Apakah Sajakah Yang Kamu Ketahui Mengenai Pasukan Khusus dan Pasukan Elit?

image

Salah satu elemen penting dalam upaya mempertahankan kedaulatan sebuah negara dari ancaman – ancaman yang berasal dari dalam dan luar adalah kekuatan militer. Pada masa kini, hampir setiap negara di dunia, termasuk Indonesia memiliki angkatan bersenjata dengan kekuatan yang bisa dibilang berbeda – beda. Untuk urusan yang satu ini, Indonesia berada di peringkat 20 besar sebagai negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia yang jauh merupakan yang terkuat dan terbesar di wilayah Asia Tenggara.

Angkatan Bersenjata sendiri lalu juga memiliki beberapa subdivisi dasar seperti Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara yang masing – masing memiliki unit – unit militer sendiri – sendiri. Nah, salah satu unit yang seringkali menjadi sorotan masyarakat adalah Pasukan Khusus dan Pasukan Elit. Unit militer yang satu ini biasanya ditugaskan di misi dan operasi militer yang sangat sulit serta memiliki kemampuan di atas rata – rata prajurit reguler pada umumnya. Tes untuk masuk menjadi Pasukan Khusus atau Pasukan elit pun juga sangatlah sulit.

Pasukan Khusus dan Pasukan Elit sekilas terlihat sama, tetapi keduanya ternyata memiliki perbedaan yang belum banyak diketahui oleh orang – orang. Nah, apa sajakah yang youdics sekalian ketahui mengenai serba – serbi dari Pasukan Khusus dan Pasukan elit ?

Definisi dan Sejarah dari Pasukan Khusus dan Pasukan Elit

Pasukan Khusus atau Special Force secara sederhana adalah salah satu unit di dalam kemiliteran yang dilatih untuk melakukan operasi khusus. NATO (North Atlantic Treaty Organizaton) mendefenisikan operasi khusus sebagai aktivitas militer yang dilakukan oleh prajurit yang sudah dilatih dengan kemampuan perang, taktik, dan teknik militer non-konvensional yang berada di tingkat yang lebih tinggi dari prajurit reguler serta memiliki perlengkapan - perlengkapan penunjang yang mumpuni.

Cikal Bakal bakal dari Pasukan Khusus ini sendiri sebenarnya sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu yang dimana beberapa peradaban seperti Romawi Kuno, Kekaisaran Jepang, Kekaisaran Makedonia, dan Yunani Kuno ternyata sudah memiliki unit militer yang bisa digolongkan sebagai pasukan khusus. Romawi Kuno misalnya, sebagai sebuah perabadan besar di masa kuno klasik yang memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas berkat militer mereka yang sangat kuat sangat membanggakan unit Legiuner yang dibentuk setelah reformasi yang dilakukan oleh konsul Gaius Marius. Selama berabad – abad, Legiuner selalu menjadi andalan militer Romawi dalam setiap perang dan ekspansi militer yang mereka lakukan. Selain legiuner, Romawi juga memiliki pasukan khusus bernama Lanciarii yang biasanya bertugas sebagai bodyguard atau pengawal para jenderal di tengah – tengah pertempuran. Di masa kekaisaran, Romawi juga memiliki satu lagi unit khusus yang dinamai sebagai Numerus Batavorum yang anggotanya merupakan orang dari suku – suku Jermanik yang tugas mereka adalah mengawal dan menjaga keamanan Kaisar Romawi.
image

Peradaban klasik kuno lainnya yang juga memiliki pasukan khusus adalah Peradaban Makedonia di bawah pimpinan Alexander Agung. Alexander Agung mungkin akan diingat sebagai kaisar Makedonia yang berhasil menaklukan dan menguasai wilayah yang sangat luas yang membentang dari Eropa hingga ke Asia berkat kecerdasannya dalam hal politik dan militer. Tetapi sepertinya Alexander Agung juga harus berterima kasih kepada pasukan khususnya yang dinamainya sebagai Hetairoi yang merupakan unit militer kavalri (pasukan berkuda) yang terkenal akan kemampuan menyerbu secara senyap dan tiba – tiba. Bahkan pasukan Kekaisaran Persia yang saat itu menjadi lawan tangguh untuk Pasukan Alexander Agung juga sangat ketakutan ketika Hetairoi beraksi dengan muncul secara tiba – tiba di belakang garis pertahanan mereka. Alexander sendiri juga melengkapi pasukan Hetairoinya dengan armor, senjata, dan perlengkapan yang mumpuni.

Contoh lainnya adalah Jannisari yang merupakan unit khusus yang menempati posisi paling tinggi dalam pasukan militer Kekaisaran Ottoman yang sudah dibentuk sejak masa pemerintahan Sultan Murad II. Jannisari pernah menjadi salah satu unit militer yang sangat ditakuti dan diwaspadai di Eropa karena kemampuan bertarung mereka yang sangat mumpuni dan juga kecerdasan yang sangat tinggi. Mereka dapat menguasai segala jenis teknik bertempur seperti berkelahi dengan tangan kosong, pertarungan pedang, hingga mahir dalam menggunakan senapan. Jannisari sendiri juga menjadi salah unit militer yang menentukan kemenangan Ottoman atas Kekaisaran Bynzantium untuk perebutan Konstantinopel pada 1453 masehi. Selain itu, Jannisari juga memainkan peranan penting dalam dinamika politik Kesultanan Ottoman di samping sebagai unit militer.

Di wilayah Amerika Selatan, tepatnya di Peradaban Aztec, mereka pun juga ternyata tercatat memiliki dua unit pasukan khusus yang sangat ditakuti di masa sebelum kedatangan para penjelajah dari Eropa ke Amerika Selatan pada abad 12 – 13 masehi yang disebut sebegai Prajurit Elang dan Prajurit Jaguar . Kedua unit khusus dalam militer peradaban Aztec ini sering disebut sebagai “ cuāuhocēlōtl “. Kemampuan dari kedua unit pasukan khusus kuno kebanggaan masyarakat Aztez ini lebih banyak digunakan untuk menjaga ibu kota Aztec di Tenochtitlan dan juga menangkap tawanan ketika di dalam sebuah pertempuran. seperti namanya, Prajurit Elang memakai pakaian dan armor yang menyerupai elang dan Prajurit Jaguar memakai pakaian dan armor yang menyerupai jaguar.

Peradaban – Peradaban di wilayah Asia pun juga tak ketinggalan memiliki beberapa unit pasukan khusus yang terkenal hingga saat ini. Salah satunya adalah Peradaban Mongol yang terkenal sebagai peradaban nomaden yang memiliki rekor militer yang sangat mentereng, tidak kenal ampun dalam membantai lawan – lawan mereka dan juga wilayah kekuasaan yang sangat luas yang membentang dari China hingga ke Hungaria.

Peradaban Mongol sangat bergantung kepada kavaleri dan kavaleri pemanah yang menjadi tulang punggung dalam kemiliteran peradaban Mongol selama berabad – abad lamanya. Unit khusus yang paling terkenal dari peradaban Monggol adalah Khishigten yang dibentuk oleh Genghis Khan. Khisigten sendiri merupakan pasukan khusus peradaban Mongol yang dilatih secara khusus untuk melakukan tugas – tugas tertentu. Mereka biasanya dilatih untuk mahir menguasai berbagai macam senjata, seni berkuda, seni bertarung dari atas kuda dan juga saat tidak sedang berkuda, serta lain sebagainya.

Secara organisasi, Genghis Khan membagi pasukan Khisigtennya menjadi 4 divisi utama yakni, Khorchin yang bertugas sebagai “ sniper “ (pemanah) menjaga kawasan perkemahan Khan dari serbuan orang tidak dikenal dan juga sebagai bodyguard Khan selama pertempuran berlangsung) Yang kedua adalah Khevtuul yang bertugas menjaga tempat Khan berada di malam hari dan menjadi pengawas pelayan dan pembantu yang melayani Khan. Selain itu, Khevtuul juga bertindak sebagai polisi rahasia yang yang bertugas untuk melindungi Khan dari berbagai upaya konspirasi dan kudeta.

Golongan ketiga adalah Bataar Tserguud yang merupakan divisi Khisigten yang pada sehari – harinya bertugas untuk urusan keamanaan di wilayah Mongol dan di masa perang seringkali dikirim ke wilayah – wilayah yang sangat sulit serta sering diberikan tugas - tugas yang sangat sulit di medan pertempuran.

