Apakah membersihkan gigi dengan tusuk gigi berbahaya? Apa saja bahaya membersihkan gigi dengan tusuk gigi?

Ketika kita makan, akan ada banyak kemungkinan sisa makanan tersangkut di gigi, terutamadi gigi yang bolong. Untuk mengatasinya, banyak cara yang dilakukan, mulai dari kumur-kumur, sikat gigi, namun kebanyakan menggunakan tusuk gigi.

Sayangnya, menurut para ahli, menggunakan tusuk gigi itu tidak sehat. Menggunakan tusuk gigi terlalu sering dapat menimbulkan bahaya bagi gigi serta gusi.

Sebagai salah satu alternatif kita bisa menggunakan air untuk berkumur setelah makan atau menggunakan benang gigi. Berikut beberapa dampak buruk pakai tusuk gigi, seperti dilansir boldsky:

  1. Pengikisan
    Ketika kita terus menyodok di antara gigi untuk menghilangkan partikel makanan tertinggal, hal itu menyebabkan apengikisan dan juga menyebabkan pendarahan. Jika ini terus dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada seluruh gigi.

  2. Penyakit gusi
    Menggunakan tusuk gigi hanya untuk sekali bisa saja, tetapi sering menggunakannya dapat mempengaruhi tidak hanya gigi tetapi juga gusi. Kalau tidak diobati hal ini dapat menyebabkan penyakit gusi parah.

  3. Membuat jarak antar gigi
    Ketika tusuk gigi sering digunakan di tempat yang sama, hal itu menciptakan ruang di antara dua gigi dan akan lebih memperburuk kondisi dan ada kemungkinan makanan lebih terjebak di antaranya serta menyebabkan pembentukan rongga.

  4. Merusak enamel gigi
    Ketika seseorang menggunakan tusuk gigi, dalam proses itu mereka juga cenderung mengunyah dari tusuk gigi yang terbuat dari plastik atau kayu dan menyebabkan kerusakan pada enamel gigi.

  5. Merusak akar gigi
    Sering menggunakan tusuk gigi bukan hanya mempengaruhi gusi tapi ketika gusi yang bergerak turun dari posisi sebenarnya, hal itu menyebabkan kerusakan pada akar gigi juga. Hal ini menyebabkan rasa sakit dalam beberapa kasus.

  6. Menghancurkan lapisan gigi
    Lapisan yang melindungi rongga gigi akan hancur karena sering menggunakan tusuk gigi.

  7. Napas bau
    Tusuk gigi umumnya digunakan untuk menghilangkan makanan yang terjebak di antara gigi. Jadi, ketika makanan ini berada di sana untuk jangka waktu yang lama dan ketika dibersihkan menggunakan tusuk gigi, hal itu mengeluarkan bau mulut juga.


Adakah bahaya lainnya ?

Suara.com - Ada saat dimana ketika mengonsumsi makanan tertentu ada sisa makanan yang tiba-tiba terjebak di antara sela-sela gigi. Untuk mengeluarkannya, sebagian besar Anda tentu memilih tusuk gigi.

Tapi tahukah Anda bahwa ada dampak yang bisa diakibatkan dari penggunaan tusuk gigi. Dilansir Boldsky, tusuk gigi tak hanya membahayakan bagi gusi namun juga rongga mulut secara keseluruhan.

Berikut beberapa alasan mengapa Anda sebaiknya menghindari penggunaan tusuk gigi, seperti dilansir dari laman Bokdsky.

  1. Menyebabkan abrasi gusi
    Gerakan menyodok sisa makanan yang terselip diantara gigi dapat menyebabkan abrasi gusi dan pendarahan. Pada gilirannya hal ini dapat memicu gigi mudah lepas karena gusi menjadi turun.

  2. Penyakit gusi
    Menggunakan tusuk gigi sesekali saja mungkin tak langsung memicu efek negatif bagi rongga mulut. Namun jika hal ini sudah menjadi kebiasaan maka Anda berisiko mengalami penyakit gusi.

  3. Merusak enamel gigi
    Ketika seseorang menggunakan tusuk gigi maka mereka cenderung mengunyah tusuk gigi selama beberapa menit. Kebiasaan ini turut menyumbang kerusakan pada enamel gigi.

  4. Merusak akar gigi
    Sering menggunakan tusuk gigi dapat membuat gusi bergerak turun dari posisi sebenarnya. Selain itu hal ini juga dapat berefek pada kerusakan akar gigi yang menyebabkan rasa nyeri luar biasa.

  5. Bau mulut
    Tusuk gigi biasanya digunakan untuk mengeluarkan sisa makanan yang terjebak di sela-sela gigi. Namun ketika Anda mengeluarkan sisa makanan yang telah mengendap lama dengan tusuk gigi, hal ini akan memicu bau yang tak sedap.

Hellosehat.com - Salah satu kebiasaan yang banyak diakukan orang setelah makan adalah mengorek sisa-sisa makanan nyempil di gigi dengan tusuk gigi. Tapi awas. Bukannya membuat gigi jadi bersih, kebiasaan pakai tusuk gigi setelah makan justru tidak baik buat kesehatan, loh! Simak bahaya tusuk gigi untuk kesehatan gigi berikut ini.

Apa bahaya tusuk gigi untuk kesehatan?

Berikut beberapa bahaya tusuk gigi yang mungkin timbul kalau Anda keseringan pakai tusuk gigi untuk membersihkan makanan yang terselip di gigi.

1. Menyebabkan gusi berdarah

Ketika Anda terus membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi untuk menghilangkan bagian makanan yang tertinggal, hal itu akan menyebabkan perdarahan pada area gusi. Pasalnya ujung tusuk gigi yang tajam bisa menimbulkan luka di gusi yang merupakan jaringan lunak di dalam mulut yang tentunya sangat rawan, Bahkan, jika kebiasaan ini sering Anda lakukan maka lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan pada seluruh bagian gigi.

2. Infeksi gusi

Jika digunakan hanya sesekali dan dalam keadaan yang benar-benar darurat, tusuk gigi boleh saja digunakan dan mungkin masih aman. Namun jika Anda menggunakannya hampir disetiap selesai makan, tidak hanya merusak gigi, namun juga gusi. Nah, apabila tidak segera di obati dan ditangani dengan baik, maka dapat menyebabkan penyakit gusi yang parah. Di antaranya, radang gusi (gingivitis) dan periodontis (yang terjadi saat gingivitis dibiarkan dan sudah semakin parah).

3. Ruang antar gigi

Bahaya yang ini sangat mungkin terjadi jika Anda sering membersihkan makanan yang menyelip di sela-sela gigi yang sama. Lambat laun kondisi ini akan menciptakan ruang yang lebih besar dan lebar antara satu gigi dengan gigi sebelah. Nah, inilah yang justru akan lebih memperburuk kondisi. Pasalnya ada kemungkinan makanan yang lebih besar bisa sering menyangkut di sana karena kerapatan gigi Anda sudah berkurang.

4. Penurunan gusi

Selain bisa membuat gigi meregang, nyatanya penggunaan tusuk gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan juga akan menyebabkan kerusakan pada gusi. Tepatnya bisa merubah posisi gusi yang akan bergerak turun dari posisi sebenarnya. Jika dibiarkan, ini akan menyebabkan kerusakan pada akar gigi juga. Apabila ini terjadi, tentu saja ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

5. Merusak enamel gigi

Tanpa disadari kebiasaan menggunakan tusuk gigi juga bisa merusak enamel gigi. Enamel gigi adalah permukaan paling keras dari tubuh manusia dan juga merupakan lapisan terluar dari gigi yang melindungi jaringan di bawahnya yang terdiri dari dentin dan pulpa. Enamel gigi yang rusak menyebabkan gigi mudah berubah warna karena enamel telah hilang dan dentin terpapar udara luar. Tepian gigi depan juga mungkin terlihat transparan karenanya. Selain itu, enamel yang terkikis menyebabkan gigi jadi sensitif. Menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan gigi pada dasarnya sangat tidak disarankan karena dapat menimbulkan bahaya bagi gigi serta gusi. Sebagai alternatif untuk membersihkan sisa-sisa makanan di gusi ataupun gigi Anda bisa menggunakan sikat gigi ataupun berkumur dengan air.

