Apakah Penerapan Measurable Organizational Value (MOV) untuk Startup Yang Telah Gagal Dapat Memutar Kondisi Startup Tersebut Menjadi Sukses?

Menurut Jack Marchewka, Measurable Organizational Value (MOV) didefinisikan sebagai tujuan keseluruhan suatu proyek dan pengukur sebuah kesuksesan. Hal itu dikarenakan tidak ada keputusan yang dapat diambil tanpa mempertimbangkan dampak yang akan dihasilkan bagi suatu perusahaan.

Lalu, apakah penerapan measurable organizational value (MOV) untuk startup yang telah gagal dapat memutar kondisi startup tersebut menjadi sukses?

Measurable Organizational Value (MOV) sendiri memiliki beberapa area of impact, yaitu strategic, customer, financial, operational, dan social.

Area-area atau bagian-bagian tersebut semuanya memiliki potensi dalam mengembangkan suatu perusahaan atau sebuah organisasi menuju level selanjutnya, yang notabene sudah memiliki track record baik di masa lalunya. Lalu apakah dengan menerapkan MOV, perusahaan – atau khususnya yang menjadi pokok bahasan disini – startup yang telah gagal, dapat memutar kondisi menjadi sukses?

Dari berbagai area of impact diatas, dapat kita jabarkan dahulu satu per satu, apa saja contoh dari tiap area of impact tersebut.

  • Sisi strategis, misalnya adalah penemuan market atau pasar potensial yang baru, dapat pula produk-produk dan layanan baru yang dapat dipasarkan
  • Sisi customer, misalnya produk dan layanan yang lebih baik, loyalitas yang lebih baik dan kepuasan pelanggan yang meningkat
  • Sisi finansial, misalnya profit atau keuntungan yang meningkat, margin profit yang semakin besar
  • Sisi operasional, misalnya biaya operasional yang lebih rendah, peningkatan efisiensi
  • Sisi sosial, misalnya edukasi yang lebih banyak, kesehatan, keamanan dan lingkungan yang baik.

Dari semua area of impact diatas, terdapat beberapa area yang cukup menjanjikan untuk —setidaknya— memberikan harapan kembali kepada startup tersebut untuk mencoba memutar kondisi kegagalan menjadi keberhasilan melalui penerapan MOV. MOV dapat membantu startup tersebut melakukan perencanaan dengan terarah, karena MOV menjadi goal dari project.

Tentunya bukan hal yang mudah, dan tidak ada jaminan keberhasilan 100%. Semua bergantung pada bagaimana MOV diimplementasikan, dan apakah semua stakeholder mendukung segala proses yang ada.

Referensi:
https://www.coursehero.com/file/p10offr/Measurable-Organizational-Value-MOV-The-projects-goal-Must-be-measurable/

Sebelum menerapkan Measurable Organizational Value (MOV) untuk kasus tersebut, dapat dilihat terlebih dahulu penyebab kegagalannya. Jika penyebab kegagalan sudah ditemukan, langkah selanjutnya adalah memulai konsep MOV.

“Tujuan dari konsep MOV sendiri adalah mengurangi penggunaan waktu, mengembangkan operasi perusahaan, dan meningkatkan komunikasi perusahaan”

Sehingga MOV harus berdasar dan mendukung tujuan dan strategi perusahaan. Terdapat 6 langkah dasar untuk mengembangkan MOV:

  1. Identifikasi area yang akan terkena dampak
  2. Identifikasi nilai projek IT
  3. Mengembangkan metrik yang tepat
  4. Waktu untuk mencapai MOV
  5. Verifikasi dan mendapatkan persetujuan stakeholder
  6. Menyimpulkan MOV dalam statement yang jelas

Lalu penyebab kegagalan startup dijadikan bahan utama pembahasan dari pengembangan konsep MOV. Bisa dimulai dengan step 1 yaitu memastikan lagi area strategi, pengguna, keuangan, operasional, dan social dari startup terdapat apa saja. Setelah step 1 sudah dipastikan jelas dan lengkap maka dapat dilanjutkan ke step berikutnya sampai step yang terakhir. Jika semua step berhasil dijalankan startup tersebut dapat dicoba kembali untuk dijalankan sesuai apa yang telah direncanakan. Jika berhasil diterapkan dengan baik walaupun belum tentu membawa kesuksesan, setidaknya dapat memberikan gambaran kedepan untuk startup tersebut agar tidak jatuh kembali saat berjalan.


