© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana anatomi sistem pernapasan pada manusia?

Pernapasan adalah peristiwa menghirup atau pergerakan udara dari luar yang mengandung oksigen (O2) ke dalam tubuh atau paru-paru serta menghembuskan udara yang banyak mengandung karbondioksida (CO2) sebagai sisa dari oksidasi ke luar dari tubuh. (Syaifudin, 1997).

Bagaimana anatomi sistem pernapasan pada manusia ?

Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O2) yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme sel dan karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari metabolisme tersebut dikeluarkan dari tubuh melalui paru.

STRUKTUR SISTEM RESPIRASI

Sistem pernapasan atau respirasi terdiri dari:

  1. Saluran napas bagian atas
    Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan, disaring dan dilembabkan

  2. Saluran napas bagian bawah
    Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran bagian atas ke alveoli

  3. Paru, terdiri dari :

    • Alveoli, terjadi pertukaran gas antara O2 dan CO2
    • Sirkulasi paru. Pembuluh darah arteri menuju paru, sedangkan pembuluh darah vena meninggalkan paru.
  4. Rongga Pleura
    Terbentuk dari dua selaput serosa, yang meluputi dinding dalam rongga dada yang disebut pleura parietalis, dan yang meliputi paru atau pleura viseralis

  5. Rongga dan dinding dada
    Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur pertukaran gas dalam proses respirasi

Saluran Nafas Bagian Atas

1. Rongga hidung

image

Udara yang dihirup melalui hidung akan mengalami tiga hal :

  • Dihangatkan
  • Disaring
  • Dan dilembabkan

Yang merupakan fungsi utama dari selaput lendir respirasi ( terdiri dari : Psedostrafied ciliated columnar epitelium yang berfungsi menggerakkan partikel partikel halus kearah faring sedangkan partikel yang besar akan disaring oleh bulu hidung, sel goblet dan kelenjar serous yang berfungsi melembabkan udara yang masuk, pembuluh darah yang berfungsi menghangatkan udara).

Ketiga hal tersebut dibantu dengan concha. Kemudian udara akan diteruskan ke :

  • Nasofaring (terdapat pharyngeal tonsil dan Tuba Eustachius)
  • Orofaring (merupakan pertemuan rongga mulut dengan faring,terdapat pangkal lidah)
  • Laringofaring (terjadi persilangan antara aliran udara dan aliran makanan)

Saluran Napas Bagian Bawah

image

  1. Laring
    Terdiri dari tiga struktur yang penting

    • Tulang rawan krikoid
    • Selaput/pita suara
    • Epilotis
    • Glotis
  2. Trakhea
    Merupakan pipa silider dengan panjang ± 11 cm, berbentuk ¾ cincin tulang rawan seperti huruf C. Bagian belakang dihubungkan oleh membran fibroelastic menempel pada dinding depan usofagus.

  3. Bronkhi
    Merupakan percabangan trakhea kanan dan kiri. Tempat percabangan ini disebut carina. Brochus kanan lebih pendek, lebar dan lebih dekat dengan trachea.

    • Bronchus kanan bercabang menjadi : lobus superior, medius, inferior.
    • Brochus kiri terdiri dari : lobus superior dan inferior
  4. Alveoli

    image

    Terdiri dari : membran alveolar dan ruang interstisial.

    • Membran alveolar :

      • Small alveolar cell dengan ekstensi ektoplasmik ke arah rongga alveoli
      • Large alveolar cell mengandung inclusion bodies yang menghasilkan surfactant.
      • Anastomosing capillary, merupakan system vena dan arteri yang saling berhubungan langsung, ini terdiri dari : sel endotel, aliran darah dalam rongga endotel
  • Ruang Interstisial (Interstitial space) merupakan ruangan yang dibentuk oleh : endotel kapiler, epitel alveoli, saluran limfe, jaringan kolagen dan sedikit serum.

Surfactant

Mengatur hubungan antara cairan dan gas. Dalam keadaan normal surfactant ini akan menurunkan tekanan permukaan pada waktu ekspirasi, sehingga kolaps alveoli dapat dihindari.

Sirkulasi Paru

Mengatur aliran darah vena – vena dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis dan mengalirkan darah yang bersifat arterial melaului vena pulmonalis kembali ke ventrikel kiri.

Paru

Merupakan jalinan atau susunan bronhus bronkhiolus, bronkhiolus terminalis, bronkhiolus respiratoty, alveoli, sirkulasi paru, syaraf, sistem limfatik.

