Apakah tanamann toga dapat meningkatkan daya tahan tubuh, seehingga harus dikonsumsi saat pandemi?

Disaat pandemi seperti sekarang ini, banyak tenaga medis atau bagian kesehatan, hingga pemerintah menganjurkan untuk menjaga imunitas tubuh. Salah satu tindakan preventif yang di umumkan saat awal mula maraknya wabah COVID-19 adalah mengonsumsi tanaman obat keluarga (toga). Benarkah demikian, jika tanaman toga dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat menurunkan resiko tertular virus COVID-19?

5 Likes

Minyak jintan hitam mempunyai fungsi sebagai analgesik, antiinflamasi. Kandungan kimia dari minyak jinten hitam adalah thymoquinone (THQ), thymol (THY), oleh karena itu jinten hitam berkhasiat untuk mengaktifkan dan
membangkitkan imunitas sistem spesifik atau yang didapatkan secara langsung dengan
kemampuannya menaikkan kadar helper T cell, suppressor cell-t dan natural killer cell, yang semuanya merupakan limph cell yang khusus dan kadarnya mencapai 75 %. Dengan adanya kenaikan immunity system spesifik ini akan bekerja untuk mempertahankan homeostatis. Aktifitas limfosit ini tidak terlepas dari berbagai mediator kimiawi yang dihasilkan respons imun seperti interleukin 1 (IL-1) yang diproduksi oleh makrofag dan IL-2 yang dihasilkan oleh limfosit T helper yang teraktifasi.
Thymoquinon maka akan memacu peran limfosit B dan T, dimana limfosit T akan memacu pembentukan sel T helper, sel T supresor dan sel T cytotoxik untuk mefagositosis sel radang yang terjadi. Kedaan ini melibatkan peranan aktifitas limfosit T, sel NK, granulosit, makrofag, antibodi yang mempengaruhi produksi IL-1 yang mayoritas dihasilkan oleh sel-sel tersebut.

Sumber:
Ningtyas EAE. 2012. Aktivasi pemakaian jintan hitam (Nigella sativa) terhadap respons imun pada gigi yang mengalami inflamasi. Jurnal Kedokteran Gigi 9(1): 48-53.

Jintan hitam (Nigella sativa
Linn.) merupakan tanaman yang dapat merangsang dan memperkuat sistem imun tubuh manusia melalui peningkatan jumlah, mutu, danaktivitas sel–sel imun tubuh. Aktivitas biologis dan kandungan thymoquinone dari biji Nigella sativa Linn.memiliki kemampuan antioksidan, antiinflamasi,antikanker dan antimikroba.

Dari empat parameter yang diamati yaitu titer antibodi, hasil perhitungan sel leukosit, bobot relatif limfa, jumlah sel limfosit dan persentase kenaikan sel limfosit pada limfa mencit putih jantan, pemberian ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa Linn.) dapat meningkatkan antibodi yang merupakan sistem imun dapatan (non spesifik) dan jumlah sel leukosit yang merupakan sistem imun alamiah (spesifik).

pemberian ekstrak etanol biji jintan hitam (Nigella sativa Linn.) dapat meningkatkan titer antibodi pada dosis 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 200 mg/kgBB dan dapat meningkatkan jumlah limfosit, dan monosit sangat signifikan, menurunkan jumlah neutrofil segmen sangat signifikan,sedangkan sel eusinofil dan neutrofil batang tidak signifikan.

Sumber:
Marlinda L. 2015. Effectivity of Black Cumin Seeds Extract to Increase Phagocytosis. Journal Majority 4(3): 58-64.

2 Likes

Di saat pandemi seperti sekarang ini, selain melakukan physical distancing, kita juga dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi olahan dari tanaman toga. Salah satu tanaman toga yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh adalah kencur. Kencur dapat diolah menjadi minuman jamu, yaitu beras kencur. Olahan yang terbuat dari kencur ini mengandung banyak komposisi zat yang baik, antara lain pati, mineral, sineol, asam metil kanil dan penta dekaan, asam sinamat, borneol, paraeumarin, asam, anisat, alkaloid, dan masih banyak lagi. Olahan kencur yang dibuat jadi jamu beras kencur dipercaya baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, karena kencur juga mengandung antioksidan yang cukup tinggi. Selain itu, beras kencur juga mampu membersihkan racun pada tubuh, meningkatkan nafsu makan, juga mengurangi kolesterol jahat.

