Apakah pengaruh musik pada konsentrasi otak?

konsentrasi otak

Ketika belajar, beberapa teman saya ada yang belajar sambil mendengarkan musik dan ada pula yang tidak mendengarkan musik. Saya termasuk orang yang tidak dapat berkonsentrasi pada saat belajar ataupun membaca sesuatu. Namun beberapa teman saya ada yang tidak dapat berkonsentrasi jika tidak mendengarkan musik. Apakah hal tersebut merupakan hal alami yang terjadi pada beberapa manusia?

" musik tidak memiliki oengaruh terhadap sebuah pekerjaan. tapi mereka dilahirkan dari sumber yang sama dan salin mengisi melalui kepuasan yang mereka limpahkan " - albert einstein. einstein meyakini bahwa musik dapat memunculkan bawah sdarnya untuk memecahkan masalah - masalah yang sulit.musik dapat melembutkan hati dan mencipatakan kebahagiaan di jiwa. musik membangunkan sel - sel d dalam otak sehingga seseorang dapat berimajinasi dan menguapkan ide briliannya kedalam sebuah kesadaran yang kemudian diungkapkan melalui pemikirannya.
kebiasaan setiap orang memang berbeda. ada yang tanpa musik belajar terasa cepat bosan dan melelahkan, dan dengan musik terasa lebih relaks yang kemudian memunculkan semangat. dan ada pul belajar dengan mendengarkan musik malah melenyapkan konsentrasi yang sudah dibangun. coba saja untuk belajar dengan mendengarkan musik instrumental seperti einstein. sehingga dalam proses belajr tetap tenang dan rileks namun tidak terpengaruh dengan lirik lagu.

1 Like

Howard Gardner dengan teori multiple intelligent mengungkapkan bahwa musik merupakan salah satu bentuk kecerdasan otak yang bermanifestasi kedalam hidup sehari-hari. Jika orang mende-ngarkan musik, maka suara dan irama yang didengar memasuki liang telinga dan menggetarkan gendang telinga. Getaran itu diteruskan ke tulang tulang pendengaran menuju saraf pendengaran dan dilanjutkan ke pusat pendengaran di otak. Ketika mendengarkan lantunan musik tersebut selanjutnya diteruskan ke sistem limbik yang merupakan pusat emosi manusia.

Dari sana irama diolah dan emosi akan dipengaruhi sesuai dengan respon terhadap keadaan yang dialami seseorang. Saat itu manusia akan mendengar musik tidak hanya dari aspek rasionalitas otak kiri, juga melihat dan mendengar dengan melakukan pendekatan emosi dan intuisi pada otak kanan. Lantunan irama dan suara musik yang menyentuh sistem limbik akan diterjemahkan dengan perasaan senang dan bahagia akibat penyampaian irama yang merupakan pesan diujung ujung saraf.

Seluruh peran akan dikonsolidasi dalam bentuk gelombang alfa diotak, orang menjadi rileks namun tetap siaga. Disisi lain, diketahui juga bahwa musik mempunyai efek pengobatan untuk ketegangan, kecemasan dan depresi sehingga timbul semangat hidup. Coba perdengarkan lagu lagu lembut dan keras, setelah itu gunakan seluruh kemampuan otak kiri untuk memahami lirik demi lirik dan pergunakan otak kanan, imajinasikan dan nikmati lantunan irama yang diterima oleh otak.

Detak Jantung Sejak dalam kandungan, yang kita dengar setiap hari adalah detak jantung ibu seolah olah mendengarkan ketukan irama musik. Setelah lahir dentuman jantung yang didengar bergetar setiap hari tiada henti tanpa dirasakan. Beberapa telaah kepustakaan me-nyatakan bahwa musik dan lagu klasik yang rata rata memiliki ketukan 60x/menit dapat membawa otak pada keadaan tenang sehingga meredakan nyeri dan stres. Setelah itu dapat membantu melepas emosi yang tidak nyaman dan pada gilirannya dapat menstimulasi berfikir, kreativitas, imajinasi dan sensitivitas terhadap dunia sekeliling.

