Apakah Kita Perlu Menyenangkan Orang Lain?

image

Dalam hidup terkadang kita terlalu memikirkan apa yang orang lain pikir tentang kita. Nyatanya, opini-opini mereka tidak selalu memberikan solusi bagi kita. Meski kita telah berusaha untuk memberikan opini terbaik untuk membuatnya bahagia. Namun, beberapa orang justru tidak suka dengan hal itu. Lalu apakah kita tetap perlu menyenangkan hati orang lain?

1 Like

Kita terlahir sebagai diri kita sendiri, meski sebenarnya baik untuk menyebarkan kebahagiaan bagi orang lain, namun akan lebih baik jika kita mengedepankan kebahagian kita sendiri. Justru agak berlebihan jika sampai berusaha membuat semua orang senang. Mengapa dikatakan berlebihan? Berikut alasan mengapa kita tak perlu menyenangkan hati orang lain :

  1. Karena kita hidup sebagai diri kita sendiri.
    Ya, kita makhluk sosial, tapi kita harus bisa hidup sebagai diri kita sendiri. Sifat dan kelakuan kita juga tidak bisa diubah begitu saja.

  2. Kita hidup untuk membuat keputusan.
    Membuat keputusan itu tidaklah mudah, karena selalu ada konsekuensi yang harus kita terima. Terkadang, keputusan yang kita buat bisa menyenangkan orang lain dan ada juga yang tidak.

  3. Terkadang perilaku kita tidak membuat semua orang nyaman.
    Perilaku atau sifat kita terbentuk berdasarkan pengalaman hidup. Memang tidak bisa dipungkiri, setiap orang akan punya sisi ngeselin. Ini dia yang harus dipahami, bahwa sifat-sifat itu tidak akan membuat semua orang yang kita kenal nyaman. Jadi jadilah dirimu sendiri.

  4. Kita akan membuat kesalahan, karena dari kesalahan kita belajar banyak.
    Semua orang pasti membuat kesalahan. Namun, pada hakikatnya tidak ada manusia yang sempurna. Hanya dari diri masing-masing yang memahami kesalahan dan belajar dari kesalahan itu.

  5. Egois itu ada dalam setiap diri manusia.
    Jadi ketika tindakanmu tidak direspon baik oleh orang lain. Biarkanlah. Ego seperti itu perlu, karena kamu tidak akan tersakiti ujung-ujungnya.

  6. Rasa iri juga ada dalam diri orang-orang.
    Istilahnya ada saja yang tidak suka dengan tindakanmu. Misalkan kamu berhasil membuat rekor tertentu di kantor yang membuat semua rekan dan bosmu senang. Kemudian, akan ada saja yang merasa iri dan tidak suka dengan pencapaianmu itu.

  7. Jangan buang-buang waktu untuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kamu.
    Otak kita punya kapasitas tertentu per harinya untuk menampung informasi dan ide-ide yang ada di sekitar. Jadi buat apa kamu menyia-nyiakan ruang berpikirmu memikirkan kebahagian orang yang bahkan tidak pernah peduli denganmu? Gunakan untuk orang-orang terkasihmu, seperti sahabat, pacar dan orangtua.

  8. Ketika kamu tidak mencoba keras, kamu akan sadar itu adalah langkah yang tepat.
    Iya, kamu jadi sadar bahwa terkadang orang-orang tidak memberi nasihat, tapi hinaan. Orang-orang seperti itu yang tidak perlu kita coba sangat keras untuk jadi senang. Mereka akan selalu menjadi satu titik hitam dalam lingkaran besar dalam hidup kita.

  9. Coba putar perspektifmu ke orang-orang di sekitarmu. Apa dia juga berusaha membuatmu senang?
    Kalau tidak, buat apa? Lebih baik kamu memfokuskan energimu untuk membuat orang-orang terdekat dan peduli denganmu senang. Ketimbang kamu membuat orang lain yang tidak pernah peduli denganmu senang.

  10. Kemudian, jika tindakan itu malah tidak membuatmu senang, untuk apa?
    Ketika kamu berusaha mati-matian membuat semua orang yang kamu kenal senang. Kamu melupakan satu hal, dirimu sendiri. Seakan-akan kamu lupa untuk membuat diri sendiri bahagia itu juga penting.

  11. Pada akhirnya, memang tidak mungkin kita bisa membuat semua orang merasa senang.
    Meskipun kita mencoba keras, tapi tetap saja tidak akan bisa. Karena pada hakikatnya ada saja orang yang tidak suka dengan tingkah laku kita. Tidak peduli apapun yang kita lakukan, takkan pernah membuatnya tersenyum.

Maka, berhentilah mencoba membuat semua orang yang kamu kenal itu bahagia. Mulailah berpikir untuk membahagiakan diri sendiri dulu. Hidupmu adalah tanggungjawabmu sendiri.