Apakah Yang Kalian Ketahui Tentang Perkembangan Bahasa Inggris dari Masa ke Masa?

image

Bahasa Inggris saat ini menjadi bahasa Internasional yang digunakan di seluruh dunia dan juga diajarkan di sekolah - sekolah dunia termasuk Indonesia. Bahasa Inggris juga memiliki penutur terbanyak di dunia dengan total mencapai 1, 3 milyar orang, mengungguli bahasa Mandarin, India, dan Spanyol menurut statisca.id. Jika melihat secara keseluruhan tentu Bahasa Inggris memiliki fase - fase perkembangan dalam sejarah yang memungkinkannya menjadi Bahasa internasional seperti saat ini. bagaimanakah Bahasa Inggris tercipta dan bagaimana perkembangannya ?

1 Like

image

Brief Review
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya dalam detail pertanyaan, bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional yang sudah digunakan oleh hampir semua negara di dunia seperti Amerika Serikat, Kanada, dan lain sebagainya. Saat ini Bahasa Inggris menjadi sebuah alat yang unik dalam mencapai kesepahaman atau berkomunikasi dengan orang – orang yang ada di setiap benua yang ada di dunia dan menjadi bahasa dengan penutur terbesar di dunia yang diikuti oleh Bahasa Mandarin di urutan kedua. Bahasa Inggris sendiri juga memiliki sejarah yang sangat panjang selama kurang lebih 1500 tahun lamanya dan sejarah dari Bahasa Inggris itu sendiri juga merupakan bagian dari keilmuan Philologi yang mempelajari tentang pembentukan dan perkembangan Bahasa Inggris, struktur dan kekhasannya di masa lalu, persamaannya dengan bahasa lain dan keunikannya, serta fitur spesifik yang dimilikinya. Artinya, Bahasa Inggris yang kita kenal dan kita pelajari sekarang telah mengalami evolusi dari zaman ke zaman serta banyak sekali adaptasi – adaptasi di Bahasa Inggris yang berasal dari bahasa lain. Perkembangan Bahasa Inggris di daerah asalnya di Inggris Raya, terbagi menjadi 3 periode besar. Periode Pertama disebut sebagai Old English (449 – 1066), periode kedua disebut sebagai Middle English (1066 – 1475), dan perioder ketiga sekaligus yang paling terakhir adalah Modern English (1475 – sekarang). Setiap Periode memiliki kekhasan dan struktur bahasanya sendiri yang akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.

Periode Old English (449 – 1066 M)

Sejarah

Sekitar tahun 449 Masehi, suku – suku Jermanik yang berasal dari dari wilayah Jutland (sekarang dikenal sebagai wilayah Schlewig-Holstein, di Jerman modern), seperti suku Angles, Saxons, dan Jutes yang menurut sejarahwan abad pertengahan bernama Bede, dalam bukunya yang berjudul, bermigrasi dan menaklukan kepulauan Britania yang ternyata sudah dihuni terlebih dahulu oleh penduduk Romawi. Orang – orang dari suku – suku Jermanik inilah yang nantinya akan membentuk peradaban Anglo-Saxon di tanah Britannia menurut Sejarawan abad pertengahan sekaligus pendeta Katolik bernama Bede dalam bukunya yang berjudul β€˜ Ecclesiastical History of The English People β€˜ yang dirilis pada tahyn 730 masehi. Orang – orang Keltik bahkan sudah menempati kepulauan itu beberapa abad sebelum Invasi Romawi di bawah pimpinan Julius Caesar dan berada di bawah pemerintahan Kaisar Augustus di tahun 43 masehi. Masa sebelum suku – suku Jermanik ini datang dan menaklukan Britania sering disebut sebagai masa sebelum Old English. Di bawah penaklukan Romawi, Kepulauan Britannia dihuni oleh dua jenis golongan masyarakat, yang pertama adalah Keltik dan yang kedua adalah Romawi. Orang Romawi berbahasa Latin dan sementara Orang Keltik memiliki bahasa mereka sendiri serta orang Keltik ini sering disebut sebagai Picts yang merupakan sebutan untuk sekumpulan manusia dari zaman besi akhir dan awal abad pertengahan yang menetap di daerah Skotlandia Timur dan Utara. Ketika orang – orang Anglo-Saxon datang menaklukan Kepulauan Britannia dan menyingkirkan orang – orang Keltik, mereka mengirimkan pesan kepada saudara – saudara mereka di wilayah Eropa daratan tentang kesuburan yang Kepulauan Britannia dan hasilnya, terjadi migrasi besar – besaran ke wilayah tersebut.

