© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana agar kita dapat lebih ber-inisiatif?

Boss dari Helen, ditugaskan untuk bertemu dengan Helen dan teman – teman kerjanya, untuk mendiskusikan peran mereka untuk membangun produk selanjutnya. Sayangnya sang boss terjebak di aiport di belahan negara lain karena badai salju, dan baterai HPnya sudah habis. Deadline yang padat, dan tim tidak bisa menyia – nyiakan waktu karena absennya sang manajer.

Helen adalah orang terakhir yang berbicara ke bossnya sebelum ia pergi, dan ia meguraikan siapa – siapa yang akan melakukan tugas – tugas dalam project. Jadi, Helen yang mengambil alih komando, dan, dalam 1 jam semua orang di dalam tim mempunyai tugas awal mereka yang sudah dipetakan.

Saat bosnya tiba di kantor 3 hari kemudian, ia terkesan dan senang karena Helen mengambil tanggung jawab untuk menggerakan projectnya. Jika Helen tidak melakukannya, beberpa hari yang berharaga itu akan hilang.

Apakah anda mengambil inisiatif seperti helen ? Apakah anda membuat sesuatu terjadi untuk diri dan tim anda ? Atau anda hanya menunggu seseorang untuk memberitahu anda apa yang harus dilakukan?

Definisi Inisiatif

Inisiatif adalah kemampuan untuk memutuskan dan melakukan sesuatu yang benar tanpa harus diberi tahu, mampu menemukan apa yang seharusnya dikerjakan terhadap sesuatu yang ada di sekitar, berusaha untuk terus bergerak untuk melakukan beberapa hal walau keadaan terasa semakin sulit.

Inisiatif menjadi makin penting di dalam dunia perkejaan. Oranisasi ingin para pekerjanya bisa berpikir sendiri dan bisa mengambil aksi tanpa menunngu diperintahkan terlebih dahulu. Lagi pula, flexibilitas dan keberanian lah yang mendorong tim – tim dan organisasi – organisasi untuk menjadi inovatif dan berkompetisi.

Cara Mengembangkan Inisiatif

  1. Jangan pernah diam
  2. Lakukan lebih dari yang anda butuhkan
  3. Berpikir sebagai tim, bukan pekerja
  4. Berbicara dan membagi ide
  5. Percaya diri
  6. Pertimbangkan setiap peluang yang ada
  7. Selalu bersiap diri
  8. Promosikan diri anda
  9. Banyaklah bertanya
5 Likes

Membangun Inisiatif dalam Tim Anda agar Pindah dari Perilaku Reaktif menjadi Proaktif

Awal bulan menjadi sebuah momen evaluasi bagi pencapaian performa kerja tim Anda. Banyak yang sudah dicapai, namun banyak pula yang masih harus diselesaikan. Terkadang Anda mendapatkan resistensi dari anggota tim dalam proses kerja yang dilakukannya, sehingga tidak jarang pula Anda sering harus memberikan instruksi dibandingkan delegasi tugas dan wewenang. Bagaimana Anda dapat membangun sikap perilaku proaktif dalam tim sehingga mereka akan bekerja dengan inisiatif sendiri dibandingkan bersikap reaktif terhadap titah atau perintah.

Membangun inisiatif dalam tim adalah perkara yang tidak mudah, karena Anda akan berkutat dengan sikap dan perilaku orang dalam bekerja. Ada anggota Anda yang merasa dibatasi banyak aturan, atau ada pula yang kurang kreatif dan lainnya. Ini kondisi yang saling merugikan bagi semua tim. Perlu kiranya Anda mengeksplorasi lebih jauh inisiatif masing-masing individu dalam tim, sehingga berdampak positif bagi individu ataupun budaya kerja organisasi.

Pentingnya Inisiatif

Michael Frese dari University of Amsterdam, dan Wolfgang Kring, Andrea Soose, dan Jeannette Zempel dari University of Giessen mendefinisikan inisiatif pribadi sebagai tindakan aktif dan pendakatan mandiri dalam bekerja, dan melampaui apa yang secara formal diperlukan dalam pekerjaan.

Kondisi saat ini, banyak orang bereaksi langsung terhadap perubahan, bertindak cepat terhadap perubahan, pertumbuhan dan perkembangan sektor jasa dan layanan, delegasi tugas dan wewenang dari para manajer, serta orang-orang mencari aktualisasi diri yang lebih besar. Akibatnya akan semakin diperlukan adanya inisiatif masing-masing individu dalam bekerja. Para Leader akan meninggalkan gaya kepemimpinan Hands-On dan mendorong para Follower mereka untuk “think on their feet”, sehingga lebih lincah, responsif dan lebih inisiatif.

Cara Membangun Inisiatif Orang lain

Mengembangan pola kerja kreatif dan initiatif adalah perubahan pola pikir atau mindset. Beberapa langkah berikut ini dapat menjadi referensi Anda dalam membangun inisiatif dalam tim sehingga mereka berpindah dari sikap reaktif menjadi proaktif.

  1. Putuskan Hal Penting sebelum Memulai
    Pastikan goal atau tujuan kerja masing-masing anggota tim Anda, sehingga mereka akan lebih kreatif dalam penyelesaian tugas. Tujuan yang jelas akan memudahkan mereka membangun pola pikir atau mindset kerja. Tujuan yang jelas akan memberikan rasa tanggungjawab dan rasa memiliki masing-masing anggota tim. Setelah tujuan ditetapkan, selanjutnya Anda perlu tetapkan pula prioritas kerja dan proses-proses yang diperlukan, termasuk perubahan dan fleksibilitas yang dimungkinkan.

  2. Bangun Kompetensi Anggota Tim
    Setiap anggota tim Anda mempunyai kelebihan dan keunggulan masing-masing. Perlakukan mereka pada posisi dan fungsi yang tepat agar berkontribusi maksimal. Berikan pelatihan jika diperlukan, akses informasi dan data-data pendukung, tingkat kewenangan dan tanggung jawab. Dengan demikian sedikit demi sedikit Anda telah membangun rasa percaya diri mereka dalam menanggung tugas dan wewenang kerja.

  3. Bangun Rasa Percaya Diri
    Mungkin tim Anda mempunyai kompetensi dan potensi tinggi, namun masih berkutat dengan rasa percaya diri atau mental yang lemah. Kompetensi tidak cukup membuat seseorang berani mengambil inisiatif dengan sukses, dan masih membutuhkan rasa percaya diri. Caranya Anda harus memberikan dukungan penuh atas inisiatif pikiran mereka dalam bekerja, sehingga tidak bertindak kaku dan “kaca mata kuda” dalam bekerja. Selain itu Anda perlu juga menambahkan rencana-rencana cadangan terkait inisiatif mereka, sehingga tidak saklek dengan “Plan A” sementara mengabaikan “Plan B” atau “Plan C”.

  4. Pertimbangkan Hal Lain yang Anda Bisa Lakukan
    Tiap orang berbeda dan terkadang mereka lebih berani mengambil langkah pribadi, sementara lainnya lebih memilih diam dan tidak bertindak. Kondisi ini perlu pendekatan Anda sebagai atasan atau supervisor mereka. Diantaranya dapat dilakukan dengan menambahkan motivasi berupa insentif finansial, atau Anda mengubah gaya kepemimpinan sehingga mereka lebih berani mengambil tindakan, atau Anda membangun budaya kerja tim yang lebih kondusif, atau yang lebih fundamental dengan menambahkan anggota tim yang lebih beragam ketrampilan dan pengalamannya.

Membangun Inisiatif dalam Tim agar berpindah dari Reaktif menjadi Proaktif adalah proses pembentukan pola pikir atau mindset, namun berdampak langsung terhadap kinerja atau pola kerja tim Anda. Berdayakan tim Anda dengan kompetensi mereka masing-masing, berikan kebebasan dan wewenang tanggungjawab sehingga akan menjadi stimulan dalam inisiatif kerja.

