Apakah pentingnya menerapkan Conceptual Thinking dalam hidup?

Pemikiran Konseptual

Pemikiran Konseptual (Conceptual Thinking) adalah kemampuan untuk mengidentifikasi pola atau hubungan yang tidak nampak dengan jelas. Termasuk didalamnya menyimpulkan informasi yang beragam dan tidak lengkap menjadi sesuatu yang jelas, mengidentifikasi kunci atau dasar permasalahan di dalam situasi yang kompleks dan menciptakan konsep-konsep baru.

Conceptual thinking penting karena salah satu soft competencies atau role competencies yang harus dimiliki oleh SDM yang berada pada jabatan struktural adalah conceptual thinking atau berpikir konseptual. Conceptual thinking menyangkut kemampuan untuk melihat hubungan dari berbagai situasi, menganalisisnya dan mencoba menyimpulkan dan menciptakan sesuatu yang baru. Mengingat pentingnya conceptual thinking, terutama pada SDM yang menduduki jabatan struktural, maka perlu dilakukan pengasahan lebih lanjut agar mampu mengemban amanah sesuai perannya, dan akhirnya mampu berkontribusi terhadap kinerja organisasi.

Hal-hal yang diperlukan untuk meraih conceptual thinking adalah mampu menerapkannya pada situasi pekerjaan sehari-hari dan menerapkannya dalam menghadapai masalah-masalah yang timbul agar lebih mudah mendapatkan jalan keluar dari permasalahan tersebut. Dengan begitu kita diajak untuk berlatih praktis untuk mengembangkan conceptual thinkingnya. Menerapkan proses conceptual thinking untuk menemukan ide-ide solusi permasalahan. Metode ini tidak melihat masalah dalam skala kecil, tetapi dalam skala besar.

Hal-hal sederhana yang biasa dilakukan:

Menggunakan aturan sederhana, akal sehat, dan pengalaman masa lalu untuk mengidentifikasi masalah.
Mengakui ketika situasi saat ini persis sama dengan situasi masa lalu dan mencari kesamaan.
Berlaku Complex Konsep: - Menggunakan pengetahuan teori atau tren masa lalu yang berbeda atau situasi untuk melihat situasi saat ini.
Berlaku dan memodifikasi konsep belajar yang kompleks atau metode tepat.
Memikirkan sebab dan akibat dari permasalahan tersebut.
Mengambil keputusan yang tepat agar tidak menimbulkan masalah baru.
Memahami masalah agar lebih mudah dipecahkan.
Siapkan mental karena mental yang kuat sangat penting untuk bias menghadapi masalah yang tidak bisa dipecahkan.

Referensi :

1.Kamus kompetensi
2. Korner, Stephan Koleksi Buku 1955 Judul: Conceptual thinking: a logical inquiry, Cambridge:Cambridge University Press
3. Kasdin Sihotang, Febiana Rima K., Benyamin Molan, Andre Ata Ujan, Rodemeus Ristyantoro, Membangun Pemikiran Logis,Sinar Harapan, Jakarta: 2012

1 Like

Conceptual thingking merupakan kemampuan atau ketrampilan dimana seseorang mampu berpikir secara kreatif dan juga memhami ide-ide abstrak dan proses yang rumit. Orang yang mempunyai ketrampilan ini mampu memecahkan masalah, menciptakan ide, dan memahami hubungan antara ide, konsep, dan simbol, sehingga conceptual thingking ini sangan penting.

Conceptual thingking ini bisanya digunakan dalam dunia bisnis oleh para manajer, dimana manajer mampu mengkonsep untuk melihat dan memvisualisasikan seluruh perusahaan yang ia pimpin, dan membuat juga mengembangkan rencana yang baik untuk keberhasilan bisnisnya. Banyak dari perusahaan yang menempatkan conceptual thingking sebagai persyaratan untuk staf manajemen yang mereka punya. Oleh karenanya, conceptual thingking sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dilatih dengan baik.

Beberapa orang memiliki conceptual thingking yang lahir secara alamiah, namun tidak sedikit yang mengembangkannya melalui pembelajaran. Conceptual thingking juga berarti critical thingking (berpikir kritis), implementaton thingking (berpikir pengembangan), innovative thingking (berpikir inovatif), dan intuitive thingking (berpikir intuitif).

Bagi orang-orang yang tidak memiliki ketrampilan conceptual thingking, terdapat pembelajaran yang dapat dilakukan untuk menguasainya, dengan cara :

Pertama, luangkan waktu untuk mengamati. Mengamati disini berarti mengamati akan orang-orang yang pandai dalam hal ini, seperti para pemimpin, manajer, dan mengamati cara orang lain menerapkan strategi. Dapat juga dilakukan dengan membaca beberapa referensi, bacaan, mengenai conceptual thingking.

