Apakah gigi berlubang harus segera ditambal?

Gigi berlubang

Gigi berlubang sangat menggangu karena dapat menyebabkan menyempilnya sisa-sisa makanan serta tempat berkembangnya bakteri yang dapat menyebabkan sakit pada gigi.

Pada gigi yang terdapat lubang tidak selalu harus ditambal. Jika memang dokter gigi menyarankan ditambal, harus sesuai diagnosis. “Setiap kali gigi berlubang, ada yang cuma dirapikan lapisan pertamanya, lapisan kedua, lapisan ketiga, atau sudah kena saluran sarafnya,” ujar drg Widya Apsari, Sp. PM, Oral Medicine Spesialist Difa Oral Health Center (DOHC).

Pada pasien gigi berlubang yang masih tergolong superfisial atau belum mengeluhkan sakit tapi muncul garis hitam di gigi, mungkin tidak akan ditambal. Garis hitam gigi adalah tanda ada bakteri yang sudah bekerja. Ketika lubang sudah lebih dalam, sudah mengenai dentin dan terasa sakit, penambalan yang dilakukan bisa untuk sekali tambal atau dua kali tambal tergantung dari keluhan pasien.

Pasien perlu waspada jika sudah masuk pada tahap mengunyah makanan terasa sakit, minum minuman dingin juga sakit, bahkan tidak diapa-apakan tetap terasa sakit. “Ada dokter yang langsung main tambal saja. Ada juga yang menganjurkan beberapa kali kunjungan,” ujar drg Yuli.

Sebab, pada tahap itu dibutuhkan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan rontgen. Kalau lokasi rontgen jauh, dokter akan memberi obat sementara. Sehabis rontgen, harus kembali lagi ke dokter semula.

Sumber: https://www.liputan6.com/health/read/2442438/gigi-berlubang-tidak-selalu-harus-ditambal