Sementara, Golongan keempat adalah Torguts yang juga merupakan bagian dari Khisigten yang sehari – harinya juga bertanggung jawab atas urusan keamanan seperti halnya Bataar Tserguud dan berfungsi sebagai divisi cadangan yang anggotanya bisa dialokasikan untuk masuk ke ketiga divisi yang sudah disebutkan di atas sesuai kebutuhan. Di dalam perang, Torguts yang juga kadang disebut sebagai Turhags ini juga difungsikan untuk terjun dalam operasi khusus. Penampilan tinggi besar dan kekuatan dari Torguts ini sendiri sering membuat lawan – lawan dari Mongol merasa sangat ketakutan.

Pembagian divisi seperti ini tentunya juga masih di lakukan hingga sekarang guna untuk membedakan spesialiasi dari sebuah unit ke unit lainnya dalam sebuah satuan khusus.

Selain Mongol, Peradaban kuno Jepang, tepatnya di masa - masa Feodal juga memiliki semacam unit khusus tidak resmi yang tidak kalah mematikannya yang sering disebut sebagai Ninja . Ninja atau yang biasanya disebut sebagai Shinobi sering disebut sebagai ekuivalen dari pasukan khusus di era modern adalah sekelompok petarung bayaran yang biasanya melaksanakan misi – misi seperti infiltrasi, sabotase, kamuflase, dan juga pembunuhan. Ninja dikenal sangat elusif dan luwes dalam bergerak. Sering kali kehadiran mereka tidak dapat di deteksi oleh target mereka. Senjata yang biasa di gunakan oleh para Ninja ini sendiri adalah Katana, tanto, kunai, dan shuriken. Biasanya mereka memakai pakaian yang dapat warnanya membuat mereka dapat tersamar dengan baik dengan sekeliling mereka sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Di wilayah Afrika, ada Peradaban Mesir Kuno yang juga dikenal memiliki pasukan khusus yang dikenal sebagai Medjay . Medjay aslinya adalah sebutan untuk orang – orang yang berasal dari salah satu suku nomaden Mesir yang berasal dari daerah Nubia dengan nama yang sama. Medjay sendiri merupakan unit khusus yang tergabung dalam pasukan pengamanan kerajaan dan sekaligus sebagai salah unit paramiliter yang bertugas mengawal Firaun atau Pharaoh. Hanya yang terbaik yang bisa bergabung dalam ke dalam keanggotaan pasukan Medjay. Selain bertugas sebagai pasukan yang bertanggung jawab atas keamanan istana, Medjay juga ditugaskan untuk berpatroli secara rutin di wilayah – wilayah perbatasan terluar Mesir Kuno.

Masih banyak lagi unit – unit pasukan khusus yang berasal dari peradaban – peradaban kuno di dunia yang memberikan inspirasi dalam pembentukan Pasukan Khusus di era modern seperti misalnya Varangian yang merupakan pasukan elit kekaisaran Bynzantium, Almogavar yang merupakan satuan khusus kuno yang berasal dari daerah Aragon, Spanyol Timur, dan Harii yang merupakan satuan khusus kuno yang menjadi kebanggaan suku – suku Jermanik kuno dimasa lampau.

Perbedaan Pasukan Khusus dan Pasukan Elit

Sebenarnya, perbedaan pasukan khusus dan pasukan elit tidaklah terlampau jauh. Menurut Aris Santoso (2017) dalam tulisannya untuk Deutsche Welle, sebuah satuan pasukan dapat dikatakan sebagai pasukan elit apabila sudah memberikan pembuktian dan prestasi dalam operasi tempur dan diakui secara luas oleh masyarakat.

Untuk hal ini, Santoso memberikan contoh mengenai Yonif 328 Para Raiders Kostrad yang menurutnya merupakan salah satu contoh dari pasukan elit. Meskipun kini sudah terhitung jarang dalam melakukan operasi militer setingkat battalion kecuali Pamtas (Pengamanan Perbatasan), tetapi karena prestasi mentereng yang ditujukan oleh satuan ini di masa lalu seperti misalnya di dalam operasi penumpasan pemberontakan, nama mereka pun kini menjadi legenda. Setidaknya itu baru satu contoh dan masih banyak lagi contoh pasukan elit yang ada di Indonesia.

