Apakah Kampus Top Three di Indonesia Selalu Menjadi Poin Plus Bagi HRD?

WhatsApp Image 2021-09-07 at 11.44.58

Di zaman sekarang masih banyak yang berasumsi bahwa lulusan dari kampus dengan predikat peringkat top three di Indonesia akan lebih mudah mencari pekerjaan karena bisa menambah poin plus bagi para rekruter atau HRD. Padahal pada dasarnya setiap kampus baik negeri maupun swasta tentu saja memberikan pengajaran dengan proporsi yang sama atau bisa dibilang dengan kalimat yang lain bahwa “semua tergantung mahasiswanya yang bagaimana ketika dirinya masih kuliah”.

Namun, nyatanya masih banyak yang beranggapan bahwa lulusan universitas dengan peringkat top three akan menjadi poin plus? Bagaimana menurut pendapatmu youdics?

1 Like

Menurut saya tidak, mungkin banyak sekali yang berasumsi dan mempercayai bahwa dengan lulus dari Universitas ternama, kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan lebih besar. Memang benar reputasi dari beberapa Universitas tertentu dinilai lebih meyakinkan bagi banyak perusahaan. Akan tetapi, di jaman sekarang ini perusahaan lebih mementingkan kinerja seseorang daripada sekedar nilai akademis. Dilihat juga Universitas-Universitas ternama biasanya mahal dan tidak semua orang sanggup kuliah disana. Dan banyak mahasiswa yang punya otak cemerlang tetapi tidak mampu secara finansial. Jadi banyak juga perusahaan yang berpikir demikian dan tidak selalu hanya menerima lulusan dari Universitas ternama saja.

Tidak semua lulusan dari Universitas ternama langsung mendapatkan pekerjaan tentunya. Bahkan beberapa lulusan dengan nilai tinggi hanya mendapatkan pekerjaan di supermarket dalam 6 bulan pertama setelah wisuda. Tidak banyak tentunya, dan juga tidak berarti karir mereka hanya sampai disitu, beberapa diantara mereka juga menjadi manager di tahun berikutnya dan mendapatkan penghasilan yang tinggi. Di lain pihak, banyak juga lulusan dari Universitas yang bukan tergolong Universitas ternama mendapatkan pekerjaan dalam 6 bulan pertama setelah wisuda. Jadi lulusan Universitas mana saja tetap bisa mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Ketika kita berbicara prospek masa depan, masing-masing Universitas memiliki keunggulan tersendiri. Universitas terkenal yang sudah berdiri sejak lama biasanya menawarkan kesempatan yang lebih baik bila kita ingin bekerja di perusahaan ternama, ingin bekerja di luar negeri, ataupun ingin berkarir di bidang riset dan akademis. Sementara Universitas baru biasanya menawarkan pengalaman bekerja yang lebih baik serta memiliki hubungan dengan perusahaan-perusahaan terkait. Tetapi, dilihat lagi jika kita memiliki kualifikasi yang baik serta pengalaman kerja, kebanyakan perusahaan tidak mempedulikan dari mana kita lulus kuliah.

Kalau poin plus iya aku setuju, tapi kalau menjamin lolos, aku tidak setuju. Mengapa aku setuju jika dikatakan sebagai poin plus, karena, HRD tuh setidaknya sudah diberikan ‘kemudahan’ untuk memfilter jobseeker. HRD beranggapan bahwa jobseeker yang lulus dari kampus terbaik, pasti akan menghasilkan SDM dengan kualitas baik pula. Nah dari situ, HRD tetap akan mengulik lebih dalam kualitas kandidat dengan cara interview, HRD akan menyelaraskan ‘pamor’ kampus dengan output mahasiswanya, jika ternyata selaras (kampus & lulusan sama-sama berkualitas) ya pasti akan lolos, jika tidaak selaras, ya tidak akan lolos.

Jadi poin plus disini tuh lebih menekankan kepada ‘kesempatan kandidat lolos seleksi administrasi’ bukan poin plus lolos seleksi interview atau bahkan diterima kerja, tidak.

1 Like

Menurut saya pribadi, kalo menjadi poin plus itu benar, karena saya pernah membaca disalah satu website jika HRD biasanya punya koneksi untuk kampus-kampus tertentu. Lalu, untuk menjamin lolosnya itu saya tidak setuju, karena itu semua tergantung bagaimana kita bisa meyakinkan HRDnya. Percuma kita berada di kampus top three, tetapi dari pengalaman, skill, yang kita punya itu tidak ada. Ya, HRD tidak akan meloloskannya.

1 Like

Saya setuju dengan pendapat @Madeline_Nasution. Mungkin ada yang memberi kualifikasi seperti itu, tapi tidak semua lowongan kerja seperti itu. Karena yang paling penting adalah pengalaman kerja, skil, kemampuan bekerja dalam tim, dll.

1 Like

Menurut saya tidak. Karena yang pertama, kita tidak boleh terlalu terikat pada sebutan “Universitas Top” terlebih dahulu, dimana pasto opini masing-masing orang berbeda satu sama lainnya tentang kriteria tersebut. Kenyataan di lapangan pun, jika orang tersebut adalah lulusan dari universitas ternama TETAPI tidak memiliki pengalaman kerja yang baik, peluang untuk diterima disebuah perusahaan juga tidaklah tinggi. Maka dari itu, semasa kuliah juga harus ditunjang dengan meningkat keterampilan saat berada di dunia kerja nantinya.

