Apakah kedaulatan pangan sama halnya dengan ketahanan pangan?

Apa sih sebenarnya yang membedakan kedaulatan pangan dengan kemandirian pangan, soalnya saya sering sekali salah memahami kedua konteks tersebut?

Kedaulatan pangan dianggap sejalan dengan ketahanan pangan. Makna berdaulat yaitu kebijakan pangan yang tidak dikontrol oleh negara lain (politik dan pasar), sedangkan ketahanan pangan adalah landasan dalam pencapaian kedaulatan pangan. Kedaulatan pangan sebenarnya akan dikatakan tercapai jika pada level komunitas. Menurut Lassa dan Shrestha (2014), yang mengutip ucapan Presiden Jokowi, mengungkapkan bahwa ketahanan pangan adalah hal yang berbeda dari kedaulatan pangan. Ketahanan pangan hanya mengenai ketersediaan bahan pangan/ logistik di gudang dan di pasar (berasal dari produksi dalam negeri atau impor), sedangkan kedaulatan pangan adalah bagaimana suatu bangsa memproduksi dan memasarkan bahan pangan negara masing-masing dan ketika surplus akan di ekspor.

Objek kedaulatan pangan sebenarnya sejajar dengan ketahanan pangan, yang membedakan keduanya yaitu elemen-elemen didalamnya seperti model produksi pertanian agroekologis, pendekatan terhadap sumber daya genetik pertanian yang bersifat komunal, dan penekanan pada wacana lingkungan green rationalism . Namun, mereka memiliki kesamaan yaitu keduanya membahas mengenai pangan, tetapi mereka saling melengkapi karena prinsip dari kedua konsep ini tidaklah sama dan kedua konsep memiliki dimensi global. Ketahanan pangan menitikberatkan tentang ketersediaan pangan bagi rakyat yang merupakan tujuan akhir dari pembangunan pangan, sedangkan kedaulatan pangan memfokuskan kemandirian pangan, perlindungan bagi petani, dan ekosistem lokal. Kebijakan ketahanan pangan berfokus pada sisi pangannya, sedangkan kebijakan kedaulatan pangan memperhatikan metode dan strategi dalam mencapainya dengan memperhatikan pangan dan manusia.

Menurut Undang-Undang No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan pasal 1 dijelaskan bahwa kedaulatan pangan merupakan hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan sumber daya lokal. Kedaulatan pangan dapat dicapai dengan cara, yaitu peningkatan produksi pangan pokok, peningkatan kesejahteraan pelaku usaha pangan, stabilisasi harga bahan pangan, perbaikan kualitas konsumsi pangan, gizi masyarakat, dan mitigasi gangguan terhadap ketahanan pangan. Menurut Clapp (2014), kedaulatan pangan mengenai ketidakcukupan akses pangan dan hak kepemilikan lahan.

Daftar Pustaka
Clapp, J. 2014. Food security and food sovereignty: getting past the binary. Dialogues in Human Geography 4(2):206–211. doi: 10.1177/20438206145 37159.
Lassa, J.A. and M. Shrestha. 2014 . Food Sovereignty Discourse in Southeast Asia: Helpful or Disruptive? Singapore: Rajaratnam School of International Studies , Nanyang Technological University.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia . Nomor 5360

2 Likes