2 Likes

Untuk menjadi seseorang yang mampu untuk lebih berinisiatif, menurut saya adalah dengan melatih kepekaan diri terhadap lingkungan.Kepekaan ini tidak lepas dari kemampuan untuk berempati dan pemahaman yang baik terhadap suatu kondisi

Kepekaan diri terhadap lingkungan bisa didapatkan dari pola pikir, pengalaman dan pengetahuan. Selain itu faktor motivasi yang kuat dalam diri seseorang akan membuat seseorang tidak bisa diam sebelum apa yang diinginkan. Dengan ada motivasi yang kuat akan menciptakan inisiatif-inisiatif di dalam dirinya.

Sehingga jika saya merangkumnya ada beberapa poin penting untuk meningkatkan inisiatif:

  • Banyak membaca dan berdiskusi, dari kedua aktivitas ini manusia akan mendapatkan banyak pengetahuan dari berbagai sudut pandang. Dengan pengetahuan yang dimiliki, manusia akan berfikir dan mengkorelasikan dengan realita yang ada. Ketidakidealan suatu kondisi akan membuat gerah dan memicu inisiatif

  • Sikap empati, empati dalam diri seseorang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu. Sikap empati pada diri seseorang dapat menjadi penggerak yang kuat berinisiatif untuk seseuatu.

  • Rasa percaya diri
    Yakinlah pada diri Anda. Setiap orang pasti memiliki keistimewaannya masing-masing. Percaya diri yang ada pada seseorang akan mendorongnya untuk berani berinisiatif dan memutuskan sesuatu

2 Likes

Pengertian Inisiatif
Penelitian Michael Frese dan Doris Fay mendefinisikan Inisiatif sebagai “work behavior characterized by its self-starting nature, its proactive approach, and by being persistent in overcoming difficulties that arise in pursuit of a goal." atau dapat diambil kesimpula inisiatif adalah perilaku yang ditandai dengan pekerjaan yang muncul dengan sendirinya dari diri seseorang.
Ketika anda menunjukkan inisiatif, anda melakukan sesuatu tanpa diperintah; anda mencari sesuatu yang anda perlu ketahui; anda tetap mengerjakan sesuatu walaupun dalam keadaan sulit; dan anda menempatkan dan mengambil keuntungan dari kesempatan yang dilewati orang lain. Anda bertindak daripada bereaksi.

Bagaimana meningkatkan Inisiatif anda?

  1. Membangun sebuah rencana karir
    Penelitian membuktikan bahwa orang yang berpikir panjang untuk rencana karir lebih mungkin mengambil inisiatif. Seseorang yang profesional yang tahu apa yang mereka inginkan dan kemana mereka akan pergi lebih mungkin untuk menunjukkan inisiatif saat bekerja, terutama ketika tindakan dan keputusan akan membantu tujuan karir mereka.

  2. Membangun kepercayaan-diri
    Hal ini dapat meningkatkan dan menguatkan diri untuk menunjukkan inisiatif, terutama ketika anda takut jika orang-orang tidak setuju dengan tindakan dan pendapat anda.

  3. Kenali Kesempatan dan Potensi Perbaikan
    Seseorang yang menunjukkan inisiatif biasanya melakukan sesuatu dengan mengenal dan bertindak pada kesempatan yang diketahui oleh pimpinan. Mereka penasaran dengan organisasi dan cara bekerja organisasi tersebut, dan mereka tetap membuka diri terhadap ide baru dan kesempatan baru.

  4. Periksa Ide anda
    Bayangkan jika anda menemukan ide kreatif untuk menerobos hambatan pada proses layanan pelanggan. Sebelum anda sampaikan ide anda pada atasan/bos anda, pikirkan terlebih dahulu biaya dan resiko terkait ide anda.

  5. Tingkatkan Kegigihan yang rasional
    Ketika anda gigih menjalankan ide anda, anda akan menjumpai hal-hal menjadi lebih mudah ketika anda balajar untuk mengatur perubahan secara efektif.

  6. Temukan Keseimbangan
    Inisiatif itu penting ketika kita bijak dalam memanfaatkannya. Inilah pentingnya untuk belajar teknik pengambilan-keputusan. Semakin anda meningkatkan keterampilan ini, maka semakin baik anda menilai ide yang baik dan ide yang buruk. Cara ini meningkatkan reputasi inisiatif dan penilaian yang bagus – kombinasi yang tak ternilai ! anda juga dapat meningkatkan ketrampilan kecerdasan emosional. Hal tersebut membantu anda untuk mengetahui bagaimana membaca emosi orang lain. Sensitifitas ini dapat membantu menentukan kapan kita mengambil inisiatif, dan kapan kita membiarkan sesuatu berjalan dengan sendirinya.

Referensi : https://www.mindtools.com/pages/article/initiative.htm

1 Like

Memulai Sikap Inisiatif

Semua orang ingin memulai inisiatif lebih awal, namun beberapa orang merasa sulit untuk melakukan itu. Sebenarnya proses mempertahankan sikap inisiatif sangatlah mudah untuk dilakukan, justru yang sangat sulit adalah memulai sikap ini. Yang terpenting dari inisiatif adalah suatu kesadaran, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Karena perwujudan dari sikap inisiatif adalah memulai sendiri apa yang ada, jadi bukan karena dorongan dari orang lain ataupun karena diperintah orang lain, tapi sikap ini berasal dari niat diri sendiri untuk bertanggung jawab atas penyelesaian tugas yang memang telah di amanat kan kepada seseorang.

Mengapa saya ingin melakukan Inisiatif?

Untuk menerapkan inisiatif, pada dasarnya sesuai dengan kemauan seseorang ingin melakukannya. Contohnya disuatu perusahaan seorang karyawan mengambil inisiatif untuk memulai sebuah proyek pembersihan tanpa diminta atasanya. Karyawan akan menunjukan bahwa mereka akan memulai pekerjaan tanpa diperintah karena memang sudah menjadi kewajiban seorang karyawan untuk menyelesaikan pekerjaanya dengan cepat.

Seorang pimpinan tentu akan menyukai ketika seorang karyawan mengerjakan sesuatu tanpa diperintah. Terutama jika hal itu benar benar akan berpengaruh pada waktu penyelesaian yang akan dituntut tepat waktu. Seseorang yang sudah mempunyai komitmen untuk selalu berinisiatif, biasanya mereka selalu mempunyai karir yang selalu meningkat karena mereka selalu mempunyai inisiatif untuk meningkatkan target mereka dalam meraih sebuah karir. Inisiatif bukan hanya harus dimiliki seorang karyawan tapi juga untuk kepemimpinan sikap inisiatif ini sangat penting untuk diterapkan, karena sikap inisiatif juga berarti menunjukan rasa peduli kepada suatu pekerjaan untuk dapat selalu diselesaikan tepat waktu agar tidak merugikan banyak pihak.

Bagaimana saya memulai Inisiatif?

Ini hal yang sederhana untuk menjelaskan bagaimana memulai sikap inisiatif. Bagian yang sulit adalah mengambil langkah pertama. Setelah anda berhasil menerapkan anda akan dengan mudah mempertahankan penerapan itu. Semua langkah dalam inisiatif sebenernya dapat dengan mudah dilakukan selama anda mempunyai keinginan untuk melakukanya. Karena inisiatif berkaitan dengan kesadaran yang mempunyai komitmen kuat, karena komitmen adalah pondasi dasar untuk mempertahankan suatu kesadaran yang tentunya berbanding terbalik untuk dikritik oleh pihak pihak yang kurang inisiatif.