Rongga dan Dinding Dada

Rongga ini terbentuk oleh:

  • Otot –otot interkostalis
  • Otot – otot pektoralis mayor dan minor
  • Otot – otot trapezius
  • Otot –otot seratus anterior/posterior
  • Kosta- kosta dan kolumna vertebralis
  • Kedua hemi diafragma

Yang secara aktif mengatur mekanik respirasi.

image

PARU-PARU

Merupakan jalinan atau susunan bronhus bronkhiolus, bronkhiolus terminalis, bronkhiolus respiratoty, alveoli, sirkulasi paru, syaraf, sistem limfatik.

image

SIRKULASI PARU

  1. Pulmonary blood flow total = 5 liter/menit
    Ventilasi alveolar = 4 liter/menit
    Sehingga ratio ventilasi dengan aliran darah dalam keadaan normal = 4/5 = 0,8

  2. Tekanan arteri pulmonal = 25/10 mmHg dengan rata-rata = 15 mmHg.
    Tekanan vena pulmonalis = 5 mmHg, mean capilary pressure = 7 mmHg
    Sehingga pada keadaan normal terdapat perbedaan 10 mmHg untuk mengalirkan darah dari arteri pulmonalis ke vena pulmonalis

  3. Adanya mean capilary pressure mengakibatkan garam dan air mengalir dari rongga kapiler ke rongga interstitial, sedangkan osmotic colloid pressure akan menarik garam dan air dari rongga interstitial kearah rongga kapiler. Kondisi ini dalam keadaan normal selalu seimbang.Peningkatan tekanan kapiler atau penurunan koloid akan menyebabkan peningkatan akumulasi air dan garam dalam rongga interstitial.

TRANSPOR OKSIGEN

  1. Hemoglobin
    Oksigen dalam darah diangkut dalam dua bentuk:

    • Kelarutan fisik dalam plasma
    • Ikatan kimiawi dengan hemoglobin

    Ikatan hemoglobin dengan tergantung pada saturasi O2, jumlahnya dipengaruhi oleh pH darah dan suhu tubuh. Setiap penurunan pH dan kenaikkan suhu tubuh mengakibatkan ikatan hemoglobin dan O2 menurun.

  2. Oksigen content
    Jumlah oksigen yang dibawa oleh darah dikenal sebagai oksigen content (Ca O2 )

    • Plasma
    • Hemoglobin

REGULASI VENTILASI

Kontrol dari pengaturan ventilasi dilakukan oleh sistem syaraf dan kadar/konsentrasi gas-gas yang ada di dalam darah

Pusat respirasi di medulla oblongata mengatur:

  • Rate impuls
  • Respirasi rate
  • Amplitudo impuls
  • Tidal volume

Pusat inspirasi dan ekspirasi : posterior medulla oblongata, pusat kemo reseptor : anterior medulla oblongata, pusat apneu dan pneumothoraks : pons.

Rangsang ventilasi terjadi atas : PaCO2, pH darah, PaO2

Anatomi Pernapasan pada Manusia


Anatomi saluran napas atas terdiri atas hidung, sinus paranasal, tulang turbinasi, faring, laring dan trakea. Hidung terdiri atas bagian internal (bagian yang menonjol pada wajah) dan eksternal (rongga berlorong yang dipisahkan septum). Rongga hidung dilapisi dengan membran mukosa yang banyak mengandung vaskular (mukosa hidung). Lendir disekresi secara terus menerus oleh sel-sel goblet yang melapisi permukaan mukosa hidung dan bergerak ke belakang (nasofaring) dengan adanya gerakan silia. Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dalam paru-paru, sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirup ke dalam paru-paru.

Sinus paranasal berfungsi sebagai bilik peresonansi saat berbicara. Sinus menjadi tempat yang biasanya terjadi infeksi. Tulang turbinasi dengan bentuk dan posisinya mampu meningkatkan permukaan membran mukosa saluran hidung dan untuk sedikit menghambat aurs udara yang mengalir. Arus udara yang memasuki lubang hidung bersentuhan dengan permukaan membran mukosa yang luas, lembab dan hangat yang menangkap partikel-partikel debu dan organisme dalam udara yang dihirup. Udara yang dilembabkan dan dihangatkan tersebut sesuai dengan suhu tubuh dan dihubungkan dengan saraf sensitif. Saraf tersebut dapat mendeteksi bau dan mencetuskan bersin untuk mengeluarkan debu yang mengiritasi.

Faring merupakan penghubung hidung dan rongga mulut ke laring. Faring terbagi menjadi tiga bagian, yaitu nasal, oral dan laring. Faring dikelilingi oleh tonsil, adenoid, dan jaringan limfoid lainnya. Struktur tersebut merupakan penghubung penting ke nodus limfe dagu yang menjaga tubuh dari serangan organisme yang memasuki hidung dan tenggorok. Faring berfungsi sebagai penyedia saluran pada traktus respiratoris dan digestif.