Kemudian setelah mendapat cukup ilmu, terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terapkan conceptual thingking setiap ada setiap kali ada kesempatan. Dan jika ada masalah, jangan menerapkan cara penyelesaian yang sederhana dan cepat selesai, namun terapkan pemecahan masalah yang dalam jangka waktu lama, yang merupakan best-case scenario.

Referensi : conceptual thingking skills

1 Like

Sebagai mahasiswa sistem informasi yang berfokus pada masalah manajemen, conceptual thinking sangatlah penting bagi karir di masa depan. Karena dengan mempunyai kemampuan conceptual thinking maka kita dapat menentukan kesimpulan dari informasi yang kita dapat menjadi suatu yang lebih jelas dan mengidentifikasi dasar permasalahan di dalam situasi yang kompleks.

Berikut penjelasan lebih mendalam tentang Conceptual Thinking menurut artikel Forbes yang berjudul “How to Develop 5 Critical Thinking Types”.

Conceptual Thinking adalah kemampauan untuk mengidentifikasi pola atau koneksi antara dua atau lebih objek yang tampaknya berbeda. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat berpikir secara strategis. Pemimpin yang baik dapat mengerti permasalahan yang ada dan dapat melihat peluang. Saat menghadapi suatu masalah, mereka akan berpikir jauh kedepan daripada memfokuskan diri pada masalah-masalah jangka pendek.

Sampai beberapa waktu lalu, sebagian besar besar pemimpin dapat bertahan hanya dengan critical dan implementation thinking. Namun pada zaman yang serba cepat ini, conceptual, innovative, dan intuitive thinking telah berkembang menjadi lebih populer, teterutama dalam dunia industri.

Beberapa pemimpin terlahir dengan kemampuan berpikir intuitif seperti ini. Namun sebagian besar dari kita tidak secara alami diberkahi kemampuan ini. berikut beberapa cara meninggkatkan kemampuan conceptual thinking sebagai pemimpin menurut artikel “The Power of Conceptual Thinking to Streghthen Your Leadership” :

Experiment with new ways of ideating
Ajak para karyawan untuk mengeluarkan idenya tanpa rasa takut. Namun pastikan bahwa mereka memiliki satu visi yang sama dengan kita

Ask provocative questions
Berikan pertanyaan-pertanyaan yang provokatif agar para karyawan yang telah memiliki cara berpikir konseptual dapat menjadi pemicu karyawan lain untuk sama-sama berpikir secara konseptual juga.

Push the envelope
Jika kita mempunyai ide atau proses baru, pikirkan juga apa yang dapat membawa ide tersebut ke level selanjutnya.

Think long-term
Pikirkan dahulu apa yang anda inginkan dalam lima tahun kedepan, lalu pikirkan detail-detail jan gka pendek kemudian.

Develop trust and stand back
Izinkan karyawan kita untuk merasa nyaman dengan visi kita dengan membuat tingkat kestabilan, setelah kompetensi karyawan tersebut telah terlihat, biarkan mereka membiasakan diri.

Conceptual Thinking (pemikiran konseptual) mengacu pada pemikiran yang melibatkan abstraksi dan refleksi, serta pemikiran kreatif dan pemecahan masalah. Pemikiran konseptual berhubungan dengan berpikir dengan cara yang abstrak dan intuitif. pemikiran konseptual memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang. Para ilmuwan, akademisi, manajer perusahan dan psikolog adalah beberapa dari para profesional yang menangani masalah secara rutin dengan berbagai jenis pemikiran konseptual.

Berfikir konseptual berati kita dituntut untuk memiliki cara berfikir meliputi pemecahan masalah, menganalisis, mengambangkan ide-ide baru dan merefleksikan pengalaman. Ketika kita melakukan pemikiran konseptual kita harus melihat hal-hal dengan cara yang bebeda untuk menyelesaikan suatu masalah.

Menurut Katz (1995), semakin tinggi jabatan seseorang dalam organisasi, keterampila teknis kurang diperlukan dan keterampilan yang lebih diperlukan adalah konseptual. Namun keterampilan koseptual selalu diperlukan dalam kehidupan sehari-hari tidak peduli apapun pekerjaannya.

Pemikiran konseptual dalam kontek organisasi
Seperti yang telah dijelaskan oleh Robert Katz, pemikiran konseptual melibatkan kemapuan untuk melihat perusahaan secara keseluruhan. Penting untuk mengenali bagaimana fungi bagian-bagian organinasi satu sama lain, bagaimana perubahan dalam satu bagian dapat mempengaruhi yang lain dan dapat melihat hubungan bisnis individu untuk industri, masyarakat, politik, social dan ekonomi secara keseluruhan. Pemimpi harus menyadari hubungan ini dan memahami unsur-unsur dalam situasi apapun.