Di masa – masa awal, bangsa Anglo-Saxon mendirikan apa yang disebut sebagai Heptarkhia yang merupakan nama kolektif yang diberikan untuk tujuh kerajaan yang didirikan oleh orang – orang Anglo-Saxon yang terdiri dari Kent, Essex, Sussex, Wessex, Anglia Timur, Mercia, dan Northumbria, dimana Kent menjadi pusat pemerintahan dan kebudayaan yang dipimpin oleh seorang Raja bernama Ethelbert yang mengambil dominasi atas kerajaan lainnya sampai di abad 7 dan 8 masehi, dominasi ini diteruskan oleh Northumbria, Mercia, dan Wessex. Salah satu hal penting lainnya dari periode Old English ini adalah proses kristenisasi terhadap orang – orang Anglo-Saxon. Proses Kristenisasi yang datang ke Anglo-Saxon datang melalui dua arah. Yang pertama adalah melalui Gereja Katolik Roma yang dipimpin oleh Paus Gregorius I yang diwakili oleh Santo Agustin di tahun 597 Masehi. Santo Agustin juga merupakan orang yang pertama melakukan proses baptis terhadap Raja Ethelbert. Sedangkan proses lainnya datang dari Gereja Keltik yang disebarkan oleh para misionaris dari Irlandia. Semenjak saat itu, orang – orang Anglo-Saxon mulai merayakan paskah di tahun 666 Masehi. Bede, sebagai salah satu sejarawan dan juga misionaris yang hidup di akhir abad ke tujuh masehi menjadi salah satu orang yang penting dalam proses perekaman sejarah awal dari Bahasa Inggris.

Setelah itu dimulailah ekspansi Bangsa Viking menuju ke Inggris. Selama tahun 865 – 870 Masehi, Bangsa Viking gencar melakukan penaklukan ke kerajaan – kerajaan Anglo-Saxon dan dengan cepat menjadi penguasa baru di tanah tersebut yang dipimpin oleh Ethelred dan diteruskan oleh adiknya, Alfred Yang Agung yang berkuasa di tanah Wessex. Alfred mulai mengatur pemerintahan dengan sistem Danelaw serta memindahkan pusat kekuasaannya ke London. Bangsa Viking kembali melakukan invasi kedua di abad 10 Masehi yang dipimpin oleh Olaf Tryggvason yang mengalahkan bangsa Inggris di pertempuran Maldon. Canute menjadi raja Inggris di tahun 1016 Masehi dan mendirikan Dinasti Danish di Britania dan dinasti itu sendiri berakhir tidak lama setelah raja Hardicanute meninggal dunia dan digantikan oleh Edward Si Pengaku yang kelak setelah meninggal nanti, di gantikan oleh Harold Godwinson yang merupakan raja terakhir Anglo-Saxon sebelum penaklukan Normandia di tahun 1066 Masehi.

Perkembangan Old English dan Penerapannya

Old English di masa Anglo Saxon memiliki empat dialek utama yaitu, Kentish , West Saxon, Mercian, dan Northumbrian. Tetapi kebanyakan karya sastra yang ada di zaman Old English ditulis dengan aksen West Saxon. Karya sastra di periode Old English sendiri lebih menjorok kearah puisi yang melahirkan nama – nama seperti Caedmon yang menggunakan Old English untuk menulis puisi – puisi yang bertemakan nasrani. Lalu ada juga nama – nama seperti Cynewulf dan Aelfric. Pada zaman ini pula, sebuah karya sastra terkenal berjudul β€˜ Beowulf β€˜ muncul. Beowulf sendiri merupakan sejenis puisi epik yang sangat panjang yang menceritakan kisah Beowulf dan hingga saat ini, penulis Beowulf masih tidak diketahui. Selain karya sastra, di zaman Old English, penerjemahan karya – karya berbahasa latin ke bahasa Inggris awal juga sangat masif.