Sumber : https://www.danielbranch.com/start-taking-initiative/

Inisiatif adalah praktek mencari cara yang dapat berkontribusi untuk tim Anda, departemen atau organisasi dalam mengambil tindakan. Dalam perekonomian saat ini, pekerjaan dalam permintaan tinggi. Banyak yang telah menganggur selama jangka waktu atau telah mengambil pekerjaan yang tidak cocok hanya untuk mendapatkan hasil. Mereka hanya sedikit diinvestasikan dalam keseluruhan keberhasilan organisasi dan melakukan sesedikit mungkin untuk bertahan pada pekerjaan mereka. Kita semua telah melihat waktu dan yang mereka lakukan hanya cukup untuk mengatakan mereka bekerja. Namun, pemilik bisnis dan manajer mencari orang-orang yang memulai dan berusaha untuk menambah nilai organisasi. Ini mungkin cara tercepat untuk mendapatkan diri Anda melihat dan maju dalam karir yang Anda pilih.

Bagaimana Anda dapat meningkatkan di bidang ini?

1. Jadilah Orang yang rajin dan giat
Menawarkan untuk membantu kapan pun dibutuhkan. Jika Anda tahu Anda rekan kerja
bisa menggunakan beberapa bantuan pada sebuah proyek, menawarkan untuk membantu. Mengambil inisiatif untuk melakukan pekerjaan tambahan yang belum diberikan kepada Anda. Meminta untuk tugas-tugas yang lebih menantang. Melakukan hal-hal yang orang lain tidak ingin lakukan. Menindaklanjuti dan memastikan tugas selesai. Menjadi menonjol Go Getter! Sebuah referensi besar bagi Anda untuk membaca jika Anda ingin beberapa panduan tambahan di bidang ini adalah buku dari Dr. Bob Nelson Book 1001 Cara untuk Mengambil Inisiatif di Tempat Kerja.

2. Figure Things Out on Your Own
Orang-orang yang mengambil inisiatif mencari cara untuk melakukan hal-hal sendiri. Daripada menunggu untuk diberitahu persis bagaimana melakukan sesuatu dan belajar bagaimana untuk melakukannya sendiri… Jadilah kreatif dan berpikir di luar kotak. Tantang diri Anda untuk menemukan informasi yang Anda sendiri dan mencari hal-hal untuk diri sendiri. Pada akhirnya Anda akan senang Anda lakukan.

3. Speak Up
Mengambil inisiatif berarti kontribusi untuk diskusi kelompok. Sementara harus ada waktu tertentu agar Anda mendapatkan rasa hormat dari orang lain, Anda perlu menjadi peserta aktif yang terlibat, bijaksana, dan bersemangat untuk berkontribusi. Berlatih kritis dan kemudian menawarkan kepada mereka dengan percaya diri. Tak seorang pun harus tahu bahwa Anda mungkin cemas atau diintimidasi. Mengambil risiko dan berani. Tunjukkan kepada rekan kerja Anda dan bos yang menjadi anggota tim yang berharga.

Selalu ingat, Anda beruntung untuk dipekerjakan. Tidak ada yang tak tergantikan dan selalu ada seseorang bersedia dan siap untuk melakukan pekerjaan Anda jika Anda memilih untuk melakukannya dengan buruk! Dengan mengambil inisiatif Anda memposisikan diri Anda untuk sukses dan kemajuan! Mulai hari ini!

Sumber : http://blog.tavorro.com/taking-initiative-work-key-success/

2 Likes

7 Langkah Mudah Mendorong Karyawan Untuk Menjadi Lebih Inisiatif

1. Mulai Dengan Menciptakan Lingkungan Yang Mendukung
Buat anggota timmu merasa nyaman berada di ruang kerja mereka, mereka harus tahu bahwa ide-ide mereka sangat dibutuhkan dan pasti akan didengar dan ditanggapi olehmu. Jika kantor bukan tempat yang nyaman, bagaimana cara menarik ide-ide mereka keluar? Pasti mereka akan cepat merasa bosan berada di ruang kerja mereka.
Selain itu sering seringlah berdiskusi tatap muka dengan mereka. Buat mereka saling bertukar pandangan menurut pikiran mereka sendiri dan carilah yang terbaik.

2. Ajak Mereka Keluar Lingkungan Kerja Normal Mereka
Dari waktu ke waktu, mendorong tim atau unit untuk bertemu secara terpisah di luar lingkungan kerja normal mereka jugalah perlu dilakukan. Misal bagian desain melakukan meeting dengan bagian publishing untuk membuat inovasi dan mengembangakan ide. Pikiran-pikiran ini mungkin tidak muncul saat mereka hanya diam dan berfikir sendirian.

3. Sukarela Terjun Kebawah
Inisiatif datang dan sesekali membantu timmu juga bentuk membangun kepercayaan mereka. Ini bukan berarti kamu harus menyelesaikannya, namun contohkanlah bahwa kamu juga peduli dan butuh mereka. Ajak mereka bergerak dengan memberikan contoh dan jangan lupa berikan pujian kepada karyawan yang memang melakukan perkerjaannya dengan baik

4. Ingat, Jangan Perfeksionis
Ya, tampaknya aneh bagi seorang pemimpin untuk mencegah staf dari bekerja terlalu keras untuk menyempurnakan sesuatu. Dan dalam situasi tertentu ini tidak berlaku, tapi penting untuk kita mengingatkan bahwa mungkin kesempatan tidak akan datang dua kali. Apa yang Anda mampu lakukan hari ini harus dilakukan hari ini.

5. Ingatkan Tugas Mereka
Sangat penting bagi karyawan untuk memahami mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan dan motivasi mereka agar mereka lebih konsisten dalam bekerja. Berikan juga idemu apabila itu dapat membantu mereka menjadi lebih baik. Berikan karyawanmu kebebasan untuk memicu motivasi mereka secara pribadi dengan hal-hal seperti foto keluarga, kutipan motivasi pada cermin kamar mandi atau papan visi di dinding.

6. Biarkan Sejarah Berbicara
Karyawan Anda mungkin tidak mengubah masa depan dengan pekerjaan mereka, tapi ada pesan yang harus dipelajari dari sejarah: Tidak peduli seberapa layak tujuan, seseorang mungkin tidak akan berhasil pada percobaan pertama.

7. Jelaskan Karyawanmu Kebenarannya
Yang terbaik, ide yang paling transformasional tidak selalu datang dari atas. Banyak sekali ide-ide terbaik datang dari individu yang terlibat dalam bisnis departemen sehari-hari. Mereka melihat organisasi dari perspektif yang berbeda, yang bisa sangat berharga.

Sumber : 7 Easy Steps for Encouraging Employees to Take Initiative by MARTY FUKUDA

1 Like

Berinisiatif Lebih di Lingkungan Kerja

Berinisiatif berarti memiliki kepedulian lebih terhadap suatu hal. Berinisiatif juga berarti berkesempatan merubah sesuatu hal sebelum orang lain melakukannya. Memiliki inisiatif merupakan suatu hal yang baik dan dibutuhkan ketika bekerja. Mereka yang berinisiatif mau melakukan sesuatu tanpa orang lain menyuruhnya terlebih dahulu.

Inisiatif dapat ditunjukkan dengan berbagai macam cara. Misalnya dengan datang tepat waktu, mengumpulkan pekerjaan tepat waktu, membantu teman yang sedang kesusahan dan juga membuat suatu saran. Inisiatif juga dapat ditunjukkan dengan mendapati suatu masalah dari sebuah produk atau pekerjaan. Tidak sulit untuk menjadi orang yang punya inisiatif tinggi, karena banyak cara untuk menunjukkan rasa tersebut.

