Apakah suatu saat nanti menonton di bioskop akan ditinggalkan?

CS Records

Baru-baru ini Apple sedang mengusahakan membawa film-film terbaru ke genggaman penggunanya lebih cepat. Bahkan saat film masih tayang di bioskop sekali pun. Dengan aplikasi iTunes-nya, Apple akan semakin memanjakan pelanggannya dengan memberikan kemudahan menonton film-film terbaru.

Informasi ini didapat dari berita CNN Indonesia,

##Masa Depan Film Ada di Genggaman Tangan

Jakarta, CNN Indonesia – Kelak tak butuh waktu lama lagi untuk menonton film rilisan terbaru jika melewatkan kesempatan saat ia tayang di bioskop. Apple sedang mengusahakan membawa film-film terbaru ke genggaman penggunanya lebih cepat. Bahkan saat film masih tayang di bioskop sekali pun.

Menurut sumber Bloomberg yang dikutip The Verge, film-film itu nantinya akan tersedia di iTunes. Sampai saat ini kabarnya Apple sudah bertemu dengan beberapa studio besar penghasil film, seperti 20th Century Fox, Warner Bros, dan Universal Pictures. Mereka ingin membawa film-film bioskop ke tangan pengguna Apple hanya dua minggu setelah rilis.

Gebrakan itu akan membuat iTunes lebih menarik karena ia menjadi ‘toko serba ada’ untuk semua konten, melebihi Netflix atau Amazon. Selama ini Apple Music hanya punya 20 juta pelanggan. Jika punya konten film, penggunanya bisa bertambah berkali-kali lipat.

Namun di sisi lain, itu juga akan ‘menghancurkan’ bisnis bioskop. Selama ini saja, hubungan antara studio film dengan bioskop sudah tegang. Keduanya punya kepentingan bisnis. Tapi tak bisa dipungkiri, itu arah teknologi masa depan: film di genggaman tangan.

Jika gebrakan Apple itu sungguh terjadi, akan ada perubahan besar dalam industri. Selama ini, studio memberi hak eksklusif pada jaringan bioskop—terutama di Hollywood—untuk menayangkan film selama setidaknya 90 hari. Tapi penjualan bioskop stagnan bahkan menurun.

Untuk itu, wajar jika studio mencari alternatif penjualan lain. Salah satunya seperti yang disampaikan Sean Parker dari Napster. Dalam diskusi panel di CinemaCon tahun ini ia menyebut soal Screening Room. Layanan streaming bisa menawarkan kepada pelanggan mereka yang ingin menonton film layar lebar, dengan membayar US$50 sekali tonton eksklusif.

Ide itu sepertinya ingin diterapkan Apple. Tentu saja itu tidak membuat bioskop senang. Contohnya, saat Paramount Pictures memutuskan merilis Video on Demand untuk Paranormal Activity: The Ghost Dimension hanya setelah 17 hari penayangan. Kejadian beberapa waktu lalu itu membuat jaringan teater memboikot tak menayangkan Paranormal Activity itu.

Netflix—yang juga menjadi produsen film—pun hanya bisa menayangkan Beasts of No Nation di teater independen, bukan jaringan, karena layanan streaming itu memutuskan merilis film yang sama di hari yang sama dalam layanan mereka. Meskipun, film itu tetap laris manis.

Namun rilis film lebih cepat ke penonton, di sisi lain bisa menanggulangi pembajakan. Lebih ceoat film sampai ke tangan, lebih sedikit yang menyabotasenya. Apalagi iTunes sudah membuat kontennya terenkripsi. Meskipun, bukan tidak mungkin ada hacker yang menyelundup.

Jika sudah begini, masa depan film terbaca, maka bioskop harus pintar-pintar cari akal. (rsa)

Bagaimana pendapat anda ?

1 Like

Menurut saya berdasarkahan hal tersebut seharusnya pihak produksi film tidak mau / menolak kerjasama dari Apple karena akan bardampak pada banyak hal. Selain itu menurut saya bioskop akan tetap ramai karena menonton film dibioskop memiliki daya tarik tersendiri. Penonton diboskop akan lebih merasakan sensaninya karena melihat film dengan layar yang sebesar itu, kemudian suara sound yang jelas dan menggelegar akan membuat penonton terbawa suasana di dalam film.
Untuk masalah Apple yang akan membawa film-film terbaru ke genggaman penggunanya, sebaiknya kita tunggu bersama dimasa yang akan datang, terimakasih

1 Like

Menurut saya semua ini adalah ketergantungan dari orangnya sebab ada orang yang lebih memilih pergi ke bioskop karena suaranya menggelegar, screen nya lebih besar di banding dari apple dan sensasinya lebih dapat seperti yang sudah di katakan oleh mas Ferdinan dan juga ada orang yang malas untuk pergi ke bioskop, hemat uang untuk keperluan sehari - hari karena membayar tiket masuk bioskop itu tidaklah murah, Untuk orang yang malas dan hemat seperti itu mereka memilih untuk menonton dari hape sebab menonton film di hape tidak seterusnya bayar ada applikasi streaming contoh seperti youtube yang dapat di gunakan untuk menonton movie dari hape.

Yup, memang nonton film di bioskop mempunyai sensasi tersendiri, yang tidak ditemukan di tempat lain.

Salah satu hal, dan terpenting, ketika nonton film di bioskop adalah karena kita bisa lebih fokus dalam menonton. Tidak terganggu oleh gangguan-gangguan yang lain.

Bahkan smartphone saja tidak kita aktifkan… Kadang jengkel juga kalau ada penonton lain menggunakan smartphone di bioskop :smiley:

Tapi saat ini saya lebih selektif menonton film di bioskop. Hanya film2 yang khusus (membutuhkan kosentrasi atau box office). Selain dari itu, cukup menonton film di rumah.

Beda dengan dulu, ketika kita hanya bisa menonton film terbaru hanya melalui Bioskop.

Terlalu lama kalau harus nunggu film tersebut diputar di Televisi :grin::joy: