© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apakah Stress dapat Membuat Badan Menjadi Gatal?

Gatal

Gatal di badan terkadang muncul karena sebab yang kurang jelas. Apakah memang gatal itu sendiri dapat disebabkan oleh stress, sehingga ketika badan kita gatal, berarti kita bisa mengindikasikan bahwa kita sedang dalam kondisi stress. Apabila benar, gatal di badan bisa disebabkan karena stress, bagaimana cara mengurangi rasa gatal di badan tersebut ?

note : selain menghilangkan stress itu sendiri :slight_smile:

1 Like

Setiap orang dalam hidupnya pasti pernah bahkan sering mengalami stres. Banyak hal yang dapat memicu stres, mulai dari masalah di tempat kerja, menjelang ujian sekolah, bertengkar dengan teman sampai masalah dalam rumah tangga. Stres dapat mempengaruhi seluruh badan kita, tidak hanya membuat pusing, tidak bisa tidur dan tekanan darah tinggi, namun dapat mempengaruhi rambut dan kulit.

Gatal atau bisa disebut pruritus merupakan suatu sensasi yang menimbulkan keinginan atau refleks menggaruk. Gatal merupakan pengalaman sensorik yang tidak menyenangkan. Serabut saraf tak bermielin untuk sensasi gatal berasal dari kulit. Meski gatal kadang dianggap masalah sepele, namun ternyata banyak orang yang mengalami penurunan kualitas hidup dikarenakan gatal. Misalnya saja karena mengalami gatal yang hebat sehingga menyebabkan tidur terganggu sehingga menurunkan efektifitas kerja sesorang karena masih mengantuk keesokan harinya dan banyak hal lain yang bisa ditimbulkan.

Jika anda sedang stres dan mengeluhkan gatal, mungkin anda berurusan dengan dua masalah berbeda atau justru kondisi ini terkait erat. Stres dapat menyebabkan beberapa orang mengalami kulit yang gatal dan kondisi kulit yang gatal dapat menyebabkan stres. Satu hal dapat memperburuk yang lain. Karena stres merupakan bagian dari hidup, maka yang terpenting adalah bagaimana anda mampu mengendalikannya.

Bagaimana stres dapat menyebabkan gatal?


Stres, terutama jika kronis, dapat memengaruhi kesehatan anda dalam banyak cara. Stres terkait dengan sejumlah masalah kulit. Coba bayangkan saja bagaimana rasa malu sesaat dapat menyebabkan wajah anda memerah atau bagaimana gugup dapat membuat beberapa orang mengalami biduran.

Beratnya tekanan mental atau emosional juga dapat menyebabkan gatal-gatal serius. Otak selalu berkomunikasi dengan ujung saraf di kulit. Ketika kecemasan atau stres muncul, respons stres tubuh bisa menjadi overdrive. Ini dapat memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan gejala sensorik seperti rasa terbakar atau gatal pada kulit, dengan atau tanpa tanda-tanda yang terlihat.

Anda dapat mengalami sensasi ini di mana saja di kulit, termasuk wajah, kulit kepala, lengan, dan kaki. Anda mungkin merasakannya hanya sebentar-sebentar atau itu bisa sangat persisten. Gatal dapat terjadi bersamaan dengan gejala stres atau dapat terjadi secara terpisah.

Bahkan jika penyebab gatal anda ternyata adalah stres, masalah kulit yang serius dapat berkembang jika anda menggaruk terlalu banyak atau terlalu keras. Hal ini dapat membuat anda mengalami kulit yang teriritasi, rusak, atau berdarah bahkan dapat menyebabkan infeksi. Bukan hanya itu, garukan yang anda lakukan mungkin tidak akan banyak membantu mengurangi rasa gatal.

Di sisi lain, kondisi kulit dan rasa gatal yang terus menerus atau kronis mungkin menjadi masalah utama yang justru memicu stres. Sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menjadi suatu lingkaran setan yakni: stres à gatal à stres à makin gatal dan seterusnya.

Berbagai kondisi gatal yang dipicu oleh stres


Banyak keluhan gatal kronis dilaporkan dipicu karena stres. Banyak kondisi gatal pada kulit yang dipicu karena stres seperti:

  • Neurodermatitis adalah kondisi kulit kronis yang dimulai dari bercak di kulit yang terasa gatal. Penyakit ini sering disebut lichen simplex chronicus, yang bisa dipicu oleh kondisi stres, dan bisa muncul pada bagian tubuh manapun. Rasa gatal yang muncul bisa sangat kuat sehingga Anda harus terus menggaruk untuk mengurangi rasa gatalnya. Penyakit kulit ini tidak berbahaya dan juga tidak menular, namun rasa gatalnya bisa mengganggu waktu tidur, aktivitas seksual, dan kualitas hidup penderitanya.

