Bagaimana biografi Ernst Friedrich 'Fritz' Schumacher ?

tokoh_ekonomi

(girindra.negara31) #1

Ernst Friedrich Schumacher

Ernst Friedrich Schumacher (19 Agustus 1911 - 4 September 1977) adalah seorang ahli statistik dan ekonom Jerman yang terkenal karena bukunya yang berjudul Small Is Beautiful: A Study of Economics As If People Mattered. Dia menjabat sebagai Kepala Penasihat Ekonomi untuk Dewan Batubara Nasional Inggris selama dua dekade, dan mendirikan Intermediate Technology Development Group pada tahun 1966.

Bagaimana biografi Ernst Friedrich ‘Fritz’ Schumacher ?


Apa yang dimaksud Small is Beautiful dalam sebuah organisasi atau Teori Ekonomi Skala ?
(Himawat Aryadita) #2

Ernst Friedrich ‘Fritz’ Schumacher lahir di Bonn, Jerman pada tahun 1911 di mana ayahnya adalah seorang profesor ekonomi di universitas. Dia dididik di Arndt Gymnasium di Berlin dan juga di universitas-universitas di Berlin dan Bonn. Pada tahun 1930 ia pindah ke Inggris Raya sebagai Rhodes Scholar dan belajar filsafat, politik, dan ekonomi selama dua tahun di New College, Oxford.

Dia menghabiskan tahun ketiga beasiswanya di sekolah perbankan di Columbia University, Amerika Serikat. Pada saat Schumacher kembali ke Jerman pada 1934, Nazi berkuasa. Menolak untuk menyetujui rezim Hitler, Schumacher meninggalkan Jerman pada tahun 1936 dan kembali ke Inggris. Ketika permusuhan dimulai pada tahun 1939, Shumacher ditahan selama tiga bulan di kamp tahanan tetapi dia menghabiskan sebagian besar masa perang dengan bekerja sebagai buruh tani di Oxfordshire. Menggabungkan pekerjaan pertaniannya dengan penelitian dan penulisan tentang masalah ekonomi, dia menghadiri pertemuan rutin dengan para ahli ekonomi dan keuangan di Whitehall.

Ernst Friedrich 'Fritz' Schumacher quote

Dari tahun 1946 hingga 1950 Schumacher adalah anggota bagian Inggris dari Control Commission in Western Germany - sebuah pos yang membuat dia melepaskan kewarganegaraan Jerman dan menjadi warga naturalisasi Inggris. Karyanya dengan Control Commission tersebut mendapatkan perhatian dari orang-orang terkenal seperti Sir Stafford Cripps dan Lord Keynes, dan, pada tahun 1950, dia diangkat menjadi penasihat ekonomi untuk National Coal Board (NCB). Schumacher menghabiskan 20 tahun bersama NCB, menikmati hubungan kerja yang sangat erat dengan industrialis dan mantan politikus Partai Buruh, Lord “Alf” Robens yang menjadi ketua Dewan pada tahun 1961, tahun Schumacher ditunjuk sebagai direktur statistik.

Pada 1955 Schumacher menerima tawaran dari PBB untuk menjadi penasihat ekonomi bagi pemerintah Burma. Tertarik pada mistisisme dan agama-agama Timur, dan secara umum ia tertarik pada agama buddhisme dan penugasannya di Burma memberinya kesempatan untuk mengunjungi sebuah negara Buddha dan secara langsung mempelajari dampak dari agama Buddha tentang sifat pekerjaan.

Pada tahun 1960, istri Schumacher, Ann Maria, yang dinikahinya pada tahun 1936, meninggal secara mendadak karena kanker. Peristiwa tragis ini mempercepat periode refleksi mendalam dalam kehidupan Schumacher, yang mendorongnya untuk mempertanyakan keyakinan ekonomi dan filosofisnya. Dia kemudian menggunakan wawasan yang dikumpulkan di Burma untuk mengkritik pendekatan Barat kontemporer untuk bekerja. Seperti yang ditulisnya:

… the Buddhist point of view takes the function of work to be at least threefold: to give a man a chance to utilize and develop his faculties; to enable him to overcome his egocentredness by joining with other people in a common task; and to bring forth the goods and services needed for a becoming existence … the consequences that flow from this view are endless. To organize work in such a manner that it becomes meaningless, boring, stultifying or nerve-racking for the worker would be little short of criminal; it would indicate a greater concern with goods than with people, an evil lack of compassion and a soul-destroying degree of attachment to the most primitive side of this worldly existence.

… sudut pandang Buddhis mengambil fungsi pekerjaan setidaknya tiga kali lipat: memberi manusia kesempatan untuk memanfaatkan dan mengembangkan kemampuannya; memungkinkan dia mengatasi egosentrisitasnya dengan bergabung dengan orang lain dalam tugas yang sama; dan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan untuk menjadikannnya ada … konsekuensi yang mengalir dari pandangan ini tidak terbatas. Untuk mengorganisir pekerjaan dengan gaya seperti itu membuat pekerjaan menjadi tidak berarti, membosankan, melemahkan atau membuat tegang bagi para pekerja; hal itu akan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap barang-barang daripada dengan orang-orang, kurangnya belas kasihan yang jahat dan tingkat kerusakan jiwa yang terikat pada sisi paling primitif dari keberadaan duniawi ini. (Schumacher, 1973/1993, hal. 40-41)

Schumacher akhirnya menolak Buddhisme sebagai sistem keyakinan yang dapat diandalkan untuk orang Barat dan, bersama dengan istri keduanya, Verena dan putrinya, diterima ke dalam gereja Katolik Roma. Biasanya, dengan cara eklektiknya, ia akan menyerap doktrin Katolik (terutama subsidiaritas) ke dalam argumennya untuk perbaikan masyarakat industri.

Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Schumacher menjadi propagandis terkemuka untuk ‘intermediate’ atau ‘teknologi tepat guna’ - sebuah ide yang awalnya ia buat dalam sebuah laporan yang disiapkan untuk Indian Planning Commission pada tahun 1963. Dia mengklaim bahwa teknologi menengah akan lebih produktif bagi orang-orang di negara berkembang dibandingkan teknologi asli yang ada di negara tersebut, sementara itu, juga jauh lebih murah dan ramah lingkungan dibandingkan dengan teknologi canggih. Selain itu, penggunaan teknologi menengah memungkinkan untuk diakses dan dikontrol pada tingkat desa, dengan demikian akan tetap mempertahankan masyarakat desa tersebut, dan bukannya malah menghancurkan masyarakatnya.

Pada tahun 1966 Schumacher menjadi pendiri dan ketua Intermediate Technology Development Group dan melakukan banyak memberikan ceramah terkait dengan ide-idenya untuk teknologi skala kecil yang ramah lingkungan. Dia juga menjabat sebagai presiden Soil Association (organisasi pertanian organik terbesar di Inggris) dan sebagai direktur Scott-Bader Company (sebuah perusahaan kimia yang memelopori industri dengan kepemilikan umum (industrial common ownership)).

Schumacher pensiun dari NCB pada tahun 1970 dan ditunjuk sebagai Commander of the British Empire pada tahun 1974. Seperti banyak ahli teori yang lainnya, Schumacher menghabiskan masa pensiunnya untuk menarik masuk “proselytizing” ide-idenya. Dia selalu siap untuk bertemu dengan kelompok-kelompok, apa pun jenis atau ukurannya, asalkan mereka bersedia untuk bertindak mengimplementasikan ide-idenya.

Jadwal yang padat ldan melakukan perjalanan yang berlebihan mungkin mempercepat kematian Schumacher: pada puncak ketenarannya, pada tahun 1977 ia jatuh sakit dan meninggal saat bepergian dengan kereta api untuk menghadiri konferensi.

Schumacher mempublikasikan karya utamanya Small is Beautiful: A Study of Economics as if People Mattered pada tahun 1973. Terdiri dari 19 bab dan sebuah epilog yang menyatukan berbagai artikel, esai dan ceramah yang ditulisnya dari pertengahan 1960-an hingga awal 1970-an. Materi yang terkandung dalam buku ini menunjukkan luasnya minat Schumacher, mulai dari pendidikan hingga energi nuklir dan dari ekonomi Buddhis sampai masalah pengangguran di India. Karya tersebut juga menampilkan berbagai macam sumber dari mana Schumacher mendapatkan inspirasinya.

Seperti yang disampaikan oleh Porritt :

Fritz Schumacher was a great synthesizer, bringing many disparate concerns within the same frame of reference. He was the first of the holistic thinkers of the modern Green Movement … reading Small is Beautiful one has a very strong sense of the rich tradition from which Schumacher gained so much. He is the natural inheritor of the insights of William Morris on the crucial significance of giving people access to good work, of Lady Eve Balfour and Henry Doubleday on organic farming and the importance of maintaining soil fertility, of Lewis Mumford on technology and the Industrial Revolution, of Gandhi, Kropotkin, Tawney and Galbraith. All these and many more were stirred into Schumacher’s pot to produce a work of wonderful vitality and originality.

Fritz Schumacher adalah pen-sintesa yang hebat, membawa banyak perhatian yang berbeda dalam kerangka acuan yang sama. Dia adalah orang yang pertama dari pemikir holistik Gerakan Hijau… membaca Small is Beautiful memberikan rasa yang sangat kuat terkait dengan kekayaan tradisi dimana Schumacher memperoleh begitu banyak (pengalaman terkait dengan hal tersebut). Dia adalah pewaris alami dari wawasan William Morris tentang arti penting memberi orang sebuah akses ke pekerjaan yang layak, dari Lady Eve Balfour dan Henry Doubleday pada pertanian organik dan pentingnya menjaga kesuburan tanah, Lewis Mumford pada teknologi dan Revolusi Industri, Gandhi, Kropotkin, Tawney, dan Galbraith. Semua ini, dan masih banyak lagi, diaduk didalam “wadah” Schumacher untuk menghasilkan sebuah karya dengan vitalitas dan orisinalitas yang indah. (Porritt dalam Schumacher, 1973/1993, hal.vii-viii)

Ernst Friedrich 'Fritz' Schumacher quote

Meskipun kontribusi langsung Schumacher terhadap teori manajemen secara substansial terkandung dalam tiga bab dari buku ini (yaitu bab-bab berjudul ‘A Question of Size’; ‘Technology With a Human Face’; dan “Towards a Theory of Large-Scale Organization”), namun sindiran terhadap isu-isu manajemen tersebar di seluruh penelitiannya.

Sumber : John Sheldrake, Management Theory, Thomson, 2003