Cara yang pertama adalah dengan membiasakan diri menemukancara yang lebih mudah ketika mengerjakan suatu hal yang sama. Misalnya ketika membuat suatu pekerjaan, saat awal membuat, kita memiliki waktu selama 3 hari dan kita mengerjakannya 10 menit sebelum deadline, sementara saat ada pekerjaan berikutnya, kita sudah mulai mengerjakan pada hari pertama dan selesai keesokan harinya, dengan begitu kita telah berinisiatif untuk melakukan suatu pekerjaan secara lebih efektif dan efisien. Yang selanjutnya adalah dengan melakukan hal yang luar biasa. Ketika kita diminta untuk melakukan sesuatu dengan baik, maka lakukanlah dengan sangat baik. Lalu, cara berikutnya adalah dengan berpikir bahwa kita bekerja sebagai bagian dari tim, bukan sebagai seorang pegawai. Ini berarti setiap kesuksesan yang ada di organisasi tersebut merupakan kesuksesan kita juga. Dengan membantu pekerjaan sesama member tim, maka kita juga telah berinisiatif lebih sebagai bagian dari tim tersebut.

Cara berikutnya adalah dengan mengemukakan ide yang kita miliki. Jika kita memiliki sebuah ide, maka kemukakanlah sehingga orang-orang tahu dan dapat mewujudkan ide tersebut bersama-sama. Selanjutnya adalah dengan tidak membuang kesempatan yang ada. Misalnya, ada sebuah pekerjaan yang harus kita kerjakan, tetapi tidak dikerjakan karena kita berpikir bahwa akan ada orang lain yang mengerjakannya. Seharusnya, dengan menjadi diri yang berinisiatif, kita bisa mengerjakan hal tersebutdan mempelajari hal baru. Hal berikutnya yang penting juga adalah selalu siap dan belajar hal-hal baru yang dapat membuatt kita menjadi lebih baik. Selain itu, percaya diri adalah hal yang tak kalah penting. Jika kita memiliki suatu ide yang kita anggap baik dan sudah diperhitungkan secra matang, namun ketika kita mengajukan, ide itu ditolak, maka kita harus menjelaskan seberapa penting ide tersebut untuk direalisasikan. Dan yang terakhir adalah dengan bertanya saat kita tidak tahu. Dengan bertanya kepada orang yang benar dan bertukar pikiran, maka kita akan mendapatkan banyak pengetahuan baru dan cara pandang yang baru.

Dari cara-cara diatas, kita akan bisa meningkatkan tingkat inisiatif kita sehingga kita menjadi orang yang lebih peduli dan memiliki pengetahuan yang lebih banyak. Selain itu, kita juga bisa menjadi pribadi yang disiplin dengan memiliki rasa inisiatif yang tinggi.

Referensi: https://www.fastcompany.com/3037092/how-to-be-a-success-at-everything/9-ways-to-take-more-initiative-at-work

1 Like

Inisiatif adalah suatu tindakan personal yang memulai sebuah proses, dimana sering kali tanpa ada pengaruh manajerial, atau lebih tepatnya tanpa ada paksaan. Inisiatif diperlukan untuk memungkinkan munculnya inovasi dalam bekerja dan juga untuk menerapkan sebuah solusi. Contoh, seorang karyawan mungkin mengambil inisiatif untuk datang dengan produk baru atau jasa yang perusahaan butuhkan.

Berikut tips dalam meningkatkan jiwa personal yang inisiatif


  • Intensifying Your Initiative

Kita semua memiliki hasrat dasar untuk “membuat suatu perbedaan” atau untuk melakukan perbaikan dalam hidup kita, tapi untuk berbagai alasan, banyak orang menghadapi tantangan dalam hal mengambil inisiatif dalam satu bentuk atau lain. Seperti rasa malas, merasa sudah nyaman, dsb. Untungnya, ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan sifat inisiatif, dan hasilnya pasti berefek besar terhadap anda.

Kekuatan inisiatif adalah katalis penting untuk menjadi pribadi yang cemerlang. Anda perlu untuk bermimpi untuk hidup, tetapi juga diperlukan sebuah langkah untuk berinovasi. Mulailah sifat inisiatif di kehidupan sehari-hari. Walaupun hanya sebuah tindakan-tindakan kecil, namun hal tersebut akan berdampak ke sebuah keterbiasaan. Sehingga tanpa anda sadari, di setiap tindakan, pendapat dan inovasi, akan muncul hal-hal baru secara tiba-tiba.

  • Meaningful Motivators Feed Initiative

Hadapilah, jika Anda tidak memiliki alasan yang baik untuk mencapai tujuan tertentu, yang tidak mau anda lakukan. Ada dua jenis utama dari motivasi: internal dan eksternal. Tergantung pada tujuan yang ada dalam pikiran, satu atau yang lain dapat sesuai dengan tujuan yang ingin anda capai. Menggunakan contoh menulis sebuah buku, jika Anda memiliki hasrat yang membara untuk hanya menulis buku tanpa peduili orang lain bakal membaca atau membelinya, motivasi internal tersebut mungkin akan mampu mendorong anda untuk maju. Jika anda menggunakan motivasi eksternal, seperti berfokus pada penerbitan buku lalu menjual buku anda puluhan hingga ratusan lusin, Anda mungkin akan perlu tahu bahwa hasil yang Anda inginkan adalah layak sebelum Anda akan mengambil tujuan serius dan benar-benar duduk untuk melakukan sebuah pekerjaan.

Kunci untuk bergerak dari ide menuju ke tindakan adalah mengidentifikasi apa yang diperlukan untuk membuat tujuan tersebut layak atau tidak. Setelah Anda menyadari motivator internal dan eksternal Anda, pikiran Anda mulai menghubungkan proses dengan keberhasilan untuk mencapai tujuan Anda.

  • Goals + Values = Action Steps

Mengejar tujuan dengan cara yang bertentangan dengan nilai-nilai kehidupan yang sudah anda jalani, seperti mencoba memasukkan kaki Anda ke dalam sepatu yang ukuran terlalu kecil. Anda mungkin dapat berjalan pincang di sekitar mereka untuk sementara waktu, tapi hal tersebut hanya berlangsung sesaat sebelum ketidaknyamanan yang sebenarnya terjadi, pilihan nya hanya satu yaitu mengganti nya sesuai dengan ukuran kaki anda. Intinya di sini adalah untuk menjadi diri sendiri. Sebelum Anda visi dan misi dalam bekerja untuk mencapai sebuah tujuan, sangatlah penting untuk menentukan terlebih dahulu langkah tepat apa yang akan anda jalani. Sesuaikan dengan nilai-nilai kehidupan anda.

  • Getting Clear About Your Fears

Ketika kita khawatir tentang hasil yang berpotensi negatif atau tidak menguntungkan, kita layaknya hamster yang berputar putar di roda kekhawatiran mental. Yang akhirnya menghabiskan energi. Manusia, di sisi lain, khususnya di dunia yang serba cepat saat ini, perlu untuk menghemat energi dan menggunakannya dengan bijak dalam usaha yang menghasilkan hasil yang nyata.

Waktu dan energi yang terbuang dengan berfokus pada ketakutan, kekhawatiran, dan potensi hasil-hasil negatif dapat dihilangkan dengan cara melatih diri untuk kembali ke situasi saat ini lagi dan lagi, terlepas dari situasi atau masalah yang Anda hadapi. Tidak ada orang yang tidak punya rasa takut. Khawatir dan menjadi takut adalah perilaku yang kita pelajari. Oleh karena itu, perilaku ini dapat juga untuk tidak kita pelajari. Sama seperti kebiasaan lainnya, belajar untuk tidak khawatir dan tidak memikirkan rasa takut adalah proses yang perlu dilakukan untuk bisa menjadi sebuah kebiasaan baru.