Referensi : (https://health.grid.id/tag/beras-kencur)

2 Likes

Melihat perkembangan penyebaran virus corona yang belum menunjukkan penurunan,

  1. Jahe Merah
    jahe merah bisa menjadi alternatif pilihan sebagai tanaman herba mencegah terinfeksi virus ini.

Tanaman jenis rimpang ini seringkali ditemui sebagai campuran minuman tradisional.

Manfaat yang terkandung dalam jahe merah mampu membantu penderita COVID-19 dalam proses pemulihan.

Jahe merah mengandung senyawa aktif (gingerol) yang dipercaya bisa melawan respiratory syncytial virus corona, yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan.

Selain itu, mengonsumsi jahe merah mampu meredakan gejala terinfeksi virus corona, seperti batuk. Anda akan merasakan sensasi hangat pada tenggorokan dari kandungan flavonoid.

  1. Kencur
    Olahan kencur yang mudah ditemui sebagai jamu adalah jamu beras kencur. Tanaman jenis rimpang ini menjadi satu di antara tanaman herba untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Kencur mampu menjaga kesehatan tubuh dari gangguan kesehatan.

Kencur memiliki sensasi hangat di tenggorokan ketika dikonsumsi. Rutin mengonsumsi olahan dari kencur mampu mengatasi gejala terinfeksi virus corona, seperti flu, batuk, dan sakit tenggorokan.

Akan ada efek stimulasi ketika mengonsumsi olahan kencur pada sistem retikuloendotelial yang merupakan jaringan pengikat retikular. Kencur mampu tingkatkan sel-sel spleen dan peritoneal yang berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh

  1. Cabe Merah
    Mungkin Anda mengenal cabe merah sebagai tambahan bumbu masakan. Padahal, cabe merah yang umum dikonsumsi masyarakat Indonesia mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Kandungan vitamin C dan zat besi pada jenis sayuran ini akan menghasilkan kolagen dalam pembentukan sistem imunitas yang kuat. Sifat antioksidan yang ada dalam cabe merah berfungsi sebagai pelindung bagi tubuh dari serangan radikal bebas.

Mengonsumsi cabe merah mampu mencegah gejala flu dengan kandungan askorbat yang ada di dalamnya.

  1. Daun Kelor
    Daun kelor selama ini dikenal masyarakat Indonesia sebagai tanaman herba untuk menangkal gangguan mistis. Namun, daun kelor juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.

Mungkin sebagian dari Anda telah mengetahui daun kelor dipercaya mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh untuk cegah terinfeksi virus corona.

Tanaman yang dijuluki ‘miracle tree’ oleh WHO ini memiliki kandungan asam amino dan sifat antioksidan yang penting bagi tubuh, yang berfungsi memperbaiki segala kerusakan pada jaringan akibat infeksi virus corona.

Sifat antibakteri yang ada dalam daun kelor mampu menghambat perkembangan mikroorganisme berbahaya bagi tubuh. Daun kelor memiliki kadar kalori yang rendah dan diminati pencinta obat herbal.

(Sumber : https://www.liputan6.com/bola/read/4220364/konsumsi-4-tanaman-herbal-ini-untuk-perkuat-imunitas-tubuh-hindari-virus-corona-covid-19)

1 Like

ya, benar sekali. pada kondisi pandemi sekarang ini tentunya kita harus menjaga imunitas tubuh kita. Selain menggunakan masker dan tindakan pencegahan lainnya. ada langkah yang meningkatkan imunitas tubuh kita yaitu dengan mengonsumsi jamu, seperti Kunyit. Empon-empon kuning cerah ini sering digunakan sebagai bumbu masakan khas Indonesia. Selain membuat makanan tambah lezat, kunyit juga mengobati banyak penyakit. Curcumin, yang merupakan senyawa utama

kunyit, memiliki potensi meningkatkan imunitas. Senyawa ini mengaktifkan sel darah putih dalam tubuh, yang pada gilirannya meningkatkan respons antibodi

