© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apakah keuntungan dari puasa dilihat dari sisi kesehatan manusia ?

Puasa menurut istilah syara’ (terminologi) yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkannya sesuai dengan tata cara yang telah ditentukan.

Apakah keuntungan dari puasa dilihat dari sisi kesehatan manusia ?

Berikut adalah keuntungan-keuntungan yang didapat oleh manusia ketika melakukan puasa, dilihat dari sisi kesehatan.

1) Puasa mencegah munculnya berbagai penyakit

Puasa dapat mencegah penyakit yang muncul akibat pola makan yang tidak baik seperti kolestrol, trigiserida tinggi, jantung koroner, diabetes mellitus (kencing manis), dan lain-lain (Fulton, 2010).

2) Keseimbangan Nutrisi

Puasa Ramadhan terjadi keseimbangan nutrisi yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen (Ardan, 2013).

Hal ini tidak terjadi pada kelaparan jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik (Ardan, 2013).

3) Puasa dapat menghilangkan racun di dalam tubuh dan menjaga sistem pencernaan

Puasa dapat menghilangkan racun dan kotoran (detoksifikasi) yang ada dalam tubuh kita, dengan berpuasa maka kita akan membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita, sehingga akan menghasilkan enzim antioksidan yang mampu membersihkan zat-zat yang bersifat racun dan carsinogen (Fulton, 2010). Selain itu, puasa juga dapat menyebabkan sistem pencernaan kita akan menjadi semakin sehat karena ketika berpuasa sistem pencernaan didalam tubuh kita akan beristirahat (Ardan, 2013; Fulton, 2010).

4) Puasa mampu meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh

Puasa dapat meningkatkan kekebalan tubuh atau sistem imun terhadap berbagai penyakit karena puasa dapat meningkatkan fungsi sel limfa yang memproduksi sel limfosit T yang secara signifikan bertambah (Albiby dalam Liza, 2009).

5) Puasa mampu mencegah terjadinya DM tipe 2

Puasa dapat menghambat hiperplasia populasi sel Eenteroendokrin (EE). Hal ini akan mengakibatkan pengurangan produksi glucose- dependent insulinotropic polypeptide (GIP) dan glucagon-like peptide 1 (GLP-1) yang dihasilkan oleh sel K dan L pada populasi sel EE. Tingginya kadar GIP dan GLP-1 merupakan faktor predisposisi DM tipe 2 (Jamil, 2010).

6) Puasa Menurunkan Kadar Glukosa Darah Penderita DM

Kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus yang melakukan puasa selama bulan Ramadhan mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan dengan sebelum Ramadhan (Bener & Yousafzai, 2014).

Selain itu,manurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, beberapa manfaat puasa antara lain :

A. Meningkatkan kemampuan otak

Puasa dapat meningkatkan neurotropik yang diturunkan dari otak, yang membantu tubuh untuk memproduksi lebih banyak selsel otak, dan pada akhirnya dapat meningkatkan fungsi otak. Penurunan jumlah hormon kortisol pada saat berpuasa yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal dapat membuat seseorang menurunkan tingkat stres.

B. Membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah

Sakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan. Berpuasa memiliki dampak yang baik untuk kesehatan jantung, ketika berpuasa, tubuh melakukan peningkatan HDL dan penurunan LDL yang bagik untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah.

C. Menurunkan kadar kolesterol

Penurunan berat badan pada saat berpuasa merupakan salah satu manfaat puasa. Sebuah penelitian di Uni Emirat Arab menyimpulkan bahwa orang yang berpuasa terjadi pengurangan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol rendah meningkatkan kesehatan jantung, sehingga dapat mengurangi risiko terserang penyakit jantung atau stroke. Terlebih lagi jika mengikuti program diet sehat, tingkat kolesterol pun dapat diturunkan dengan mudah.

D. Dapat berpikir lebih tajam dan lebih kreatif

Puasa dapat membuat pikiran menjadi lebih tenang dan melambat, menurut sebuah penelitian pikiran yang melambat dapat membuatnya bekerja lebih tajam. Rasa lapar ketika berpuasa merupakan masalah yang wajar apabila rasa lapar memaksa untuk berpikiran lebih tajam dan lebih kreatif.

E. Mengurangi kebiasaan buruk

Berpuasa adalah salah satu cara yang tepat untuk mengubah gaya hidup yang tidak sehat dan pola makan buruk. Selama kegiatan berpuasa dapat menghentikan kebiasaan seperti merokok dan makan makanan yang manis.

F. Mengontrol berat badan

Berpuasa dapat membuat tubuh untuk lebih mudah menurunkan berat badan. Tidak perlu melakukan diet yang berlebih untuk menurunkan berat badan. Dengan makan makanan secukupnya dan tetap mengonsumsi makanan yang sehat selama berpuasa.

G. Menyehatkan ginjal

Ginjal berfungsi untuk sebagai saringan zat berbahaya dari yang kita makan dan minum. Fungsi ginjal akan maksimal apabila kekuatan osmosis urin dalam tubuh mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dengan berkurangnya asupan air pada saat menjalankan ibadah berpuasa, target untuk mencapai kekuatan osmosis dalam urin dapat tercapai sehingga pada akhirnya akan berdampak baik untuk kesehatan ginjal.

H. Mengeluarkan racun dalam tubuh

Manfaat puasa juga dapat mengeluarkan racun dalam tubuh yang menumpuk atau mendetoksifikasi. Selama berpuasa, Anda dapat mendetoksifikasi atau mengeluarkan racun dalam sistem pencernaan dalam satu bulan. Ketika tubuh memakan cadangan lemak untuk mendapatkan energi, cadangan lemak akan membakar setiap racun yang berbahaya dalam tubuh.

I. Mencegah diabetes

Diabetes dapat disebabkan karena tingginya kadar gula dan kolesterol yang terdapat dalam tubuh. Dengan kegiatan berpuasa konsumsi gula dan makanan yang berlemak akan dapat terkontrol sehingga pada akhirnya dapat mencegah diabetes dan penyakit turunannya.

J. Menyerap banyak nutrisi

Metabolisme akan menjadi lebih efisien ketika berpuasa. Metabolisme yang efesien berarti jumlah nutrisi yang akan diserap dari

Shelton dalam bukunya tentang puasa, “Le Jeunu”, dan riset yang dilakukan oleh Lutzner H. dalam bukunya yang berjudul “Kembali Hidup Sehat dengan Puasa” yang diterjemahkan oleh dokter Thahir Ismail menulis beberapa manfaat puasa, antara lain :

  • Puasa adalah bentuk relaksasi agar dapat melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi dalam anggota tubuh.

  • Puasa dapat menghentikan proses penyerapan sisa-sisa makanan di dalam usus lalu membuangnya. Karena tanpa adanya proses pembuangan sisa-sisa sari makanan ini, maka akan mengakibatkan penumpukan dan merubahnya menjadi racun. Sebagaimana juga puasa merupakan satu-satunya cara untuk membersihkan racun yang tertumpuk di dalam tubuh ataupun racun yang baru masuk melalui makanan yang terkontaminasi.

  • Dengan puasa, tubuh akan mampu menghancurkan zat-zat yang berlebihan dalam tubuh dan juga melarutkan endapan-endapan yang terdapat dalam jaringan tubuh manusia.

  • Puasa adalah alat untuk meremajakan dan mengembalikan vitalitas pada berbagai macam sel dan jaringan dalam tubuh.

  • Puasa dapat melancarkan proses pencernaan dan memudahkan penyerapan sari-sari makanan, serta menstabilkan proses masuknya makanan secara berlebihan.

  • Puasa memiliki pengaruh yang besar pada kulit seperti halnya yang dilakukan alat-alat kosmetik demi mendapatkan kecantikan dan kehalusan kulit.

  • Puasa adalah tehnik pengobatan yang manjur dan paling sedikit resikonya dalam mengobati berbagai macam penyakit yang terus berkembang. Puasa meringankan beban dalam sistem sirkulasi, begitu juga dapat menurunkan kadar lemak dan asam urat dalam darah. Sehingga tubuhpun terjaga dari kemungkinan terjadinya pembekuan pada pembuluh arteri (pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung), encok, dan penyakit-penyakit lainnya yang berhubungan dengan masalah nutrisi, sirkulasi tubuh, dan penyakit jantung.

Demikianlah setelah tubuh berhasil membersihkan racun yang ada padanya dan mendapatkan kesempatan untuk melakukan relaksasi dengan sempurna melalui puasa, mulailah tubuh melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang terjadi pada jaringannya dan merapikan sistem pengaturan fungsi tubuh. Ini semua bisa dilakukan setelah tubuh mendapatkan kembali energinya dengan sempurna berkat proses relaksasi yang terjadi saat puasa.

Seorang peneliti dari Hai’atul I’jaazil Ilmi fil Qur’an was Sunnah (Lembaga Pengkajian Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur’an dan As-sunnah ), yaitu Dr. ‘Abdul Jawwad As-Shawi mengatakan ketika berpuasa, maka akan terjadi dua peristiwa penting dalam tubuh.