Dalam sejarah berdasarkan penjelasan diatas, berarti sudah banyak sekali pasukan yang membuktikan diri mereka adalah pasukan elit berdasarkan kiprah, pengalaman, dan prestasi yang mereka torehkan dalam berbagai pertempuran, perang, dan operasi militer. Jannisari boleh dijadikan contoh sebagai salah satu pasukan khusus yang sekaligus menyandang gelar sebagai pasukan elit di dalam Kesultanan Ottoman dikarenakan nama mereka yang abadi dan selalu dikenang oleh masyarakat Turki kendati satuan Jannisari sudah tiada dan dibubarkan sekitar 160 tahun yang lalu. Nama mereka pun juga mendunia dan banyak di adaptasi ke dalam bentuk film dan game. Salah satunya adalah game Age of Empires yang melegenda di akhir 90-an hingga hari ini yang dimana Janissari dimasukan sebagai salah satu unit khusus yang dapat dimainkan ketika memilih peradaban Turki.

Santoso sendiri mendefinisikan pasukan khusus sebagai pasukan yang diberikan tugas – tugas khusus yang umumnya dilakukan secara sistematis dan senyap. Pasukan khusus sendiri juga dibekali oleh persenjataan dan peralatan khusus yang di sesuaikan dengan karakteristik tugasnya serta biasanya pelatihan yang diterima oleh anggota dari Pasukan Khusus ini juga tergolong lebih berat dan bervariasi dibandingkan dengan pelatihan yang diterima oleh pasukan reguler.

Fungsi,Tugas, dan Skill Dasar Yang Wajib Dikuasai oleh Pasukan Khusus di Era Modern

Di masa modern seperti ini, yang dimana teknologi alutsista sudah semakin canggih dan kompleks membuat Pasukan Khusus di era modern terutama sejak abad ke-20 memiliki fungsi dan penugasan yang lebih kompleks lagi ketimbang unit – unit khusus yang ada di zaman kuno. Tergantung dari kebutuhan setiap negara, sebuah satuan pasukan Khusus di era modern biasanya memiliki fungsi – fungsi sebagai berikut ini :

  • Operasi Udara (airborne operation)
  • Operasi Kontra Pemberontakan (Counter Insurgency)
  • Operasi Anti Terorisme (Counter-Terrorism)
  • Pertahanan dan Keamanan Internal Asing (Foreign Internal Defense)
  • Operasi Senyap (Covert Ops)
  • Aksi Langsung (Direct Action)
  • Penyelamatan Sandera (Hostage Rescue)
  • Pemburuan dan Mengeliminasi Target (high value targets/Manhunt)
  • Operasi Intelijen (Intelligence Operation)
  • Operasi Mobilitas (Mobility Operation)
  • Peperangan non-konvensional (Unconventional Warfare)

Melihat dari fungsi – fungsi yang sudah disebutkan di atas, Dapat disimpulkan jika Pasukan Khusus ini sendiri adalah pasukan multi fungsi yang kira – kira esensinya masih sama dengan fungsi – fungsi yang ada di pasukan khusus di era kuno. Tetapi di era modern, satuan pasukan khusus tidak hanya melakukan operasi un-konvensional di darat dan laut saja, tetapi juga di udara dengan penambahan operasi udara sebagai salah satu fungsi yang dilakukan oleh Pasukan Khusus.

Untuk itu menjalankan fungsi – fungsi yang sewaktu – waktu dibebankan kepada merena, tentunya ada beberapa skill dasar yang wajib dikuasai oleh seorang prajurit anggota pasukan khusus di era modern seperti hand to hand combat atau pertarungan dengan menggunakan tangan, kemampuan berenang dan menyelam, kemampuan terjun payung, kemampuan menuruni tali dengan cepat, Kemampuan mengendarai atau mobility, Halo-Casting, penerobosan dengan bahan peledak, kemampuan kamuflase, dan kemampuan adaptasi dan membangun hubungan dengan masyarakat sekitar (Murphy, 2015).

Kemampuan menembak menjadi hal yang sangat krusial bagi anggota pasukan khusus sehingga banyak negara yang memberikan menu pelatihan menembak jarak jauh kepada satuan anggota pasukan khusus mereka. Banyak anggota pasukan khusus dari berbagai negara di dunia yang pada akhirnya menjadi sniper terbaik sekaligus mematikan di dunia.

Selain kemampuan dasar diatas, satuan pasukan khusus juga wajib menguasai skill – skill bertahan hidup di berbagai medan dan kondisi sehingga hal ini juga menjadi menu latihan yang harus digarap oleh para anggota pasukan khusus di banyak negara.