Beberapa penelitian telah menyatakan, jika penggunaan tusuk gigi memang berdampak buruk terhadap gigi, terutama pada gusi. Bentuk ujung tusuk gigi yang runcing bisa menyebabkan gusi luka hingga berdarah. Jika terus dilakukan, celah sempit diantara gigi akan terus terkena tusuk gigi akan melebar bahkan terjadi epulis.

Epulis atau tumor pada gusi sangat dianggap sepele, karena gejalanya tidak terlihat. Gejala epulis hanya terasa benjolan kecil di antara celah gigi, namun tidak berdarah, sehingga Anda tidak sadar penggunaan tusuk gigi inilah penyebab awal terjadinya epulis. Dalam menangani epulis, Moms harus melakukan pemotongan pada jaringan gusi serta tindakan kuret. Namun, kondisi ini sewaktu-waktu bisa kembali kambuh jika Anda masih menggunakan tusuk gigi secara berlebihan, kasar, dan tidak tepat sasaran atau mengenai gusi di sela gigi.

Kebiasaan menggunakan tusuk gigi dapat membuat gigi dan gusi mengalami masalah. Selain bisa menyebabkan gigi merenggang, penggunaan tusuk gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan juga dapat menyebabkan kerusakan pada gusi. Sering memakai tusuk gigi bisa mengubah posisi gusi menjadi bergerak turun dari posisi awal. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut akan menyebabkan kerusakan pada akar gigi.

Ruang di antara gigi mungkin terjadi jika sering membersihkan makanan di sela gigi yang itu-itu saja. Lambat laun, ruang di antara gigi yang satu dengan gigi yang lain akan membesar. Makanan yang lebih besar lebih mungkin terselip karena kerapatan gigi berkurang.

Sering menggunakan tusuk gigi ternyata dapat memicu abrasi gigi. Abrasi gigi merupakan keadaan abnormal dimana ada lapisan gigi yaitu email atau dentin yang hilang dan terkikis. Alhasil, Anda akan mengalami gigi ngilu saat mengonsumsi minuman dingin. Abrasi yang terus-menerus terjadi juga dapat menyebabkan gigi berlubang atau keropos.

Perdarahan pada area gusi juga mungkin terjadi akibat pemakaian tusuk gigi. Pasalnya, ujung tusuk gigi yang tajam bisa menimbulkan luka di gusi yang merupakan jaringan lunak di dalam mulut.

Tekanan dengan tusuk gigi yang ditimbulkan oleh makanan yang terselip di antara gigi dan masuk ke saku gusi dapat menyebabkan rasa sakit yang menjalar tidak jelas pada rahang, selain itu timbul juga perasaan ingin mencongkel-congkel gigi serta bau mulut. Sulitnya makanan yang terselip untuk dikeluarkan menyebabkan makanan itu berada disana dalam waktu yang lama, dan hal itu akan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi perkembangan bakteri dan terbentuknya plak gigi. Bakteri yang berkumpul dan plak yang terbentuk disekitar makanan itulah yang akan menyebabkan keradangan pada gusi

Pada keadaan yang lebih parah terjadi kerusakan serta peradangan jaringan pendukung gigi (jaringan periodontal) dan juga lubang pada akar gigi. Hal lain yang dapat terjadi akibat terselipnya sisa makanan meliputi gusi menjadi turun, abses pada jaringan penyangga gigi, keradangan pada ligamen jaringan penyangga gigi, kerusakan tulang alveolar dan gigi menjadi sensitif terhadap tekanan.

www.klikdokter.com

Bahaya penggunaan tusuk gigi terhadap gigi, langsung aja kita simak penjelasan dibawah ini :

  1. Pengikisan
    Jika kita terlalu sering menggunakan tusuk gigi, kemungkinan besar akan menyebabkan lapisan pada gigi menipis dan pendarahan dan lama kelamaan akan menyebabkan semua gigi rusak. Hal ini terjadi jika gigi terus menerus ditusuk atau ditekan dengan benda asing.

