Atraksi Topeng Monyet Mengamcam Kelestarian Monyet dan Perlu Sanksi Tegas?


Personil Polisi Kehutanan Balai KSDA Yogyakarta melakukan pengamanan satwa Monyet Ekor Panjang ( Macaca fascicularis ) yang dimanfaatkan oleh warga untuk atraksi topeng monyet. Info awal diperoleh dari rekan-rekan LSM JAAN yang melaporkan hal tersebut ke Balai KSDA Yogyakarta.

Jokowi diharap tak hanya menyita atau membeli monyet-monyet dari para pawang, tapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa topeng monyet adalah bentuk kejahatan terhadap satwa. “Masyarakat harus tahu, cara pemeliharaan monyet yang dilakukan mereka sangat kejam. Kami lihat cara mereka melatihnya. Gigi monyet itu dipotong, mereka diisolasi, untuk mendapat sedikit makanan mereka harus kerja keras, dan penyakitan,” ujar Koordinator Perlindungan Satwa Liar JAAN, Femke den Hass kepada Liputan6.com, Selasa, (22/10/2013).

Tindakan Kekerasan dan penyiksaan pada monyet sebagai bentuk astraksi, tentu sangat mengancam populasi monyet di Indonesia dan hal itu perlu ditiadakan agar kelestarian monyet di Indonesia tetap terjaga.

Namun, disisi lain banyak alasan atraksi monyet sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, tetapi masih banyak pekerjaan yang jauh lebih baik dari pada menyiksa dan mengancam populasi monyet.

Bagaimana menurut teman-teman bahwa atraksi monyet mengancam kelestarian monyet di Indonesia? apakah perlu sanksi tegas?
Yuk didiskusikan

Sumber Referensi:
http://ksdae.menlhk.go.id/info/6532/zoonosis-di-balik-atraksi-topeng-monyet.html