Apakah hubungan antara Measurable Organizational Value (MOV) dengan sebuah proyek?

MOV (Measurable Organizational Value) merupakan pengukuran keberhasilan atau kegagalan sebuah proyek dalam hal dampak yang diinginkan proyek, yang dapat dinyatakan dalam persyaratan finansial atau non finansial.

Apakah hubungan antara Measurable Organizational Value (MOV) dengan sebuah proyek ?

Sebuah proyek sistem informasi harus bisa terukur dengan jelas, tapi hal ini sangat sulit untuk dilakukan. Karena banyak proyek SI bersifat tidak terukur, sebagai contoh, perusahaan ingin membuat sebuah sistem yang mempermudah pekerjaan karyawan. Hal ini dengan tujuan agar karyawan bisa lebih merasa senang. Hal ini menjadi sulit, karena tingkat kesenangan (kebahagiaan) tidak ada tolok ukurnya. Namun dapat disepakati, bahwa karyawan yang senang dapat bekerja lebih baik, lebih setia, dan lebih senang berinteraksi dengan karyawan lainnya.

IT Value Chain

Ide di balik semua itu adalah, tidak adanya keputusan proyek dibuat tanpa mempertimbangkan pengaruhnya terhadap MOV. Misalnya, jika ada pemikiran akan fitur baru, maka fitur tersebut harus dibandingkan dengan MOV. Jika fitur tersebut tidak akan meningkatkan MOV maka jangan dimasukkan. Manajemen proyek dengan MOV harus memberikan manfaat atau keuntungan bagi organisasi. Ini merupakan fondasi dari konsep MOV dan analogi dari konsep ROI. MOV tidak memperhitungkan biaya pengadaan dan hanya memperhatikan nilai bisnis yang terukur. Sementara ROI memperhitungkan biaya penyediaan MOV serta memiliki potensi untuk mempertimbangkan nilai tidak terukur dari organisasi yang dapat menjadi kekuatan yang mendorong proyek.

Verifiability dari MOV merupakan kunci kesuksesan. Dari awal, sebuah proyek MOV harus terukur kemudian harus terverifikasi. Maksudnya, setelah sebuah proyek MOV selesai harus diverifikasi untuk menentukan apakah proyek tersebut berhasil atau tidak. Harus dipahami disini, bahwa sebuah proyek TI biasanya akan memberikan nilai negatif di depan dan akan terus meningkat dari waktu ke waktu menjadi lebih baik dan pada akhirnya kembali menurun. Disini kekurangan dari MOV. MOV tidak meverifikasi hingga akhir masa pakainya TI tersebut.

Sumber : https://www.academia.edu/11505333/0134M_Manajemen_Proyek_LECTURE_NOTES_The_Business_Case

Dengan mengembangkan Measurable Organizational Value terutama sebagai alternatif penggunaan ROI (Return of Investment). Tidak seperti ROI, yang mengevaluasi keberhasilan sebuah proyek dengan membandingkan keuntungannya dengan biayanya, MOV mengukur keberhasilan atau kegagalan sebuah proyek dalam hal dampak yang diinginkan proyek, yang dapat dinyatakan dalam persyaratan finansial atau non finansial. Setiap MOV adalah ukuran yang disepakati dan diverifikasi yang mencerminkan nilai hasil proyek berdasarkan tujuan organisasi. Misalnya, dampak yang diinginkan proyek mungkin untuk menembus pasar baru, memberikan layanan pelanggan yang lebih efisien atau meningkatkan margin produk. Dengan menggunakan MOV, sebuah organisasi dapat memastikan proyek memaksimalkan penggunaan sumber daya perusahaan untuk menghasilkan manfaat strategis, pelanggan, operasional, sosial atau finansial.

Setiap keputusan proyek harus dibuat setelah mempertimbangkan pengaruhnya terhadap nilai organisasi yang dapat diverifikasi dan terukur. Misalnya, jika penambahan fitur situs web baru sedang dipertimbangkan, sebaiknya ditambahkan hanya jika fitur tersebut meningkatkan nilai organisasi. Pembuat keputusan mungkin bertanya apakah fitur tersebut meningkatkan pengalaman pengguna. Dia mungkin juga mempertimbangkan apakah fitur tersebut meningkatkan efisiensi penggunaan situs atau mengurangi biaya pembaruan katalog situs web. Setiap keputusan proyek harus membuat produk akhir lebih baik, lebih cepat, lebih murah atau lebih fungsional.

