Bagaimana biografi Jack Dorsey : Penemu Twitter ?

jack_dorsey

(Nadia Humairo) #1


Biografi

Pekerjaan
Founder Microblogging, Co Founder and Chief Product Officer of Square Inc.

Afiliasi lainnya

  • Twitter, Inc
  • Square, Inc
  • The Walt Disney Company

Tempat dan Tanggal Lahir
St Louis, Missouri, U.S. 19 November 1976

Umur
40th

Kewarganegaraan
United States

Pendidikan

  • New York University
  • Missouri University of Science and Technelogy

Total kekayaan
US$ 1.31 Billion

Peringkat berdasarka Forbes

  • 1694 Billionaires (2016)
  • 509 in United States
  • 690 in 2015
  • 11 America’s Richest Entrepreneurs Under 40 (2015)
  • 307 Forbes 400 (2015)
  • 92 Richest In Tech (2015)

Riwayat Hidup

Dorsey lahir di St Louis pada 19 November 1976 dan dibesarkan oleh Marcia (Smith) dan Tim Dorsey. Dia adalah bagian keturunan Italia. Ayahnya bekerja untuk sebuah perusahaan yang mengembangkan spektrometer massa dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Ia dibesarkan Katolik, dan pamannya adalah seorang imam Katolik di Cincinnati. Ia pergi ke sekolah tinggi Katolik yaitu SMA Bishop DuBourg
Jack Dorsey terlibat dalam pengembangan web sebagai seorang mahasiswa, pendiri Twitter situs jejaring sosial pada tahun 2006. Sejak saat itu, Dorsey telah menjabat sebagai CEO, ketua dewan, dan ketua eksekutif Twitter. Ia juga meluncurkan platform online pembayaran sukses Lapangan tahun 2010.
Dorsey tertarik pada komputer dan komunikasi pada usia dini dan mulai pemrograman ketika masih menjadi mahasiswa di SMA Bishop DuBourg . Dia terpesona oleh tantangan teknologi koordinasi sopir taksi, van pengiriman dan armada lain dari kendaraan yang dibutuhkan untuk tetap di konstan, komunikasi real-time dengan satu sama lain. Ketika ia berusia 15, Dorsey menulis perangkat lunak pengiriman yang masih digunakan oleh beberapa perusahaan taksi hari ini.

Riwayat Karir

Setelah bertugas singkat di Missouri University of Science and Technology, Dorsey ditransfer ke New York University. Dalam tradisi pengusaha ilmu komputer seperti Bill Gates, Steve Jobs dan Mark Zuckerberg, ia drop out dari kuliah sebelum menerima gelar. Sebaliknya, Dorsey pindah ke Oakland, California, dan pada tahun 2000 memulai sebuah perusahaan yang menawarkan perangkat lunak pengiriman melalui Web. Tak lama setelah memulai perusahaannya, Dorsey datang dengan ide untuk sebuah situs yang akan menggabungkan jangkauan luas dari perangkat lunak pengiriman dengan kemudahan instant messaging.

Dorsey mendekati perusahaan yang sekarang sudah tidak berfungsi Silicon Valley bernama Odeo untuk pitch konsep. “Dia datang kepada kami dengan ide ini: ‘Bagaimana jika Anda bisa berbagi status Anda dengan semua teman-teman Anda benar-benar mudah, sehingga mereka tahu apa yang Anda lakukan’” kata Biz Stone, seorang mantan eksekutif Odeo. Dorsey, Stone dan Odeo pendiri Evan Williams memulai sebuah perusahaan baru, yang disebut jelas, yang kemudian berkembang menjadi Twitter. Dalam waktu dua minggu, Dorsey telah membangun sebuah situs sederhana di mana pengguna bisa langsung memposting pesan singkat dari 140 karakter atau kurang, dikenal di Twitter istilah sebagai “tweets.”

Twitter awalnya dicemooh oleh beberapa kalangan karena merupakan alat dangkal dan egois untuk menyiarkan hal-hal kecil dari hidup mereka untuk alam semesta. Larut malam komedi tuan Conan O’Brien bahkan menampilkan segmen yang disebut “Twitter Tracker” yang mengejek pengguna layanan. Pada hari-hari awal, situs ini juga sering menderita gangguan layanan. Tapi seperti selebriti dan CEO mulai tweeting, Twitter bukan lagi lelucon. Tiba-tiba kepala gerakan “microblogging”, Twitter menjadi platform yang kuat untuk calon AS Presiden Barack Obama dan John McCain pada tahun 2008, sebagai metode untuk memperbarui pendukung mereka saat kampanye.

