© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apakah yang dimaksud Propaganda Politik?

Propaganda merupakan komunikasi yang digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin menciptakan partisipasi aktif dalam tindakan-tindakan suatu masa yang terdiri dari individu-individu, dipersatukan secarapsikologis melalui manipulasi psikologis dan digabungkan dalam suatu organisasi.

Secara sederhana, pengertian propaganda dapat dimaknai sebagai usaha untuk mempengaruhi pendapat, ideologi atau perilaku masyarakat. Tujuan dari propaganda adalah mengubah perilaku masyarakat atau orang lain sehingga bertindak dan berpikir sesuai dengan keinginan si propagandis (orang yang melakukan propaganda).

Haketanya, suatu propaganda tidaklah selalu memiliki konotasi negatif. Propaganda juga bisa bertujuan positif. Dalam kehidupan sehari-hari secara tidak sadar kita sering dipropaganda, entah melalui individu secara langsung atau lewat media massa.

Menurut pendapat pakar komunikasi Harold Laswell, pengertian propaganda adalah teknik untuk mempengaruhi kegiatan manusia dengan memanipulasikan representasinya. Ditambahkan pula menurutnya bahwa propaganda adalah kontrol opini yang dilakukan melalui simbol-simbol yang mempunyai arti, atau menyampaikan pendapat kongkrit dan akurat melalui sebuah cerita, rumor dan bentuk-bentuk lain dalam komunikasi sosial.

Jacques Ellul, seorang filosof dan sosiolog prancis mengemukakan pengertian propaganda adalah komunikasi yang digunakan oleh suatu kelompok terorganisasi yang ingin ingin menciptakan partisipasi aktif atau pasif dalam tindakan massa yang terdiri atas individu dan dipersatukan secara psikologis melalui manipulasinya dan digabungkan dalam suatu organisasi (Nimmo, 1989).

Pengertian lainnya, propaganda adalah kegiatan persuasif untuk mempengaruhi seseorang atau orang banyak dalam bentuk individu atau kelompok, dalam kehidupan masyarakat atau negara dengan dasar-dasar psikologis agar menerima ide, gagasan ideologi, hasil penemuan baru, konsep-konsep politik atau suatu hal yang belum diterima dan belum dianggap bermanfaat untuk kemudian bertingkah laku sesuai dengan apa yang diharapkan oleh propagandis (Sumarno, 1989).

Beberapa teknik propaganda yang umum dilakukan antara lain :

  • Penjulukan (Name Calling)
    Teknik ini merupakan teknik propaganda dengan cara memberikan sebuah ide atau label yang buruk kepada orang, gagasan, objek agar orang menolak sesuatu tanpa menguji kenyataannya. Pemberian label buruk tersebut bertujuan untuk menjatuhkan atau menurunkan kewibawaan seseorang atau kelompok tertentu.

    Contohnya: ketika Joko Widodo resmi menjadi presiden Indonesia. Jokowi disebut lawan politiknya sebagai “Presiden Boneka” yang dikendalikan oleh Megawati dan antek asing. Contoh lainnya: menuduh saingan atau lawan pemilihan sebagai ‘penjahat’. Teknik name calling amat sering dijumpai di kehidupan sehari-hari.

  • Iming-Iming (Glittering Generalities)
    Teknik propaganda ini menggunakan ‘kata yang baik’ untuk melukiskan sesuatu agar mendapat dukungan, tanpa menyelidiki ketepatan asosiasi itu. Teknik propaganda ini digunakan untuk menonjolkan propagandis dengan mengidentifikasi dirinya dengan segala apa yang serba luhur dan agung.

    Contoh: Di saat Amerika Serikat merencanakan serangan militer ke Irak, Amerika Serikat menyebutnya sebagai suatu misi kemanusiaan untuk membebaskan manusia dari teror senjata pemusnah massal.

  • TeknikTransfer
    Teknik propaganda ini mencakup kekuasaan, sanksi dan pengaruh sesuatu yang lebih dihormati serta dipuja dari hal lain agar membuat “sesuatu” lebih dapat diterima. Teknik propaganda transfer bisa digunakan dengan memanfaatkan pengaruh seseorang atau tokoh yang paling dikagumi dan berkharisma dalam lingkungan tertentu dengan mengidentifikasi suatu maksud menggunakan lambang autoritas, misalnya “Pilih Kembali Mega di Pilpres 2020”.

  • Merakyat
    Merupakan salah satu teknik propaganda yang menggunakan pendekatan oleh seseorang untuk menunjukkan dirinya rendah hati dan empati, imbauan yang mengatakan bahwa pembicara berpihak kepada khalayak dalam usaha bersama yang kolaboratif.

    Contoh: “saya salah seorang dari anda, hanya rakyat biasa.

  • Kesaksian (Testimonials)
    Testimonial berupa ucapan-ucapan orang yang dihormati atau dibenci untuk mempromosikan atau meremehkan suatu maksud. Kita mengenalnya dalam dukungan politik.

    Contohnya: dalam masa-masa kampanye pilpres yang lalu, Anies Baswedan dan Quraish Shihab memberikan dukungan mereka saat itu untuk calon Presiden Indonesia, Joko Widodo dengan memberikan pernyataan kesaksian.

Propaganda (dari bahasa Latin modern: propagare yang berarti mengembangkan atau memekarkan) adalah rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang. Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya.

Propaganda kadang menyampaikan pesan yang benar, namun seringkali menyesatkan di mana umumnya isi propaganda hanya menyampaikan fakta-fakta pilihan yang dapat menghasilkan pengaruh tertentu, atau lebih menghasilkan reaksi emosional daripada reaksi rasional. Tujuannya adalah untuk mengubah pikiran kognitif narasi subjek dalam kelompok sasaran untuk kepentingan tertentu.

Propaganda adalah sebuah upaya disengaja dan sistematis untuk membentuk persepsi, memanipulasi alam pikiran atau kognisi, dan memengaruhi langsung perilaku agar memberikan respon sesuai yang dikehendaki pelaku propaganda.

Sebagai komunikasi satu ke banyak orang (one-to-many), propaganda memisahkan komunikator dari komunikannya. Namun menurut Ellul, komunikator dalam propaganda sebenarnya merupakan wakil dari organisasi yang berusaha melakukan pengontrolan terhadap masyarakat komunikannya. Sehingga dapat disimpulkan, komunikator dalam propaganda adalah seorang yang ahli dalam teknik penguasaan atau kontrol sosial. Dengan berbagai macam teknis, setiap penguasa negara atau yang bercita-cita menjadi penguasa negara harus mempergunakan propaganda sebagai suatu mekanisme alat kontrol sosial.