Seperti contohnya, Alfred yang Agung banyak menerjemahkan karya – karya latin ke Bahasa Inggris awal Great Pastoral Care karya Paus Gregorius I, History karya Orosius, Consolation of Philosophy karya Boethius, dan Sololiques yang ditulis oleh Santo Agustinus. Lalu ada juga penulisan – penulisan seperti yang dilakukan oleh Bede terhadap sejarah Inggris di era – era awal dan juga Aelfric yang begitu berkontribusi dalam perkembangan prosa di zaman Old English yang karya – karyanya menjadi acuan dalam perkembangan prosa – prosa di Inggris di era – era selanjutnya dan juga karya lainnya seperti grammar, colloqui, dan glossarium juga menjadi bahan ajar Bahasa Inggris untuk pendidikan bahkan setelah kematiannya.

Selain itu di masa ini, Bahasa Inggris ternyata juga berasimilasi dengan Bahasa Norse yang merupakan bahasa yang digunakan oleh orang – orang Skandinavia atau Viking yang melahirkan banyak vocabulary pinjaman seperti man, wife, house, folk, thing, winter, summer, thine, will, can, come, see, think, dan lain sebagainya. Selain dengan Bahasa Norse, Bahasa Inggris juga berasimilasi dengan Bahasa Jermanik Kuno yang melahirkan kata – kata seperti sun dan moon. Bahasa Latin juga memainkan peranan penting dalam pembentukan bahasa Inggris yang kita sekarang sedari periode Old English. Alfabet Latin mulai digunakan di Old English menggantikan alphabet Runik milik orang Keltik.

Periode Middle English (1066 – 1500 M)

Sejarah

Sekitar tahun 1065 – 1066 Masehi, Tanah Inggris menjadi bidikan oleh tiga orang paling berpengaruh. Yang pertama adalah Harold Godwinson, Raja terakhir Anglo-Saxon dan penerus dari Edward Si Pengaku. Ia adalah Putra dari Earl Godwin yang sebelumnya menjadi semacam wakil raja untuk Edward sebelum kematiannya. Tetapi kekuasaan Harold Godwinson atas tanas Inggris mendapatkan pertentangan dari dua nama lain. Dua nama lainnya adalah keturunan Skandinavia. Nama selanjutnya adalah William I Duke of Normandy yang berkuasa di wilayah Normandia atau Prancis modern yang memiliki hubungan dekat dengan Edward si Pengaku. Walaupun memerintah di daerah Normandia, nenek moyang William adalah orang – orang Skandinavia yang melakukan penaklukan ke Selatan menuju ke Prancis yang membuat banyak orang – orang Skandinavia tinggal di daerah Normandia. Dan nama terakhir adalah Haarald Hardrada yang merupakan Raja Norwegia yang berambisi menaklukan Inggris seperti yang nenek moyangnya lakukan dulu. Disinilah titik permulaan bagaimana Old English perlahan terhapus dan Middle English muncul ke permukaan.

Haarald Hardrada melakukan serangan ke Inggris pada tahun 1066 dengan membawa sekitar 300 kapal dan ribuan prajurit. Harald dibantu oleh adik kandung dari Harold yang bernama Tostig Godwinson yang membelot dari kakaknya sendiri. Pada mulanya, Haarald berhasil menaklukan York, kota terbesar di bagian Utara Inggris. Harold yang saat itu menunggu kedatangan William I di selatan Inggris mendengar kabar itu dan langsung membawa pasukannya menuju ke Stamford Bridge untuk menghalau laju Pasukan Haarald. Pada akhirnya Haarald mengalami kekalahan dan tewas di Stamford Bridge yang sekaligus mengakhiri mimpi Bangsa Viking untuk sekali lagi menaklukan Inggris seperti nenek moyang mereka yang terdahulu. Harold pulang ke London dengan kelelahan hanya untuk mendengar dari bawahannya jika William sudah berhasil menyeberangi selat Inggris dan saat itu sudah berlabuh di Pevensie.

Harold sekali lagi membawa pasukannya yang lelah karena baru saja menghadapi Haarald di Utara untuk menghadapi William dan Pasukan Normandia. Mereka bertemu di Hastings pada Oktober 1066. Pada pertempuran itu, Harold Godwinson dan Pasukan Inggris lainnya mengalami kekalahan telak dan Harold sendiri pun tewas dalam pertempuran. dengan kemenangan ini, William resmi naik menjadi raja Inggris dengan gelar William I sekaligus mengakhiri dominasi Anglo-Saxon di tanah Inggris.

