Apakah yang dimaksud dengan berpikir algoritmik ?

berpikir secara algoritmik

Apa itu berpikir secara algoritmik, bagaimana kita bisa berpikir secara algoritmik, dan apa manfaatnya?

Sebelumnya Anda harus tahu, apa itu pemikiran komputasional? :thinking:

Pemikiran komputasional adalah proses berpikir dalam merumuskan suatu masalah kompleks dan mengekspresikan solusinya sedemikian rupa sehingga komputer atau mesin dapat berjalan dengan efektif. Pemikiran komputasional ini tidak hanya ada pada komputer saja, tetapi sesungguhnya otak manusia pun juga berpikir secara komputasional. Manusia tidak meniru cara kerja komputer melainkan sebaliknya, karena cara kerja komputer dirancang menyerupai bagaimana otak manusia bekerja. Berpikir secara komputasional memiliki beberapa strategi yaitu seperti mengatur data secara logis, memecah masalah menjadi beberapa bagian, menginterpretasikan pola, model dan perancangan, serta menerapkan algoritma

Berpikir secara komputasional memiliki banyak karakteristik, salah satunya adalah mengotomatisasi solusi melalui pemikiran algoritmik. Jika Anda memiliki suatu masalah baik itu yang kompleks atau tidak Anda dapat memecahkan masalah tersebut secara Algoritmik.

Apa yang dimaksut dengan pemikiran algoritmik?

Mungkin sebagian dari Anda masih asing dengan hal ini.

Pemikiran Algoritmik adalah cara untuk mendapatkan solusi melalui langkah-langkah logis yang disusun secara sistematis sehingga proses penyelesaian masalahpun lebih efisien. Jadi dengan berpikir algoritmik hidup Anda akan lebih efisien, Anda tidak perlu membuang tenaga dan waktu berlebihan untuk memecahkan suatu masalah.

Pemikiran algoritmik sangat dibutuhkan oleh setiap manusia karena sejatinya dalam melakukan apapun manusia pasti akan berpikir secara algoritmik walaupun tanpa disadari. Contoh sederhananya sebagai berikut,

“ayah menghidupkan mesin mobil lalu berangkat ke kantor melewati jalan mawar, jika jalan mawar macet maka ayah akan mengambil jalur memutar melalui jalan melati tetapi jika tidak maka ayah akan langsung sampai di kantor”

Berikut contoh melakukan penaftaran anggota perpustakaan secara sistematis

contoh-flowchart

Contoh lainnya adalah resep masakan ataupun prosedur penggunaan barang. Pemikiran secara algoritmik cenderung menggunakan otak kiri. Karena otak kiri bekerja secara sistematis.

Dengan berpikir secara algoritmik maka manusia akan dituntut untuk berpikir secara kritis, lebih banyak melakukan aksi daripada berbicara, dan dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika semakin banyak orang yang melaksanakan hal tersebut dalam segala hal yang ada di hidupnya. Lalu bagaimana cara memecahkan masalah secara algoritmik?

  1. Pecah masalah Anda menjadi bagian yang lebih kecil. Misalnya Anda harus menyiapkan sarapan untuk keluarga maka hal tersebut dapat dibagi menjadi menanak nasi, menggoreng ikan, dsbg.
  2. Temukan pola kerja yang efisien, misalnya sambil menunggu minyak panas Anda dapat mencuci beras.
  3. Lakukan step by step dengan benar. Misalnya saat menggoreng ikan hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memotong dan membersihkan ikan, lalu menyiapkan penggorengan, dan seterusnya.

:snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake::snowflake:

Banyak orang berpikir bahwa melakukan banyak hal itu baik dan terkesan rajin. Tapi ketahuilah melakukan banyak hal dengan tidak efisien hanya akan membuang-buang waktu Anda :weary:. Sebagian orang suka dengan masalah yang besar dan menantang, mereka memilih untuk memecahkan masalah tersebut tanpa harus membaginya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Tapi ketahuilah itu tidak benar. Jika Anda menyelesaikan masalah secara utuh, waktu Anda akan terbuang banyak, karena secara otomatis Anda akan melakukan analisis secara berkali-kali terhadap suatu permasalahan yang besar dan hal tersebut sangat menguras waktu.