Terkadang pelatihan bertahan hidup (survival skill) adalah latihan yang sangat sulit bagi anggota pasukan khusus karena menuntut anggota pasukan khusus agar tetap fokus menjalani misi mereka sembari berusaha mempetahankan hidup mereka jika seandainya tidak ada lagi perbekalan yang tersedia. Mereka dituntut untuk bisa bertahan dan beradaptasi di segala kondisi medan seperti medan hutan, medan pegunungan, dan medan gurun.

Semua skill yang sudah disebutkan diatas adalah skill – skill dasar yang wajib dikuasai oleh seorang anggota pasukan khusus di era modern.

Pasukan Khusus Terbaik Negara – Negara di Dunia di Era Modern

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, saat ini hampir setiap negara di dunia memiliki satuan pasukan khusus yang terintegrasi dengan angkatan bersenjata masing – masing. Di bagian ini akan dijelaskan apa – apa saja unit pasukan khusus di era modern yang keberadaannya begitu disegani dan dikagumi oleh negara – negara lainnya di dunia.

Special Air Service (SAS)

Special Air Service atau yang biasa disebut sebagai SAS adalah unit pasukan khusus yang merupakan bagian dari angkatan bersenjata Inggris. SAS pertama kali dibentuk pada masa perang dunia kedua tepatnya pada tahun 1941 oleh Letnan Kolonel David Stirling. Saat ini boleh dikatakan jika SAS adalah pasukan khusus terbaik yang ada di dunia saat ini. SAS sendiri dibagi menjadi tiga divisi utama yakni, Resimen ke-21 yang bermarkas di Regent’s Park Barracks, London, Resimen ke-22 yang bermarkas di Stirling Lines, Hereford, dan yang terakhir Resimen ke-23 yang bermarkas di kota Birmingham.

SAS sendiri memiliki “ unit kembar “ yakni Special Boat Service yang memiliki spesialisasi di bidang operasi – operasi maritim kontra-terorisme. Special Boat Service ini sendiri merupakan bagian dari Royal Navy atau Angkatan Laut Inggris. Baik SAS dan SBS berada di bawah kepemimpinan Direktur Pasukan Khusus. Pembentukan SAS sendiri juga menginspirasi pembentukan unit serupa di berbagai negara yang terutama pernah menjadi jajahan Inggris atau negara persemakmuran seperti Kanada yang memiliki Canadian Special Air Service Company , Selandia Baru yang memiliki New Zealand Special Air Service , dan Australia yang memiliki Special Air Service Regiment .

SAS memiliki tiga peranan utama yakni special operations (operasi khusus), counter terrorism (kontra terorisme), dan special reconnaissance (pengintaian khusus). Dalam sejarah, SAS sudah terlibat dalam berbagai misi berbahaya seperti Perang Falklands (1982) dan Perang Teluk (1991). Salah satu misi SAS yang mungkin masih melekat di benak banyak orang hingga saat ini adalah operasi pembebasan sandera di Kedutaan Besar Iran untuk Inggris di London pada tahun 1980 yang dimana SAS berhasil membunuh dan menangkap para penyandera serta menyelamatkan semua sandera dengan selamat.

Groupe d’Intervention del la Gendarmerie Nationale (GIGN)

GIGN merupakan unit pasukan khusus yang dimiliki oleh angkatan bersenjata Prancis dan merupakan pasukan khusus yang bertipe sebagai unit taktikal kepolisian. GIGN pertama kali dibentuk pada tahun 1973 setelah kejadian pembantaian Munich dan kerusuhan penjara Clairvaux yang terjadi setahun sebelumnya. GIGN sendiri bermarkas di Satory, Prancis. Sebagai salah satu unit pasukan khusus terbaik di dunia, GIGN memiliki beberapa peran utama seperti kontra-terorisme, penegakan hukum, dan operasi khusus.

GIGN dikenal memiliki reaksi cepat dan skill perang yang mumpuni di dalam berbagai situasi dan bisa beroperasi dimana saja di berbagai belahan dunia. GIGN dilaporkan sudah melaksanakan sebanyak 1800 misi baik di dalam maupun di luar negeri. Struktur dari GIGN sendiri dibagi ke dalam 7 divisi utama yakini, Intervention Forces, Observation & Search Force, Security & Protection Force, Regional Branches Forces, The Gendarmerie Detachment of the GSPR Presidential Security Group, Engineering & Support Division, dan National Training Center for Specialized Intervention.