Laring merupakan struktur epitel kartilago yang menghubungkan faring dan trakea. Laring berfungsi untuk terjadinya vokalisasi, melindungi jalan napas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batuk

Anatomi Paru


Paru merupakan struktur elastik yang dibungkus dalam toraks sebagai suatu bilik udara kuat dengan dinding (pleura) yang dapat menahan tekanan. Ventilasi membutuhkan gerakan dinding sangkar toraks dan diafragma. Gerakan ini meningkatkan dan menurunkan kapasitas dada. Kapasitas dalam dada meningkat, maka udara masuk melalui trakea, terjadilah inspirasi dikarenakan adanya penurunan tekanan di dalam dan pengembangan paru. Sementara itu, ekspirasi terjadi ketika dinding dada dan diafragma kembali pada ukurannya semula dimana paru-paru mengempis dan mendorong udara keluar melalui bronkus dan trakea. Fase inspirasi dari penapasan normal membutuhkan energi, sedangkan fase ekspirasi secara normal bersifat pasif. Inspirasi menempati sepertiga dari siklus pernapasan dan ekspirasi sebanyak dua pertiganya.

  • Pleura

    Pleura merupakan bagian terluar paru-paru yang dikelilingi oleh membran halus, licin, dan meluas untuk membungkus dinding interior toraks dan permukaan superior diafragma. Pleura parietalis melapisi toraks dan pleura viseralis melapisi paru-paru. Antara kedua pleura ini terdapat ruang, yakni spasium pleura yang mengandung sejumlah kecil cairan yang melicinkan permukaan dan memungkinkan keduanya bergeser dengan bebas selama proses ventilasi.

  • Mediastinum

    Mediastinum merupakan dinding yang membagi rongga toraks menjadi dua bagian dan terbentuk dari dua lapisan pleura.

  • Lobus

    Paru-paru dibagi menjadi lobus-lobus. Paru kiri terdiri atas lobus bawah dan atas, sementara paru kanan mempunyai lobus atas, tengah, dan bawah. Setiap lobus lebih jauh dibagi lagi menjadi dua segmen yang dipisahkan oleh fisura sebagai perluasan pleura.

  • Bronkus dan bronkiolus

    Bronkus yang terdapat di dalam setiap lobus paru terbagi-bagi. Pertama, bronkus lobaris yang terdapat tiga pada paru kanan dan dua pada paru kiri. Bronkus lobaris itu sendiri dibagi menjadi bronkus segmental (sepuluh pada paru kanan dan delapan pada paru kiri). Bronkus segmental dibagi lagi menjadi bronkus subsegmental dan dikelilingi oleh jaringan ikat yang memiliki arteri, limfatik, dan saraf.

    Bronkus segmental membentuk percabangan menjadi bronkiolus yang tidak mempunyai kartilago di dalamnya. Bronkiolus mengandung kelenjar submukosa yang memproduksi lendir dengan membentuk selimut tidak terputus untuk lapisan bagian dalam jalan napas. Bronkus dan bronkiolus dilapisi oleh sel- sel yang permukaannya dilapisi oleh rambut pendek (silia). Silia menghasilkan gerakan menyapu yang konstan dan berfungsi untuk mengeluarkan lendir dan benda asing menjauhi paru menuju laring.

    Bronkiolus membentuk percabangan menjadi bronkiolus terminalis yang tidak mempunyai kelenjar lendir dan silia. Bronkiolus terminalis menjadi bronkiolus respiratori yang menjadi saluran transisional antara jalan udara konduksi dan jalan udara pertukaran gas. Bronkiolus respiratori mengarah ke dalam duktus alveolar dan sakus alveolar kemudian alveoli.

  • Alveoli

    Paru-paru terbentuk oleh 300 juta alveoli yang tersusun ke dalam kluster- kluster yang mencapai 15 hingga 20 alveoli. sel-sel alveolar terbagi ke dalam tiga jenis, tipe I merupakan sel epitel yang membentuk dinding alveolar. Sel-sel alveolar tipe II merupakan sel-sel yang aktif secara metabolik, mensekresi surfaktan, suatu fosfolipid yang melapisi permukaan dalam dan mencegah alveolar agar tidak kolaps. Sel alveolar tipe III merupakan makrofag yang memakan benda asing, seperti lendir dan bakteri dan bekerja sebagai mekanisme pertahanan.