Menurut Jack Marchewk, seorang profesor sistem informasi manajemen di Northern Illinois University, mengembangkan metode mengukur keberhasilan suatu investasi. yakni Measurable Organizational Value (MOV). Metode ini mengukur keberhasilan atau kegagalan sebuah proyek berkaitan dengan dampak yang diinginkan proyek.

Dalam pengembangan sebuah Start Up tentu saja tidak selamanya berjalan mulus, salah satu kegagalan dalam pengembangan Start Up adalah tidak tercapainya suatu target. Kegagalan mencapai target ini bisa dari berbagai faktor, mulai dari faktor strategis, customer, finasial, operasional, dan sosial, berikut merupakan contoh dari cakupan area dari faktor tersebut :

  • Strategic
    Contoh: menembus pasar baru, meningkatkan market share,

  • Customer
    Contoh: Customer punya pilihan lebih atas produk atau service, customer menerima produk dan service terbaik, transaksi lebih efisien dan efektif.

  • Financial
    Contoh: Meningkatkan profit dan margin.

  • Operational
    Contoh: Hemat biaya sesuai kelancaran operasi, meningkatkan keefektifan operasional, meningkatkan supply chain.

  • Social
    Contoh: Edukasi, kesehatan, keamanan, lingkungan.

dari beberapa faktor tersebut, jika salah satu saja tidak tercapai maka sebuah Start Up dikatakan tidak berhasil, karena sebuah keberhasilan dari MOV adalah tercapainya semua target yang telah ditetapkan, dan Apakah penerapan MOV akan membuat Start Up dapat bangkit dari kegagalan ? jawabannya adalah
BISA, asalkan seorang top level manajement harus mampu mengukur kemampuan anggotanya untuk dapat bekerja sama mencapai target yang ditetapakan.

Referensi :
https://bizfluent.com/info-8352967-measurable-organizational-values.html

Untuk mengembangkan MOV(Measurable Organizational Value) Terdapat 6 proses yang harus dilakukan, yaitu:

  • Identifikasi dampak daerah yang diinginkan
  • Identifikasi nilai yang diinginkan pada sebuah proyek
  • Mengembangkan metric/satuan penilaian yang sesuai/terstandar
  • Menetapkan waktu pencapaian MOV
  • Verifikasi dan meminta persetujuan stakeholder proyek
  • Menyimpulkan MOV dalam statement / pernyataan singkat & jelas

Dilihat dari 6 proses yang telah disebutkan secara umum penyebab sebuah kegagalan Startup adalah ketidaksuksesan dalam mengidentifikasi dampak daerah yang diinginkan. Dampak daerah yang diinginkan dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Strategic, yang berarti proyek tersebut dijalankan untuk meningkatkan strategi sebuah perusahaan(sebagai contoh: meningkatkan penjualan pasar, membuka pasar baru)
  • Customer: yang berarti proyek tersebut dijalankan untuk meningkatkan target customer sebuah perusahaan(sebagai contoh: Meningkatnya jumlah customer, Customer dapat semakin nyaman dalam berhubungan dengan perusahaan)
  • Financial, yang berarti proyek tersebut dijalankan untuk meningkatkan finansial sebuah perusahaan(sebagai contoh: meningkatkan keuangan perusahaan, menambah profit, mengurangi kerugian)
  • Operational, yang berarti proyek tersebut dijalankan untuk meningkatkan kinerja operasional sebuah perusahaan(sebagai contoh: Menurunnya biaya produksi, meningkatnya jumlah barang yang dapat diproduksi)
  • Social, yang berarti proyek tersebut dijalankan untuk meningkatkan dukungan sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar(sebagai contoh: Memberikan edukasi, pelayanan kesehatan).

Dari hal diatas, jika Startup yang gagal mampu memperhatikan lebih dalam mengenai MOV, secara umum Startup tersebut mampu untuk menelisik masalah yang terjadi di dalam perusahaan mereka dan memperbaiki hal tersebut. Tidak ada jaminan untuk menjadi sukses, namun perusahaan mampu untuk memperbaiki kelemahan yang mereka miliki

Referensi:

  1. TUGAS PAPER M0214 – TOPIK-TOPIK LANJUTAN SISTEM INFORMASI ANALISA BUSINESS CASE PADA PT. IWAN CAHAYA SENTOSA (Octavion)