Ayunan Kehidupan

20200516_231429
Sumber gambar: Pixabay
.
Tangisku pecah membangunkan mentari
Semesta bersorak-sorai
Dedaunan menari-nari
Tepuk tangan menggema hingga ujung dunia

Tuhan menepati janjiNya
Dibiarkannya seonggok daging itu mengembara
Mencari makna dalam tiap tanya
Tersedu sedan bersama goresan padika

Sesekali merana, lalu tertawa
Melankolia menyapa
Jamanika tak tertebak
Selaksa langkah-langkah sadrah

Anindita itu omong kosong
Karena aku manusia, engkau jua

Siapakah manusia?
Adalah kita
Yang mengharap bahagia, meski sering kecewa
Yang memaksakan senyuman, meski tertahan kesedihan
Yang mengulurkan tangan pada penderitaan kemudian membasuhnya dengan tirta amarta tanpa perhitungan

Dekap retislaya dengan dahaga tawa
Di atas tungku rudita yang menyala
Kerlap-kerlip kehidupan
Kan membawamu terbang bersama gugusan kunang-kunang

Kau tahu gunanya hujan?
Ia akan menghanyutkan tiap luka yang terpendam
Lalu malaikat akan menjemputnya di ujung jalan
Menenteng berlembar-lembar kertas kehidupan

Magelang, Ramadhan 1441 H