Apakah Smart Technology (teknologi pintar) berdampak buruk bagi budaya nasional?


(Athayya Salsabila Anandityo) #1
  • Agree
  • Not Agree

0 pemilih

Saat ini teknologi merupakan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya teknologi informasi dapat di peroleh dengan mudah dan informasi yang didapatkan pun sangat luas. Namun seiring dengan canggihnya teknologi pasti memiliki bermacam-macam dampak baik dari segi positif maupun negatif. Ditinjau dari segi budaya pun, pengaruh teknologi pintar atau Smart Technology masih banyak dipertanyakan.

Apakah teknologi pintar (smart technology) akan berdampak buruk bagi budaya nasional?


(Dwi Cindy) #2

:white_check_mark: Agree

Saya setuju bahwa smart technology dapat berdampak buruk bagi budaya nasional. Teknologi yang sekarang ini semakin berkembang dan semakin pintar memberikan banyak kemudahan bagi para penggunanya. Tetapi menurut saya, kemudahan tersebut itulah yang menimbulkan kemalasan. Dengan adanya alat alat teknologi yang memudahkan pekerjaan manusia, seperti laptop dan smart phone, menjadi akar dari kemalasan manusia. Budaya membaca, budaya kerja keras menjadi hilang dalam setiap pribadi. Apalagi dengan terus munculnya smart phone yang semakin canggih dengan fitur fitur yang semakin lengkap malah membuat kita tidak hanya dapat mendekatkan yang jauh tetapi menjauh kan yang dekat. Budaya ramah, 5s serta gotong royong mulai pudar dari bangsa Imdonesia itu sendiri. Kita jadi semakin egois dan kurang peka terhadap masalah sekitar. Kita hanya sibuk menunduk dan diperbudak oleh teknologi yang kita buat tersebut. Faktanya orang Amerika menghabiskan 4,7 jam dalamdalam sehari menatap layar smartphonenya. Dan pada orang Indonesia tercatat bahwa para pengguna smartphone menggunakannya selama 5,5 jam perhari. Dan kita menggunakannya dari bangun tidur sampai tidur lagi. Mulai dari kalangan muda sampai tua. Semua orang menatap layar handphonenya masing masing tanpa lagi saling menyapa, tanpa lagi saling bercakap cakap. Ketika sesama kita membutuhkan pertolongan, tidak ada lagi budaya gotong royong yang telah sedari dulu dari zaman nenek moyang kita lakukan. Yang ada hanya saling mengetik tulisan amin di kolom koPreformatted textmentar. Jadi seperti yang saya katakan di awal bahwa teknologi pintar dapat berdampak buruk bagi budaya nasional.


(Rizcy Cahyo) #3

:white_check_mark: Agree

Menurut saya, memang benar yang dijelaskan oleh @DwiCindy bahwa semakin berkembangnya teknologi pada era modern ini, semakin memudahkan manusia dalam melakukan banyak hal. Teknologi terkadang dapat membuat seseorang menjadi malas. Namun teknologi juga dapat memudahkan kita mengembangkan budaya nasional.

Memudahkan tidak selalu membuat malas, bukan? Dengan adanya teknologi kita dapat dimudahkan untuk mengenalkan kebudayaan nasional ke seluruh masyarakat Indonesia maupun ke mancanegara. Kita dapat memanfaatkan teknologi seperti Youtube atau situs jejaring sosial seperti Facebook untuk mem-populerkan kembali budaya kita yang kurang diminati oleh pemuda saat ini. Tergantung dari kesadaran generasi sekarang, apakah kita masih peduli dengan kebudayaan Indonesia?

Hal ini juga kembali kepada individu masing-masing tentang bagaimana cara mereka menyikapi teknologi. Jika mereka menggunakan teknologi dengan bijak dan untuk melakukan hal yang bersifat positif, kenapa tidak?

Namun jika kita menemui seseorang yang acuh terhadap sosial karena teknologi, ada baiknya jika kita menegur mereka. supaya budaya sopan santun dan ramah yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia tetap terjaga satu sama lain :slight_smile:


(Ella Inayatul Khusna) #4

:negative_squared_cross_mark: Not Agree

Teknologi saat ini sangat dibutuhkan oleh manusia.Menurut saya,smart teknologi tidak lah berdampak buruk bagi kebudayaan nasional.Justru Teknologi dapat menjadikan budaya semakin berkembang dan dapat dikenal masyarat luas.Seperti dengan adanya televisi,budaya dapat dikenal melalui tayangan yang ada di televisi,dan dengan adanya teknologi budaya yang berbeda antar kelompok dapat berkomunikasi dengan mudah.

Selain itu Saat ini juga terdapat banyak jejaring sosial yang dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan budaya dalam negeri.Dengan mengenalkannya dalam jejaring sosial,budaya dapat dikenal oleh masyarakat dalam negri maupun luar negri.Hal itu dapat menjadikan masyarakat dalam negri menjadi semakin cinta dan tertarik untuk mempelajari kebudayaan. :blush:

Referensi :http://ignca.nic.in/ls_03019.htm


(DINDA RISKI NURFADILAH) #5

:negative_squared_cross_mark: Not Agree

Saya setuju dengan pendapat @Ella_Khusna karena Teknologi pintar adalah pendorong di belakang perubahan sosial.Teknologi pintar telah berubah pemangku kepentingan pemahaman dan perspektif terhadap bisnis pertunjukan, kerjasama kolaborasi, komunikasi dan koneksi. Masyarakat bisa menggunakan teknologi pintar untuk mengambil informasi, pendidikan, hiburan, pemasaran, politik, belanja online, dan informasi kesehatan.

