Apakah memamerkan ibadahnya di sosial media termasuk riya' (sombong)?

sombong

(Audrey Chyara) #1

Manusia di dunia setiap hari pasti akan terus berkembang, ada yang menjadi manusia yang lebih baik dan ada pula manusia yang semakin buruk. Apakah orang yang berkembang secara baik dalam artian Ia mempunyai harta berlimpah, dermawan, rajin ibadah, dll. Tetapi selalu memamerkan apa yang telah Ia lakukan di sosial media sehingga menimbulkan sifat sombong. Apakah hal itu termasuk riya’? apakah hal tersebut dosa? Jika ya, jelaskan mengapa hal tersebut riya’ dan berdosa!


(Ferdiansyah Dicky Prayoga) #2

Melakukan kebaikan, baik ibadah maupun sedekah dan lain lain dengan maksud agar dilihat dan dipuji oleh orang lain, tidak semata mata karena Allah SWT termasuk perbuatan riya (pamer).
Dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam surat Al Maa’uun bahwa orang yang riya akan celaka.
Berdasarkan artikel yang saya baca http://ibnusarijan.blogspot.co.id/2011/12/riya-definisi-sebab-macam-serta.html?m=1 ada solusi agar kita terhindar dari perbuatan riya’, yaitu
• Mengetahui jenis-jenis amalan yang diperuntukkan untuk dunia dan mengetahui jenis-jenis riya’ serta faktor-faktor pendorong perbuatan riya’
• Mengetahui keagungan Allah Azza wa Jalla.
• Mengenal/mengetahui apa yang telah Allah persiapkan untuk akhir kehidupan.
• Takut dari beramal untuk kepentingan dunia.


(Iqbal Putra Santosa) #3

Jika dalam suatu kasus sesorang remaja bersedekah tetapi, saat bersedekah dia ‘belum bisa’ menghilangkan rasa riya’ - nya, apakah remaja tersebut harus berhenti bersedekah sampai dia bisa menghilangkan sifat riya’ nya? atau dia tetap bersedekah walaupun itu riya’? karena menurut saran dari guru saya tetap lanjutkan ibadah itu karena jika sudah terbiasa melakukan ibadah/ sedekah secara rutin lama-lama sifat riya itu menjadi tidak ada. Bagaimana saran anda?


(Ferdiansyah Dicky Prayoga) #4

Kalau menurut saya pribadi, memang benar pendapat dari guru anda karena saya sendiri pernah mengalami yang seperti itu. Pada awalnya saya beribadah juga ada rasa riya. Namun pada akhirnya saya akhirnya melakukan ibadah tersebut dengan ikhlas karena Allah SWT.
Untuk tidak riya memang diperlukan kesadaran dari diri sendiri. Dan jikalau kita melihat atau menjumpai orang lain yang berbuat riya hendaknya menasehatinya