2 Likes

Menurut saya benar, karena beberapa kandungan dari tanaman toga mampu meningkatkan imunitas tubuh kita dan membantu untuk mengurangi resiko terkena virus corona.
Sebagai contoh tanaman toga yang dapat meningkatkan imunitas tubuh kita yaitu,
Jahe merah:
Jahe merah mengandung senyawa aktif (gingerol) yang dipercaya bisa melawan respiratory syncytial virus corona, yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan.
Selain itu, mengonsumsi jahe merah mampu meredakan gejala terinfeksi virus corona, seperti batuk. Anda akan merasakan sensasi hangat pada tenggorokan dari kandungan flavonoid.
Kencur:
Rutin mengonsumsi olahan dari kencur mampu mengatasi gejala terinfeksi virus corona, seperti flu, batuk, dan sakit tenggorokan.
Akan ada efek stimulasi ketika mengonsumsi olahan kencur pada sistem retikuloendotelial yang merupakan jaringan pengikat retikular. Kencur mampu tingkatkan sel-sel spleen dan peritoneal yang berperan penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

2 Likes

Ya, menurut saya tanaman toga dapat membantu kekebalan tubuh. Apalagi saat kondisi sekarang ini, dimana dalam menghadapi virus Corona di harapkan tubuh kita memiliki imunitas yang tinggi. Seperti jahe, kunyit, sereh bahkan bawang putih pun mamapu menjaga daya tahan tubuh manusia dengan kasiat tanaman toga ini. Sehingga tidak heran, ketika pandemi banyak masyarakat yang mengolah tanaman toga ini menjadi berbagai macam olahan untuk dapat di konsumsi sehari-hari.

2 Likes

Benar, tanaman toga dapat meningkatkan imun tubuh. Berikut penjelasan mengenai tanaman kunyit kaitannya dengan kondisi pandemi.

Kurkumin merupakan senyawa metabolit bahan alam yang dapat diisolasi dari tanaman kunyit
atau tumeric (Curcuma longa L). Telah dilaporkan berbagai potensi terapeutik kurkumin dan
kurkuminoid (kurkumin dan turunannya) diantaranya sebagai antibiotik, antioksidan, antikanker, dan untuk penanganan penyakit Alzheimer. Kurkumin dan turunannya atau yang secara umum dikenal sebagai kurkuminoid juga terdapat pada temulawak, jahe dan tanaman sejenis.

Apakah kurkumin bisa membantu penyembuhan COVID-19?
Diketahui bahwa sejak epidemi SARS tahun 2003, reseptor SARS-CoV-2 adalah angiotensin-
converting enzyme 2 (ACE2). Ada ACE2 dapat berada dalam bentuk fixed (menempel di sel) dan ada pula yang soluble (tidak menempel pada sel).
Penelitian terhadap senyawa kurkumin dilaporkan
meningkatkan ACE2 pada hewan uji tikus, namun belum ada studi hubangan langsung dengan
infeksi virus corona. Manfaat kurkumin terhadap penyembuhan COVID-19 tentu masih memerlukan pembuktian melalui penelitian lanjutan.

Secara empiris, kandungan (multi) senyawa
kimia dari tanaman tersebut juga dinyatakan bermanfaat sebagai imunomodulator untuk menjaga
daya tahan tubuh. Dalam kaitannya dengan COVID-19, penggunaan tanaman tersebut baik secara tunggal maupun gabungannya bisa membantu dalam meningkatkan daya tahan tubuh sebagai imunomodulator.

sumber : fa.itb.ac.id

2 Likes

Menurut artikel yang sudah saya baca, tanaman toga memang benar memiliki kandungan yang sangat baik untuk meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat menurunkan resiko tertular virus Covid-19. Ada beberapa tanaman toga yang bisa mengurangi resiko tertular virus Covid-19, diantaranya:

  1. Jahe
    Selain untuk menghangatkan tubuh, jahe juga mampu membersihkan racun dan paru-paru. Infeksi korona yang terjadi pada paru-paru mengakibatkan adanya badai sitokin yang bisa ditanggulangi oleh tanaman-tanaman yang mengandung curcumin, salah satunya jahe. Menurut Perwakilan dari Pusat Penelitian Kimia LIPI, Adi Wira Septama, PhD., mengatakan bahwa jahe merah memang memiliki sejumlah kandungan dan zat yang telah terbukti mampu menjadi imunomodulator bagi tubuh manusia. Hal ini bisa digunakan untuk melindungi diri dari paparan virus Covid-19
  2. Serai
    Serai memiliki kandungan antiviral, antibakteri dan anticancerogenous yang mampu untuk mengatasi infeksi paru-paru. Selain itu, air rebusan serai dapat digunakan untuk mengeluarkan racun dari tubuh. Racun ini dikeluarkan dalam bentuk keringat.
  3. Kayu Manis
    kaya akan antioksidan dapat melindungi dan memperbaiki sel tubuh dari kerusakkan. Selain itu, kayu manis dapat mengobati infeksi saluran pernafasan. Bahkan, air rebusan kayu manis mengandung serat, kalsium dan mineral yang mampu meningkatkan imunitas tubuh
  4. Temulawak
    Temulawak memiliki khasiat untuk untuk membantu menurunkan peradangan pada paru-paru dan juga berfungsi sebagai antioksidan untuk tubuh. Menurut Menteri Kesehatan, Terawan, virus Corona lebih rentan menyerang orang dengan sistem imun yang lemah. Dengan rutin mengonsumsi temulawak, tubuh akan mendapatkan asupan kurkumin yang mampu membuat daya tahan tubuh meningkat. Jadi, virus Corona pun akan lebih sulit untuk menjangkit dan berkembang dalam tubuh.
  5. Kunyit
    Kunyit mengandung anti purulen dan juga anti inflamasi yang berguna untuk mengobati berbagai macam penyakit paru-paru. Selain itu kunyit juga sudah sedari dulu menjadi bahan baku untuk segala ramuan berbagai jenis penyakit. Kaitannya dengan COVID-19, penggunaan tanaman tersebut, baik secara tunggal maupun gabungannya, bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh sebagai imunomodulator.

Sumber:
IVA FACHMAWATI, SP. MM
DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI JAWA TIMUR

2 Likes

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, daun kelor bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, terutama di masa pandemi ini.

Kemenkes menyarankan untuk membuat ramuan daun kelor menggunakan 2 genggam daun kelor yang direbus dengan 2 cangkir air. Bagi orang dewasa dianjurkan minum dua kali sehari satu cangkir dan untuk anak-anak 2 kali sehari setengah cangkir.

Daun kelor mengandung potasium, kalsium, vitamin C, vitamin A, protein dan zat besi. Dengan manfaat yang besar ini, daun kelor sangat dianjurkan untuk dikonsumsi anak-anak dalam masa pertumbuhannya.

Namun, meskipun bisa meningkatkan imunitas tubuh, ramuan daun kelor ini bukan obat untuk Virus Corona. Jadi, masyarakat diimbau untuk tetap berupaya meningkatkan imunitas tubuh dengan makan-makanan bergizi, olahraga teratur, berjemur, dan istirahat yang cukup.

1 Like

Salah satu cara yang banyak dilakukan masyarakat untuk mencegah infeksi virus corona adalah dengan tanaman herbal. Sejauh ini sudah ada beberapa yang dianggap atau dipercaya bisa mencegah infeksi virus corona. Namun, belum semuanya diteliti kebenarannya secara ilmiah. Sejauh ini, obat-obat herbal yang diteliti terkait Covid-19 lebih bertujuan untuk melihat kemampuannya dalam meningkatkan sistem imun, bukan untuk benar-benar menyembuhkan.
Berikut ini tanaman herbal dan ramuan yang diklaim bisa bantu mencegah infeksi Covid-19:

  1. Jamu empon-empon
    Nama empon-empon tengah naik daun semenjak corona mulai merebak di Indonesia. Jamu tradisional asal Indonesia ini, memang sebenarnya sudah sejak lama dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Empon-empon sendiri sebenarnya merupakan kumpulan rempah yang terdiri dari jahe merah, temulawak, biang kunyit, kayu manis, dan sereh. Campuran tersebut dinilai bisa meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga tidak sedikit orang yang mengonsumsinya untuk mencegah tertular Covid-19. Tapi hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang bisa memastikan manfaat empon-empon untuk mencegah infeksi virus corona.