Teknologi pintar sangat bermanfaat dan membantu memudahkan masyarakat dalam melakukan suatu aktivitas. dengan menggunakan teknologi tersebut akan meningkatkan kinerja beberapa daerah dan produktivitas; mengurangi biaya, meningkatkan kesinambungan, kepuasan peningkatan pengguna, retensi, dan loyalitas dalam jangka panjang. Jadi tidak ada dampak buruk dalam penggunaan teknologi pintar ini , karena teknologi ini membawa banyak manfaat bagi penggunanya. :slight_smile:

Referensi :
http://ignca.nic.in/ls_03019.htm
http://www.iadisportal.org/the-impact-of-smart-technology-on-users-and-society


(Athayya Salsabila Anandityo) #6

:white_check_mark: Agree

Tak munafik, memang saat ini manusia sudah bergantung kepada Smart Technology itu sendiri. Atau bahkan frontalnya, beberapa orang menyebut kita adalah budak teknologi. Bisa kita lihat seiring berjalannya waktu teknologi semakin berkembang menjad-jadi. Memang hal tersebut sangat memudahkan manusia dalam beraktivitas. Saya ambil contoh anak muda jaman sekarang, yang memang sangat terasa dampak dari Smart Technology itu sendiri. Mereka memang sangat terfasilitasi, tapi bisa kita lihat, anak muda yang seharusnya berperan penting dalam melestarikan budaya nasional, bahkan meninggalkan atau semakin acuh tak acuh akan budaya mereka sendiri. Negara sendiri pun masih dinilai belum bisa mengembangkan teknologi pintar tersebut sesuai dengan nilai-nilai budaya yang ada. Derasnya arus informasi dan telekomunikasi benar-benar menyebabkan kecenderungan yang mengarah ke memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya yang mengkibatkan mengurangi keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri.

Sebagai contoh yang sudah terjadi adalah Suku Baduy. Suku Baduy yang dibagi menjadi dua golongan yakni Suku Baduy luar dan dalam ini sudah mulai mengalami dampak negatif dari teknologi pintar itu sendiri. Dari beberapa artikel yang saya baca tentang suku Baduy luar ini menyebutkan bahwa salah satu budaya nasional yang dimiliki Indonesia kini sudah terkontaminasi oleh pengaruh teknologi pintar. Di Tapanuli (Sumatera Utara), misalnya, dua puluh tahun yang lalu, anak-anak remajanya masih banyak yang tertarik untuk belajar tari tor-tor dan tagading (alat musik batak). Hampir setiap minggu, dan ritual kehidupan, ada selalu diundang tahap remaja sebagai budaya hiburan hidup. Saat ini, ketika teknologi pintar semakin maju, ironisnya budaya daerah semakin hilang di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan di tempat wisata. Sedangkan budaya daerah itu, jika dikelola dengan baik dapat menjadi wisata budaya selain menghasilkan pendapatan bagi pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi daerah yang menjanjikan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Hal lain adalah dampak dari teknologi pintar adalah dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya nasional). Kerap anak muda jaman sekarang sudah jarang menggunakan bahasa Indonesia yang benar, atau bahkan lebih parahnya mereka juga semakin lupa akan etika berbahasa kepada orang yang lebih tua dan pada lainnya.

Jadi menurut saya teknologi pintar berdampak buruk bagi budaya nasional.

source: http://yohanatri.blogspot.co.id/2011/08/effect-of-globalization-of-indonesian.html


(Andicek) #7

setelah saya review semua jawaban dari teman2, semuanya itu benar tapi menurut saya sendiri lebih benar lagi kalau jawaban kalian itu di gabung antara jawaban yang memilih agree dan not agree, jadi maksud saya atau menurut saya teknologi pintar ini tergantung yang memakainya misalkan yang memakai itu bisa memakai teknologi pintar ini dengan baik atau dia bisa memakai teknologi dengan perpaduan budaya, nah jadi budayanya itu bisa jadi terkenal atau mungkin bisa jadi berkembang, misalkan seperti sekarang ini kita sudah mengenal atau memakai ig ataupun fb, nah disana kita bisa memposting budaya kita jadi budaya kita itu bisa dikenal oleh banyak orang, nah misalnya kalau kita tidak mempunyai teknologi seperti itu mungkin budaya kita tidak akan terkenal, dan banyak lagi manfaat teknologi bagi budaya sebenarnya. kalau kita memakai teknologi ini awur awuran atau kita tidak memakainya dengan perpaduan budaya kita, mungkin budaya kita tidak bisa berkembang. jadi intinya itu menurut si pemakai teknologi ini. nah yang terakhir ada yang bilang kita ini malas, kita disini membahas tentang budaya jadi malas itu bukan budaya, malas itu karena diri kalian sendiri bukan karena teknologi pintar oke. terimakasih.