  • Pertama, rekonstruski (penyusunan) sel-sel tubuh, bahwa zat asam amino membentuk infra struktur sel-sel tubuh. Pada saat berpuasa, asam-asam yang baru terbentuk dari makanan ini berkumpul dengan asam-asam hasil proses pencernaan. Pada saat puasa, pembentukan sel-sel dilakukan kembali setelah proses-proses percernaan, kemudian didistribusikan sesuai dengan kebutuhan sel-sel tubuh. Dengan demikian, terbentuklah gugus-gugus baru untuk sel-sel, yang merenovasi strukturnya dan meningkatkan kemampuan fungsionalnya, sehingga menghasilkan kesehatan, pertumbuhan, dan kenyamanan bagi tubuh manusia.

    Puasa Islam merupakan satu-satunya sistem gizi yang paling ideal untuk mereparasi (memperbaiki) kemampuan fungsional hati, dimana puasa memberinya banyak zat asam lemak dan asam amino dasar dalam rentang waktu antara buka puasa dan makan sahur, sehingga terbentuklah gugus-gugus protein, lemak, kolestrol, dan zat-zat lain untuk pembentukan sel-sel baru dan membersihkan sel-sel hati dari lemak yang berkumpul di dalamnya setelah makan selama siang hari berpuasa, dengan demikian mustahil hati akan mengalami kerusakan, karena pengerasan hati (cirrhosis hepatasis) atau gangguan pada fungsi-fungsinya disebabkan tidak terbentuknya zat pengangkut lemak darinya, yaitu lemak yang berkepadatan sangat rendah, yang pembentukannya bisa dihambat dengan lapar atau banyak mengkomsumsi makanan yang kaya lemak.

    Berdasarkan ini semua, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa puasa Islam memiliki peran efektif untuk memelihara aktivitas dan fungsi-fungsi sel hati, untuk kemudian sangat berpengaruh dalam percepatan pembaharuan sel-sel hati dan semua sel-sel tubuh, satu hal yang tidak bisa ditimbulkan oleh puasa medis atau sekedar memperbanyak makanan yang kaya lemak.

  • Kedua, pembersihan tubuh dari racun, pada saat berpuasa, lemak-lemak yang disimpan dalam tubuh dalam jumlah besar dipindahkan ke hati sehingga dioksidasi dan dimanfaatkan oleh hati. Dari proses ini dikeluarkanlah racun-racun yang meleleh di dalamnya, kandungan racunnya dimusnahkan, kemudian dibersihkan bersama kotoran-kotoran tubuh. Pada saat puasa, aktivitas sel-sel ini berada di puncak kemampuannya untuk melaksanakan fungsi-fungsinya, maka ia memakan bakteri yang sebelumnya telah diserang oleh antibody secara serentak.”

Berpuasa memiliki banyak manfaat dalam kesehatan tubuh, termasuk penurunan berat badan, penurunan resistensi insulin, penurunan gula darah, penurunan tekanan darah, dan memperbaiki riwayat penyakit lemak. Selain itu puasa juga dapat mengobati obesitas, diabetes dan kanker.

Perlindungan terhadap degeneratsi saraf, meredakan peradangan, dan dipercaya dapat memperpanjang umur.

Penurunan Berat Badan

Puasa dapat menurunkan berat badan secara signifikan serta mempertahankannya. Menurut uji klinis penurunan berat badan melalui berbagai mekanisme, termasuk pengurangan asupan energi, pengurangan total cairan tubuh, perubahan serum leptin, insulin dan kortisol karena perubahan pola tidur dan konsumsi energi harian, tidak adanya cairan yang masuk.

Pada saat puasa konsumsi makanan dan minuman hanya pada malam hari, yang akan menunda penyerapan kalori karena pengosongan lambung pada siang hari.

Penurunan Resistensi Insulin

Penderita obesitas memiliki rasio leptin dibanding adiponektin yang tinggi dan sekresi adiponektin rendah dari adiposit hipertrofik, yang mengakibatkan resistensi insulin. puasa dapat mengurangi kadar leptin sehingga rasio leptin dibanding adiponektin seimbang dan mengurangi resistensi insulin.

Menurut uji klonis acak yang dilakukan pada relawan wanita muda, kelebihan berat badan, kadar insulin, resistensi insulin menurun akibat puasa.

Pengurangan Glukosa Darah

Pengurangan glukosa darah dengan peningkatan serapan glukosa yang dimediasi insulin dan peningkatan sensitivitas insulin. siklus tidur yang berubah selama puasa mengarah pada tingkat faktor yang mengatur asupan dan pengeluaran energi, seperti leptin, neuropeptide-Y, insulin, melatonin, dan hormon steroid.