Bagaimana mengembangkan pemikiran konseptual
Untuk mengembangkan pemikiran konseptual, seseorang perlu melihat masalah yang ada secara keseluruhan hal ini melibatkan berfikir kritis tentang menganalisis suatu tindakan yang akan diambil dalam menyelesaikan masalah akan memepengaruhi hasil. Berikut adalah beberapa cara untuk mengembangkan pemikiran konseptual :

  • Mengidentifikasi masalah dan menjadikan masalah tersebut sebagai studi kasus. Mempelajari situasi dan memiliki solusi untuk masalah tersebut.
  • Mendiskusikan masalah tersebut untuk mendapatkan sudut pandang yang berbeda.
  • Mendiskusikan ide-ide dengan orang lain. Membantu untuk medapatkan ide-ide baru yang belum pernah terpikirkan oleh kita.
  • Kunci untuk mengembangkan pemikiran konseptual adalah mampu melihat suatu masalah dan mengambil tindakan untuk belajar menyelesaikan masalah yang ada.

Sumber : Definition of Conceptual Reasoning, Conceptual Skills-Thinking beyond

Pentingnya Berfikir secara konseptual


Dalam berpikir secara konseptual adalah pemecahan masalah atau berpikir berdasarkan proses abstraksi dan terkonsep. Konseptual adalah proses analisis independen dalam pencarian kreatif untuk ide-ide atau solusi baru, yang mengambil point awal bahwa tidak ada kendala yang diterima dari realita sekarang yang perlu diterapkan atau untuk membentuk masa depan. Pemikiran konseptual dapat menjadi alat analitik atau pemecahan masalah yang berharga dalam bidang apapun.

Pemikiran konseptual merupakan kemampuan untuk memahami situasi atau masalah dengan mengidentifikasi pola atau koneksi dan menangani isu-isu kunci yang mendasari. Pemikiran konseptual mencakup integrasi isu dan faktor menjadi kerangka konseptual. Ini melibatkan penggunaan pelatihan profesional atau teknis dan pengalaman, kreativitas, penalaran induktif, dan proses intuitif yang mengarah ke solusi potensial atau alternatif yang layak.

Pemikiran konseptual membutuhkan keterbukaan terhadap cara-cara baru melihat dunia dan kemauan untuk mengeksplorasi. Tapi setelah pekerjaan analisis selesai dan konsep atau pikiran baru muncul, maka kerja keras mengkomunikasikan visi baru ini dimulai. Pemikir konseptual jika mereka ingin berhasil harus memahami bahwa hal-hal baru dan untuk banyak orang, ide-ide asing perlu dipelihara dan didukungan.

Pernahkah anda mempertimbangkan jika anda menggunakan pikiran anda untuk mendatangkan ide-ide baru?.Seperti yang dijelaskan pada artikel Conceptual Thinking Coaching pemikiran konseptual adalah kemampuan untuk melihat pola dengan membuat konenksi dengan ide-ide yang berbeda dalam konteks yang luas. Hasilnya adalah perspektif baru yang didapatkan ketika pemikiran konseptual itu digunakan. Dalam mengembangkan pemikiran konseptual anda akan mendatangkan ide-ide baru dengan cara-cara yang baru. Pada umumnya ide akan datang dalam garis linear sehingga ide dari arah lain sangat sulit didapatkan. Jadi belajar teknik pemikiran konseptual bisa menambah nilai kreatifitas yang anda miliki karena berasal dari arah ide yang berbeda

Kreativitas didasarkan pada hubungan yang bertentangan. Contohnya adalah pemikiran konvergen dan divergen. Pemikiran konvergen adalah pemikiran yang sistematis dan mengarah pada kesimpulan yang methodical. Berbeda dengan pemikiran divergen yang tidak mengikuti sebuah struktur, pada akhirnya dapat mengalihkan dari pola pemikiran yang biasa. Ide akan mudah di akses ketika pemikiran divergen di ransang dan didukung. Keuntungan menggunakan kedua pemikiran tersebut berfungsi untuk mengakses idea –ide serta datang dengan solusi yang tidak biasa

Ketika pelatihan terfokus pada pemikiran konseptual akan membuat seseorang memiliki banyak pengalaman tentang melihat keseluruhan dengan membuat koneksi terhadap ide-ide yang normalnya tidak mungkin dilakukan sebelumnya. Selain pemikiran kovergen dan divergen terdapat hal lain dalam mendukung pengembangan pemikiran konseptual. Misalnya, hubungan antara otak kanan dan otak kiri, serta perbedaan antara emosi dan pikiran. Tujuan menggunakan sesuatu yang berlawanan ialah agar mengalami perubahan persepsi dan menghasilkan ide-ide baru.