Berpikir secara algoritmik perlu dilakukan secara berkala-kala agar Anda terbiasa. Jika konsep berpikir secara algoritmik sudah menancap Anda maka secara tidak sadar Anda akan melakukan setiap hal secara terstruktur dan efisien.

sumber :

-http://liviamyblog.blogspot.co.id/
-https://www.codingeek.com/puzzles/an-introduction-to-algorithmic-thinking-and-why-it-is-of-prime-importance/
-https://www.quora.com/What-reasons-are-there-to-learn-about-computer-algorithms-if-you-are-not-a-computer-scientist
-https://www.putragaluh.web.id/post/read/20/BERPIKIR_LOGIS_DENGAN_ALGORITMA.html
-https://en.wikipedia.org/wiki/Computational_thinking
-https://teachinglondoncomputing.org/resources/developing-computational-thinking/algorithmic-thinking/

Mungkin tidak asing bagi kita jika mendengar kata Computational Thinking, pasti yang terlintas dalam benak kita ialah ilmu komputer dan lain sebagainya yang berhubungan dengan IT. Dalam computational thinking sendiri terdapat beberapa komponen dan salah satunya adalah Algorithmic thinking.

Algorithmic thinking sendiri merupakan cara atau solusi untuk menyelesaikan suatu permasalah secara sistematis yang membantu kita memahami konsep dasar yang terkait kebenaran, termi-bangsa, efisiensi, determinisme, paralelisme ,dll. Sebenarnya cara berfikir seperti ini tidak hanya diterapkan dalam ilmu komputer saja namun juga di dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya seperti ketika seseorang ingin merebus air, ia akan berfikir bagaimana cara untuk merebus air. kemudian otak akan bekerja dan memberikan perintah atau langkah-langkah untuk merebus air secara sistematis dari mengambil panci lalu mengisinya dengan air mentah, kemudian menempatkannya diatas kompor lalu menyalakan kompor tersebut hingga air menjadi matang. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai Algorithmic Thinking…

activites-to-encourage-algorithmic-thinking-in-computer-science-4-638

Definisi Algorithmic Thinking

Pemikiran Algoritma adalah cara untuk mendapatkan solusi melalui definisi yang jelas tentang langkah-langkah yang diperlukan. Dalam literatur pemikiran algoritma didefinisikan secara berbeda. Akan tetapi, karena tujuan berikut ini maka definisi dirasa sudah cukup "Algoritma adalah metode untuk memecahkan masalah yang terdiri dari instruksi pasti ".

Merencanakan solusi terhadap masalah untuk memastikannya benar. Dengan menggunakan pemikiran komputasi dan dekomposisi, kita dapat memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan kemudian kita dapat merencanakan bagaimana mereka cocok kembali bersama dalam urutan yang sesuai untuk memecahkan masalah. Algoritma harus jelas. Harus memiliki titik awal, titik akhir dan satu set instruksi yang jelas di antaranya.

Manfaat Algorithmic Thinking

Pemikiran algoritma tidak hanya bermanfaat membantu kita untuk lebih mudah menyelesaikan sebuah masalah, tetapi juga berdampak pada diri individu masing - masing. Seseorang dapat berfikir dengan kritis dan logis jika dihadapkan dengan suatu permasalahan. Selain itu, seseorang akan memiliki beberapa kemampuan, yaitu :

a) Kemampuan untuk menganalisa masalah yang diberikan.
b) Kemampuan untuk menentukan suatu masalah secara tepat.
c) Kemampuan untuk menemukan tindakan dasar.
d) Kemampuan untuk membangun algoritma yang benar untuk masalah yang diberikan dengan menggunakan dasar tindakan.
e) Kemampuan untuk memikirkan semua kemungkinan kasus khusus dan normal dari sebuah masalah.
f) Kemampuan untuk meningkatkan efisiensi suatu algoritma.

Selain kemampuan – kemampuan diatas, seseorang yang berfikir secara Algoritma juga akan lebih kreatif untuk memecahkan suatu masalah.

Peran Algorithmic Thinking

Teknik berfikir Algorithmic memiliki peran utama terutama dalam pemrogaman dan pembelajaran karena ini adalah kemampuan berpikir kritis, dan dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika semakin banyak orang mencoba mendekati masalah dengan cara ini. Masalahnya kita cenderung lebih suka menghafalkan daripada berfikir kritis secara Algorithmic.

Pada dasarnya, mereka yang telah mengabaikan fokus pada konseptualisasi masalah sebenarnya telah melewatkan banyak. Sekarang untuk setiap keterampilan, mereka harus mempelajarinya dan mempelajarinya kembali kemudian mengevaluasi kembali kapan pun ada perubahan.
berfikir kritis melibatkan permasalahan yang di dapat untuk dinilai dan meningkatkan kemampuan kita untuk memberikan analisis fakta dan fakta yang obyektif melalui logika dan rasionalitas, untuk mengambil sebuah keputusan.

Hal ini memungkinkan kita untuk dapat berada dalam situasi apa pun dan mengetahui logika sebenarnya. Dengan demikian, ini menumbuhkan pola pikir kita dengan belajar dari pengalaman baru melalui proses penilaian diri secara terus-menerus.