Musik lembut memiliki efek yang mencengangkan karena irama lembut dan indah dengan kombinasi warna bunyi yang berbeda, mengalun dalam perpaduan yang harmonis akan menstimulasi emosi seseorang. Selain itu musik lembut akan berbeda responnya dibandingkan dengan musik keras yang dapat mengganggu konsentrasi dan labilitas gelombang otak sehingga secara teori dapat mencemaskan.

Kesehatan otak Setelah secara fisik manusia sehat, maka langkah selanjutnya adalah me-nyehatkan otak de-ngan cara melatih aerobik dan neurobik. Beberapa hal dapat mempengaruhi kesehatan otak termasuk makanan, gizi, dan informasi, latihan dan suasana hati termasuk santai dan spiritual disertai stimulasi kecerdasan melalui musik.

Emosionalitas dan suasana hati manusia sepenuhnya dipengaruhi oleh lingkungan dalam hal ini apa yang dilihat, dirasakan, dan didengar semasa detik kehidupan ini. Musik tidak diragukan lagi mempunyai kemampuan stimulasi untuk otak kanan. Rangsangan otak kanan sepenuhnya mempengaruhi imajinasi dan intuisi manusia sehingga mampu membuat hubungan dengan komponen rasio-nalitas otak kiri. Kemampuan dan kesehatan otak menjadi primer dalam menghadapi persaingan global dewasa ini.

Tidak disangka lagi lan-tunan irama musik akan memacu otak untuk menjadi jauh lebih sehat karena mampu mengatasi ketega-ngan dan kecemasan yang timbul dari lingkungan. Terapi Musik Musik (suara, irama, melodi dan harmoni) digunakan untuk memfasilitasi dan memacu komunikasi, hubungan, belajar, mobilisasi, ekspresi dll, sehingga memacu kemampuan fisik, emosi, mental.

Terapi musik berguna untuk mengembangkan potensi dan fungsi individu sehingga mempunyai kemampuan lebih baik untuk integrasi intra dan interpersonal dengan konsekuensi kualitas hidup yang lebih baik untuk prevensi, rehabilitasi atau terapi. Suku Narayo Indian percaya bahwa menyanyi mempunyai arti sentral untuk harmonisasi antara tubuh de-ngan jiwa dan lingkungannya. Musik telah menjadikan bagian yang tidak terpisahkan bagi manusia. Sewaktu janin setiap hari yang didengar adalah detak jantung.

Musik merupakan susunan bunyi yang diterima individu dengan respon yang berbeda berdasarkan lokasi, budaya dan selera seseorang. Secara definitif musik adalah bunyi yang dianggap enak oleh pendengar walaupun tanpa wujud yang jelas. Keterlibatan musik dengan kehidupan manusia didunia telah banyak diteliti. Musik dapat mencegah ketegangan hidup, meningkatkan selera makan, untuk restorasi pasien yang sakit, memicu gairah hidup dan seksual dan mempermudah proses kelahiran janin. Jadi efek musik berhubungan erat de-ngan psikologi manusia sehingga fenomenal musikal yang emosional akan mempengaruhi para pendengar dan secara umum akan merangsang kecerdasan musical.

dikutip dari : idhamtopiy.blogspot.com/2013/01/pengaruh-musik-terhadap-otak.html

1 Like

Belajar sambil mendengarkan musik adalah salah satu gaya belajar yang dimiliki manusia. Ada yang bisa berkonsentrasi jika ada musik. ada juga yang sebaliknya. Hal tersebut berkaitan dengan tingkat fokus seseorang. Orang yang memiliki tingkat fokus lebih besar, ia masih bisa belajar meskipun ada suara-suara di sekelilingnya, dan itu tidak memecah fokusnya. Ada juga yang hanya dengan suara sedikit saja, konsentrasi bisa pecah.