  2. Jeruk dan kulitnya
    Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI) belum lama ini melakukan penelitian gabungan untuk mengetahui komponen dari bahan herbal atau alami yang bisa melawan infeksi virus corona. Hasilnya, jeruk beserta kulitnya dianggap berpotensi untuk mengemban tugas tersebut. Kemampuan jeruk untuk melawan corona didapat dari kandungan flavonoid berjenis hesperidin di dalamnya. Hesperidin yang terdapat dalam kulit jeruk dianggap mampu memberikan perlindungan untuk tubuh dari serangan bakteri dan virus.

  3. Jambu biji
    Masih dari tim peneliti yang sama, tanaman yang selanjutnya dianggap berpotensi untuk dijadikan obat herbal penangkal corona adalah jambu biji. Sebab menurut para peneliti dari UI dan IPB tersebut, jambu biji memiliki komponen yang cukup lengkap untuk melawan infeksi virus corona. Senyawa tersebut antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin, dan myricetin. Namun karena penelitian ini belum pernah dilakukan langsung pada manusia, maka masih diperlukan waktu lebih lama untuk bisa memastikan kemampuan jambu biji tersebut.

  4. Daun kelor
    Penelitian gabungan tersebut rupanya tak hanya meneliti jeruk dan jambu biji, tapi juga daun kelor. Senyawa-senyawa yang dianggap bermanfaat untuk menangkan virus corona tersebut juga ada di daun yang memang sudah sering dijadikan obat herbal ini. Sebaiknya lebih lebih jika ingin menggunakan sebagai penangkal virus corona. Sebab, penelitian yang dilakukan masih dalam tahap awal.

Dr. Karlina menambahkan, cara mencegah infeksi virus corona yang saat ini paling benar dan sudah terbukti secara ilmiah adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Jika tidak ada air, minimal cucilah tangan dengan hand sanitizer. Selain itu, ia juga merekomendasikan penggunaan masker saat berpergian sekaligus untuk menjaga kebersihan. Ketika merasa sakit beristirahat di rumah, tidak bepergian, dan mengonsumsi makanan bergizi serta air putih. Lalu, hubungi dokter apabila kondisi tidak kunjung membaik.

Sumber: https://www.msn.com/id-id/gayahidup/berita/daun-kelor-dan-3-tanaman-herbal-untuk-bantu-cegah-infeksi-covid-19/ar-BB195Ghl

1 Like

Untuk menghindari covid-19, berbagai tindakan pencegahan telah dilakukan oleh masyarakat di Indonesia. Salah satu caranya dengan menjaga imunitas tubuh menggunakan tanaman Toga.

  1. Kencur

Kencur adalah salah satu tanaman herbal yang berguna untuk memperkuat sistem imunitas pada tubuh. kencur mampu meningkatkan sel-sel spleen dan peritoneal yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas pada tubuh guna mencegah virus corona covid-19.

  1. Jahe merah
    Kandungan senyawa aktif gingerol diklaim dapat melawan respiratory syncytial virus corona covid-19 yang dapat memperburuk kondisi orang yang terinfeksi.
    Mengonsumsi jahe merah dapat diandalkan untuk mengurangi gejala virus corona covid-19 seperti batuk dan flu dengan sensasi hangat yang dapat dirasakan di tenggorokan.

  2. Temulawak
    Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, mengonsumsi tanaman herbal yang satu ini secara rutin dapat mencegah masuknya sumber penyakit seperti virus corona covid-19 ke dalam tubuh.

  3. Daun Kelor
    Daun kelor berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan asam amino dan antioksidan yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu, daun kelor juga berfungsi untuk memperbaiki segala kerusakan yang dapat disebabkan oleh virus corona covid-19.
    Antioksidan dan kalori yang rendah pada daun kelor dipercaya sebagai penghambat perkembangan mikroorganisme atau patogen yang mengancam bagi tubuh.