Misi – misi sukses yang sudah dilakukan oleh GIGN di antaranya, berhasil menghentikan pembajakan pesawat Air France Penerbangan 8689 pada bulan Desember 1994 tanpa memakan satu pun korban jiwa. Setahun berikutnya, GIGN berhasil melakukan operasi penangkapant terhadap Bob Denard, seorang resividis dan buronan kelas kakap pemerintah Prancis saat itu.

Grenzschutzgruppe 9 (GSG – 9)

GSG-9 atau yang biasa disebut juga sebagai Border Protection Group 9 adalah unit taktikal khusus yang merupakan bagian dari Kepolisian Federal Jerman. Dibentuk pada tahun 1972 sebagai repons terhadap tragedi pembantaian Munich 1972 yang menewaskan 11 orang Israel dan seorang anggota kepolisian Jerman. Pembentukan dari unit pasukan khusus ini sendiri bertujuan untuk mencegah tragedi serupa tidak terjadi lagi di masa yang akan datang. Walaupun berasal dari unit kepolisian, GSG-9 juga dapat beroperasi di berbagai tempat di dunia.

Ada 4 unit utama di dalam struktur organisasi GSG-9 antara lain 1st Operational Unit , 2nd Operational Unit, 3rd Operational Unit, dan 4th Operational Unit yang didukung oleh unit – unit lain seperti OEM, Central Services, Documentation Unit, Operations Staff, Technican Unit, dan Training Unit. GSG-9 sendiri bermarkas di Sankt Agustin, di kota Bonn.

Misi – misi sukses yang sudah dilakukan oleh GSG-9 sendiri cukup banyak. dua di antaranya adalah misi penyelamatan 86 penumpang pesawat Lufthansa penerbangan 181 yang dibajak di Mogadishu, Somalia pada tahun 1978. Pada rentang tahun antara 1982 – 1993, GSG-9 berhasil menangkap beberapa anggota penting Faksi Tentara Merah yang merupakan organisasi sayap kiri militan di Jerman.

Einsatzkommando Cobra (EKO-Cobra)

Einsatzkommando Cobra merupakan unit taktikal khusus kepolisian dari Austria yang merupakan unit independen yang tidak di kontrol Kepolisian Federal Austria, melainkan dikontrol langsung oleh Kementerian Dalam Negeri Austria. EKO Cobra dibentuk pada tahun 1978, juga sebagai respons terhadap tragedi Munich yang terjadi pada tahun 1972. EKO-Cobra sendiri memiliki peranan utama yakni Operasi Khusus , kontra-terorisme, dan penegakan hukum. EKO-Cobra bermarkas di Wiener Neudstadt, yang berada di sebelah selatan kota Vienna.

EKO-Cobra sendiri telah menjalani berbagai misi sukses terutama yang berhubungan dengan penyelamatan sandera sejak awal terbentuk. Salah satunya adalah EKO-Cobra memegang sebagai satu - satunya unit taktikal kepolisian yang berhasil menyelamatkan sebuah pesawat yang dibajak di udara pada tahun 1996 dan EKO-Cobra sendiri juga membantu unit anti-terorisme GSG-9 dalam tragedi penembakan massal di Munich pada 2016 silam.

U.S. Delta Force

U.S. Delta Force adalah salah satu unit pasukan khusus Amerika Serikat yang berdiri pada 19 November 1977 yang memiliki nama resmi, 1st Special Forces Operational Detachment Delta. Tugas – tugas yang dibebankan kepada Satuan Delta adalah operasi – operasi yang tingkat tinggi yang umumnya bersifat rahasia seperti pemburuan target, operasi kontra terorisme, penyelamatan sandera, dan operasi pengintaian. Ide untuk membentuk Pasukan Delta sendiri datang dari Kolonel Charles Beckwith yang merupakan seorang anggota pasukan khusus Amerika Serikat yang menjalani pernah menjalani peran sebagai exchange officer di Resimen ke-22 SAS selama Operasi Malaya. Menurutnya, Amerika Serikat harus memiliki satuan serupa di angkatan bersenjata mereka.