1 Like

Tentu saja kampus top 3 akan menambah point plus di mata HRD. Kemungkinan ini karena HRD sudah mengetahui kualitas dari kampus tersebut yang pastinya berbeda dengan kampus biasa.
Namun, point plus ini bukan segalanya. Tetap yang menjadi prioritas adalah kemampuan dan seseorang tersebut.

1 Like

Saya setuju lulusan universitas dengan peringkat teratas menjadi poin tambahan bagi para rekruter. Tentunya, menjadi mahasiswa di universitas peringkat teratas sangat sulit untuk ditembus karena memiliki passing grade tinggi, seleksi ujian yang ketat, dan banyaknya peminat yang ingin lolos di universitas tersebut.

Bahkan, iklan lowongan kerja dari beberapa perusahaan tidak segan-segan untuk memberi syarat kualifikasi kepada pencari kerja dengan mencantumkan kandidat yang merupakan lulusan dari kampus ternama. Hal tersebut karena lulusan dari universitas peringkat teratas memiliki akreditasi dan ekspetasi akademi yang berkompeten. Selain itu, faktor yang membuat rekruter lebih melirik kampus top three adalah alumni yang sukses dan memiliki potensi serta karakter yang cocok dengan para rekruter. Karena latar belakang dari alumni tersebut terdapat label kualitas yang diinginkan oleh rekruter.

1 Like

Mungkin menjadi mahasiswa atau fresh graduate dari kampus top 3 merupakan salah satu privilege, tetapi jika pertanyaannya “selalu” menjadi poin plus bagi HRD menurut saya tidak. Dilansir dari Jobstreet pada umumnya HRD melihat aspek pada fresh graduate meliputi Pengalaman Magang (23%), Pengalaman Kerja selama Kuliah (21%), Jurusan Kuliah (13%), Volunteers Experience (12%), Kegiatan Kampus (10%), IPK (8%) dan Reputasi Kampus menjadi urutan terakhir dengan presentase 8%, ini cukup membuktikan bahwa HRD tak selalu mengutamakan reputasi kampus, tetapi lebih difokuskan pada skill dan pengalaman yang dimiliki oleh applicants.

1 Like

Menurut saya tidak benar, karena HRD lebih menyukai pelamar yang memiliki jurusan dan pengalaman yang cocok di bidangnya. Bahkan selain nama kampus, seringkali prestasi dan nilai-nilai pun sudah tidak dianggap lagi.

Sering terdengar Right man, right job istilah demikian baik dalam dunia akademis maupun dunia professional. Secara penafsiran kaku, dapat diartikan bahwa orang yang tepat berada di posisi atau pekerjaan yang tepat pula. Bila dipikir secara lebih mendalam mengenai makna dari istilah ini maka bisa dijadikan sebagai pegangan dalam menjalankan strategi managemen SDM.

1 Like

Selain akreditasi dan alumni, tidak bisa dipungkiri bahwa ketiga universitas top tersebut memberikan akses dan fasilitas yang lebih memadai. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan universitas top ini dapat memberikan kesempatan lebih untuk menjadi orang yang lebih baik dalam dunia kerja. Contoh fasilitasnya seperti:

  • Lingkungan sosial-kemahasiswaan yang banyak dan mendukung sehingga sebagai mahasiswa dapat mengembangkan minat bakatnya dalam hal leadership, manajemen, dll.
  • Dosen-dosen yang berpengalaman dan unggul dalam bidangnya dan jumlahnya yang memadai sehingga mahasiswa tidak akan terhambat dalam menuntut ilmu.
  • Laboratorium dan perpustakaan yang lengkap serta menggunakan teknologi terbaru sehingga mahasiswa tidak kerepotan dalam mencari dan menemukan data baru.
  • Fasilitas penunjang yang memadai seperti akses internet yang cepat sehingga mahasiswa akan selalu up to date, penggunaan ac dalam kelas yang membuat mahasiswa menjadi lebih fokus dalam belajar, dll.
    Oleh karena itu, berada di universitas top akan membantu para mahasiswanya untuk menjadi pribadi yang lebih unggul dan kompeten di dunia kerja. Dan juga di awal masuk mereka sudah melalui proses selektif yang ketat, dipilih terbaik dari terbaik sehingga secara tidak langsung universitas membentuk mereka untuk melakukan effort yang lebih tinggi, dan itu sudah menjadi budaya mereka.
Summary

Apakah lebih penting untuk lulus dari universitas top atau dengan IPK tinggi? - Quora

1 Like

Bila konteksnya menjadi nilai plus bagi HRD, saya setuju. Tentunya kualitas kampus yang masuk ke dalam jajaran kampus peringkat 3 besar di Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Mereka mendapatkan hal tersebut berkat buah kerja keras mereka dalam membangun sistem pendidikan yang bagus dan terupdate serta ditunjang dengan lulusan yang berkompeten. Itulah salah satu yang menjadi faktor kenapa kampus tersebut masuk jajaran 3 besar di Indonesia. Dan dari sini HRD akan berkeyakinan bahwa lulusan kampus top 3 besar memiliki kualitas yang baik juga. Namun, bila lulusan kampus to three menjadi jaminan lolos, saya tidak setuju. Banyak hal yang menjadi pertimbangan HRD dalam merekrut calon karyawan di perusahaannya seperti, skill, pengalaman, organisasi, dll.