Twitter melompat menjadi terkenal sekelas internasional setelah pemilihan presiden Juni 2009 di Iran, ketika ribuan pendukung oposisi turun ke jalan untuk memprotes kemenangan diklaim incumbent Mahmoud Ahmadinejad. Ketika pemerintah memblokir pesan teks dan satelit feed liputan berita asing, Iran pengguna Twitter membanjiri situs dengan pembaruan hidup. Seorang pejabat AS Departemen Luar Negeri bahkan mengirim email Dorsey untuk meminta bahwa Twitter menunda pemeliharaan terjadwal sehingga demonstran bisa menjaga tweeting. “Tampaknya Twitter memainkan peran penting pada saat penting di Iran. Bisakah Anda menjaga itu terjadi?” kata juru bicara Departemen Luar Negeri, menggambarkan panggilan. Twitter memenuhi.

Pada tahun 2010, Twitter memiliki lebih dari 105 juta pengguna yang bersama-sama tweeted sekitar 55 juta kali per hari.

Fakta-fakta

  1. Untuk menginspirasi karyawan, Dorsey membawa mereka ke Jembatan Golden Gate.
  2. Jack Dorsey tidak memiliki meja. Alih-alih meja, Dorsey menggunakan iPad.
  3. Dorsey Memiliki Pidato Perintang sebagai anak yang akhirnya menyebabkan Ide-Nya untuk Twitter
  4. Jack Dorsey Juga Pendiri dan CEO Square
  5. Dia Belum Menikah Dan Mempertimbangkan Bisnis Nya Anak-Nya

Quotes

Everything we do is about getting people to be more open, more creative, more courageous.” - Jack Dorsey
"Make every detail perfect and limit the number of details to perfect." - Jack Dorsen
Success is never accidental” - Jack Dorsey
Great companies don’t just have one founding moment. They have many founding moments.” - Jack Dorsey

REFERENSI


(Achmad Wahyu Wibowo) #4

Jack Dorsey lahir pada tanggal 19 November 1976 di St. Louis Missouri. Dorsey merupakan anak yang pemalu dan mengalami kesulitan berbicara,karenanya ia menjadi anak yang minder serta menghabiskan banyak waktu di dalam rumah serta duduk di depan Komputer.

Di usianya yang masih anak-anak,ia sering mengobrak-abrik komputer. Ia sering merusak komputer,namun juga sering memperbaikinya. Bahkan saat menginjak bangku sekolah dasar,salah satu gurunya memberikan hadiah komputer melihat kecerdasan dan keahlian Jack Dorsey dalam komputer.

Dorsey memulai belajar programming sejak duduk di bangku SMA.Saat itu ia tertarik pada tantangan yang sedang dihadapi oleh para pengemudi taksi untuk yang membutuhkan jaringan komunikasi yang bersifat real-time.

Saat berusia 15 tahun,ia berhasil menciptakan perangkat lunak yang masih digunakan oleh beberapa perusahaan taksi hingga saat ini.

Pada masa studinya di Missouri University of Science Technolgy di New York,Jack Dorsey sering diundang menjadi pembicara dan trainer dalam pelatihan ataupun seminar. Hampir semua instansi di New York mengundangnya sebagai pembicara. Uniknya,banyak peserta yang usianya jauh berada di atasnya. Bahkan,di antara mereka adalah dosen kampus. Sejak saat itu,nama Jack Dorsey mulai dikenal banyak orang.

Sama seperti kebanyakan entrepreneur sukses seperti Bill Gates, Steve Jobs dan Mark Zuckerberg,Jack Dorsey juga dikeluarkan dari Universitasnya sebelum sebelum lulus (drop out).

Pada tahun 1998, Dorsey pernah meretas computer Dispatch Management Service. 2 tahun setelahnya (2000), Jack Dorsey mendirikan perusahaan yang berhubungan dengan dispatch software melalui sebuah web. Tak lama setelah mendirikan perusahaannya,Dorsey mendapatkan sebuah ide untuk menciptakan sebuah situs yang dapat mengkombinasikan dispatch software dengan jangkauan luas serta fitur pesan instan.

Bersama dengan Stone,serta CO-Founder Odeo Evan Williams,Dorsey memulai perusahaan baru yang dinamakan Obvious,yang kemudian berubah menjadi Twitter. Hanya dalam waktu dua minggu, Dorsey berhasil membuat esebuah website yang yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk menulis status kurang dari 140 karakter,dikenal sebagai bahasa twitter.

Menjadi seorang Entrepreneur tidaklah mudah. Peluang untuk menjadi sukses sangatlah kecil; kita semua memiliki peluang kegagalan yang sama besarnya. Untuk memulai langkah besar, kamu harus menjadi berani.

Begitulah juga yang terjadi pada Jack Dorsey,rasa takut juga pernah menghantui impiannya. Hanya saja ia menanggapinya dengan cara yang berbeda.