Budaya Inggris sendiri termasuk bahasanya mulai berubah ketika Bangsa Norman memerintah di tanah Inggris yang dimana banyak pengaruh dari Prancis masuk ke Inggris saat itu. Para penguasa dari Normadia itu menyebut diri mereka sebagai Anglo Norman dan mulai memperkenalkan dialek Norman French serta mengenalkan kebudayaan – kebudayaan baru seperti misalnya membangun Kastil dan Gereja. Bahasa Anglo-Norman sendiri juga memiliki kemiripan dengan Bahasa Latin dan dipakai di pemerintahan sampai awal abad ke 14 dan kebanyakan bahasa ini dipakai oleh orang – orang dari golongan kelas atas di Inggris.

Perang 100 tahun antara Inggris dan Prancis (1337 – 1453) menjadi titik balik di gunakannya kembali bahasa Inggris dan dilarangnya bahasa Anglo Norman yang sangat berbau Prancis. Disinilah Middle English menjadi sangat populer dan orang – orang Normandia yang tinggal di Inggris mulai memutuskan hubungan dengan nenek moyang mereka di Prancis dan menganggap jika mereka adalah Orang Inggris. Kejadian lainnya yang terjadi di zaman Middle English ini adalah Wabah Hitam dan juga Pemberontakan Petani yang dipimpin oleh Wat Tyler. Pada masa ini pula sistem parlemen di Inggris mulai di perkenalkan oleh Simon De Montfort pada 20 Januari 1265 yang terdiri dari 23 tokoh terkemuka, 120 Pemuka agama, 2 Ksatria dari tiap County , 2 penduduk biasa dari setiap kota, dan 4 orang dari setiap Konfederasi Pelabuhan Cinque.

Perkembangan Middle English dan Penerapannya

Selama masa Middle English, Bahasa Latin menjadi bahasa yang sangat mempengaruhi daftar vocabulary bahasa Inggris ditambah dengan kata – kata pinjaman dari hasil asimiliasi antara Old English dan Old Norse juga begitu menonjol dalam tata bahasa Middle English. Tetapi diantara semua bahasa itu yang paling berpengaruh adalah Bahasa Prancis. Middle English menunjukan pengaruh idiom – idiom serta grammar Prancis yang sangat kuat yang membuat Bahasa Inggris memiliki tampilan baru. Middle English juga memperkenalkan banyak simbol – simbol konsonan baru. Banyak kata – kata serapan dari Norman yang diadopsi ke Bahasa Inggris seperti Citizen (citaeseyn), portion (porcioun), atau plenty (plente) dan juga Pengejaan dari kata – kata Middle English juga berbeda dari Old English.

image

image

Pada masa ini juga, istilah β€˜ London Standard β€˜ juga mulai berkembang. London Standard muncul sebagai upaya standardisasi dari banyaknya dialek – dialek yang berkembang di Masa Middle English yang terbagi dalam beberapa wilayah seperti wilayah Northern yang berasosiasi dengan dialek Northumbrian, wilayah Midlands yang terbagi menjadi West Midland dan East Midland yang berasosiasi dengan dialek Mercian, dan terakhir merupakan wilayan Southern yang menganut dialek West Saxon dan sedikit Kentish. London Standard sendiri mulai pesat digunakan pada akhir abad ke-15 Masehi dan menjadi fondasi dari Bahasa Inggris modern.

Middle English merupakan periode dimana karya sastra berkembang dengan sangat pesat. Sastrawan – sastrawan terkenal seperti Geoffrey Chaucer, penulis dari β€˜ The Canterbury Tales β€˜, Sir Arthur Malory yang menulis β€˜ Morte D’Arthur β€˜, dan juga beberapa penulis lainnya seperti Richard Rolled an Walter Hilton. Pada masa ini juga kredibilitas dari Gereja Katolik dipertanyakan oleh pemikir seperti John Wycliffe yang mempopulerkan gerakan Lollardy dan juga melakukan penenerjemahan terhadap alkitab ke Bahasa Inggris.

Periode Modern English (1500 – sekarang)

Untuk bagian Modern English, terdapat beberapa pembagian periode yang menyertainya. Periode pertama adalah Early Modern English (1500 – 1800) dan yang kedua adalah Late Modern English (1800 – sekarang). Periode Modern English sendiri mulai berkembang pada masa awal Renaissance berkembang di seluruh Eropa terutamanya ketika Johan Guttenberg menemukan mesin cetak.

