© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Bagaimana Adab Memasuki Masjid?

Masjid

Memakmurkan masjid merupakan kewajiban umat Muslim. Ibadah ataupun aktivitas sosial keagamaan yang dilakukan di masjid, niscaya mendapat limpahan pahala berlipat ganda. Masjid memiliki posisi signifikan bagi spiritualitas umat Islam, karenanya dinamakan pula rumah Allah SWT. Lantas bagaimana adab memasuki masjid?

Rasulullah SAW mengajarkan dan mencontohkan adab atau etika setiap kali datang ke masjid. Begitu memasuki masjid, Nabi Muhammad SAW langsung mendirikan shalat tahiyyat masjid, sebanyak dua rakaat. Itu karena, masjid merupakan rumah Allah SWT yang sangat spesial bagi umat Islam.

Setelah itu, barulah Rasulullah SAW mendatangi orang-orang yang ada dalam masjid dan mengucapkan salam kepada mereka. Al Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari sahabat Abu Dzar bahwa dirinya telah masuk masjid (dan dia duduk sebelum shalat). Rasulullah SAW berkata kepadanya, ’

‘Apakah kamu telah menunaikan shalat dua rakaat?’’ Dia berkata, ‘‘Belum.’’ Maka beliau bersabda, ‘‘Berdirilah kamu dan shalatlah dua rakaat.’’

Menurut Shaleh Ahmad as-Syaami, shalat tahiyyat masjid lebih diutamakan sebelum mengucapkan salam kepada jamaah yang lain. ‘‘Ini mengingat tahiyyat masjid merupakan salah satu hak Allah SWT, sementara mengucapkan salam termasuk hak mahluk,’’ tuturnya dalam buku Berakhlak dan Beradab Mulia.

Para sahabat kemudian mengikuti ajaran Nabi SAW itu. Ketika para sahabat masuk masjid, pertama kali mereka akan mengerjakan shalat tahiyyat masjid. Setelah selesai shalat, barulah mereka mendatangi Rasulullah SAW serta mengucapkan salah kepadanya dan jamaah lainnya.

Diriwayatkan oleh Rifa’ah bin Rawi, bahwa suatu ketika, saat Rasulullah SAW sedang duduk di dalam masjid, Rifa’ah berkata, ‘‘Dan waktu itu, kami berada bersama beliau,’’ Ketika itu ada seorang laki-laki sepertinya orang Badui datang, lalu dia mengerjakan shalat dengan agak tergesa.

Selesai shalat, ia langsung bangkit menemui Rasulullah SAW sambil mengucapkan salam kepada beliau. Kemudian berkata Rasulullah, ‘‘Ulangi shalatmu, karena sesungguhnya kamu belum shalat.’’ (HR Tirmidzi dan Abu Dawud).

Selain itu, disunahkan pula bagi seseorang yang masuk masjid, bila di dalam masjid sudah ada orang lain, untuk mengerjakan tiga amalan secara berurutan. Pertama, ketika masuk, hendaknya berdoa, ‘‘Bismillaah wash shalaatu 'alaa Rasulillah.’’ Kedua, mengerjakan shalat tahiyyat masjid dua rakaat. Setelahnya, ia mengucapkan salam kepada orang-orang di masjid.

Dalam sebuah hadis, umat dianjurkan membaca salawat dan berdoa ketika telah sampai di pintu masjid. Rasulullah SAW bersabda, ’

'Jika seseorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia membaca shalawat atas Nabinya, kemudian dia berdoa, ‘‘Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku.’’ (Al Imam Ibnu Hibban)

Sementara itu, Abdullah Shalih al-Fauzan dalam Ahkamu Huduril Masjid (Adab Masuk Masjid), menengarai kekeliruan umat dalam menerapkan adab memasuki masjid. Kesalahan ini lebih disebabkan lemahnya iman yang berdampak terhadap kurangnya pemahaman ajaran Islam.

Menurut al-Fauzan, menghidupkan adab masuk masjid merupakan tanggung jawab bersama. Bahkan, adab maupun etika tersebut sejatinya sudah harus dimulai saat masih berada di rumah, sebelum berangkat ke masjid.

Al-Fauzan mengingatkan agar umat Muslim memperhatikan adab atau tata cara dalam berangkat ke masjid. Menurutnya, ada enam hal yang perlu diperhatikan, yakni berkaitan dengan penampilan, perhiasan, kerapian, wewangian, bersegera ke masjid, berdoa, dan kesopanan.

Mereka yang berangkat ke masjid disunahkan berpakaian rapi. Dia juga perlu menjaga kebersihan (mandi), berdoa serta berjalan dengan ketenangan. Di samping itu, penting pula memakai alas kaki yang bersih, juga masuk ke dalam masjid dengan mendahulukan kaki kanan.

‘‘Jangan bersuara ketika masuk masjid. Kerjakan shalat tahiyyatul masjid, mengucapkan salam, serta duduk dengan tenang menunggu waktu shalat,’’

Adab yang sama juga berlaku ketika akan melaksanakan shalat Jumat. Pengecualiannya, kata dia, sebaiknya jamaah sudah hadir di masjid sebelum khatib naik mimbar. Saat khatib sedang bekhutbah Jumat, jamaah hendaknya khusyuk mendengarkan dan dilarang berbincang-bincang.

Sumber : http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/fatwa/18/04/20/p7h7av313-adab-memasuki-masjid

Adab Masuk Masjid


Disunnahkan bagi seorang muslim untuk pergi menuju masjid dengan tenang, dan tidak boleh menggenggamkan antara jari-jarinya; karena dia sedang dalam keadaan shalat. Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda:

“Apabila adzan telah dikumandangkan, maka janganlah kalian pergi dengan cara berlari, akan tetapi datanglah dengan tenang, apa yang kamu dapatkan maka shalatlah, dan apa yang ketinggalan, sempurnakanlah, karena sesungguhnya kalian dalam keadaan shalat selama sedang berjalan menuju shalat”. (Muttafaq alaih)

  1. Disunnahkan bagi seorang muslim apabila memasuki sebuah masjid untuk mendahulukan kaki kanan sambil membaca:

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dan dengan WajahNya Yang Mulia, dan SulthanNya Yang Qodim dari godaan setan yang terkutuk". (HR. Abu Daud).
image
“Dengan menyebut nama Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah: Ya Allah bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmatMu”.

  1. Apabila keluar dari masjid, mendahulukan kaki kiri sambil membaca:

image

“Dengan menyebut nama Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah: Ya Allah, aku memohon kepadaMu agar Engkau mencurahkan karuniaMu kepadaku”.

Ibnu Majah menambahkan:

“Ya Allah, jagalah diriku dari godaan setan yang terkutuk” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ibnu Sunni).

Apabila memasuki masjid, maka hendaklah melakukan :

  1. Mengucapkan salam kepada orang-orang yang berada di masjid
  2. Kemudian shalat dua rakaan tahiyatul masjid
  3. Dianjurkan memperbanyak berdzikir kepada Allah
  4. Membaca Al-Qur’an
  5. Shalat sunnah hingga iqamah dan berusaha berdiri di shaf terdepan, di sebelah kanan imam.

Boleh sekali waktu tidur di masjid bagi yang memerlukan, seperti serorang musafir dan orang fakir yang tidak mempunyai tempat tinggal. Adapun menjadikan masjid sebagai tempat tinggal dan tempat tidur maka hal itu dilarang kecuali bagi orang yang sedang I’tikaf.