Kebanyakan dari kita takut akan kegagalan,secara tidak sadar kita juga menjauhi impian untuk merealisasikan ide-ide kreatif kita. Lebih-lebih membuat sesuatu yang baru,kita mencari jalan aman dengan membuat sesuatu serta menyediakan layanan yang sudah pernah ada serta familiar sebelumnya.

Tetapi seorang Entrepreneur yang sukses tidak akan berhenti sampai disitu, mereka menganggap kegagalan sebagai sesutau yang berbeda serta menanggapinya dengan cara yang berbeda pula. Tentu,mereka takut akan kegagalan, namun mereka lebih takut akan kegagalan yang disebabkan karena tidak berani memulai.

Sumber :




(Bambang Pramudhita B) #5

Jack Dorsey atau akrab disapa “jack” adalah seorang pebisnis bidang teknologi asal amerika, terkenal karena beliau adalah penemu dari sosial media yang bernama twitter dan aplikasi pembayaran online bernama Square. Jack Dorsey lahir pada 19 November, 1976 di St.Louis, Missouri. Jack Dorsey di akui telah mempunyai kekayaan sebesar $2.1 miliyar(setara kurang lebih 27 triliun rupiah).

Jack Dorsey sudah menyukai teknologi khususnya komputer dan komunikasi pada umur yang masih muda sekali yaitu saat beliau masih sekolah di Bishop DuBourg Highschool(setara SMP). Pada saat itu Beliau tidak pernah berharap menjadi programmer, Namun Jack hanya ingin menggambar peta kedalam komputer karna cita - cita nya dapat melihat seluruh Dunia. Lalu Jack membantu rumah sakit dengan menggambarkan titik dari rumah sakit ke titik Warga yang memanggil ambulans tersebut, titik itu pun bergerak sesuai jalur yang di berikan Jack. Lalu setelah itu program Jack menjadi banyak diminta oleh perusahaan – perusahaan dibidang transportasi hingga sekarang masih ada perusahaan taxi yang memakainya.

Setelah itu, minatnya dalam dunia teknologi dan komunikasi pun meningkat. Jack Dikeluarkan secara tidak hormat dari Missouri University of Science and Technology, Jack di pindahkan ke NYU(New York University), dan dikeluarkan secara tidak hormat lagi untuk kedua kalinya dan pindah ke Oakland California. Jack memikirkan bahwa Beliau sangat ingin melihat seluruh dunia, namun Beliau menginginkan lebih, Beliau ingin tau apa yang orang-orang lakukan, apa yang orang-orang pikirkan diseluruh dunia.

Dari sinilah ide Twitter muncul, Jack langsung menghubungi teman-temannya untuk berdiskusi tentang ide nya. Namun tidak ada satupun yang peduli,”aku mendapatkan ide yang bagus, pada saat waktu yang salah”- Jack Dorsey. Sehingga aplikasi tersebut tidak berjalan lancar dan harus di tunda.

Pada 2006, ide Jack mulai di realisasikan olehnya dan rekan-rekannya, karena orang-orang sudah berpikir betapa pentingnya realtime messages di Dunia ini. Jack membagikan “tweet” pertamanya untuk mengundang orang-orang sebagai pekerja di Tweeter. Lalu hingga sekarang Tweeter menjadi aplikasi sosial yang sangat digemari oleh orang-orang khususnya remaja.

Setelah beberapa tahun menemukan Twitter, Beliau menghadiri kumpul keluarga besar, dan menemukan bahwa pamannya tidak mau menggunakan kartu kredit. Jack kebingungan, mengetahui bahwa kartu kredit sudah sangat praktis pada saat itu,”aku masih sering kesulitan memakainya, dan rumit dalam form nya”-pamannya Jack. Lalu dari situlah ide untuk membuat aplikasi pembayaran online muncul.

Pada 2010, Jack membuat sebuah aplikasi pembayaran bernama Square yang sangat mudah untuk di akses(di negaranya) oleh orang-orang dan lebih simpel dibandingkan dengan kartu kredit. Square sangat populer di negaranya hingga kini menjadi salah satu cara pembayaran yang paling diminati disana.

Pesan dari Jack untuk orang-orang yang ingin sukses menjadi pemimpin, bukan pekerja ada tiga. Yang pertama adalah “kamu harus menjadi pendengar yang baik”, kita harus menjadi pendengar yang baik atas masalah-masalah yang ada di masyarakat atau disekeliling kita agar kita dapat mencari solusi terbaik. Yang kedua “ini semua tentang simplisitas”, semakin simpel produk kita, semakin mudah pula untuk menggunakannya, orang-orang membutuhkan yang mudah, bukan yang bagus. Yang ketiga “mudah untuk dijual / didagangkan”, ketahui benar-benar apakah sesuatu yang kita buat ini akan dipakai oleh orang-orang?.