  2. Penyakit Gusi
    Bahaya yang kedua penggunaan tusuk gigi yaitu penyakit gusi, untuk penggunaan tusuk gigi disarankan sesekali saja karena jika terlalu sering maka akan menyebabkan kerusakan bukan hanya gigi tapi gusi juga akan membengkak dan rusak.

  3. Membuat Jarak Antar Gigi
    Bahaya penggunaan tusuk gigi yang ketiga yaitu membuat gigi berjarak yang satu dengan yang lainnya, jika kita terlalu sering menggunakan tusuk gigi, maka akan menyebabkan gigi terkikisnya gigi dan lambat laun akan mebuat rongga pada gigi. Nah, inilah yang justru akan lebih memperburuk kondisi. Dan hal itu memungkinkan makanan akan lebih terjebak diantara sela-sela gigi karena kerapatan gigi Anda sudah berkurang.

  4. Merusak Akar Gigi
    Menggunakan tusuk gigi bukan hanya menyebabkan gusi sering berdarah dan bau mulut serta bengkak saja melainkan ketika gusi bergeser dari tempat yang seharusnya maka akan menyebabkan sakit gigi yang fatal. Apabila keadaan sudah begini maka kekuatan gigipun akhirnya akan ikut rusak.

  5. Menyebabkan Abrasi
    Ketika Anda terus menyodok di antara gigi untuk menghilangkan partikel makanan tertinggal, hal itu menyebabkan abrasi dan juga menyebabkan pendarahan. Jika ini terus dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada seluruh gigi.

  6. Merusak Enamel Gigi
    Enamel gigi adalah permukaan paling keras dari tubuh manusia dan juga merupakan lapisan terluar dari gigi yang melindungi jaringan di bawahnya yang terdiri dari dentin dan pulpa. Tanpa kita disadari, kebiasaan buruk menggunakan tusuk gigi juga bisa merusak enamel gigi.

  7. Menyebabkan Gigi Berlubang
    Terakhir, terlalu sering menggunakan tusuk gigi akan menyebabkan gigi berlubang berdarah. Gigi yang bolong dapat menyebabkan rasa ngilu yang luar biasa, lebih dari sekadar gigi sensitif bahkan gigi hipersensitif. Dokter gigi Anda perlu memeriksa gigi Anda dan menentukan pengobatan yang tepat, seperti penambalan gigi.

  8. Menyebabkan Bau Mulut
    bahaya lain dari penggunaan tusuk gigi yaitu bau mulut, bau mulut tercipta dikarenakan bakteri yang terdapat pada tusuk gigi yang tidak higienis.

sumber: https://halogigi.com/

Berikut ini adalah dampak yang terjadi apabila Anda sering menggunakan tusuk gigi:

  1. Merusak enamel gigi
    Enamel gigi atau lapisan terluar dari gigi ternyata bisa mengalami kerusakan jika Anda memiliki hobi mencungkil sisa makanan yang terselip dengan menggunakan tusuk gigi. Jika hal ini terjadi, maka enamel gigi yang berfungsi sebagai pelindung gigi akan semakin terkikis dan Anda pun akan semakin mudah merasakan gigi ngilu saat mengonsumsi minuman dingin.

  2. Membuat gusi berdarah
    Tajamnya tusuk gigi tanpa disadari bisa menusuk gusi saat Anda sedang berusaha untuk mencungkil sisa makanan. Hal ini tentu bisa membuat gusi berdarah. Jika ada kuman dan bakteri yang berhasil masuk ke dalam luka tersebut, dikhawatirkan hal ini akan memicu peradangan gusi atau penyakit lainnya.

  3. Mengubah posisi gusi
    Selain bisa menyebabkan gigi merenggang, penggunaan tusuk gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan juga dapat menyebabkan kerusakan pada gusi. Sering memakai tusuk gigi bisa mengubah posisi gusi menjadi bergerak turun dari posisi awal. Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut akan menyebabkan kerusakan pada akar gigi.

