Apakah yang dimaksud Partus Percobaan?

Partus percobaan

Partus percobaan adalah suatu kemajuan persalinan untuk memperoleh bukti tentang ada atau tidaknya disproporsi cephalopelvik.

Persalinan percobaan adalah untuk persalinan per vaginam pada wanita dengan panggul yang relatip sempit. Persalinan percobaan dilakukan hanya pada letak belakang kepala, jadi tidak dilakukan pada letak sungsang, letak dahi, letak muka atau kelainan letak lainnya.

Persalinan percobaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapatkan keyakinan bahwa persalinan tidak dapat berlangsung pervaginam atau setelah anak lahir pervaginam. Persalinan percobaan dikatakan berhasil kalau anak lahir pervaginam secara spontan atau dibantu dengan ekstraksi (forcepe atau vacum) dan anak serta ibu dalam keadaan baik (Kaufmann,E.I.,2006).

Prasyarat

  1. Bekas insisi tunggal yang melintang dan pada bagian servikal bawah uterus (low cervical transverse uterine incision)

  2. Indikasi untuk prosedur pertama bukan disproporsi

  3. Harapan akan kelahiran dan persalinan yang mudah (Kaufmann,E.I.,2006).

Pedoman penatalaksaan Persalinan percobaan (Trial of Labor)

  1. Harus ada staf dokter tersedia.

  2. Darah harus tersedia dan sudah dilakukan cross-matching.

  3. Ada monitoring fetal dan maternal baik secara elektronik maupun personal

  4. Trial of labor dilakukan terus sampai terjadi kelahiran pervaginam atau dikerjakannya seksio sesarea.

  5. Indikasi utama seksio sesarea adalah macetnya kemajuan persalinan, gawat janin, dan adanya kecurigaan rupture cicatrix dalam uterus.

  6. Oksitosin dapat digunakan untuk membantu persalinan pada kasus-kasus terpilih.

  7. Eksplorasi manual jaringan cicatrix dalam uterus harus dilakukan setelah kelahiran selesai (Kaufmann,E.I.,2006).