“apapun yang kita lakukan adalah untuk membuat orang-orang lebih terbuka, lebih kreatif, dan lebih berani” -Jack Dorsey

Sumber :


https://www.forbes.com/profile/jack-dorsey/


Algoritma seperti apa yang sesuai untuk membuat sebuah aplikasi atau game?
(Tito Rhenaldi Priono) #6

Jack Dorsey lahir pada 19 november 1976 anak dari MarcIa (Smith) dan Tim Dorsey. Beliau lahir di St. Louise, Inggris. Beliau memiliki darah keluarga dari inggris, irlandia, dan italia. Beliau dibesarkan di keluarga katolik, dan pamannya adalah seorang pendeta di Cincinnati. Jack adalah seorang programmer komputer dan pengusaha dibidang media sosIal lebih dikenal sebagai penemu dan CEO dari Twitter dan juga Square (perusahaan perangkat seluler).

Saat Beliau berumur 14 tahun, Dorsey tertarik dengan dispatch routing. Beberapa perangkat lunak open source yang Ia buat dibidang pengiriman logistik masih digunakan oleh beberapa perusahaan taksi. Dorsey belajar di Universitas sains dan teknologi Missouri sebelum pindah ke Universitas New York, namun Beliau dikeluarkan sebelum lulus. Beliau mendapatkan inspirasi untuk membuat Twitter saat belajar di Universitas New York.

Saat Dia bekerja sebagai programmer, Dorsy pindah ke CalifornIa. Ketika di Oakland pada tahun 2000, Beliau memulai perusahaan jasa untuk mengirim kurir, taksi, dan pelayanan darurat dari sebuah situs. Proyek dan ide lainnya waktu itu adalah jejaring alat kesehatan dan jasa pemasaran. Beliau mendapat inspirasi untuk membuat sebuah jasa komunikasi pesan pendek berbasis web dari bekerja di perusahaan LiveJournal dan AOL Instant Messenger.

Pada tahun 2006, Twitter pun di buat. Twitter sebuah situs jasa pesan pendek yang menjadi terkenal beberapa bulan sejak di resmikan. Walaupun Twitter sudah terkenal, situs tersebut masih di perbaiki dan di perbarui sesuai keinginan para pengguna. Pada bualn mei 2010, Dorsey bersama rekannya Jim McKelvey membuat sebuah alat bisnis kecil untuk menerima pembayaran kartu debit maupun kredit pada telepon genggam, disebut Square. Alat tersebut, dipasang di telepon genggam melalui lubang headphonenya, digunakan untuk mengirim sejumalah uang.

Setelah beberapa tahun Twitter di buat, beberapa masalah muncul yang berhubungan dengan Jack Dorsey sebagai kepala direktur perusahaan tersebut. Twitter selama 9 telah berganti pimpinan sebanyak 6 kali, yang membuat situs tersebut mengalami banyak sekali iterasi bolak-balik dan awal yang salah. Dorsey sudah Diangkat sebagai CEO sebanyak 4 kali, sampai pada tanggal 5 oktober 2015 Beliau menjadi CEO Twitter secara permanen. PergantIan pemimpin ini membuat Twitter menjadi tidak teratur. Pada tahun 2016, Twitter dijual akibat permasalahan ini. Namun, hal tersebut tidak menghalangi Jack Drsey untuk berinovasi. Jack Dorsey tetap bersemangat untuk membuat dan menginovasi hal-hal yang baru, hingga Ia menjadi kepala direktur di perusahaan Walt Disney.

“Produk yang menarik di Internet saat ini bukanlah membangun teknologi baru, namun menggabungkan teknologi.” – Jack Dorsey

Referensi:



https://en.wikipeDia.org/wiki/Jack_Dorsey


(Asyam R. Rizqullah) #7

Jack Dorsey adalah seorang pengusaha Amerika yang turut mendirikan Twitter. Twitter, layanan jejaring sosial online yang memungkinkan pengguna mengirim dan membaca pesan singkat yang disebut “tweets”, adalah satu dari sepuluh situs yang paling banyak dikunjungi di dunia. Dorsey juga pendiri Square, sebuah perusahaan pembayaran mobile yang memasarkan beberapa produk perangkat lunak dan pembayaran perangkat keras. Jack Dorsey lahir di St. Louis (Missouri, AS) pada tanggal 19 November 1976.

Saat menjadi remaja, dia menyukai komputer dan bisa menghabiskan berjam-jam mempelajari salah satu versi pertama IBM. Dia ingin menggambar peta kota New York, yang akan menampilkan banyak titik pergerakan kecil secara real time: mobil ambulans, kru polisi, brigade api, taksi dan lain-lain. Hasrat Jack ke kota-kota dan kota dapat dengan mudah dijelaskan oleh Perjalanannya yang konstan dari ayahnya Tim Dorsey, seorang insinyur peralatan medis dan menerima banyak tawaran di seluruh Amerika.

