Apakah yang dimaksud dengan Personaliti Politik (Political Personality)?

Secara umum dapat dikatakan bahwa political personality merupakan teori yang melihat konduite politik dari kepribadian yang ada pada diri pelaku politik (karakter).

Karena, karakter mencerminkan kepribadian perpolitikan seorang pemimpin di dalam mengambil keputusan sesuai dengan lingkungan perpolitikan yang dijalani oleh pemimpin tersebut. Dengan melihat pandangan Millon mengenai political personality, maka terdapat 8 attribute yang menjadi bagian dari penerapan political personality bagi seorang pemimpin dalam sebuah negara.

Kedelapan attribute tersebut yakni: Expressive Behavior, Interpersonal Conduct, Cognitive Style, Mood/Temperament, Self-Image.

Apakah yang dimaksud dengan Personaliti Politik (Political Personality) ?

Personality dapat didefenisikan sebagai berikut:

a complex pattern of deeply embedded psychological characteristics that are largely non conscious and not easily altered, expressing themselves automatically in almost every facet of functioning. Intrinsic and pervasive, these traits emerge from a complicated matrix of biological dispositions and experiential learning, and ultimately comprise and the individual’s distinctive pattern of perceiving, feeling, thinking, coping, and behaving”.

Berbicara mengenai personality maka yang harus diperhatikan, yakni perilaku individu. Lewin menekankan bahwa interaksi antarorang bisa dipahami lewat situasinya, seperti halnya memahami perilaku.

Terdapat kaitan yang erat antara personality and politic, di mana personality sebagai sebuah konsep pokok psikologi, ditempatkan oleh ilmuwan politik sebagai perilaku politik, biasanya lewat pengaruh dari pengalaman hidup seorang individu.

Perilaku politik dilihat dari bagaimana seorang pemimpin dalam memainkan motivasi politiknya. Kepribadian ini berdampak pada peran menyangkut perilaku politiknya, kaitan-kaitan antara kepribadian dan kognisi, serta dampak kepribadian pada interaksi makhluk politik melalui orang-orang yang ada di lingkungan politik.

Robert E.Lane, seorang peneliti politik Amerika dan psikologi politik, sekaligus seorang Professor Emeritus of Political Science at Yale University, mendefenisikan political personality, sebagai:

may be defined as the enduring, organized, dynamic response sets habitually aroused by political stimuli”.

Defenisi di atas, menyatakan enduring dimaksudkan pusat dari political personality. Di mana, bukan hanya respon untuk situasi yang sesaat, akan tetapi dalam berbicara mengenai political personality, maka akan berhadapan dengan pola pikir, emosi, dan cara bertindak dalam mengatasi berbagai situasi yang berbeda selama jangka waktu yang relatif lama, oleh youth, young adulthood, dan maturity. Hal ini berarti, bahwa pola-pola ini ditetapkan lebih awal, sehingga ekspresi dan gaya, mengungkapkan perbedaan dari waktu ke waktu. Ada perubahan mendasar dalam kepribadian pada usia yang relatif matang (maturity).

Menurut Robert E. Lane, konsep political personality terdiri atas 2 bagian, yaitu :

  • Pertama, konsep attitude, di mana konsep ini didefenisikan sebagai mental and neural response set. Kepribadian bukan merupakan sifat, akan tetapi lebih kepada kepribadian yang membentuk sikap dan bukan sebaliknya.

  • Kedua, konsep role, didefenisikan sebagai pola perilaku yang berkaitan dengan posisi tertentu dalam masyarakat. Pada prakteknya sangat sulit menentukan perbedaan antara peranan, dan kepribadian. Salah satu cara untuk membedakan antara kepribadian dan peranan, dengan mengamati orang dalam peran yang berbeda, misalnya ayah dan birokrat. Perilaku kepribadian dapat ditentukan dengan melihat tindakan peranan yang diambil tepat atau lebih buruk lagi, ketika telah menerima keyakinan dan nilai-nilai yang terkait dengan melakukan yang sesuai dengan peranan.

Secara konseptual, political personality, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  • memiliki asal-usul sebelumnya,
  • memiliki prinsip organisasi yang berbeda,
  • melampaui situasi atau posisi sosial,
  • lebih termotivasi secara internal atau otonom lingkungan.
  • menanggapi krisis yang berbeda dan konflik,
  • lebih istimewa atau individual daripada perilaku peran apapun (politik ).