Banyak orang tidak bisa berfikir secara konseptual, hal ini mungkin karena dimengerti. Berfikir konseptual adalah berfikir dengan bantuan konsep. Sebuah konsep adalah :

  1. Sebuah gambaran umum diturunkan atau disimpulkan dari contoh atau kejadian tertentu.
  2. Sesuatu yang terbentuk dalam pikiran, pikiran atau gagasan.
  3. Sebuah skema, sebuah rencana.

Sebuah konsep dapat diartikan sebagai prinsip dasar. Contoh konsep harian diantaranya mencuci piring, membersihkan rumah, menggosok gigi. Konsep-konsep ini mudah untuk dijelaskan. Tetapi lebih sulit menjalaskan konsep-konsep yang lebih abstrak : rstoran, hotel, kantor, bangunan, biro perjalanan, polisi, lampu lalu lintas, penjara, toko, perpustakaan, pasar dll. Kebanyakan konsep terdiri dari dua atau tiga kalimat, bagaimanapun ini membutuhkan pemikiran yang berat. Hal itu berguna untuk meringkas dan membuatnya masuk akal.

Konsep mengacu pada hal yang mendasari, peristiwa, perilaku dan perwujudan. Dalam membuat restoran kelas menengah keatas berbeda konsep dengan menengah kebawah. Karena pada restoran dengan kelas menengah atas memperhatikan kenyamanan dan pelayanan kepada pelanggan selain menu hidangan yang enak sedangkan hal-hal kenyaman dan pelayanan biasanya kurang diperhatikan restoran kelas menengah ke bawah.

Jadi dalam membuat suatu konsep harus memperhatikan orientasi dari konsep yang dibuat, sehingga tidak terjadi salah sasaran. Misalnya dalam mendirikan sebuah negara harus mempunyai landasan negara yang yang jelas untuk menentukan kehidupan bernegara. Indonesia memiliki Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan dalam menjalankan sistem pemerintahan. Penggalian konsep adalah cara yang ampuh untuk berpikir jernih dan untuk mencari alternatif atau menyaingi konsep untuk memecahkan masalah dan merancang kemungkinan baru.

Apa sih yang dimaksud dengan BERPIKIR KONSEPTUAL ?
Seberapa penting BERPIKIR KONSEPTUAL bagi kita ??

Berpikir secara konseptual sangatlah penting dalam kehidupkan kita. Pemikiran konseptual dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam mencitakan beberapa ide secara cepat, mengambil jalan pintas dan berkembang menjadi konsep yang kuat. Dalam hal berpikir koseptual sesorang harus berada pada lingkungan yang penuh inspirasi dan memungkinkan individu untuk menciptakan dan mengembangkan sebuah ide.

Menurut Dave Clark pada artikelnya, pemikiran konseptual mengharuskan kita untuk memahami kemana arah tujuan kita. Hal ini mengarah pada gambaran langkah-langkah yang akan kita ambil. Bukan hanya menentukan efisiensi namun kita juga harus memikirkan apa dampak yang akan terjadi nantinya.

Sebagai contoh dalam militer, mungkin akan lebih efisien membentuk sebuah lingkaran di sekitar musuh atau menyerangnya dari belakang daripada melakukan serangan frontal ke pertahanan yang sudah disiapkan (pemikir sekuensial). Kadang-kadang pendekatan tidak langsung lebih efisien. Dalam hal ini kita harus memahami bahwa perencanaan strategis bukanlah suatu kegiatan, namun sebuah proses.

Contoh lainnya adalah dalam sebuah organisasi. Seorang pemimpin haruslah dapat berpikir secara konseptual. Mengapa ? Karena seorang pemimpin memiliki tanggung jawab terhadap hasil akhir atau tujuan organisasi tersebut. Dengan kata lain, pemimpin harus memiliki perencanaan matang tentang apa saja yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Tentunya dengan batasan-batasan tertentu.

Orang yang berpikir konseptual akan memahami bahwa rencana strategis adalah sebuah aturan dan pedoman. Mereka akan memahami kemana arah yang akan dituju. Jika mereka menyadari ada sesuatu yang menyimpang, mereka akan dengan mudah kembali ke jalan awal melalui aturan dan pedoman yang telah mereka buat.

Antara pemikir sekuensial dan pemikir konseptual, pemikir konseptual cenderung lebih berguna dalam hal perumusan dan pemikir sekuensial membantu ketika mengimplementasikan sebuah rencana. Namun sekali lagi kita harus fokus pada gambaran yang sudah dirancang dan “mencapai tujuan” merupakan prioritas utama.

Nah, sudah paham kan mengenai seberapa penting kita dalam berpikir konseptual ?
Semoga bermanfaat dan sampai jumpa :slight_smile:

Sumber Baca : http://fundingsage.com/conceptual-thinking-is-the-essence-of-strategy-how-you-think-matters/