Dia melanjutkan studi di Missouri University of Science and Technology sebelum beralih ke New York University di mana dia pertama kali menemukan ide untuk Twitter. Dia bekerja sama dengan beberapa temannya untuk meluncurkan Twitter di tahun 2006.

Selama beberapa tahun Dorsey telah mengerjakan pembuatan perangkat lunak untuk mobil taksi dan ambulans, dan memainkan peran penting dalam mempromosikan proyek baru Greg Kidd yang disebut dNet.com. Namun, setelah gelembung dot-com pada tahun 2000, proyek tersebut gagal dan Dorsey dibiarkan menganggur.

Kemudian, Dorsey dipekerjakan oleh Odeo Company, yang bergerak di bidang startups Internet. Tempat itu terletak di Silicon Valley (San Francisco), dipimpin oleh pemrogram dan pengusaha berbakat Evan Williams, yang sebelumnya bekerja dengan Sergey Brin di Google. Jack mengusulkan untuk menggunakan SMS untuk mengirim pesan melalui program khusus yang kemudian akan menyebarkannya ke daftar teman-teman (maka batasan jumlah karakter yang diperbolehkan adalah 140).Dorsey dan temannya butuh dua minggu untuk menulis sebuah kode dan memberi nama Twitter dan logo burung biru.

Pada awalnya, orang Amerika mengatakan Twitter itu omong kosong. Bahkan Evan Williams pernah membandingkannya dengan es krim, mengatakan itu juga enak dan sama-sama tidak berguna. Namun, pada bulan Oktober 2009, Twitter pun bisa mendapatkan pendapatan pertamanya. Menurut majalah BusinessWeek, Dorsey memperoleh $ 25 juta, menandatangani kontrak dengan Google Inc. dan Microsoft. Inti dari kesepakatan adalah Pesan Twitter menjadi terlihat bagi Google dan Bing. Belakangan, dia menolak tawaran pembelian Facebook.

Menurut kabar terakhir, nilai saham Twitter meningkat sebesar 182% karena saham perusahaan melonjak di IPO pada tanggal 07 November 2013. Awalnya, harga sahamnya $ 26, namun naik menjadi lebih dari $ 45 pada hari pertama perdagangan. Ini menunjukkan bahwa Twitter memilih strategi konservatif pada penawaran awal, kata analis.

Saat ini, hampir 85% pendapatan Twitter berasal dari iklan online di situsnya. Twitter menawarkan tiga cara utama bagi perusahaan atau individu untuk beriklan di situs webnya dengan mempromosikan tweet yang akan muncul dalam batas waktu pengguna, mempromosikan keseluruhan akun, atau mempromosikan sebuah tren.

“Satu-satunya cara untuk bekerja selama 16 jam penuh- adalah untuk menjadi disiplin dan dengan merencanakan apa yang harus dikerjakan hari ini” - jack Dorsey

Source :


(Vallian Kautsar) #8

Jack Dorsey


Pada era keemasannya, Facebook di hadapkan dengan sebuah situs Sosial Media yang muncul begitu saja dan menjadi perbincangan hangat diantara pengguna Facebook. Walaupun sosial media ini memiliki konsep yang berbeda jauh dari Facebook, tidak sedikit para pengguna Facebook yang ber-alih menggunakan sosial media ini dan bahkan ada yang benar-benar meninggalkan Facebook karna mereka menilai Sosial media ini lebih menyenangkan dari Facebook.

Jadi, apa sebenarnya Sosial media ini? Jawabannya : Twitter. Terdapat perdebatan apakah Twitter bisa dikatakan sebuah Pesaing dari Facebook ataupun tidak, namun banyak yang setuju bahwa Twitter merupakan Rival yang patut diperhitungkan Facebook pada masa-nya. Dengan konsep yang berbeda dari Facebook, Twitter menawarkan Jejaring sosial dengan konsep sederhana yang menggabungkan layanan SMS dengan sosial media yang bisa disebut Group Messaging Service TXTMob. Dengan membatasi karakter di setiap "Kicauan"nya, Twitter menjadi sebuah sosial media yang berkembang menjadi situs Micro Blogging.

Dengan konsep yang sederhana tersebut terbukti dapat menarik pengguna yang mendambakan sebuah media sosial dimana setiap post bersifat ringkas dan mudah dipahami dikarenakan penggunaan karakter yang dibatasi hanya sebanyak 140 karakter, yang mengambil konsep dalam SMS tersebut. Dari segi komersil, juga terbukti efektif karna pelanggan mudah untuk menangkap maksud dari iklan tersebut.