Cara Menumbuhkan Algorithmic thinking

Sebenarnya tidak ada cara khusus untuk kita bisa berfikir algoritmik. Untuk bisa berpikir secara algoritmik, kita perlu menyelesaikan banyak masalah secara berulang-ulang. Biasanya seseorang memiliki kemampuan alami untuk menyelesaikan masalah secara algoritma. Kita akan mengamati dan menganalisa permasalah yang ada kemudian memberikan sebuah solusi. Namun, solusi yang didapat belum tentu benar.

Oleh karena itu, cara untuk bisa berfikir algoritmik membutuhkan banyak latihan dengan mengadaptasi tingkat kesulitan dari yang mudah, lalu beralih ke yang lebih sulit hingga kita terjebak tidak dapat menyelesaikannya. Kemudian kita akan mempelajari kembali ke yang termudah hingga dapat menguasainya dengan baik. Semisal dihadapkan masalah yang rumit sekalipun, otak kita akan bekerja secara kritis dan dapat memberikan solusi penyelesaiannya secara sistematis dan benar.

Referensi :



http://www.veryshortintroductions.com/view/10.1093/actrade/9780198733461.001.0001/actrade-9780198733461-chapter-3

Computational thinking

Sebelum melangkah lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Computational thinking itu sendiri. “Computational Thinking is a problem-solving method that involves various techniques and strategies in order to solve problems that can be implemented by digital systems, such as organising data logically, breaking down problems into components, and the design and use of algorithms, patterns and models.” (Victorian Curriculum, 2016). Jadi, Computational thinking adalah salah satu metode pemecahan masalah yang menggunakan beberapa tekhnik dan strategi dengan maksud agar pemecahan masalah tersebut dapat diimplementasikan kedalam sistem digital, seperti mengatur data secara logis, memecah masalah menjadi beberapa bagian, dan dengan merancang dan menggunakan algoritma, pola dan model. Pada dasarnya, otak manusia juga melakukan yang namanya Computational Thinking ini, tetapi bukan berarti otak manusia meniru cara kerja komputer, sebaliknya komputerlah yang dari awal terus dikembangkan agar bisa berpikir layaknya otak manusia.

Automating Solutions

Apakah yang dimaksud dengan automating solutions ? Automating dalam bahasa indonesia diserap menjadi mengotomatisasi. Lantas, apakah arti dari mengotomatisasi ? Mengotomatisasi adalah cara untuk melakukan suatu hal secara kontinu secara efisien dan singkat. Jadi, mengotomatisasi solusi ialah cara untuk menemukan solusi solusi dari suatu permasalahan secara kontinu dengan lebih efisien. Bagaimanakah caranya ?

Automating Solutions via Computational Thinking

Nah, kita bisa mengefisiensikan kinerja otak kita dengan cara berpikir secara komputasional. Berpikir secara komputasional secara tidak langsung dapat membuat kita lebih teliti dan mempersingkat waktu pengerjaan sebuah masalah. Untuk itu, perlu kita sadari bahwasannya berpikir secara komputasional itu sangat dibutuhkan oleh seluruh aspek masyarakat. Berpikir secara komputasional juga dapat meningkatkan yang namanya kemampuan untuk menganalisa masalah, kemampuan untuk memutuskan sebuah tindakan, dan dapat meningkatkan kemampuan kita untuk mempertimbangkan semua dampak yang terjadi jika kita mengambil sebuah keputusan, serta dapat meningkatkan kreatifitas dalam menemukan suatu solusi dari suatu masalah.

Untuk berfikir secara komputasional, tidak memerlukan cara cara khusus. Untuk bisa berfikir secara komputasional, kita hanya perlu untuk membiasakannya, yaitu dengan cara menyelesaikan banyak masalah secara berulang ulang, yang secara tidak sadar dapat membuat kita terlatih dalam berfikir secara komputasional ini. Mulailah menyelesaikan masalah dari tingkat yang mudah, kemudian seiring berjalannya waktu, tingkatkanlah level masalah yang ingin diselesaikan. Dan lama kelamaan, kita akan mulai terbiasa dengan berfikir secara komputasional ini.

Biasanya, berfikir secara komputasional ini diterapkan oleh programmer. Mengapa ? karena dengan berfikir secara komputasional, mereka jadi bisa lebih teliti untuk mengerjakan projek mereka. Karena mereka lebih teliti, sehingga mereka juga bisa meminimalisir kesalahan yang akan terjadi sehingga secara otomati juga dapat mempersingkat waktu. Tidak hanya programmer atau komputer saja, berfikir secara komputasional juga digunakan oleh seluruh elemen masyarakat, seperti jika ingin memasak, mereka pasti akan berfikir terlebih dahulu apa yang akan mereka masak, kemudian menyiapkan bahan bahannya, peralatan, dan proses hingga masakannya jadi.

sumber :