  4. Menciptakan ruang antar gigi
    Ruang di antara gigi dapat terjadi jika Anda sering membersihkan makanan di sela gigi yang sama secara berkali-kali. Lama-kelamaan, ruang di antara gigi yang satu dengan gigi yang lain akan membesar. Akibatnya, sisa makanan yang lebih besar bisa terselip karena kerapatan gigi berkurang.

  5. Memicu abrasi gigi
    Sering menggunakan tusuk gigi ternyata dapat memicu abrasi gigi. Abrasi gigi merupakan keadaan abnormal di mana ada lapisan gigi yaitu email atau dentin yang hilang dan terkikis. Alhasil, Anda akan mengalami gigi ngilu saat mengonsumsi minuman dingin. Abrasi yang terus-menerus terjadi juga dapat menyebabkan gigi berlubang atau keropos.

Sumber: http://doktersehat.com/waspadai-bahaya-dibalik-penggunaan-tusuk-gigi/

Banyak cara untuk membersihkan sisa makanan yang tersangkut di gigi salah satunya menggunakan tusuk gigi.

Sayangnya, menurut para ahli, menggunakan tusuk gigi adalah tidak sehat. Menggunakan tusuk gigi terlalu sering dapat menimbulkan bahaya bagi gigi serta gusi.

Sebagai salah satu alternatif Anda bisa menggunakan air untuk berkumur setelah makan atau bahkan flossing akan membantu.

Berikut beberapa dampak buruk pakai tusuk gigi seperti dilansir boldsky.com:

  1. Sebabkan Abrasi
    Ketika Anda terus menyodok di antara gigi untuk menghilangkan partikel makanan tertinggal, hal itu menyebabkan abrasi dan juga menyebabkan pendarahan. Jika ini terus dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada seluruh gigi.

  2. Sebabkan penyakit gusi
    Menggunakan tusuk gigi hanya untuk sekali bisa baik-baik saja, tetapi sering menggunakan dapat mempengaruhi tidak hanya gigi tetapi gusi juga. Jika tidak diobati ini dapat menyebabkan penyakit gusi ireversibel parah.

  3. Membuat jarak antar gigi
    Ketika tusuk gigi digunakan di tempat yang sama sering, itu menciptakan ruang di antara dua gigi. Ini akan lebih memperburuk kondisi dan ada kemungkinan makanan lebih terjebak di antaranya dan menyebabkan pembentukan rongga.

  4. Kerusakan enamel Gigi
    Ketika seseorang menggunakan tusuk gigi, dalam proses itu mereka juga cenderung mengunyah dari tusuk gigi yang terbuat dari plastik atau kayu. Hal ini menyebabkan kerusakan pada enamel gigi.

  5. Kerusakan akar gigi
    Sering menggunakan tusuk gigi bukan hanya mempengaruhi gusi tapi ketika gusi yang bergerak turun dari posisi sebenarnya, hal itu menyebabkan kerusakan pada akar gigi juga. Hal ini menyebabkan rasa sakit dalam beberapa kasus.

  6. Menghancurkan Veneers:
    Veneers yang Anda telah gunakan untuk melindungi rongga gigi akan hancur karena sering menggunakan tusuk gigi.

  7. Napas bau
    Tusuk gigi umumnya digunakan untuk menghilangkan makanan yang terjebak di antara gigi. Jadi, ketika makanan ini berada di sana untuk jangka waktu yang lama dan ketika ini dibersihkan menggunakan tusuk gigi, itu memancarkan bau mulut juga.

Di balik manfaatnya, penggunaan tusuk gigi yang terlalu sering memiliki dampak kurang baik terhadap kesehatan gigi dan gusi Anda. Berikut beberapa fakta tentang penggunaan tusuk gigi.

Kerusakan gusi
Terlalu sering memakai tusuk gigi dapat meningkatkan risiko kerusakan gusi. Tusuk gigi harus digunakan dengan sangat hati-hati dan dengan gerakan lembut. Hal ini untuk mencegah gusi terkoyak karena gerakan yang kasar.

