Apakah larutan AB mix berpengaruh terhadap ikan dalam metode aquaponic?

Aquaponik

Saya ingin membuat sistem aquaponic yang menggabungkan antara hidroponik NFT dengan container berisi ikan lele atau ikan air tawar lainnya. Mengingat pada hidroponik NFT AB mix yg digunakan sebagai larutan nutrisi bagi tanaman memiliki kandungan bahan kimia, bagaimana kah pengaruh AB mix nanti terhadap pertumbuhan ikan? apakah akan lebih baik jika saya tidak menggunakan AB mix? mohon sharingnya bagi kakak-kakak yg sudah pernah

1 Like

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa akuaponik merupakan cara bercocok tanam yang menggabungkan akuakultur dan hidroponik, memiliki tujuan untuk memelihara ikan serta tanaman dalam lingkungan yang tersirkulasi dan sistem yang saling terhubung. Interaksi antara ikan dan tanaman tersebut menghasilkan hubungan yang saling menguntungkan. Kotoran ikan memberikan nutrisi pada tanaman sedangkan tanaman berfungsi sebagai filter bagi amonia dan senyawa nitrogen lainnya dari air, sehingga air yang tersirkulasi kembali menjadi aman bagi ikan (ECOLIFE, 2011).

Pada budidaya dengan menggunakan teknik aquaponik berikut beberapa tanaman yang dapat dibudidayakan dengan menggunakan teknik kombinasi tersebut seperti asparagus, bayam, brokoli, cabe, cabe pedas, capsicum, kembang kol, kentang, ketimun/mentimun, kubis, lobak, melon, okra, pak-coy, selada, seledri, semangka, strowberi, terung, tomat, wortel. Sedangkan untuk ikan-ikan yang dapat dipelihara dalam budidaya teknik aquaponik adalah jenis air tawar seperti ikan mas, nila, lele, patin, belut, hingga lobster air tawar.

Berdasarkan beberapa jurnal yang telah saya baca, budidaya aquaponik dapat dilakukan dan biasanya sering dilakukan dengan menggunakan sistem irigasi DFT ( Deep Flow Technique) dibandingakan dengan menggunakan sistem irigasi NFT ( Nutrient Film Technique ) karena dirasa hasil yang didapat lebih baik menggunakan sistem irigasi DFT untuk hidroponiknya. Sedangkan dari beberapa jurnal yang telah saya baca, tenik budidaya aquaponik sangat umum dilakukan dengan menggunakan ikan nila dan ikan lele. Berikut merupakan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya aquaponik agar pertumbuhan tanaman dan pertumbuhan ikan budidaya memiliki hasil yang menguntungkan dan baik:

  1. Kualitas Air, Air merupakan media tempat hidup ikan. Apabila air dijaga dan dipelihara dengan baik maka akan membuat biota yang kita pelihara tumbuh dengan baik. Menurut Mulyanto (1992), bahwa kondisi air sebagai media hidup biota air, harus disesuaikan dengan kondisi optimal bagi biota yang dipelihara. Kualitas air tersebut meliputi kualitas fisika, kimia dan biologi. Faktor fisika misalnya suhu, kecerahan dan kedalaman. Faktor kimia diantaranya pH, DO, CO2, dan NH3. Sedangkan faktor biologi adalah yang berhubungan dengan biota air termasuk ikan. Apabila kualitas air tidak stabil atau berubah-ubah maka dapat berdampak buruk terhadap ikan yang dibudidayakan, akibatnya ikan dapat stress, sakit bahkan mati bila tidak mampu bertoleransi terhadap perubahan lingkungan. Oleh sebab itu biasanya diperlukan tindakan khusus atau rekayasa manusia agar kondisi kualitas air tetap stabil.

    Untuk budidaya ikan nila sendiri, ikan nila mampu menoleransi pH air antara 5-11, kandungan oksigen terlarut yang baik untuk ikan adalah lebih dari 5 ppm, kadar amonia dan nitrit sangat beracun untuk ikan sehingga harus dipertahankan di bawah kadar 1 mg/liter. Pada umumnya tanaman membutuhkan kadar DO yang tinggi (> 3 mg/liter) dalam air, dan kadar amoniak dan nitrit 0-1 mg/liter pada sistem aquaponik tidak akan menimbulkan masalah bagi tanaman budidaya. Sedangkan untuk budidaya ikan lele persyaratan kualitas air budidaya lele adalah sebagai berikut:

  2. Tingkat Kekeruhan Air , Tingkat kekeruhan air biasa disebut Turbiditas. Turbiditas air disebabkan oleh adanya materi suspensi, seperti tanah liat/lempung, endapan lumpur, partikel organik yang koloid, plankton, dan organisme mikroskopis lainnya. Nilai kekeruhan dapat dipengaruhi oleh faktor periode pergantian air, semakin lama periode pergantian air maka semakin kecil nilai kekeruhan. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kekeruhan berhubungan dengan biomassa tanaman dan tingkat kehidupan ikan budidaya.