Twitter


Pertanyaan pun muncul, Siapakah Jenius dibalik Strategi apik untuk menyerang Sosial media Terbesar dan Terpopuler, Facebook, pada masa kejayaanya? Ialah Jack Dorsey. Seorang pemuda yang lahir di St. Louis Missouri pada tanggal 19 November 1976. Jack Dorsey sudah memiliki ketertarikan besar pada dunia Software Developing di usianya yang sangat muda. Pada umur 15 tahun, Jack berhasil mengembangkan software yang canggih untuk mengkoordinasi antrian taxi.

Walaupun studinya di New York University dan Missouri University of Science dan Technology yang tak pernah selesai, Jack terus mengembangkan passion-nya tersebut dan mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang pemrograman pada tahun 2000 yang dimana nantinya, orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut menjadi rekan Jack dalam mengembangkan Twitter.

Berawal dari ide yang muncul ketika Jack berpikir “Bagaimana jika Anda dapat berbagi status Anda dengan semua teman-teman Anda benar-benar mudah, sehingga mereka tahu apa yang Anda lakukan, tapi Anda tidak ingin harus menulis seluruh blog entry atau Live Journal entry?” mendorong Jack untuk menciptakan sebuah media sosial dengan konsep Micro Blogging.

Apa yang sebenarnya menjadi senjata utama Twitter untuk menyerang Facebook? jawabannya Kesederhanaan. Konsep Twitter yang ber-orintasi pada Group Messaging Service TXTMob tersebut memberikan layanan untuk pengguna agar dapat menciptakan Status yang dapat mendatangkan reaksi dari pengguna Twitter lainnya dengan mudah, sederhana dan cepat tanpa harus menciptakan sebuah Thread ataupun Entry yang berisi banyak tulisan padahal kita hanya ingin menyampaikan suatu kabar dengan ringkas dan cepat.

Grafik pertumbuhan pengguna Twitter


Dari konsep yang sederhana itulah yang menjadi Magnet untuk para pengguna Twitter. Banyak pula publik figure yang lebih menyukai Twitter karna mereka merasa menggunakan twitter lebih membuat mereka lebih dekat dengan para penggemarnya dibanding sosial media lainnya saat itu. Para publik figur tersebut hanya butuh menuliskan kata dengan 140 karakter dan mereka bisa langsung menyapa para penggemarnya. Tidak sedikit pula yang bahkan merespon Tweet dari penggemarnya tersebut. Dengan keterbatasan 140 karakter tersebut para publik figur tidak akan merasa respons singkat mereka akan dikatakan “sombong” oleh para penggemar karna memang sudah ada batasannya langsung dari Twitter.

Penggunaan 140 karakter tersebut mendorong para pengguna untuk menjadi lebih kreatif dalam pemilihan kata yang akan digunakan. Bahkan dapat menciptakan kesan yang kuat dengan hanya menggunakan beberapa kalimat saja

Tweet Presiden Barrack Obama


Dari ide brillian ini lah yang membuat Jack Dorsey dinobatkan oleh MIT Technology Review TR35 sebagai salah satu dari 35 inovator paling bersinar di dunia yang berusia di bawah 35 tahun dan Pada 2012, Jack dianugerahi penghargaan “Innovator of the Year Award” oleh The Wall Street Journal. Kekayaan bersih yang ia miliki sekarang berasa pada angka $2,1 Miliar pada tahun 2017.


Sumber :


(farisbagaskoro) #9

Jack Dorsey: Investasi Pada Vine, Apakah Langkah yang Tepat?
jack
Jack Dorsey

Jack Dorsey merupakan CEO dari Twitter. Platform social media ini sudah berdiri sejak Maret tahun 2006. Sejak saat itu Twitter menjadi salah satu platform social media super besar yang kehadirannya memberikan dampak yang cukup signifikan pada platform social media yang lain seperti Facebook, yang memaksa Facebook untuk melakukan banyak inovasi baru agar bisa tetap bersaing dengan platform social media yang lainnya.

Kemudian pada bulan Juni tahun 2012, muncullah aplikasi _video-hosting service_¬ bernama Vine yang memiliki fitur dimana user dapat membagikan dan mengabadikan momen-momen mereka dalam format foto dan juga video sebanyak 6 detik. Dengan format yang unik seperti ini, Jack Dorsey selaku CEO dari Twitter kemudian langsung mengakuisisi Vine pada bulan Oktober pada tahun 2012. Tercatat sekitar 30 juta dollar dihabiskan oleh Twitter untuk mengakuisisi Vine. “Vine membuat kita dapat menciptakan nilai tersendiri untuk para shareholders baik untuk sekarang dan juga nanti di masa depan.” , ujar Jack Dorsey saat wawancara dengan salah satu media pada bulan Januari 2013. Semenjak diakuisisi oleh Twitter, Vine mendapatkan 200 juta pengguna aktif, terhitung pada bulan Desember tahun 2015. Kemudian pada bulan Oktober tahun 2016, Twitter mengumumkan bahwa mereka akan mematikan fitur upload pada Vine. Puncaknya, pada Bulan Januari tahun 2017, Twitter men-_shutdown_¬ Vine walaupun hingga saat ini pengguna masih dapat membuka websitenya. Apakah investasi yang dilakukan oleh Jack Dorsey terhadap aplikasi Vine ini merupakan langkah yang tepat?


Vine

Investasi yang dilakukan oleh Jack Dorsey terhadap aplikasi Vine ini merupakan langkah yang memiliki tingkat gamble yang sangat tinggi. Walaupun akhirnya aplikasi Vine sudah di-“bunuh” pada tahun 2017, aplikasi tersebut sudah banyak menorehkan nilai sentimentil terhadap para penggunanya. Ini yang menjadi salah satu alasan terbesar mengapa Twitter tidak ingin mematikan Vine secara keseluruhan sehingga pengguna masih bisa mengakses websitenya hingga saat ini. Dengan dimatikannya Vine, hal tersebut berdampak terhadap dipecatnya 9% (sekitar 350 orang) pegawai yang bekerja di Twitter.
Pada tahun yang sama, Twitter sedang mengalami penurunan financial yang cukup signifikan. Walaupun memiliki 300 juta pengguna aktif di platform mereka, sebagai salah satu microblogging-site telah kehilangan nilai sahamnya sebanyak 60%(lebih dari 600 juta dollar), Twitter harus memutar otak bagaimana caranya agar mereka bisa menaikkan harga saham mereka dan mengembalikan posisi mereka sebagai salah satu media sosial terbesar di dunia. Ini juga menjadi salah satu pemicu utama mereka untuk mematikan Vine dan berharap ada beberapa perusahaan yang berani menginvestasikan aset mereka di aplikasi video 6 detik tersebut. TechCrunch mencatat bahwa sudah ada beberapa perusahaan yang menawarkan dirinya untuk membeli platform tersebut. Satu perusahaan yang dirumorkan berani mengambil penawaran tersebut adalah LINE, perusahaan berbasis messaging service asal Jepang yang menawarkan kurang dari 10 juta dollar.

Terlepas dari itu juga, Vine benar-benar kesusahan untuk menjaga eksistensi mereka sebagai platform video, dikarenakan sekitar 9.275 akun dengan subscriber terbanyak di Vine telah menghapus profil mereka atau berhenti memposting lagi sejak awal tahun 2016, dikarenakan beberapa dari mereka telah berpindah platform menuju Facebook, Instagram, atau YouTube. Hal ini dikarenakan Vine, tidak memberikan pengawasan atau pelayanan terhadap user mereka sebaik YouTube. Hal ini membuat para content creator dari Vine melihat peluang lebih luas di platform yang lain sehingga mereka berani menginggalkan Vine.

Pada akhirnya, apakah investasi Jack Dorsey selaku CEO dari Twitter terhadap Vine ini merupakan langkah yang tepat? Dibeli seharga 30 juta dollar pada tahun 2012, kemudian mendapat tawaran sebanyak kurang lebih 10 juta dollar saat Vine telah di-shutdown. Secara kasat mata, ini merupakan hal yang buruk bagi Twitter. Tetapi, menjual Vine ke tangan yang tepat merupakan langkah yang benar jika dibandingkan dengan membiarkan Vine lama-lama mati dengan sendirinya. Twitter setidaknya masih mendapatkan keuntungan dari return value atas terjualnya Vine. Hal tersebut dikarenakan Twitter memiliki Niche, sebuah platform khusus para pembuat konten yang akan digunakan oleh mereka saat menggunakan Vine nantinya. Secara overall, apakah ini merupakan investasi yang baik? Dalam jangka pendek, mungkin bisa dibilang tidak. Tapi untuk jangka panjang? Kemungkinan bisa dibilang iya. Kita lihat saja bagaimana revolusi Vine kedepannya dan bagaimana dampaknya terhadap perusahaan yang dipimpin oleh Jack Dorsey ini.

Daftar Pustaka


(Mifta Ahmad Farid) #10

Jack Dorsey : Bekerja keras tanpa lelah kunci sukses Twitter

Jack Dorsey, seorang pengusaha Amerika dan pengembang web, yang dikenal sebagai pendiri Twitter dan pendiri Square, perusahaan mobile payment. Terkadang bahkan ide yang paling tak terduga pun bisa berubah menjadi bisnis yang hebat. Misalnya, sebuah produk dengan nama “Twitter” yang catchy muncul dari keinginan seorang programmer muda Jack Dorsey untuk selalu sadar akan apa yang sedang terjadi dengan teman-temannya. Dia adalah pelopor dalam membangun layanan microblogging dan sekarang kita bisa melihat bagaimana dunia bergerak.

