Ayah, aku tak pantas mengutarakannya

received_2919079034841046

Bila tak terbiasa menampakkan rasa kecewa pada dia yang selalu berusaha tuk buat bahagia, untuk menampakkan rasa itu pada kali pertama, seperti ikut kecewa rasanya. Bahkan tiga kali lebih kecewa. Kecewa karena memang kecewa. Kecewa karena melihat dia kecewa. Dan kecewa karena sudah mengecewakannya.

“Aku ingin boneka BERUANG” orang yang paling kita cintai tak akan hanya diam mendengarnya. Berusaha mewujudkan misalnya?? Beliau sangat bahagia saat akan memberikan boneka pada kita. Membayangkan kita tersenyum bahagia saat menerimanya saja sudah membuatnya ikut bahagia.

Tapi, beliau membawa boneka kelinci?? Padahal aku sangat ingin beruang?? Menurutmu bagaimana perasaannya saat aku mengutarakan kekecewaanku??. Menurutmu bagaimana perasaanku saat aku memendam rasa kecewaku?? Mènurutmu, salahkah, jika aku merasakan kekecewaan yang tiga kali lebih besar itu, saat memutuskan untuk mengutarakan apa yang aku rasakan??

1 Like