Delta Force bermarkas di Fort Bragg, South Carolina. Sejak pembentukannya hingga saat ini, Delta Force telah banyak terjun di berbagai misi, konflik, dan peperangan seperti Perang Teluk, Perang Saudara Somalia, dan juga Perang Global melawan terorisme. Menurut mantan anggota Delta Force, Paul Howe, seleksi yang dilakukan untuk menjadi anggota Delta sangatlah ketat dengan hanya 12 – 14 orang yang diterima masuk ke satuan dari 240 kandidat. Delta Force juga memiliki beberapa divisi utama yang dibagi ke dalam Skuadron A, Skuadron B, Skuadron C, Skuadron D, Skuadron E, Skuadron G, Combat Support Squadron, dan Skuadron Signal.

U.S Navy SEALS

U.S. Navy SEALS (Sea, Air, and Land Team) merupakan salah unit pasukan khusus Amerika Serikat lainnya yang begitu disegani dan ditakuti yang dibentuk pada 1 Januari 1962 yang menjadi bagian dari Naval Special Warfare Command yang merupakan subordinat dari U.S SOCOM (United Special Operation Command). Sebagai salah satu unit pasukan khusus terbaik di dunia, U.S Navy SEALS tentunya memiliki perekrutan dan training yang sangat ketat sehingga hanya beberapa saja yang akan diterima masuk ke dalam satuan. Peranan utama yang menjadi tanggung jawab dari Navy SEALS sendiri antara lain adalah operasi khusus, aksi langsung, kontra terorisme, pengintaian khusus, pengintian amfibi, penyelamatan sandera, dan perang non-konvensional.

Navy SEALS sendiri bermarkas di dua tempat yakni di Coronado dan Little Creek. Kiprah Navy SEALS tidak perlu dipertanyakan lagi mengingat mereka adalah salah satu unit pasukan khusus yang sudah kenyang dengan berbagai macam misi di berbagai negara di dunia seperti Perang Vietnam, Perang Saudara Somalia, Perang Teluk, dan Perang Afganistan. Salah satu prestasi yang ditorehkan oleh Navy SEALS adalah keberhasilan mereka memburu dan menangkap Osama Bin Laden yang merupakan petinggi dari AL-Qaeda yang merupakan otak dari serangan mematikan ke gedung kembar WTC pada 11 September 2021 yang menewaskan kira – kira 3000 orang. Operasi itu sendiri dinamai sebagai Operasi Neptune Spear.

Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
image

Komando Pasukan Khusus atau yang biasanya disingkat sebagai Kopassus, merupakan unit pasukan khusus milik negara kita, Indonesia dan merupakan bagian dari TNI Angkatan Darat. Pertama kali dibentuk pada 16 April 1952 dengan nama awal RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat) oleh Kolonel Alex Kawilarang dan H.M Idjon Djanbi. Setelah itu Kopassus berganti nama sebanyak dua kali yakni menjadi Kopassandha sebelum akhirnya menjadi Kopassus hingga saat ini. Kopassus sendiri memiliki 5 divisi utama yang memiliki peran dan tugas yang berbeda di setiap sub-unitnya.

Grup 1 dan Grup 2 Para Komando memiliki peranan dan tugas seperti operasi khusus, perang hutan, perang non konvensional, operasi anti pemberontakan, pengintaian khusus, dan aksi langsung. Grup 3 memiliki peranan sebagai pusat pelatihan pasukan khusus, Grup 4 memiliki peranan intelijen, dan Grup 5 atau yang biasa dikenal sebagai Sat-Gultor 81 memiliki peranan operasi kontra terorisme. Selain peranan – peranan utama yang sudah disebutkan, Kopassus juga memiliki peranan – peranan sekunder sepeti Penyerbuan HVT, perlindungan, kontra-intelijen, dan operasi ekstraterritorial. Kopassus bermarkas di Cijantung, Jakarta.

Sebagai salah satu unit pasukan khusus sekaligus elit di Indonesia, Kopassus sudah terlibat banyak sekali operasi – operasi yang sukses seperti Operasi Pemberantasan Kudeta 1965, Konfrontasi Indonesia – Malaysia, Operasi Seroja, dan lain sebagainya. Salah satu yang paling diingat oleh rakyat Indonesia adalah keberhasilan Kopassus dalam membebaskan semua penumpang Pesawat Garuda Indonesia penerbangan 206 yang dibajak oleh sekelompok orang bersenjata yang menamakan diri mereka Komando Jihad di Bandara Don Muang, Thailand pada 28 Maret 1981.

