Apakah gaya belajar akan mempengaruhi hasil akademik ?

gaya belajar

Anda mungkin pernah mendengar bahwa cara atau gaya belajar masing-masing orang berbeda. Ada orang yang lebih mudah menyerap pelajaran dengan melihat visual atau gambar, ada pula yang lebih mudah menyerap informasi dengan membaca atau membuat catatan.

Apakah gaya belajar akan mempengaruhi hasil akademik ?

Makalah yang diterbitkan dalam jurnal Anatomical Sciences Education yang dilakukan oleh peneliti dari Indiana University School of Medicine, menambah bukti teori itu hanyalah mitos. Dilansir Business Insider, penelitian yang dilakukan oleh Polly R. Husmann dan koleganya membuktikan gaya belajar yang dianggap dominan tidak memengaruhi hasil belajar. Banyak orang yang konsisten melakukan gaya belajar yang dominan justru membuat nilai ujian tidak memuaskan.

Dalam penelitiannya, mereka melibatkan ratusan mahasiswa yang diminta mengisi kuisioner VARK, untuk mengetahui bagaimana gaya belajar mereka yang dominan. Apakah seseorang belajar secara visual, mendengarkan, membaca dan menulis, atau dengan praktik secara langsung. Para peserta kemudian menerapkan gaya belajar yang dominan secara konsisten dan para peneliti mengamati gaya belajar peserta untuk melihat apakah para peserta benar-benar mengikuti gaya belajar seperti yang dianjurkan. Di akhir tahun pelajaran, para peniliti melihat apakah gaya belajar ini berdampak pada nilai akhir siswa.

Hasilnya, peneliti tidak menemukan korelasi antara gaya belajar yang dominan dengan hasil akademis. Peneliti justru mencatat 67 persen siswa gagal memperoleh nilai baik saat melakukan gaya belajar yang dianggap paling dominan. Peneliti menyimpulkan, gagasan yang berbunyi “Saya tidak bisa mempelajari subjek X karena saya seorang pembelajar visual” tidak boleh diikuti lagi. Mereka lebih menyarankan untuk membebaskan diri dalam gaya belajar untuk meningkatkan penyerapan informasi saat belajar. Jadi, Anda tidak perlu mencari gaya belajar apa yang paling menonjol ada dalam diri Anda dan menerapkannya. Jangan khawatir, Anda tidak perlu melakukannya.

Sumber : https://sains.kompas.com/read/2018/04/05/183000623/ahli-tegaskan-gaya-belajar-dominan-tak-pengaruhi-hasil-akademik

Peningkatan hasil akademik siswa dapat ditentukan beberapa faktor , yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal di antaranya adalah bagaimana lingkungan belajar dipersiapkan dan fasilitas-fasilitas diberdayakan, sedangkan aspek internal meliputi aspek perkembangan anak dan keunikan personal individu anak.

Setiap siswa memiliki keunikan tersendiri dan antara siswa satu dengan yang lainnya memiliki pengalaman hidup yang berbeda. Dalam kegiatan belajar, siswa memiliki cara yang berbeda-beda dalam memperoleh suatu informasi. Cara siswa dalam menyerap informasi tersebutlah yang dinamakan gaya belajar.

Marton dkk. (dalam Ghufron, 2014) berpendapat bahwa kemampuan seseorang untuk mengetahui sendiri gaya belajarnya dan gaya belajar orang lain dalam lingkungannya akan meningkatkan efektivitasnya dalam belajar. Gaya belajar mempunyai peran penting dalam pendidikan. Gaya belajar mempunyai peran penting dalam bidang pendidikan.

Berdasarkan hasil dari beberapa riset belajar, Marton ( dalam Ghufron, 2014) dengan mengukuhkan suatu kesimpulan tentang hubungan konsep belajar individu sebagai salah satu usaha yang dilakukan individu untuk belajar, dan hasil usaha individu untuk belajar. Keberadaan dari hubungan tersebut secara spesifik berupa gaya belajar dan pengukuran hasil akademik.

Siswa yang dapat memahami gaya belajarnya dan menerapkan gaya belajar yang dimilikinya, maka hasil belajar yang diperoleh akan baik, namun jika siswa tersebut belajar tidak sesuai gaya belajarnya, maka hasil akademik yang diperoleh akan kurang baik.