© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apakah Keutamaan dari Bertawakkal Kepada Allah SWT?

tawakal

Berikut adalah ayat-ayat Al-Quran yang membahas terkait keutamaan ber-tawakkal kepada Allah SWT,

QS. Al-'Anfal [8] : 49

إِذْ يَقُولُ ٱلْمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ غَرَّ هَٰٓؤُلَآءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

(Ingatlah), ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya berkata: “Mereka itu (orang-orang mukmin) ditipu oleh agamanya”. (Allah berfirman): “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

  • Allah akan mencukupkan (keperluan)nya

QS. At-Talaq [65] : 3

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

  • Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal

QS. 'Ali `Imran [3] : 159

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

  • Mendapatkan kesempurnaan Iman

QS. Al-'Anfal [8] : 2

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

QS. An-Nahl [16] : 42

ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

(yaitu) orang-orang yang sabar dan hanya kepada Tuhan saja mereka bertawakkal.

QS. An-Nahl [16] : 99

إِنَّهُۥ لَيْسَ لَهُۥ سُلْطَٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.

QS. Al-`Ankabut [29] : 59

ٱلَّذِينَ صَبَرُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

(yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya.

QS. Ash-Shuraa [42] : 36

فَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَىْءٍ فَمَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.

1. Merasa Cukup Dalam Keperluan

Barang siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Dia akan mencukupkan kebutuhan hamba, ini sebagai mana dijelaskan dalam firmanNya;

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. At-Thalaq, 65: 3)

Mengapa ayat ini menyimpan rahasia terbesar dari kekuatan tawakal? Karna Allah telah menjanjikan bahwa Dia akan menjadi pencukup kebutuhan bagi orang-orang yang bertawakal. Pencukup menurut (Shaleh, 2008) adalah berarti pelindung, pemelihara dan pelaksana untuk memenuhi kebutuhan.

Jika Allah telah menjadi pelaksana untuk memenuhi kebutuhan seseorang, siapa yang dapat mencegah orang tersebut dari meraih apa yang ia inginkan?

Jika Allah telah menjadi pemelihara, apakah yang dapat merusaknya?

Jika Allah telah menjadi pelindung, siapakah yang dapat mencelakakan?

Bahkan setan yang mampu menembus urat nadi setiap anak Adam sekalipun, tidak akan mampu mencelakakan orang yang bertawakal (QS. An-Nahl, 16: 99) (Sajidah, 2009: 34-35).

Sebagaimana Allah telah mencukupi kedua kekasihNya, Nabi Ibrahim Alaihis Salam dan Nabi Muhammad Sallalahu „Alaihi Wasallam, merekadimusuhi oleh orang-orang yang tidak dapat dilawan, lalu bertawakallah keduanya kepada Allah, sehingga Allah mencukupjkan keduanya dari musuhnya.

2. Terjaga dari Gangguan Setan

Diantara keutamaan tawakal adalah Allah akan menjaga seorang hamba dari gangguan setan, sebagai mana dijelaskan dalam hadits dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulallah bersabda;

“Jika seorang laki-laki keluar dari rumahnya lalu mengucapkan,‟ Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan melainkan dengan Allah.‟ Ketika itu akan dikatakan kepadanya,‟kamu telah diberi petunjuk, dicukupi,dan dijaga, sedangkan setan menyingkir darinya.‟ Lalu setan lain berkata,‟Bagaimana tindakanmu dengan seseorang yang telah diberi petunjuk, dicukupi dan dijaga?” (HR. at-Tirmizi, Abu Daud, dan Ibnu Hibban).

3. Mendatangkan Rizki

Bertwakal kepada Allah adalah salah satu cara untuk mendatangkan rizki sebagaimana Rasulallah bersabda;

“Kalaulah kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, sesungguhnya kalian akan dilimpahkan rizki, sebagaimana burung yang diberi rizki.Ia pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang” (HR. Ahmad dan At-Tirmizi) dalam (Jawas, 2015).

Hadits diatas menjelaskan bahwa seorang yang benar-benar bertawakal kepada Allah diberikan jaminan akan memperoleh rizki sebagai burung yang pergi dipagi hari dalam keadaan lapar dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang. Sebagai pelajaran juga menunjukkan hati burung itu bersih, lembut yang tidak pernah terikat oleh segala sesuatu selain Allah. Sehingga, merasa lapang dan luas karena penyerahan diri secara total, meyakini akan jaminan Allah (Banjari, 2008).

4. Memasukkan ke-Surga Tampa Hisab dan Siksa

Keutamaan tawakal lainya bahwasanya tawakal akan memasukkan seorang hamba ke dalam surga tampa hisab, juga tampa siksaan, hal ini disebutkan didalam hadits shahih dari Ibnu Abbas, yang diriwayatkan oleh al-bukhari, Muslim, dan at-Tirmizi, bahwa Rasulallah bersabda;

“Tujuh puluh ribu dari umatku akan masuk surga tampa hisab dan tampa siksa. Mereka adalah orang-orang yang tidak meminta untuk diruqyah dan tidak bertathayyur (berpesimis dengan adanya ramalan burung), serta orang-orang yang bertawakal kepada Rabb mereka” (HR. Al- Bukhari, 5705 dan Muslim, 2563).