Spetsgruppa “ A “ (Alpha Group)

Alpha Group atau Grup Alfa merupakan unit pasukan khusus miliki angkatan bersenjata Rusia yang dibentuk pada 28 Juli 1974 pada masa kekuasaan Uni Soviet. Saat ini Grup Alfa merupakan bagian dari FSB atau Federal Security Services of the Russian Federation ( Federal’naya sluzhba bezopasnosti Rossiyskoy Federatsii) yang merupakan suksesor dari KGB. Sebagai unit pasukan khusus di Rusia, Grup Alfa memiliki peranan utama seperti operasi khusus, kontra-terorisme, penyelamatan sandera, penegakan hukuman, dan pengintaian khusus. Grup Alfa sendiri bermarkas di empat kota di Rusia yakni di Khabarovsk, Kranosdar, Yekaterinburg, dan Grozny.

Grup Alfa sendiri sudah terlibat dalam berbagai operasi militer seperti sejak awal pembentukannya seperti Perang Chechnya Pertama dan Kedua, Penyelamatan sandera di Teater Moskow, dan penumpasan upaya pemberontakan di Kauskasus Utara.

Marcos
image

Marcos atau Marine Commando Force adalah unit pasukan khusus yang merupakan bagian dari Angkatan Laut India. Marcos dibentuk pada February 1987 dan dapat beroperasi pada medan air, udara, dan darat. Sebagai unit pasukan khusus, Marcos memiliki tugas dan peranan antara lain yakni operasi khusus, pengintaian khusus, pengintaian amfibi, intelijen, dan kontra terorisme. Marcos sendiri juga bermarkas di daerah Vishakapatnam India.

Marcos sudah terlibat dalam berbagai operasi militer sejak pertama kali dibentuk seperti misalnya Operasi Pawan, Operasi Kaktus, Operasi Tasha, Operasi Zabardust, Operasi Rakshak, Operasi Rahat di Yaman, dan Perang kargil. Selain itu Marcos juga menjadi salah unit yang terlibat di konflik Jammu- Kashmir.

Special Service Group (SSG)

Special Services Group atau yang biasa disingkat SSG merupakan unit pasukan khusus milik angkatan darat Pakistan yang dibentuk pada tahun 1956. SSG memiliki 5 peranan utama dalam tugasnya yakni, foreign internal defense, pengintaian, aksi langsung, operasi kontra terorisme, dan perang non konvensional. Disamping itu SSG juga memiliki peranan dan tugas seperti penyelamatan sandera, pencarian dan penyelamatan, operasi perdamaian, dan pencarian dan penghancuran. SSG sendiri bermarkas di daerah Cherat, di Pakistan.

Secara struktur, SSG memiliki beberapa divisi utama seperti Kompi Iqbal Buland, Kompi Musa, Sekolah Terjun Payung, Sekolah Operasi Khusus, dan Brigade Tarbela. Sejak terbentuk hingga saat ini, SSG sudah terjun dalam berbagai operasi militer seperti Perang Indo-Pakistani, Perang Di Afganistan, Perang Sipil Sri Lanka, Perang Kargil, dan Perang melawan terror di Afganistan.

Contoh – Contoh Lain

Selain contoh – contoh yang sudah dijabarkan di atas, ada juga beberapa pasukan khusus yang juga mencuri perhatian dunia berkat kemampuan dan reputasi mereka dalam berbagai operasi seperti Special Forces Group dan Special Boarding Unit yang merupakan unit – unit pasukan khusus yang berada di bawah naungan Angkatan Bersenjata Jepang, People’s Liberation Army Special Operations Forces yang merupakan unit khusus di dalam Angkatan Bersenjata China, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Referensi :

  1. Santoso, A. (2017, November 14). Antara Pasukan Elite dan Pasukan Khusus. Deutsche Welle. Retrieved from Antara Pasukan Elite dan Pasukan Khusus | DUNIA: Informasi terkini dari berbagai penjuru dunia | DW | 14.11.2017
  2. Military History Now Editorial Team. (2015, February 9). Ancient Commandos – 11 Elite Forces from Antiquity. Military History Now. Retrieved from Ancient Commandos – 11 Elite Forces from Antiquity - MilitaryHistoryNow.com
  3. https://www.rankred.com/most-dangerous-special-forces/
1 Like