  • Taking the First Step

Salah satu rahasia untuk meningkatkan inisiatif dalam kehidupan sehari-hari anda adalah untuk mempersingkat garis waktu antara ide anda dan langkah tindakan pertama anda. Sebagai orang dewasa, banyak orang memiliki kecenderungan untuk menunda langkah pertama dalam bertindak dengan melakukan penelitian lebih lanjut, meningkatkan pendidikan mereka, dan pada dasarnya mencoba untuk mempelajari segala sesuatu yang mereka perlu tahu sebelum mereka mulai. Jika seorang balita yang ingin belajar berdiri dan berjalan dengan menggunakan cara yang orang dewasa lakukan dalam mengambil langkah pertama, maka kebanyakan orang masih akan merangkak.

Belajarlah untuk meningkatkan kenyamanan dalam mengambil langkah pertama menuju setiap sasaran atau tujuan akan memberikan keunggulan atas pesaing-pesaing anda.

Organisasi merupakan sesuatu yang dinamis dan konstan terhadap perubahan. Organisasi yang tangkas atau cerdas cenderung bisa beradaptasi, berinovasi dan tangguh serta memahami perubahan yang akan terus terjadi dalam lingkungan external maupun internal organisasi tersebut. Organisasi tersebut bekerja menjadi adaptif, fleksibel, tegas serta belajar untuk tumbuh dari masa lalu untuk saat ini dan masa yang akan datang. Sudah banyak organisasi-organisasi yang mealkukan inisiatif untuk mengembangkan organisasinya dalam berbagai bidang untuk bertahan dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan organisasi yang signifikan.

Bill Davis, Ashford University mengatakan bahwa, Jika suatu organisasi sukses dalam beradaptasi, mengambil inisiatif dan bersikap tegas, apakah karyawannya dapat bersikap sama? Tentu saja bisa.

Dengan melatih dan memahami dunia yang dinamis ini dimana lingkungan akan terus berubah, kita akan belajar untuk mengambil iniasiatif dengan waktu yang tepat. Kita dapat menjadi lebih inisiatif dengan memadukan pemahaman peran tujuan kita dengan emotional quotient seperti self-awareness, social-awareness, self-management, relationship-management dan lainnya. Berikut langkah untuk menjadi orang yang lebih inisiatif dan menjadi self-starter :

1. Terima Tantangan dan menyelaraskan kepemimpinan, strategi, sistem, struktur dan budaya
Bekerja ke arah yang menyelaraskan rencana organisasi Anda. Bekerja untuk membuat kontribusi penting dan membuat organisasi Anda berhasil, serta ambil sikap jika peluang muncul.

2. Lihat dan bentuk visi Anda untuk karir dan personal success
Lihat visi Anda, kemungkinan yang ada, tujuan, rencana, dan proses yang Anda butuhkan untuk mencapai visi tersebut. Pikirkan hal tersebut, bertindak dan jangan menunda-nunda. Terus bergerak maju menuju visi dan tujuan Anda.

3. Harapan diri yang positif - Berharap untuk menang
Memiliki harapan diri yang positif berarti Anda yakin bahwa Anda memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas dan inisiatif.

4. Jangan khawatir dengan kegagalan
Penulis Jack Canfield mengatakan “Jangan khawatir dengan kegagalan, khawatir dengan kesempatan yang Anda lewatkan ketika Anda bahkan tidak mencoba”.Jadi jangan ragu untuk beradaptasi terhadap dunia yang dinamis akan perubahan ini. Ambil Inisiatif dan jadilah self-starter yang tegas.

Inisiatif adalah kemampuan untuk menemukan apa yang seharusnya dikerjakan tanpa harus diberi perintah terlebih dahulu. Inisiatif sangat diperlukan ketika anda berorganisasi atau berada di suatu perusahaan. Menunjukkan inisiatif akan membantu anda untuk menjadi sukses baik untuk diri sendiri maupun untuk perusahaan tempat anda bekerja.

Berikut adalah cara-cara untuk meningkatkan inisiatif serta menjadikannya manfaat bagi kehidupan:

1. Mencegah hambatan
Ketika anda menanamkan rasa inisiatif di tempat kerja, hal tersebut dapat mencegah timbulnya permasalahan selama pengerjaan proyek. Ketika anda berpikir mendahului masalah yang mungkin terjadi, anda atau manajer anda dapat menyelesaikan masalah sebelum masalah tersebut menjadi halangan.

2. Melakukan perbaikan
Ketika anda menggunakan inisiatif untuk menangkap masalah dari suatu produk atau berpikir untuk menjual sesuatu untuk hasil yang lebih baik, maka inisiatif di tempat kerja itu penting karena dapat memberikan hasil yaitu perbaikan terhadap layanan dari hasil bisnis anda.

3. Proaktif Vs. Reaktif
Manager akan memberikan apresiasi ketika anda menjadi proaktif, daripada reaktif. dengan kata lain, memikirkan tentang suatu situasi dan meramalkan masalah atau membuat jalan untuk memberikan perbaikan merupakan hal yang lebih baik daripada hanya bereaksi ketika masalah terjadi.

referensi : http://woman.thenest.com/importance-using-initiative-workplace-12462.html

Menurut artikel yang saya baca dengan judul The Power of Personal Initiative, mereka berpendapat bahwa inisiatif merupakan sebuah kunci utama dari kesuksesan. Satu – satunya cara untuk meraih keindahan, kesenangan, dan kepuasaan adalah dengan cara menggunakan inisiatif sendiri.

Dwight Turner, seorang Kolumnis mendefinisikan inisiatif sebagai kekuatan yang berasal dari diri sendiri dan ditunjukan dalam tindakan positif yang berorientasi ke tujuan.

Inisiatif dimulai dari sebuah tindakan yang muncul dari pikiran oleh diri sendiri, dan inisiatif yang berkelanjutan akan meneruskan ke sebuah kegiatan yang produktif. Musuh terbesar dari inisiatif adalah penundaan, karena penundaan diciptakan dari rasa malas manusia itu sendiri yang akan membuat inisiatif yang bagus sekalipun tidak akan ada gunanya.

Inisiatif itu tidak hanya sebuah kebutuhan untuk mencapai tujuan. Inisiatif dimulai dari hal kecil dalam kegiatan sehari – hari yang akan memebuat hidup menjadi lebih nyaman, dan tertata. Hal kecil seperti merapihkan kamar, membuang sampah, ataupun menawarkan diri untuk membantu teman merupakan sebuah inisiatif. Intinya, inisiatif adalah suatu kesadaran diri untuk melakukan hal – hal yang perlu dilakukan tanpa perlu disuruh.

Sering menggunakan inisiatif akan membuat diri kita perlahan – lahan berubah menjadi manusia yang lebih baik.

  1. Akan lebih dihormati oleh orang lain dan mempunyai pengaruh yang besar.
  2. Metode yang paling tepat untuk membangun harga diri kita adalah dengan berinisiatif dan membuat diri kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
  3. Seseorang yang bekerja dengan inisiatif biasanya akan berada di puncak karir.
  4. Setiap hal yang dikerjakan akan menghasilkan hasil yang bagus dan kita akan dilihat sebagai orang yang bermanfaat tanpa kita sadari.

Ketika kita berpikir bagaimana mengambil sebuah inisiatif, kita selalu berpikir tentang rangkain aksinya. Setelah itu, kita tidak melakukan apapun , menunda-nunda atau menahan langkap untuk melakukan inisiatif. Kita lupa bahwa mengambil inisiatif dimulai dari pemikiran . disanalah inisiatif muncul dan disinilah tempat dimana kita memulai.