Early Modern English (1500 – 1800 )

Sejarah

Pada masa ini Inggris dan seluruh bagian Eropa lainnya mengalami apa yang disebut sebagai periode Renaissance atau abad pencerahan. Inggris di bawah pemerintahan Raja Henry VIII memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma dan membentuk Gereja sendiri yang disebut sebagai Gereja Anglikan yang dimana Raja Henry VIII menjadi penguasa tertinggi-nya. Inggris mengalami puncak kejayaan di masa pemerintahan Ratu Elizabeth I (1558 – 1601) yang dimana Inggris berhasil memenangkan perang besar atas Spanyol di bawah pimpinan Charles V pada 1588 dan memulai ekspansi Samudra mereka seperti negara – negara Eropa lainnya. Inggris berhasil mendarat di Kalkutta, India dan mendirikan Perusahaan Dagang East India Company.

Pada awal abad 17, Bangsa Inggris memulai kolonisasi mereka di Amerika tepatnya pada tahun 1607 di Jamestown, Virginia dan pada 1619, Inggris mulai melakukan perdagangan budak trans-atlantik. Pada tahun 1642, Inggris mengalami perang saudara yang hebat antara kubu Roundhead yang dipimpin oleh Parlemen Inggris melawan Cavaliers yang merupakan para pendukung Raja yang mengakibatkan Charles II digulingkan dari takhta dan pemerintahan sempat dipegang oleh Oliver Cromwell dan anaknya sebelum restorasi takhta Charles II pada tahun 1660. Selanjutnya, pada 1688, Inggris mengalami apa yang disebut sebagai Revolusi Agung yang menghasilkan keputusan yang membuat Parlemen lebih kuat dari monarki.

Pada tahun 1702, koran mulai beredar di seluruh Inggris dan isinya sangat berpengaruh terhadap opini publik pada suatu isu tertentu dan pada 1788, Bangsa Inggris mulai menghuni benua Australia.

Perkembangan Early Modern English dan Penerapannya

Pada masa awal Modern English, banyak sekali kata – kata baru dalam Vocabulary Inggris yang ditemukan. Karena literasi semakin meningkat dan tingkat mobilitas manusia saat itu sudah semakin tinggi, membuat banyak penemuan – penemuan akan hal baru yang tentu saja memerlukan istilah dan kata –kata baru yang merekadapat dari berinteraksi dari pengguna bahasa lain di dunia dan melakukan banyak peminjaman kata (loan words). Bahasa – Bahasa saduran dari Keltik dan Skandinavia juga masih mendominasi di zaman ini ditambah dengan varian baru dari Bahasa Italia dan Bahasa Jerman modern (baik tinggi maupun rendah), serta sebagian kecilnya mendapat pengaruh dari bahasa – bahasa di Asia, Australasia, Africa, Eropa Timur, Asia Kecil, dan Amerika. Pada masa ini juga penyebaran Bahasa Inggris ke daerah koloni di Inggris mulai gencar dilakukan terutama pada koloni – koloni besar di Amerika, Kanada, dan Australia.

Penduduk di Koloni Amerika pun juga mulai mengembangakan bahasa Inggris versi mereka sendiri dan pada masa ini jugalah, muncul banyak inovasi – inovasi dalam hal pengejaan dan konservasi penyebutan dalam bahasa Inggris. Selain itu ada juga The Great Vowel Shift yang di dimana di era Modern English awal, semua vowel panjang mengalami proses shifting.

Pada masa ini juga, muncul beberapa sastrawan terkenal dari berbagai periode seperti William Shakespeare, John Donne, Ben Johnson, Edmund Spenser, dan Christopher Marlowe dari abad 16. Lalu ada Joseph Addison, Richard Lovelace, dan Alexander Pope dari abad 17, dan William Wodsworth, Samuel Taylor Coleridge, Percy Byssche Shelley, Charlotte Bronte, Emily Bronte, dan Lord Byron dari abad 18. Berbagai genre sastra seperti cerita pendek, puisi, drama, dan novel banyak berkembang di zaman ini. bahkan novel Inggris modern pertama yang berjudul β€˜ Robinson Crusoe β€˜ karangan Daniel Defoe juga diterbitkan di era ini. Selain itu, kamus juga mulai ditemukan di zaman ini, Kamus Inggris pertama di dunia yang berjudul Cawdrey’s Table Alphabeticall karangan Robert Cawdrey diterbitkan pada tahun 1604 dan memiliki sekitar 3000 kosakata beserta penjelasannya dan setelah itu banyak versi kamus berbahasa Inggris yang diterbitkan setelahnya dan β€˜ A Dictionary of The English Language β€˜ karangan Samuel Johnson dianggap sebagai salah satu kamus bahasa Inggris terbaik di dunia. Selain kamus, ada juga penerbitan alkitab versi Raja James I pada tahun 1611 yang juga menjadi pengaruh dalam perkembangan literasi – literasi berbahasa Inggris.

