© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apakah yang dimaksud dengan Tawakkal?

Didalam ayat-ayat AlQuran, terdapat perintah-perintah Allah SWT agak kita selalu ber-tawakkal kepada Allah SWT. Berikut beberapa ayat-ayat yang memerintahkan kepada manusia untuk ber-tawakkal kepada Allah SWT :

QS. 'Ali `Imran [3] : 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

QS. An-Nisa’ [4] : 81

وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا۟ مِنْ عِندِكَ بَيَّتَ طَآئِفَةٌ مِّنْهُمْ غَيْرَ ٱلَّذِى تَقُولُ ۖ وَٱللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: “(Kewajiban kami hanyalah) taat”. Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.

QS. An-Naml [27] : 79

فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۖ إِنَّكَ عَلَى ٱلْحَقِّ ٱلْمُبِينِ

Sebab itu bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata.


Apakah arti dan makna dari tawakkal kepada Allah SWT ?

Berserah diri pada Tuhan, peneliti melihat adanya konsep berserah diri pada Tuhan dalam konteks agama Islam disebut Tawakal. Tawakal kepada Allah, menurut At-Tuwaijiri (2014), merupakan penyerahan diri kepada ketentuan dan keputusan Allah Ta’ala, dengan tetap melaksanakan semua perintah-perintahNya dan pasrah kepada-Nya di setiap keadaan disertai dengan usaha memutuskan semua hubungan hati kepada selain Allah Ta’ala.

Dalam bahasa lain, An-Nakhsyabi (Buhairi, 2012) mendefinisikan Tawakal kepada Allah sebgai memfokuskan badan dalah ubudiyah (menjalankan aktivitas dalam rangka penghambaan kepda Allah Ta’ala), menggantungkan hati dengan rububiyah (memasrahkan hati pada segala ketentuan/aturan Allah Ta’ala, ridha menjalani keputusan dan ketetapan Allah Ta’ala), menenangkan jiwa dengan kecukupan, bersyukur jika diberi nikmat dan bersabar jika tidak diberi.

Tawakal kepada Allah merupakan indikator penting keimanan (QS Al-Maidah [5]: 23) dan keislaman (QS Yunu [10]: 84-85) seseorang. Allah memerintahkan manusia untuk bertawakal kepada-Nya setelah berusaha dan mengerahkan semua kemampuan dan Allah mencintai orang yang bertawakal (QS Ali-Iimrah [3]: 159).

Secara etimologis, kata tawakal diambil dari bahasa Arab at-tawakkul dari kata wakala yang berarti menyerahkan atau mewakilkan. Didalam kamus besar bahasa Indonesia, tawakal berarti berserah kepada kehendak Allah SWT dengan segenap hati percaya kepada Allah SWT.

Secara terminologis berbagai definisi tawakal dikemukakan oleh utama’. Definisi tersebut antara lain :

  • Imam al-Ghazali mendefinisikan bahwa tawakal adalah menyandarkan diri kepada Allah tatkala menghadapi suatu kepentingan, bersandar kepadaNya dalam kesukaran, teguh hati tatkala ditimpa bencana disertai jiwa dan hati yang tenang

  • Ibnu Qoyyim al-Jauzi mengatakan bahwa tawal merupakan amalan dan ubudiyah (penghambaan) hati dengan menyandarkan segala sesuatu hanya kepada Allah SWT, tsqiah terhadapNya, berlindung hanya kepadaNya dan ridha atas sesuatu yang menimpa dirinya. Berdasarkan keyakinan bahwa Allah akan memberikannya segala kecukupan bagidirinya degan tetap melaksanakan faktor-faktor yang mengarahkannya pada sesuati yang dicarinya serta usaha keras untuk dapat memperolehnya.

  • Yusuf al-Qardhawi juga menjelaskan bahwa tawakal adalah memohon pertolongan, sedangkan penyerahan diri secara totalitas adalah satu bentuk ibadah.

  • Hamzah Ya’qub mengatakan bahwa tawakal adalah mempercayakan diri kepada Allah dalam melaksanakan suatu rencana, bersandar kepada kekuatanNya dalam melaksanakan suatu pekerjaan, berserah diri kepadaNya pada waktu menghadapi kesukaran.

Macam-macam Tawakal

Dilihat dari pengertian etimologis, yang mana pengertian tawakal adalah menyerahkan atau mewakilkan, tawakal dapat dibagi menjadi dua macam, yakni tawakal kepada Alah SWT dan tawakal kepada selain Alah.

Tawakal kepada Allah SWT
tawakal kepada Allah SWT dalam keadaan diri yang istiqamah serta dituntun dengan petunjuk Allah, serta bertauhid kepada Allah secara murni, dan konsisten terhadap agama Allah baik secara lahir maupun batin tanpa usaha untuk memberikan pengaruh kepada orang-orang lain. Dalam artian sikap tawakal hanya bertujuan memperbaiki dirinya sendiri tanpa melihat kepada orang lain.

  • Tawakal kepada selain Allah Tawakal kepada selain Allah terbagi menjadi dua macam, yaitu :
  1. Tawakal syirik, tawakal kepada selain Allah SWT dalam hal-hal yang tidak mampu dilakukan kecuali Allah

  2. Tawakal kepada selain Allah berkenan dengan perkara-perkara yang dimampui dan akan berhasil sesuai dugaannya.