Sumber : https://m.merdeka.com

1 Like

tanaman herbal dapat meningkatkan imunitas tubuh baik dikonsumsi secara langsung maupun dalam bentuk suplemen

Berikut contoh tanaman herbal pertama yang dapat meningkatkan imunitas tubuh adalah daun kelor. Selain dikenal untuk menangkal kekuatan mistis oleh masyarakat Indonesia, daun kelor ini juga dikenal memiliki berbagai macam manfaat yang baik bagi tubuh.

Daun kelor berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan asam amino dan antioksidan yang ada di dalamnya. Tidak hanya itu, daun kelor juga berfungsi untuk memperbaiki segala kerusakan yang dapat disebabkan oleh virus corona covid-19.

Antioksidan dan kalori yang rendah pada daun kelor dipercaya sebagai penghambat perkembangan mikroorganisme atau patogen yang mengancam bagi tubuh.

Jahe merupakan andalan masyarakat Indonesia untuk melegakan tenggorokan dan dapat membantu sistem pernapasan. Beberapa kandungan yang ada di dalamnya pun juga dipercaya dapat membantu memperkuat sistem imunitas untuk mencegah virus corona covid-19.

Kandungan senyawa aktif gingerol diklaim dapat melawan respiratory syncytial virus corona covid-19 yang dapat memperburuk kondisi orang yang terinfeksi.

Mengonsumsi jahe merah dapat diandalkan untuk mengurangi gejala virus corona covid-19 seperti batuk dan flu dengan sensasi hangat yang dapat dirasakan di tenggorokan.

Kencur adalah salah satu tanaman herbal yang berguna untuk memperkuat sistem imunitas pada tubuh. Tidak jauh berbeda dengan jahe, fungsi kencur ini juga dapat membantu sistem pernapasan agar tetap bekerja dengan baik.

Sumber : https://www.merdeka.com/trending/10-tanaman-herbal-bisa-perkuat-imunitas-tubuh-buat-hindari-virus-corona-covid-19-kln.html?page=5

Tanaman herbal dapat dikategorikan sebagai tanaman obat. Penggunaan obat-obatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dapat berasal dari bahan tanaman, hal ini sudah dikenal sejak lama sebagai obat-obatan herbal. Obat herbal adalah obat yang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti tumbuhan sebagai bahan dasar obat.

Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan pembuat obat herbal atau jamu adalah tanaman empon-empon. Jamu memiliki khasiat menyembuhkan penyakit maupun meningkatkan kesehatan tubuh.

Pengajar Farmakognosi Fitokimia dan Teknologi Bahan Alam, Fakultas Farmasi, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Liliek Hermanu, mengatakan jamu tradisional yang dibuat dari bahan empon-empon menjadi minuman wajib orangtua kita sejak dulu. Jamu memiliki khasiat menyembuhkan penyakit maupun meningkatkan kesehatan tubuh. Sehingga, jamu dapat menurunkan resiko tertular covid-19

sumber :
Iftitah, S. N., & Haryono, G. (2018). PENGKAJIAN BEBERAPA TANAMAN EMPON-EMPON DI DESA BALESARI KECAMATAN WINDUSARI KABUPATEN MAGELANG. VIGOR: JURNAL ILMU PERTANIAN TROPIKA DAN SUBTROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL AND SUBTROPICAL AGRICULTURAL SCIENCES) , 3 (1), 13-16.
www.mongabay.co.id/2020/04/18/lawan-corona-tingkatkan-imunitas-tubuh-dengan-empon-empon-dan-konsumsi-buah/amp/

Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengambangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Akhmad Saikhu, MSc. PH., menyampaikan ada sejumlah jenis tanaman herbal yang secara empiris dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga baik dikonsumsi guna mencegah berbagai penyakit, termasuk Covid-19.

  1. Pegagan
    Pegagan termasuk tanaman herbal yang bermanfaat sebagai imunomodulator pada penyakit yang membutuhkan pertahanan sistem imun seluler maupun humoral.