Nilai organisasi terukur (MOV) memberikan nilai nyata bagi sebuah proyek organisasi harus menyelaraskan dan mendukung strategi dan tujuan organisasi. MOV harus dapat diukur, karena pengukuran akan memberi fokus pada proyek yang keberhasilannya akan diukur pada akhir proyek setelah diterapkan dan beroperasi. Pengukuran adalah bahwa tidak ada keputusan proyek yang harus dibuat tanpa mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap proyek MOV. Measurable Organizational Value (MOV) sebagai alat alternatif untuk konsep Return on Investment atau ROI. Manajemen Proyek oleh MOV harus memberi nilai bagi organisasi yang disebut sebagai pondasi dari konsep MOV dan konsep ROI. Pemangku kepentingan proyek harus menyetujui proyek MOV sebelum proyek dimulai. Hal ini mencakup pemangku kepentingan bisnis dan pemangku kepentingan teknolog, seperti analisis dan pengembang, harus menyetujui MOV sebelum proyek dimulai sebagai ukuran keberhasilan proyek selanjutnya.

Verifikasi MOV adalah kunci, karena proyek MOV dapat diukur berdasarkan definisinya maka harus dapat diverifikasi. Ketika proyek selesai, MOV harus diverifikasi untuk menentukan apakah proyek berhasil atau tidak. Sebuah proyek TI akan memberikan nilai negatif di depan dan akan meningkat nilainya dari waktu ke waktu dan kemudian, terjadi penurunan nilai. MOV tidak akan bisa diverifikasi sampai akhir masa pemakaiannya. MOV memainkan peran kunci selama perencanaan dan pelaksanaan proyek. Ini menjadi masukan bagi sejumlah komponen perencanaan dan alat pengambilan keputusan untuk mengelola risiko, kontinjensi, dan permintaan perubahan. Sebagai titik konstan atau titik fokus untuk mengelola proyek dengan kriteria keberhasilan. Verifikasi Ruang Lingkup, saat membuat rencana proyek akan menentukan cakupan proyek yang merupakan komponen untuk memastikan pekerjaan dilakukan dan juga memastikan hasilnya dan nilai yang diharapkan kepada organisasi. MOV yang berguna adalah salah satu yang memperhitungkan jangka waktu pengukuran yang dapat diterima.

Dalam sebuah organisasi, proyek TI harus selaras dengan tujuan dan misi organisasi. Proyek TI juga harus memilki alternatif yang disarankan dengan memiliki tujuan yang jelas dan harus memetakan tujuan dan strategi organisasi. Dalam metodologi TI, tujuan keseluruhan dan ukuran keberhasilan disebut sebagai Measurable Organizational Value (MOV). Sesuai namanya, MOV harus:

  • Terukur - Pengukuran memberi fokus kepada tim proyek dari tindakan yang akan dilakukan. Alih-alih menerapkan sistem informasi, tim proyek berusaha mencapai target kinerja yang spesifik. Apalagi MOV memberikan dasar untuk membuat keputusan yang mempengaruhi proyek melalui fase yang tersisa.

  • Memberikan nilai pada organisasi - Sumber daya dan waktu tidak boleh dikhususkan untuk sebuah proyek kecuali mereka memberikan nilai bagi organisasi. Namun teknologi informasi itu sendiri tidak dapat memberikan nilai. Teknologi hanyalah enabler - yaitu, TI memungkinkan organisasi untuk melakukannya sesuatu.

  • Disepakati - Jelas dan disepakati maksudnya MOV menetapkan harapan untuk stakeholder proyek agar mengerti dan menyetujui proyek MOV. Tidak mudah membuat semua orang setuju terhadap tujuan proyek awal, tetapi akan sepadan dengan waktu dan usaha terhadap tahapan selanjutnya dari proyek (Billows 1996).

  • Verifiable - Pada akhir proyek, MOV harus diverifikasi untuk menentukan jika proyek itu sukses.

MOV menjadi panduan semua keputusan dan proses untuk mengelola proyek TI dan berfungsi sebagai dasar untuk mengevaluasi pencapaian proyek. Dengan kata lain, sebuah proyek tidak dapat direncanakan atau dievaluasi dengan tepat kecuali tujuan proyek jelas didefinisikan dan dimengerti.

Di akhir proyek, pencapaian aktual proyek dapat dibandingkan dengan MOV awalnya untuk menentukan apakah proyek itu berhasil. Jika proyek ini sukses, maka orang bisa melihat secara eksplisit bagaimana proyek itu akan mendukung organisasi.