  3. pH Air, pH air mempengaruhi tingkat kesuburan perairan karena mempengaruhi kehidupan jasad renik. Perairan asam akan kurang produktif, malah dapat membunuh hewan budidaya. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan, misalnya proses nitrifikasi akan berakhir jika pH rendah. Sehingga budidaya akan berhasil baik dalam air dengan pH 6,5 – 9,0 dan kisaran optimal adalah pH 7,0 – 8,7 (Kordi, 2012).

  4. Amonia dan Nitrit, Makin tinggi pH air, daya racun amonia semakin meningkat sebab sebagian besar berada dalam bentuk NH3, sedangkan amonia dalam bentuk molekul (NH3) lebih beracun daripada yang berbentuk (NH4+). Nitrogen didalam perairan dapat berupa nitrogen organik dan nitrogen anorganik. Nitrogen anorganik dapat berupa ammonia (NH3), ammonium (NH4+), Nitrit (NO2), Nitrat (NO3) dan molekul Nitrogen (N2) dalam bentuk gas. Sedangkan nitrogen organik adalah nitrogen yang berasal bahan berupa protein, asam amino dan urea. Bahan organik yang berasal dari sisa pakan dan feses ikan akan mengalami pembusukan mineral yang terlepas dan utama adalah garam-garam nitrogen (berasal dari asam amino penyusun protein). Keberadaan sistem akuaponik, sesuai hasil penelitian ternyata mampu memberikan perbaikan kualitas air melalui reduksi kandungan ammonia agar tidak terlalu tinggi dan membahayakan budidaya ikan.

Kembali ke pertanyaan apakah pemberian larutan ABmix yang mengandung senyawa kimia dapat mempengaruhi perkembangan hidup ikan budidaya? Maka jawaban yang bisa saya simpulkan dari membaca jurnal adalah memiliki pengaruh bukan hanya pada budidaya ikan melainkan juga terhadap pertumbuhan tanaman. Pengaruh tersebut bisa dijelaskan dalam beberapa point dibawah ini seperti:

  • pupuk/nutrisi hidroponik AB Mix adalah pupuk yang telah diformulasikan khusus dari garam-garam mineral yang larut dalam air, mengandung unsur-unsur hara penting yang diperlukan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Salah satu unsur hara yang paling penting untuk pertumbuhan tanaman adalah Nitrogen (N) sehingga memiliki pengaruh yang baik pada pertumbuhan tanaman.
  • Untuk pertumbuhan budidaya ikan, seperti yang sudah dijelaskan diatas terkait beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam budidaya dengan menggunakan aquaponik, pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh pH, tingkat kekeruhan, DO, kadar amonia dll. Menurut penelitian, penambahan nutrisi AB Mix 5 ml L-1 air menunjukkan kualitas air berada pada kondisi yang optimum untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Ikan nila mampu menoleransi pH air antara 5-11, kandungan oksigen terlarut yang baik untuk ikan adalah lebih dari 5 ppm, kadar amonia dan nitrit sangat beracun untuk ikan sehingga harus dipertahankan di bawah kadar 1 mg/liter. Pada umumnya tanaman membutuhkan kadar DO yang tinggi (> 3 mg/liter) dalam air, dan kadar amoniak dan nitrit 0-1 mg/liter pada sistem aquaponik tidak akan menimbulkan masalah bagi tanaman budidaya.

Jadi dapat saya simpulkan bahwa, penambahan larutan ABmix yang sesuai (sesuai kebutuhan tanaman dan tidak menyebabkan pH, tingkat kekeruhan, DO, kadar amonia dll berubahan atau melebihi persyaratan hidup ikan yang dipelihara) akan menunjukkan kondisi yang optimum untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan dan tanaman.

Referensi

Ardha, A. N., Omar, S. B. A., dan Nasaruddin. (2018). Komposisi Jenis Nutrisi Dan Teknik Irigasi Akuaponik Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca Sativa) Dan Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Universitas Hasanuddin. Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18 No. 3

ECOLIFE Foundation. 2011. Introduction to Village Aquaponics. ECOLIFE, 324 State Place, Escondido, CA 92029. 25 hlm

Gunawan, S. 2016. 99% Sukses Budidaya Lele. Cibubur Jakarta Timur. Penebar Swadaya

Hartami, P., Syahputra N., dan Erlangga. (2015). Teknologi Akuaponik Dengan Tanaman Yang Berbeda Terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh.

Marsela, F. (2018). Sistem Akuaponik Dengan Limbah Kolam Ikan Lele Untuk Memproduksi Sayuran Organik. Universitas Lampung.

4 Likes