Selain itu, kandungan senyawa glikosida triterpenoid dan asiaticoside di dalam pegagan juga bisa mempercepat perbaikan sel-sel kulit dan meningkatkan daya tahan tubuh non spesifik.
2. Bawang putih
Bawang putih diketahui bisa menjaga kesehatan dengan cara mengatur hormon dan aliran darah
Bawang juga bisa membantu meningkatkan kekebalan tubuh karena mengandung allicin yang dapat menghancurkan bakteri dan infeksi.
3. Temulawak
Temulawak bisa meningkatkan daya tahan tubuh, menetralkan racun, dan menghilangkan nyeri.

Berkat kandungannya, temulawak juga memiliki sifat antibakteri dan bisa menncegah pelemakan dalam sel-sel hati antioksidan, lo.
4. Meniran (Phyllanthus niruri L.)
Ekstrak meniran di dalam dunia farmasi telah teruji secara klinis juga sebagai imunomodulator atau peningkat daya tahan tubuh.
5. Kunyit (Curcuma domestica Val)

Kunyit mengandung zat aktif seperti curcuminoide dan ukanon jenis A, B, C dan D yang berfungsi merangsang daya tahan tubuh kita,
6. Temu mangga (Curcuma mangga)

Tanaman herbal satu ini mempunyai aktivitas fagositosis terkuat dibandingkan empon-empon lain yang dikenal untuk meningkatka daya tahan tubuh.

Nah, itu dia beberapa tanaman herbal yang baik dan berguna untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

Bapak Akhmad mengungkapkan bahwa manfaat beberapa tanaman herbal tersebut telah teruji secara klinis.
Sumber : Kompas.com

Menurut saya benar karena dari beberapa penelitian pun sudah banyak yang membuktikan kandungan dari beberapa tanaman toga mampu untuk mencegah virus covid-19. Contohnya bisa diihat dari artikel yang ditulis oleh Ibu Titi Pudji Rahayu. M Farm., Apt (Dosen STIKES Muhammadiyah Gombong) dengan judul Kemanfaatan Tanaman Herbal dalam Pencegahan Virus Corona.

Kunyit ( Curcuma longa L ) dan beberapa tanaman empon empon mengandung senyawa metabolit bahan alam berupa kurkumin yang dilaporkan memiliki potensi terapeutik yang beragam seperti antibiotik, antiviral, antioksidan, antikanker, dan untuk penanganan penyakit alzheimer. Kurkumin (atau turunannya, yaitu kurkuminoid) juga terdapat pada temulawak, jahe,kencur dan tanaman sejenis. Selain senyawa kurkuminoid, terdapat puluhan senyawa kimia lain yang terkandung di dalam tanaman tersebut.

Berbagai penelitian farmakologi telah dilakukan sejak terjadi epidemi penyakit SARS pada tahun 2003. Reseptor yang berperan (SARS-CoV-2) adalah angiotensin converting enzyme 2 (ACE2). ACE2 dapat berada dalam bentuk fixed (menempel di sel) dan soluble (tidak menempel pada sel). Penelitian terhadap senyawa kurkumin (sebagai senyawa tunggal atau murni) dilaporkan meningkatkan ACE2 pada hewan uji tikus. Supaya keperluan terapi menggunakan kurkumin dapat tercapai, diharapkan banyak ACE2 yang bebas (Soluble) sehingga akan mencegah virus corona menempel pada sel, yang secara langsung akan mencegah terjadinya infeksi.
Secara empiris gabungan kandungan senyawa kimia dari tanaman tersebut bermanfaat sebagai imunomodulator untuk menjaga daya tahan tubuh.

Namun yang masih saya bingungkan, apakah terdapat batasan tertentu dalam mengonsumsi tanaman toga sehari-hari? Apakah tidak ada efek samping atau larangan konsumsi untuk penderita penyakit tertentu?

REFERENSI ARTIKEL :

  1.  Pari, L.: Tewas, D.: Eckel, J. Role of curcumin in health and disease.  *Arch.Physiol. Biochem* . 2008, 114, 127-149.
    