  • Dermatitis Atopi adalah penyakit kulit kronis yang bisa membuat kulit meradang, gatal, kering bahkan sampai pecah-pecah. Kondisi ini biasanya muncul pada area lipatan siku, lipatan lutut secara simetris sisi kanan dan kiri dan bisa pada wajah terutama pipi. Penyakit ini lebih dikenal dengan nama eksim atau eksim atopik yang bisa dipicu oleh stres emosional. Penyakit kulit ini dapat menyebabkan gatal-gatal parah yang dapat mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari.

  • Psoriasis adalah peradangan pada kulit yang ditandai dengan ruam merah, kulit kering, tebal, bersisik, dan mudah terkelupas. Psoriasis juga disertai dengan gatal dan nyeri. Psoriasis lebih sering muncul di daerah lutut, siku, punggung bagian bawah, dan kulit kepala. Penyebab psoriasis belum diketahui secara pasti, tetapi diduga terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh dan faktor keturunan. Walaupun tidak diketahui penyebabnya, beberapa faktor diduga dapat memicu timbulnya gejala psoriasis, yaitu mengalami stres, infeksi tenggorokan, atau cuaca dingin.

  • Urtikaria adalah kondisi kulit berupa reaksi vaskular terhadap bermacam-macam sebab, biasanya disebabkan oleh suatu reaksi alergi, yang mempunyai ciri-ciri berupa kulit kemerahan dengan sedikit bengkak atau penonjolan kulit yang timbul secara cepat setelah dicetuskan dan menghilang perlahan-lahan. Urtikaria bisa dikenal juga dengan biduran. Stres psikis merupakan salah satu faktor yang dapat memicu timbulnya urtikaria karena dapat memacu sel mast (sel yang berperan dalam reaksi alergi) atau langsung menyebabkan pelebaran pembuluh darah.

  • Gatal psikogenik adalah gangguan kulit di mana gatal merupakan gejala utama dan faktor psikologis memainkan peran penting dalam memicu, memperburuk atau memperlama gejala gatal. Otak merupakan organ terpenting penyebab kondisi ini dan opioid dan neurotransmiter lain, seperti asetilkolin mugkin berperan. Saat mengalami kondisi stres, sistem saraf terlalu aktif dan hal ini dapat memicu rangsangan gatal dan keinginan untuk menggaruk.

Bagaimana mengobati gatal akibat stres?


Apabila anda sedang mengalami kondisi gatal yang dipicu karena anda sedang stres akibat banyak tekanan dalam pekerjaan, sedang bermasalah dengan teman atau masalah keluarga maka berikut tips yang dapat anda lakukan:

  • Tidak menggaruk daerah kulit yang gatal. Semakin anda menggaruk maka akan terasa semakin gatal. Menggunakan sarung tangan bisa menjadi cara untuk mencegah anda menggaruk

  • Jaga kuku anda tetap pendek untuk menghindari kulit anda tergores atau terluka akibat garukan

  • Menggunakan pelembab untuk menjaga kulit tidak kering, karena kulit yang kering akan memperparah rasa gatal

Cara yang paling ampuh adalah dengan menemukan penyebab stres dan mengelola stres emosional anda. Ketika stres anda berkurang maka berangsur rasa gatal yang anda alami juga akan mereda. Cara yang dapat anda lakukan untuk mengelola stres misalnya dengan cukup istirahat, berolahraga, akupuntur dan sebagainya

Kapan harus periksa ke dokter spesialis dermatologi dan venerologi?


Anda perlu periksa lebih lanjut ke dokter untuk mengatasi gangguan gatal yang anda alami jika:

  • Rasa gatal yang anda alami dengan intensitas tinggi sehingga anda menggaruk bagian kulit yang sama berulang kali

  • Rasa gatal mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari anda

  • Iritasi atau adanya tanda-tanda infeksi pada kulit anda akibat garukan yang anda lakukan

Untuk konsultasi lebih lanjut dapat mengunjungi eLBe clinic atau Skin Level clinic.

3 Likes