Definisi inisiatif

Kata inisiatif berasal dari akar “untuk memulai” atau langkah pertama. Inisiatif telah ditetapkan di berbagai tempat sebagai "kekuatan atau kemampuan untuk memulai dan untuk mengikuti alur ", “aksi mengambil langkah pertama”, “kesiapan untuk memulai usaha baru yang berani”, dll
Sementara kita biasa berpikir inisiatif dalam rangkain pengambilan aksi. Itu hanya hasil akhir dari pengambilan inisiatif. Pertanyaan tentang bagaimana untuk mengambil inisiatif dimulai sebelum kita mengambil tindakan nyata. Inisiatif pertama dimulai dalam sebuah pemikiran.

Ketrampilan inisiatif pada pemanfaatan

Bagaimana cara untuk mengambil inisiatif adalah sebuah kemampuan yang dapat dipelajarai. Sebuah otot yang bisa dikembangkan. Mengambil sebuah inisiatif adalah langkah dari sebuah pemikiran. Ada sejumlah ketrampilan tambahan.

Beriinsiatiflah sesuai ketrampilan jika anda menyukainya. Kontribusi itulah yang dapat mengambil beriinsisiatif dibarengi dengan niat , visualisasi dan focus adalah contoh yang bagus untuk mulai berinisiatif

####Niat
Inisiatif mental dimulai dengan kejelasan berinisiatif. Apa yang ingin kita capai ? Stephen Covey, penulis “Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif” menyebutkan “ awal dan akhir pikiran “ dalam rangka untuk memulai sebuah inisiatif . niat haruslah jelas. Karena kekuatan niat memiliki kekutan lebih dalam berinisiatif

####Visualisasi
Selain tujuan yang jelas harus dapat benar-benar melihat apa yang telah di niatkan sebelumya. Lalu usahakan untuk ingin dapat memvisualisasikan itu. Karena ketika kita memvisualiasikan tujuan akan mempermudah dan memperjelas tujuan anda dalam mewujudkan sebuah inisiatif

####Focus
Setelah niat telah ditata dan tujuan telah di visualisasi. Kita perlu menjaga tujuan kita untuk dengan focus sampai tujuan tersebut sampai pada waktunya dapat memanifest sebegai realitas baru dalam kehidupan kita.

Focus adalah kemampuan kita untuk mengatasi gangguan dan bertahan sampai tujuan kita benar benar tercapi. Karena akan ada suara suara yang dapat menganggu kita dalam mencpi tujuan kita seperti perkataan orang lain. Tapi suara itu tidak hanya muncul dari orang lain tapi justru muncul dalam pikiran kita sendiri. Untuk itu tetap fokus dan motivasi sampai inisiatif kita bisa diraih.

referensi http://www.evolutionarypathways.com/how-to-take-initiative.html

Di dalam dunia kerja, indikator yang sangat di pertimbangkan untuk mencari dan mengevaluasi karyawan yang potensial selama proses promosi atau review adalah dalam segi inisiatif yang dimiliki oleh karyawan itu sendiri. Menurut “The American Heritage Dictionary” mendefinisikan inisiatif sebagai sebuah kekuatan, kemampuan, atau naluri untuk memulai atau menindaklanjuti dengan penuh semangat terhadap segala tugas dan rencana yang ada di perusahaan. Banyak para stakeholder di dalam perusahaan yang menghendaki semua staff yang dimilikinya dalam segala bidang pekerjaan untuk dapat miliki inisiatif. Apalagi bagi staff yang ingin di promosikan untuk menempati posisi tertentu, maka inisiatif merupakan modal penting yang harus mereka miliki.

Menurut buku yang sangat popular di Amerika “How to Be a Star at Work”, yang ditulis oleh profesor Carnegie Mellon University dan konsultan nasional Robert E. Kelley, membahas tentang “sembilan strategi terobosan” yang kita butuhkan untuk sukses di tempat kerja . Ketika membahas sembilan strategi terobosan yang diperlukan untuk dapat sukses di tempat kerja, Dr. Kelley mengatakan "menunjukkan sikap inisiatif terbukti menjadi alat keterampilan kerja yang paling penting untuk menjembati jurang kecerdasan antara rata-rata pekerja dan super produktif. Jika kita memulai pekerjaan di tempat yang baru, cepat atau lambat kita akan dinilai apakah kita mampu melampaui tanggung jawab spesifik kita dan berani untuk mengambil sebuah inisiatif. "

Mary Lee Palocsik, Senior Sumber Daya Manusia Perwakilan dari Bayer Corporation menyebutkan, "Dalam lingkungan pekerjaan yang dapat berubah dengan cepat seperti Bayer Corporation, kita tidak akan bertahan tanpa sebuah inisiatif. Initiatif merupakan sifat utama kita yang dapat kita latih mulai dari tingkat perguruan tinggi melalui berbagai berpengalaman. "

Joan Stein, CEO Accessibility Development Associates mengatakan, “inisiatif benar-benar penting dalam keputusan perekrutan. Initiatif menunjukkan energi dan komitmen. Saya ingin sekali dengan orang-orang yang penuh energi.”

Beberapa pengusaha percaya bahwa karyawan saat ini kurang menyadari betapa berharganya inisiatif untuk mendapatkan pekerjakan atau dapat dipromosikan. Maka dari itu, marilah lihat perhatikan beberapa cara untuk melatih inisiatif untuk menjadi karyawan yang sukses.

1. Kerjakan Pekerjaan Anda Dengan Sebaik-baiknya

Dr Kelley dalam bukunya, “Bagaimana Menjadi Bintang di Tempat Kerja”, menyatakan bahwa karyawan yang menunjukkan sikap inisiatif dapat dilihat dari baik atau buruknya kinerja di posisinya sekarang. Pengusaha saat ini sedang mencari individu yang ingin melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya melibihi kemampuan mereka sehari-hari. Hal Ini mungkin berarti bekerja lembur, termasuk malam hari, atau akhir pekan. Salah satu CEO Pittsburgh menyatakan, “Inisiatif adalah sifat nomor satu yang kami cari selain keterampilan teknis.” Dari sini dapat kita pahami bahwa inisiatif berarti melakukan pekerjaan dengan benar untuk mengejar karir yang anda impikan.

2. Membuat Perbedaan

Bill Grant, Wakil Presiden Hubungan Karyawan untuk Highmark Blue Cross Blue Shield, mengatakan, "Pada Highmark Blue Cross Blue Shield, kami jelas mencari orang yang dapat dan mampu untuk membuat perbedaan. Jika kita melihat ada seseorang yang tidak menunjukkan sikap inisiatif ini, kami percaya bahwa mereka tidak akan menambah nilai bagi organisasi kami."Sebelumnya stakeholder akan melakukan wawancara kepada mahasiswa yang akan menjadi calon karyawan di organisasinya dengan bertanya, “Apa yang telah anda lakukan untuk menambah nilai selama masa studi anda?”. Ini merupakan pertanyaan yang harus dijawab dengan sebaik-baiknya. Selain itu, stakeholder akan meminta karyawan berusaha untuk membuat perubahan kinerja, terkait apa yang mereka lakukan untuk menambah nilai perusahaan atau divisi di mana mereka bekerja? nilai tambah atau inisiatif dapt ditunjukkan dengan upaya karyawan untuk membantu mencapai tujuan perusahaan, membantu merilis produk baru, atau membantu perusahaan mencapai tujuannya. Inisiatif menunjukkan bukti sebuah komitmen.

3. Bersemangat untuk terus belajar

Tidak pernah ada waktu untuk berhenti belajar. Pendidikan harus menjadi komitmen seumur hidup. Inisiatif jelas dapat dicapai melalui penyelesaian empat tahun atau lulusan sarjana. Selain itu, seorang individu dapat melanjutkan pendidikannya dengan mengambil program pasca-sarjana, belajar melalui internet, atau mungkin dengan belajar mandiri melalui membaca berbagai referensi buku yang bersangkutan.
Pengusaha Amerika E. A. Filene mengatakan, “Ketika pendidikan seseorang selesai, ia akan selesai.” Ketika individu di tempat kerja menunjukkan inisiatif, mereka akan terus membaca tentang industri mereka berada di sana selama sisa hidup mereka. Perusahaan percaya bahwa karyawan akan menjadi lebih produktif jika mereka mau untuk mengambil inisiatif dalam membaca tentang disiplin ilmu terkait mereka seperti, teknologi informasi, teknik, atau sumber daya manusia, serta daerah industri di perusahaan mereka.

4. Melatih Kesukarelawanan

Suatu daerah yang sering disebutkan oleh majikan ketika mengevaluasi karyawan untuk “inisiatif” adalah kesukarelaan. Banyak stakehokder didalam perusahaan mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang keterlibatan mereka dalam aktivitas di sekolah, seperti olahraga, drama, atau band untuk melihat apakah siswa memiliki “energi” ekstra. Setelah seorang individu memasuki tempat kerja, kesempatan tak terhitung menjadi tersedia untuk berpartisipasi dalam acara eksternal dengan mengabdi kepada masyarakat, seperti bakti-sosial. Stakeholder mencari karyawan yang menunjukkan sikap inisiatif yang dibuktikan dengan kesediaan mereka untuk berpartisipasi dalam kegiatan eksternal. Keterlibatan dalam kegiatan bakti-sosial di sekolah atau di tempat kerja adalah salah satu cara untuk menunjukkan inisiatif. Menunjukkan inisiatif adalah kunci untuk tidak hanya mendapatkan pekerjaan pertama - itu adalah kunci keberhasilan di tempat kerja. Inisiatif adalah kunci untuk menjadi karyawan yang sukses.

Bagaimana mengembangkan inisiatif ?

Hal-hal berinisiatif dimulai dari hal-hal yang sederhana dari diri kita. Terkadang rasa malas muncul dan menjadi hambatan yang paling sering dihadapi sehingga membuat inisiatif menjadi hal yang ditunda. Karena sebenarnya orang yang berinisiatif tidak pernah menunda pekerjaan dan tidak terjebak dalam rutinitas.

Jika ada masalah yang timbul pasti akan menemukan solusi yang lebih cepat untuk diselesaikan. Inisiatif dikembangkan dari hal-hal yang kecil. Cobalah hal-hal sederhana yang keluar dari kebiasaan yang sudah rutin. Lakukan tindakan yang sebenarnya yang sudah dipikirkan tapi belum terealisasi.

Cara mengembangkan inisiatif:

  1. Kembangkan pola pikir.
  2. Biasakan berfikir lebih dari biasanya.
  3. Jangan berpikir hanya rutinitas.
  4. Kembangkan wawasan dengan cara mulai mendengarkan dan membaca lebih lagi.
  5. Berani mencoba.
  6. Bangun sikap belajar yang positif.
  7. Berdiskusi dengan orang-orang yang positif.
  8. Membaca koran, buku atau kaset yang positif.
  9. Melatih komunikasi yang efektif, karena dengan komunikasi yang efektif kita akan menemukan
  10. Sahabat-sahabat baru yang efektif.
  11. Ketahuilah kompetensi dan kekuatan pribadi yang kita miliki dan asahlah setiap hari.
  12. Bantulah teman , dan jangan memperhitungkan untung dan rugi

sumber : https://bohkasim.wordpress.com/2008/12/22/mengembangkan-inisiatif/

Bagaimana Agar Kita Dapat Lebih Ber-inisiatif?

Membangun Percaya Diri

Dalam hal ini penting untuk membangun rasa percaya diri dan menunjuk kan inisiatif dan tidak perlu takut bahwa orang lain akan berfikir atau tidak setuju dengan apa yang anda tunjuk kan dari inisiatif anda, dalam hal ini jauhkan pikiran anda dari hal" yang berbau negatif yang bisa menghambat pemikiran positif anda jika pemikiran positif anda hilang maka anda tidak dapat mengambil langkah" inisiatif yang akan anda pikirkan dan kembangkan,

Keseimbangan Pikiran

Dalam hal ini penting untuk diketahui bahwa keseimbangan itu perlu dalam mengembangkan pikiran inisiatif kita jangan memberikan beban terlebih pada salah satu pikiran kita misalnya,anda pernah bekerja tim dengan orang yang selalu menekan anda yang menuruti apa yang menjadi kemauan nya,dan membuat anda tidak seimbang dalam berfikir dan anda pun tidak bisa memikirkan hal hal yang anda pikirkan,dan menjadikan pikiran kita tidak bisa berfikir inisiatif maka dari itu perlu keseimbangan dalam berfikir.

naluri untuk mengembangan inisiatif

Naluri ini sering datang dengan tiba" dan oleh sebab itu segera anda implementasikan jika anda dapat memberikan pikiran inisiatif kita kepada orang lain dan akan lebih mudah jika banyak orang lain yang memakai ide insisiatif kita.

reference :Taking intiative

Bob Nelson, dalam bukunya 1001 Ways to take Initiative At Work menulis berbagai cara untuk memahami, memulai dan membuat inisiatif dalam dunia kerja. Tak kurang dalam mukadimah bukunya dia mencoba menulis untaian kalimat – kalimat indah yang terangkai seperti dibawah.

Kesalahan terbesar dalam kehidupan ini adalah jika berfikir bahwa anda bekerja untuk orang lain. Benar, mungkin anda memiliki seorang atasan dan anda mendapat gaji dari perusahaan tempat anda bekerja tapi, pada akhirnya, andalah orang yang menentukan nasib anda sendiri. Andalah yang memutuskan potensi apa yang anda raih dalam karir dan apa yang pada akhirnya anda capai dalam kehidupan.

Tanpa memandang dimana, apa pekerjaan dan kepada siapa anda bekerja, anda bisa membuat perubahan. Secara khusus, prinsip ini berlaku ditempat anda bekerja. Setiap hari anda memiliki kesempatan untuk menjadi karyawan terbaik, karyawan nomer satu dan karyawan istimewa. Anda dapat membuat saran-saran demi perbaikan suatu produk atau jasa atau memberi pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggan anda. Anda bisa mengidentifikasi suatu peluang untuk menghemat uang perusahaan atau mewujudkan satu gagasan atau inovasi baru. Anda bisa membantu mitra kerja anda bagaimana melakukan pekerjaannya dengan lebih baik lagi atau belajar satu ketrampilan baru yang bisa bermanfaat untuk menemani sisa hidup anda.

Ini semua membutuhkan inisiatif yaitu untuk mengambil tindakan guna menuntaskan suatu pekerjaan tanpa harus menunggu atasan memerintahkan kepada anda untuk menyelesaikannya atau kapan dan bagaimana cara untuk melakukannya.

Tentang inisiatif.

Tidak perduli mereka mengetahui atau tidak, setiap manajer selalu mengharapkan bahwa setiap karyawan bebas berpatisipasi dan urun rembug, seperti halnya setiap karyawan menginginkan dirinya dihormati, dipercayai dan dinilai atas peran mereka dalam gambar besar kredo perusahaan.

Lantaran tak seorangpun memiliki semua jawaban dan tak seorang manajerpun memahami suatu pekerjaan secara detail selain karyawan yang memegang pekerjaan itu, maka tidak ada keharusan untuk atasan boleh mendiktenya.

Jadi andalkan diri anda sendiri, disini dan sekarang ini, bahwa anda tidak akan melepaskan sebuah peluang begitu saja, dimana anda bisa membuat perbaikan, atau menghemat uang perusahaan, atau melayani konsumen dengan lebih baik, tanpa urun rembug atau mengajukan usul.

Adapun hasilnya nanti, ini adalah tugas anda, tidak semata-mata untuk kepentingan perusahaan anda, tapi juga demi kepentingan anda sendiri.