Apabila kita belajar materi yang membututhkan daya ingat, sebaiknya sambil mendengarkan musik tidak dilakukan. Mengapa??
Karena latar belakang musik dapat mempengaruhi kemampuan otak untuk melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan memori, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi konsentrasi.
Penelitian yang telah dipublikasikan pada jurnal
Applied Cognitive Psychology ini, dilakukan dengan meminta partisipan mengingat delapan data dalam urutan. Penelitian ini dilakukan di lima kondisi berbeda, yaitu lingkungan yang tenang, diperdengarkan musik yang disukai, musik tak disukai, data tidak stabil (urutan acak) dan data stabil.
Hasilnya, kemampuan mengingat partisipan buruk saat kondisi mendengarkan musik, baik musik yang disukai maupun yang tak disukai, juga saat dilakukan mengacakan data. Sedangkan ingatan paling bagus terjadi ketika berada pada lingkungan yang tenang dengan data yang tetap atau stabil.

“Rendahnya daya ingat partisipan pada saat mendengarkan musik dan mengalami data acak terjadi karena adanya variasi di lingkungan akustik. Hal ini merusak kemampuan untuk mengingat urutan data dan pengulangan,” tutur Nick Perham, peneliti dan dosen di School of Psychology, University of Wales Institute di Cardiff, seperti dilansir dari Health24 , Jumat (6/8/2010).

Perham menjelaskan bahwa untuk mengingat data juga diperlukan kemampuan untuk mempertahankan kontrol informasi dalam jangka pendek, yaitu melalui pengulangan memori.
Tetapi hal tersebut tidak akan terjadi ketika lingkungan belajar atau tempat untuk mengingat mengalami variasi akustik atau perubahan bunyi, seperti dengan latar belakang musik.

sumber : http://m.detik.com/health/read/2010/08/06/111736/1414775/766/belajar-sambil-dengar-musik-tak-baik-untuk-otak

1 Like

Musik seakan tidak bisa lepas dari hidup kita. Setiap hari kita mendengarkan melodi melodi yang tersusun rapi menjadi sebuah lagu yang nyaman didengarkan dan dinikmati.

Lantas, tidak hanya menjadi sebuah hiburan, musik sudah dikategorikan sebagai seni. Baik seni kelas tinggi seperti orkestra atau opera maupun seni kelas urban casual layaknya rock atau pop.
Itulah menariknya musik. Tidak hanya berperan sekedar pelepas penat saja namun musik juga memiliki efek relaksasi yang memberikan suatu reaksi unik pada otak kita.

One good thing about music is when it hits you, you feel no pain

-Bob Marley-

Dalam bukunya yang berjudul “Musicophilia,” Dr. Oliver Sacks berpendapat bahwa bagi manusia, musik adalah pengalaman mendasar dan fundamental yang mana membutuhkan kerja area luas dari bagian bagian otak, tapi hubungan yang langsung terjadi adalah pada bagian sistem limbik dan menginduksi sensasi emosional yang kuat.

Meneruskan argumen dari Dr. Sacks, kebanyakan dari penelitiannya berlingkar di terapi musik yang mana banyak digunakan untuk mengstimulasi orang orang yang mengalami gangguan kognitif.

Beberapa orang penderita gangguan otak yang kehilangan kemampuan bicara, membentuk pemikiran koheren atau bahkan berkomunikasi nyata dengan orang lain, kembali mengembangkan kemampuannya bernyanyi dan dengan cara itulah orang orang yang kehilangan kemampuan bicaranya kembali bisa berinteraksi kembali dengan orang orang yang berharga baginya.

Beberapa cedera otak dan penyakit otak akan mempersulit porsi rekrutmen area otak dari cortex untuk dikoordinasi dan melakukan fungsi kognitif tingkat lebih tinggi.
Akan tetapi, musik memiliki kualitas yang unik untuk diteliti dan ditafsir dari ritme, not, tempo, nada, dll dan karena musik juga mengstimulasi banyak sekali bermacam macam ingatan, pikiran dan perasaan, musik bisa berperan sebagai obat penolong untuk menghubungkan berbagai bagian otak yang terputus karena gangguan.

Sumber: SAINTIA

1 Like