Merenggangkan ruang antar gigi
Gunakan tusuk gigi dengan cara yang benar, yakni dengan sudut yang tepat sesuai dengan kontur yang normal. Tusuk gigi harus digerakkan dari dalam ke luar secara perlahan dengan sudut kemiringan 45 derajat. Seringkali tusuk gigi digunakan secara horizontal, sehingga dapat merenggangkan ruang di sela-sela gigi, dan makanan akan semakin mudah terselip di daerah tersebut.

Pergeseran letak gigi
Kebiasaan menggunakan tusuk gigi atau kebiasaan menggigit pulpen, pensil dan kacamata berisiko memberi banyak tekanan pada gigi. Hal ini dapat menyebabkan gigi bergeser, bahkan bisa menyebabkan gigi

Selain menggunakan tusuk gigi atau benang gigi, rutin memeriksakan diri ke dokter gigi setiap enam bulan sekali merupakan langkah yang tepat untuk menjaga kebersihan gigi dan merawatnya dengan baik.

Beberapa bahaya penggunaan tusuk gigi terhadap gigi, langsung aja kita simak penjelasan dibawah ini :

  1. Pengikisan
    Jika kita terlalu sering menggunakan tusuk gigi, kemungkinan besar akan menyebabkan lapisan pada gigi menipis dan pendarahan dan lama kelamaan akan menyebabkan semua gigi rusak. Hal ini terjadi jika gigi terus menerus ditusuk atau ditekan dengan benda asing.
    Pengikisan pada gigi ini cukup berbahaya, karena jika dilakukan dalam jangka panjang, bisa menyebabkan berbagai permasalahan pada gigi. Bahkan bisa menyebabkan berbagai kerusakan pada gigi. Tentu kita tidak inginkan sampai itu terjadi.

  2. Penyakit Gusi
    Bahaya yang kedua penggunaan tusuk gigi yaitu penyakit gusi, untuk penggunaan tusuk gigi disarankan sesekali saja karena jika terlalu sering maka akan menyebabkan kerusakan bukan hanya gigi tapi gusi juga akan membengkak dan rusak. Tepatnya bisa merubah posisi gusi yang akan bergerak turun dari posisi sebenarnya. Jika dibiarkan, ini akan menyebabkan kerusakan pada akar gigi juga. Apabila ini terjadi, tentu saja ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

  3. Membuat Jarak Antar Gigi
    Bahaya penggunaan tusuk gigi yang ketiga yaitu membuat gigi berjarak yang satu dengan yang lainnya, jika kita terlalu sering menggunakan tusuk gigi, maka akan menyebabkan gigi terkikisnya gigi dan lambat laun akan mebuat rongga pada gigi. Nah, inilah yang justru akan lebih memperburuk kondisi. Dan hal itu memungkinkan makanan akan lebih terjebak diantara sela-sela gigi karena kerapatan gigi Anda sudah berkurang.

  4. Merusak Akar Gigi
    Menggunakan tusuk gigi bukan hanya menyebabkan gusi sering berdarah dan bau mulut serta bengkak saja melainkan ketika gusi bergeser dari tempat yang seharusnya maka akan menyebabkan sakit gigi yang fatal. Apabila keadaan sudah begini maka kekuatan gigipun akhirnya akan ikut rusak.

  5. Menyebabkan Abrasi
    Ketika Anda terus menyodok di antara gigi untuk menghilangkan partikel makanan tertinggal, hal itu menyebabkan abrasi dan juga menyebabkan pendarahan. Jika ini terus dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada seluruh gigi.

  6. Merusak Enamel Gigi
    Enamel gigi adalah permukaan paling keras dari tubuh manusia dan juga merupakan lapisan terluar dari gigi yang melindungi jaringan di bawahnya yang terdiri dari dentin dan pulpa. Tanpa kita disadari, kebiasaan buruk menggunakan tusuk gigi juga bisa merusak enamel gigi. Enamel gigi yang rusak akan menyebabkan gigi mudah berubah warna karena enamel telah hilang dan dentin terpapar udara luar. Tepian gigi depan juga mungkin terlihat transparan karenanya. Selain itu, gigi akan jadi sensitif disebabkan enamel yang terkikis.

sumber: https://cantik.tempo.co/read/853149/7-bahaya-sering-menggunakan-tusuk-gigi