Mimpikan mimpi-mimpi besar, dan lecutlah diri anda ke standard yang lebih tinggi. Jangan takut mengatakan yang ada dalam pikiran anda, jika anda benar percaya itu semua akan mendatangkan kebaikan. Di tangan andalah kunci bagi masa depan anda sendiri. Bangunlah masa depan sebagaimana yang anda inginkan dan jangan biarkan siapapun menentukan masa depan anda.

Begitulah rangkuman hasil baca tentang INISIATIF yang pernah saya dapatkan dari salah satu risalah yang pernah ditulis oleh jd’lwejwe;fkjwe;fjk, yang telah saya edit dan tambahkan disana-sini, dan ini menurut saya lho… untuk menambah gurihnya kalimat – kalimat yang ada tanpa mengurangi esensi secara keseluruhan.

Membingkai inisiatif.

Inisiatif adalah roh yang bisa menggerakkan semangat kita dalam bekerja untuk mendapatkan nilai lebih, mendewasakan cara berfikir serta yang bisa mengantar kita untuk bisa memberikan sesuatu lebih dari yang diharapkan pelanggan. Hasilnya bisa kita analogikan dengan, seberapa besar daya pantul yang akan dan bisa ditimbulkan, niscaya akan bergerak linier dengan seberapa besar tenaga yang anda berikan saat melempar bola inisiatif ke dinding kerja, layaknya dalam permainan SQUASH.

Berdasarkan pengalaman penulis, keniscayaan ini akan berlaku dan diberlakukan dalam segala kondisi tidak hanya dalam permainan tersebut diatas, namun juga berlaku dalam kehidupan kerja kita sehari-hari, maka seberapa sering serta seberapa besar sesuatu yang anda perbuat, akan menentukan seberapa besar sesuatu yang akan anda dapat.

Apakah rumus empiris yang pernah didapatkan oleh banyak orang ini masih berlaku dalam keseharian kita sekarang, maka cobalah anda membangun kebiasaan berinisiatif dalam berkarya, agar bisa anda masuk dan berdiri paling depan dalam baris antrian agar bisa segera mendapatkan serpihan-serpihan mozaik sukses yang nantinya anda dapat rangkai dan membingkainya dalam sebuah kesuksesan.

---- Maryono Raharjo ----
Sumbber : http://maryonorahardjo.blogspot.nl/2010/01/membingkai-inisiatif-untuk-sebuah.html

Manusia sering kali tidak mampu untuk berinisiatif dikarenakan mereka kurang tau apa manfaat dan bagaimana cara untuk berinisiatif, perlunya memiliki sikap inisiatif dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kualitas hidupnya dikarenakan sikap inisiatif mampu mendorong orang lain juga untuk berbuat.

Dalam sebuah organisasi ataupun perusahaan sangat dibutuhkan orang-orang yang memiliki sikap inisiatif yang tinggi agar mampu meningkatkan kinerja dari perusahaan tersebut.

Mampu berinitiativ

Seorang pemimpin terbaik yaitu proaktif. Mereka tidak akan menunggu orang lain untuk memberitahuapa yang harus dilakukan oleh mereka. Mereka mengambil inisiatif sendiri untuk menemukan dan memecahkan masalah dan juga untuk menemukan dan membuat tantangan. Hal yang sama berlaku dalam belajar.

Pemimpin yang baik tidak menunggu untuk diberitahu oleh atasannya atau orang lain untuk mengubah perilakunya. Namun sebaliknya, mereka mampu belajar sendiri. Karena mereka sadar diri dan mereka mencari hal yang sama, karena mereka tau kekuatan dan daerah mereka harus ditingkatkan dan mereka tau apa yang harus dilakukan. Jika sumber daya tidak tersedia dari organisasi, mereka bisa menemukan cara untuk berkarya, teladan, ataupun pendidikan dengan cara lainnya.

Ini pelajaranmu, Ini karirmu, ini hidupmu, milikilah.
Sumber : http://www.leadershipchallenge.com/resource/tips-for-leaders-take-the-initiative--september-2013.aspx

Initiative (Inisiatif)

Apakah Inisiatif Itu?
Inisiatif adalah suatu kemampuan untuk memutuskan dan melakukan sesuatu tanpa harus menunggu instruksi dari orang lain.
Pengertian Inisiatif

Mengapa Harus Berinisiatif?
Setiap orang bertanggung jawab atas kehidupan, masa depan, dan segala sesuatu dalam dirinya. Hal ini tidak akan dapat tercapai apabila kita hanya duduk dan menunggu kesuksesan itu mendatangi kita. Kita perlu mengambil sebuah inisiatif untuk mencari dan menciptakan agar kesuksesan itu kita dapatkan. Inisiatif merupakan hal yang sangat penting terutama bagi sebuah perusahaan utamanya perusahaan kecil yang mana harus lebih gesit dibanding dengan perusahaan yang lebih besar agar berhasil.
Mengapa Perlu Inisiatif
Mengapa Harus Berinisiatif

Meningkatkan Inisiatif
Berikut ini beberapa cara untuk meningkatkan ataupun menunjukkan inisiatif:

Cara Untuk Berinisiatif
Cara Inisiatif Di Tempat Kerja

  1. Tepat Waktu
    Dengan datang tepat waktu atau bahkan lebih awal akan semakin banyak inisiatif yang dapat dilakukan.

  2. Jangan Bermalasan
    Dengan bermalasan atau tidak melakukan apapun menunjukan bahwa kita bukan termasuk orang yang inisiatif. Orang yang inisiatif akan melakukan sesuatu tanpa menunggu instruksi dari orang lain.

  3. Membuat Daftar Pekerjaan dan Menyelesaikannya
    Terkadang menunda pekerjaan kemudian lupa akan apa yang harus dikerjakan dan kita tidak memiliki daftar pekerjaan apa saja yang harus diselesaikan akan menimbulkan masalah. Maka dari itu dengan membuat daftar pekerjaan akan membantu kita menentukan target yang ingin dicapai, dan hal ini juga akan memotivasi kita untuk melakukan lebih banyak hal.

  4. Berpartisipasi Aktif
    Baik dalam pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari jadilah orang yang aktif berpartisipasi. Salah satunya dengan mengambil bagian dalam sebuah diskusi dan aktif membantu membuat kita dikenal dan menunjukkan bahawa kita memiliki antusiasme dalam hal yang kita lakukan

  5. Biarkan Suara Kita Didengar
    Terkadang bicara di hadapan banyak orang bagi sebagian orang merupakan hal yang menakutkan. Tetapi ketika kita mengutarakan pendapat maupun ide-ide kita dapat menunjukkan inisiatif besar dalam sebuah pertemuan, di mana kita dapat saling berbagi pendapat dan ide.

  6. Mengambil Peluang Baru
    Peluang baru pasti akan dating pada setiap orang. Terkadang bila kita dihadapkan pada suatu perubahan dan peluang baru merupakan hal yang mengerikan, namun bila diingat sebuah kemajuan tidak akan terjadi bila tidak ada perubahan. Kita berani mengambil peluang baru menunjukkan bahwa kita memiliki inisiatif untuk menerima tantangan baru dan perubahan untuk mencapai kesuksesan.

  7. Memberi Tahu Diri Sendiri
    Hal terbesar yang bisa kita lakukan adalah mendapatkan kesuksesan untuk diri sendiri yaitu dengan membuat keputusan dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa kita bukan orang yang sembrono dan hal ini menunjukkan bahwa kita mengambil hal inisiatif untuk mendidik diri sendiri untuk membuat suatu keputuskan yang tepat.

  8. Membuat Rencana
    Kita akan kehilangan arah apabila kita tidak tahu kemana tujuan kita. Dengan adanya rencana kita menciptakan visi masa depan kita, hal ini memberikan petunjuk jalan untuk mencapai kesuksesan tersebut.