Apakah semua format Product Roadmap dapat dikatakan tepat?

Sebuah format peta jalan dapat digunakan pada produk yang berbeda, sehingga tidak ada format peta jalan produk yang benar dan dapat dijadikan sebagai sebuah patokan. Lalu, pertimbangan apa saja yang diperlukan seorang manajer produk dalam menentukan peta jalan yang tepat?

Peta jalan produk adalah sebuah rencana tingkat tinggi (high-level plan) yang menunjukkan bagaimana sebuah produk berkembang. Meskipun suatu produk dapat menggunakan jenis peta jalan apapun, tidak ada format peta jalan produk yang dianggap paling benar. Sebaliknya, manajer produk harus memilih pendekatan peta jalan yang paling sesuai dengan produknya.

Berikut beberapa cara yang dapat digunakan dalam memilih peta jalan produk :

  1. Peta Jalan yang Berbasis Fitur vs Peta Jalan yang Berorientasi Tujuan
    Peta jalan produk mempunyai berbagai macam bentuk dan ukuran. Namun, dua jenis peta jalan yang paling sering digunakan adalah peta jalan yang berbasis fitur dan peta jalan yang berorientasi tujuan. Yang pertama dibangun pada fitur produk seperti pendaftaran, pencarian, atau pelaporan, yang dipetakan ke timeline.

    • Peta jalan yang berbasis fitur berfokus pada pembangunan fitur pada suatu produk, seperti fitur pendaftaran, pencarian, pelaporan dan fitur timeline.

    • Peta jalan yang berorientasi tujuan berfokus pada sasaran atau manfaat dari suatu produk, seperti mendapatkan pengguna baru, mempertahankan pengguna lama, meningkatkan keterlibatan pengguna, serta menghasilkan pendapatan.

    Gambar berikut merupakan ilustrasi dari dua format peta jalan yang sudah dijelaskan di atas dengan menggunakan variabel ‘m’ dan ‘n’.

  2. Memilih Format Peta Jalan Produk yang Tepat
    Ketika sedang memilih format peta jalan yang tepat untuk suatu produk, pertimbangkan kematangan produk dan stabilitas pasarnya. Semakin muda usia suatu produk, semakin banyak ketidakpastian dan perubahan yang mungkin terjadi.
    Oleh karena itu, produk yang mempunyai usia lebih muda dapat menggunakan peta jalan yang berorientasi pada tujuan. Sedangkan produk yang mempunyai usia lebih lama atau matang dapat menggunakan peta jalan yang berbasis fitur yang memberikan lebih banyak detail. Alasannya ialah ketika suatu produk mencapai kedewasaan atau kematangan, produk tersebut akan mengalami sedikit perubahan dan manajer produk juga lebih siap dalam mengantisipasi pertumbuhannya dengan tepat.

    Namun, usia suatu produk bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi pendekatan pembuatan peta jalan produk. Jika produk matang namun segmen pasarnya mudah berubah, misalnya karena pesaing terus menambahkan fitur baru atau teknologi berubah, manajer produk harus memperbaharui produk untuk mempertahankan pangsa pasarnya. Sebagai akibatnya, ketidakpastian dan perubahan muncul kembali pada peta jalan.
    Pada matriks di bawah, tingkat kematangan produk berada pada sumbu vertikal dan stabilitas pasar berada pada sumbu horizontal. Dari empat kuadran yang muncul, manajer produk dapat lebih mudah membedakan produk muda dan dewasa serta pasar yang dinamis dan stabil untuk memilih format peta jalan yang tepat.

    net-compress-image

Kesimpulannya, peta jalan yang berorientasi pada tujuan digunakan ketika produk dan / atau pasar cenderung berubah, sedangkan peta jalan yang berbasis fitur digunakan hanya jika produk telah mencapai tingkat kematangan dan pasar cenderung stabil.

https://www.romanpichler.com/blog/how-to-choose-the-right-product-roadmap-format/