Pada awalnya, orang Amerika mengatakan bahwa Twitter itu omong kosong. Bahkan Evan Williams pernah membandingkan proyek dengan es krim, mengatakan bahwa itu juga lezat dan sama-sama tidak berguna.
Sungguh mengejutkan, ketika Odeo, yang mendukung inisiatif pemrogram muda, kehabisan uang. Dalam waktu kurang dari sebulan setelah peluncuran Twitter, Jack harus memikirkan bagaimana mengumpulkan lebih banyak dana dan bertahan sebagai perusahaan.

“Kami tidak punya cukup waktu untuk mencerna apa yang terjadi saat tiba-tiba kami menerima nota dengan undangan sarapan”. - Dorsey mengingatkan -

"Kami bertemu dengan pengarangnya di sebuah hotel di San Francisco. Telah ada percakapan yang cukup singkat namun produktif. Ketika kami kembali ke kantor dalam 30 menit, kami menemukan gambar terpindai dari cek setengah juta dolar di kotak masuk kami. "

Itu adalah Fred Wilson, yang menawarkan dirinya tidak hanya sebagai sponsor, tapi juga sebagai konsultan strategis Twitter. Terlepas dari jadwal yang padat, dia selalu menemukan cukup banyak waktu untuk memberikan nasihat. Apalagi strateginya tidak hanya terfokus pada gambaran global tapi juga pada detail terkecil penggunaan Twitter. Sponsor baru datang untuk bekerja dengan berbagai pertanyaan dan permintaan, yang membantunya untuk memahami gagasan dan pemikiran tim. Alhasil, Fred telah mendukung Twitter tidak hanya secara finansial, ia juga turut andalkan pengelolaan Twitter yang sukses.

Pada bulan Oktober 2009, Twitter pun mendapatkan pendapatan pertamanya. Menurut majalah BusinessWeek, Dorsey memperoleh $ 25 juta, menandatangani kontrak dengan Google Inc. dan Microsoft. Inti dari kesepakatan: Pesan Twitter menjadi terlihat bagi Google dan Bing. Belakangan, dia menolak tawaran pembelian Facebook.
Menurut kabar terakhir, nilai saham Twitter meningkat sebesar 182% karena saham perusahaan melonjak di IPO pada tanggal 07 November 2013. Awalnya, harga sahamnya $ 26, namun naik menjadi lebih dari $ 45 pada hari pertama perdagangan. Ini menunjukkan bahwa Twitter memilih strategi konservatif pada penawaran awal, kata salah seorang analis.

Salah satu ciri kepribadian Dorsey adalah ia bekerja sangat keras. Dia menghabiskan delapan jam di Twitter dan kemudian pergi ke jalan lingkungan, untuk bekerja delapan jam lagi di Square. Kedua perusahaannya berkembang dengan cepat dan membutuhkan komitmen penuh darinya. Lantas bagaimana Jack Dorsey memiliki cukup waktu dan tenaga untuk mengatur segalanya? Dia memiliki rencana kerja per menit untuk setiap hari.

“Satu-satunya cara untuk bekerja dalam mode 16 jam - harus sangat disiplin dan merencanakan hari kerja Anda” – Jack Dorsey.

Inilah jadwal kerja Dorsey untuk setiap hari:

  • Senin: Rapat dan menjalankan pekerjaan perusahaan;
  • Selasa: Bekerja pada komponen produk utama;
  • Rabu: Pemasaran, posisi dan pertumbuhan;
  • Kamis: Pengembang dan kemitraan;
  • Jumat: Perusahaan itu sendiri dan budayanya.

Akhir pekan berjalan sedikit lebih santai. Pada hari Sabtu, misalnya, dia berjalan, dan pada hari Minggu dia berfokus pada umpan balik dan strategi perusahaannya.

“Selalu saja kejadian yang mengganggu itu muncul, tapi saya segera menghadapinya dan berkata kepada diri sendiri - Selasa ini saya hanya mengerjakan pertemuan produk dan saya harus memusatkan perhatian pada mereka.”

Pada tanggal 20 Oktober 2015, Jack Dorsey memiliki kekayaan bersih sebesar $ 2,3 Miliar dan diakui oleh Forbes sebagai salah satu milyarder terkaya di planet ini. Dia lajang. Jack menganggap prestasi terbesarnya sampai saat ini adalah membangun perusahaan untuk orang yang mencintai pekerjaan mereka.

Daftar Pustaka