diam dalam waktu yang lama.

Sumber: