© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apakah gangguan kejiwaan bisa terjadi pada anak-anak?

sttrs

Gangguan mental atau penyakit kejiwaan adalah pola psikologis atau perilaku yang pada umumnya terkait dengan stres atau kelainan mental yang tidak dianggap sebagai bagian dari perkembangan normal manusia.

Psikologi

Bisa. Anak yang mengalami kekerasan mempunyai risiko tinggi untuk terjadinya gangguan jiwa dan masalah fungsi sosial yang dihasilkan dari perasaan tidak berdaya, rasa bersalah, malu, stigmatisasi dan perasaan rendah diri. Beberapa peneliti telah mengidentifiksi faktor-faktor risiko dan protektif yang dapat menahan dan memperburuk dampak kekerasan pada anak dan remaja beserta sifat interaktif dari hubungan keseluruhan waktu. Faktor-faktor risiko yaitu faktor-faktor yang dianggap dapat memicu munculnya ganngguan jiwa. Berikut adalah faktor-faktor yang menyebabkan anak yang mengalami kekerasan menjadi kelompok yang rentan mengalami psikopatologi sehingga memunculkan gangguan jiwa:

  1. Faktor biologik
  • Kondisi yang berhubungan dengan genetik
  • Keseimbangan neurotransmitter di otak
  • Perkembangan dan fungsi struktur otak, neurologis dan neuropsikologis
  1. Faktor fisik
  • Meliputi tenaga dan daya tahan terhadap perubahan secara tiba-tiba
  1. Faktor psikologis
  • Meliputi kondisi yang berhubungan dengan perkembangan kognitif dan emosi
  • Pengharapan tiap individu dalam suatu hubungan
  • Ketidaksiapan mental dengan perubahan drastis
  • Rasa tidak berdaya dan munculnya trauma
  • Kurangnya pengalaman individu karena rendahnya jam terbang dalam berhadapan dengan situasi sulit
  • Coping skill dan kemampuan bertahan hidup yang rendah.
  1. Karakter anak-anak
  • Usia anak
  • Cacat fisik/mental/sosial atau keterlambatan perkembangan
  • Masalah tingkah laku
  • Perlindungan diri, kemampuan untuk menolak kekerasan
  • Ketakutan terhadap orang tua, caregiver atau lingkungan rumah
  1. Karakter caregiver
  • Pengorbanan anak lain
  • Kelainan mental, fisik, atau emosi
  • Penyalahgunaan zat, masa lalu atau saat ini
  • Riwayat kekerasan atau pengabaian pada seorang anak
  • Ketrampilan atau pengetahuan menjadi orang tua yang buruk
  • Pengharapan yang tidak selayaknya terhadap anak
  • Ketidakmampuan membersarkan anak
  • Kegagalan mengenali masalah atau menerima tanggung jawab
  • Ketidakmauan atau ketidakmampuan untuk melindungi seorang anak
  • Tidak bisa bekerja sama dengan agen pelayanan perlindungan anak
  1. Hubungan Orang tua/Anak
  • Respon yang tidak selayaknya terhadap tingkah laku anak
  • Keterikatan yang buruk
  • Anak memiliki peran keluarga yang tidak selayaknya
  1. Tingkat Keparahan Kekerasan pada Anak
  • Tindakan berbahaya yang menciptakan risiko luka
  • Luka fisik atau bahaya yang luas
  • Gangguan emosi yang luas
  • Perawatan medis yang tidak cukup dan rutin apabila terjadi luka atau sakit
  • Kegagalan untuk memenuhi kebutuhan dasar
  • Pengawasan yang tidak cukup untuk kebutuhan umur anak
  • Bahaya fisik di rumah
  • Kontak seksual
  • Kekronisan Kekerasan/Pengabaian Anak
  • Perlakuan yang salah secara kronis atau berulang
  • Akses Pelaku
  • Memiliki akses yang tidak diawasi pada anak (bila terjadi kekerasan)
  • Memiliki tanggung jawab utama untuk perawatan pada anak (bila terjadi pengabaian)
  1. Faktor sosial
  • Relasi teman sebaya yang buruk
  • Penolakan dari teman
  • Pengaruh teman yang buruk
  • Kelekatan yang negatif
  • Ketrampilan sosialisasi yang buruk.
  1. Faktor Ekonomi
  • Stres pada caregiver
  • Caregiver yang menganggur
  • Kurangnya dukungan sosial pada caregiver
  • Kurangnya sumber daya ekonomi
  • Lingkungan yang tidak layak untuk pemukiman
  • Nutrisi yang kurang

12.Konteks kultural

  • Keberagaman suku, norma dan budaya

Gangguan Jiwa pada Anak yang Mengalami Kekerasan

Efek yang segera terjadi dan berlangsung beberapa waktu setelah terjadi kekerasan adalah serangkaian reaksi fisik dan emosional terhadap kekerasan itu sendiri. Anak biasanya dihinggapi rasa takut yaitu takut akan reaksi keluarga maupun teman-temannya, takut bahwa orang lain tidak akan memercayai keterangannya, takut diperiksa oleh dokter pria, takut untuk melaporkan kejadian yang menimpa dirinya dan juga takut kalau si pelaku melakukan balas dendam apabila ia melaporkannya. Di samping itu ada reaksi emosional lainnya seperti syok, rasa tidak percaya, marah, malu, menyalahkan dirinya, kacau bingung dan lain-lain. Gangguan emosional ini dapat menyebabkan sulit tidur ( Insomnia ), kehilangan nafsu makan, mimpi buruk, penghayatan berulang akan kejadian buruk tersebut.