Late Modern English (1800 – sekarang)

Sejarah

Pada masa ini Bahasa Inggris sudah di ekspor ke seluruh dunia melalui kolonisasi yang dilakukan oleh Kerajaan Inggris di koloni – koloninya seperti di India, Kanada, dan Australia. Kemerdekaan Amerika Serikat dari Inggris pada tahun 1776 juga membuat bahasa Inggris semakin tersebar luas. Inggris di akhir abad 19 juga mengalami periode kejayaan yang disebut sebagai Victorian Era di bawah kepemimpinan Ratu Victoria dan Inggris mengalami era industrialisasi paling maju di masanya sehingga pada awal abad 20, Inggris tercatat menguasai ΒΌ dunia dan salah satu pengaruhnya adalah bahasa Inggris yang tersebar luas.

Braj Kahru mengungkapkan ada tiga jenis dari penutur bahasa Inggris di era modern. Yang pertama adalah native speaker yang tinggal di negara – negara yang menjadikan Inggris sebagai bahasa utama seperti Amerika, Inggris, Kanada, dan Australia. Yang kedua adalah penutur Bahasa Inggris yang tinggal di negara – negara yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua selain bahasa utama masing – masing negara seperti contohnya India, dan yang terakhir adalah para penutur bahasa Inggris yang tinggal di negara – negara yang tidak menjadika bahasa Inggris sebagai bahasa utama atau bahasa kedua tetapi digunakan untuk waktu – waktu tertentu.

Pada masa paruh kedua abad dua puluh, Inggris mulai kehilangan wilayah koloninya akibat Perang Dunia Pertama dan Perang Dunia Kedua dan juga Amerika Serikat sebagai salah satu penutur bahasa Inggris terbesar dan mantan koloni dari Inggris mulai menunjukan kekuatan adidaya mereka terutama saat Perang Dingin dengan Uni Soviet. Perang Dunia dua juga menumbuhkan persaudaraan antara Inggris dan Amerika Serikat.

Perkembangan Late Modern English dan Penerapannya

Pada masa ini perkembangan kosa kata Bahasa Inggris masih terus berlanjut sampai sekarang dan jumlah penutur bahasa Inggris di seluruh dunia mungkin sudah mencapai lebih dari satu milyar manusia. Bahasa Inggris juga berkembang dalam berbagai varian dan aksen yang dapat ditemukan di seluruh dunia yang kebanyakan berasal dari negara – negara yang dulunya bekas jajahan Inggris seperti India, Singapura, dan lain sebagainya. Pada masa Late modern English tak terhitung banyaknya jumlah penulis, novelis, pembuat puisi, dan pembuat drama terkenal yang lahir dan berkarya di zaman ini. ditambah dengan perkembangan teknologi seperi Televisi, Radio, dan Internet juga mempengaruhi bagaimana bahasa Inggris dapat terus tersebar di seluruh dunia dan menjadi bahasa internasional.

Sumber :

  1. Riccio, E., F. (2004). History of The English Language. New York University Press.
  2. Algeo, J. (2010). The Origins and Development of The English Language : Sixth Edition. Wadsworth Publishing.

Mungkin anda juga bisa coba - coba juga nih mengenali bahasa Inggris jadul sebelum era modern seperti Old English dan Middle English karena aksen Keduanya juga unik banget dan kalo ngomongin soal aksen Scottish, mereka ini unik soalnya, buat pemula kalau dengerin mereka ngomong bahasa Inggris pake aksen scottish rasanya malah ga nangkep mereka ngomong apa hahaha…

bisa kunjungi referensi topik saya ya mengenai middle english dan old english di link berikut :

Dan ini link kocak orang ngomong bahasa inggris pake scottish accent di serial Burnistoun :