  2.  Propolis. 2020. Diambil dari www. Breyer.ind.br/apicultura/apicultura.propolis.htm.diakses 25 April, 2020.
    
  3.  Rachman, F., 2008, Aktivitas Antioksidan Ekstrak Tunggal dan Komninasinya dari Tanaman Curcuma spp. , Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, Vol. 6, No. 2, hal. 69-74.
    
  4.  Sumardi, M, 1992, Antioksidan: dan Rempah-rempah Indonesia, Disertasi, IPB.
    
  5.  Widjaja S. 1997, Antioksidan: Pertahanan tubuh terhadap efek oksidan dan radikal bebas. Majalah Ilmu Fakultas Kedokteran, USAKTI. 16 (1):1659-72.
 Pada masa pandemi Covid-19, ramuan warisan leluhur kembali populer di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah olahan jamu dari berbagai bahan herbal. Terutama jenis tanaman rimpang seperti jahe dan temulawak, yang dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
 Untuk gejala batuk, pilek dan demam, biasanya digunakan jintan hitam, cengkeh, kayu manis dan juga kapulaga. Semua bahan tersebut direbus dan diminum sari airnya. Meskipun ramuan herbal tersebut berasal dari nenek moyang, namun sudah banyak penelitian yang menyebutkan khasiat dari tanaman obat. Menurut Agoes (2010), Kapulaga memiliki beberapa khasiat diantaranya sebagai obat batuk dan dapat sebagai preventif pada tulang keropos. Selanjutnya, Sastroamidjojo (2001) mengatakan kapulaga juga berkhasiat untuk mengobati badan lemas, obat kejang perut besar karena flatulensi meteorismemus, stimulan dan reumatik.

Agoes A. 2010. Tanaman Obat Indonesia. Jakarta (ID): Salemba Medika.
Sastroamidjojo. 2001. Obat Asli Indonesia. Jakarta (ID): Dian Rakyat.

Menurut saya meningkatkan imunitas ditengah pandemi itu sangatlah penting bahkan amat penting. Kondisi daya tubuh juga dipengaruhi apa yang dikonsumsi. Kita bisa mengkonsumi minuman herbal dari tanaman obat seperti empon-empon. Empon-empon sendiri terdiri dari bahan-bahan seperti temulawak, jahe, kunyit kencur dll. Empon-empon sudah terbukti memiliki manfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh dan beragam manfaat lainnya.

Ada beberapa tanaman obat yang dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi ini, diantaranya :
1.Jahe Merah
Beberapa kandungan yang ada di dalamnya pun juga dipercaya dapat membantu memperkuat sistem imunitas untuk mencegah virus corona covid-19.
Kandungan senyawa aktif gingerol diklaim dapat melawan respiratory syncytial virus corona covid-19 yang dapat memperburuk kondisi orang yang terinfeksi.

Mengonsumsi jahe merah dapat diandalkan untuk mengurangi gejala virus corona covid-19 seperti batuk dan flu dengan sensasi hangat yang dapat dirasakan di tenggorokan.

2.Kencur
Dilansir pada Liputan6 kencur mampu meningkatkan sel-sel spleen dan peritoneal yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas pada tubuh guna mencegah virus corona covid-19.

3.Temulawak
Dengan kandungan antioksidan yang tinggi, mengonsumsi tanaman herbal yang satu ini secara rutin dapat mencegah masuknya sumber penyakit seperti virus corona covid-19 ke dalam tubuh.

4.Kunyit
Dengan tingginya kandungan antioksidan dan kurkumin pada kunyit, membuat tanaman herbal satu ini dapat menjadi andalan Anda untuk mencegah virus corona covid-19

Sumber :

selain diminum air rebusannya, daun kelor juga bisa diolah menjadi sayur bening atau tumisan. rasanya juga gak jauh berbeda dari sayur bening bayam, malah lebih segar menurut saya. selain itu, ternyata sudah banyak juga suplemen makanan dari ekstrak daun kelor dan tambahan vitamin serta nutrisi lain yang dijual dalam bentuk kapsul di apotek apotek. rata-rata klaim dari suplemen tersebut berfungsi untuk meningkatkan kekebalan, sebagai antioksidan dan sumber vitamin. semoga tambahan informasinya membantu :smiling_face_with_three_hearts: