Apakah Faktor Penyebab Kenakalan pada Anak?

kenakalan anak

Setiap orang tua tentunya menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang berperilaku baik, sopan, dan dapat diatur orang tua dengan baik. Tak ada orang tua yang menginginkan jika anaknya memiliki sifat bandel, nakal, dan tentunya susah untuk diatur. Namun sayangnya, hal-hal semacam ini sangat sulit dicapai terlebih di jaman yang serba maju seperti saat ini.

Tak hanya faktor lingkungan saja, faktor-faktor lainnya juga mempengaruhi kenakalan anak. Misalnya saja, kenakalan tersebut bisa saja disebabkan memang dari pikiran anak tersebut, sedari kecil anak sudah menunjukkan karakter nakal nya sehingga akan terus berlanjut hingga dewasa. Tapi hal ini sangat kecil kemungkinannya, karena sebenarnya karakter anak bisa dibentuk melalui didikan orang tua di rumah. Lalu apa saja penyebab kenakalan pada anak-anak? Berikut ini penjelasannya.

  1. Terbiasa Dimanja Orang Tua

Perilaku orang tua yang tidak tepat terhadap anak bisa menjadi pemicu kenakalan pada anak. Hal ini terkadang tak disadari kebanyakan orang tua, salah satunya yaitu anak selalu terbiasa dimanjakan. Anak-anak yang terbiasa dimanja akan merasa jika semua hal yang diinginkannya merupakan hal yang wajib dipenuhi. Kebiasaan-kebiasaan ini lah yang membuat anak menjadi bertindak seenaknya mereka sendiri, bahkan jika diteruskan akan menunjukkan kenakalannya. Hal ini dikarenakan karena pikiran mereka yang selalu menganggap diri mereka benar dan orang lain di sekitarnya harus menurutinya

  1. Keluarga Tidak Harmonis

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, faktor keluarga menjadi pemicu kenakalan pada anak-anak. Bahkan ketidakharmonisan di dalam keluarga menjadi faktor utama penyebab kenakalan pada anak. Kemudian, yang dimaksud keluarga yang tidak harmonis adalah ketika di dalam keluarga tersebut seringkali terjadi pertengkaran, perdebatan, bahkan kekerasan di dalam rumah tangga. Lingkungan keluarga seperti ini lah yang akhirnya memaksa anak untuk mencari pelampiasan di luar, salah satunya dengan melakukan kenakalan-kenakalan di lingkungan luar.

  1. Kurangnya Kasih Sayang

Penyebab kenakalan anak lainnya yang sering terjadi adalah kurangnya kasih sayang dari kedua orang tua. Hal ini dapat menjadi pemicu anak bertindah hal-hal yang tidak baik di lingkungannya. Karena perhatian serta kasih sayang yang kurang, membuat anak akhirnya mencari pelampiasan. Salah satunya dengan melakukan kenakalan-kenakalan yang terkadang membuat orang tua merasa jengkel. Kenakalan-kenakalan tersebut mereka lakukan dengan tujuan agar diperhatikan oleh orang tuanya.

  1. Pendidikan Yang Terlalu Keras

Jika sebelumnya kurangnya kasih sayang menjadi penyebab, maka kali ini kasih sayang yang terlalu lewat batas bisa menjadi pemicu kenakalan pada anak. Banyak orang tua yang memberlakukan pendidikan keras pada anak dengan harapan jika anak mereka bisa tumbuh seperti yang diharapkan. Padahal cara ini jelas salah, pendidikan yang terlalu keras malah akan membuat anak merasa tertekan sehingga memicu anak memberontak pada orang tua. Pendidikan yang baik tak harus dengan cara-cara yang keras dan menekan.

  1. Komunikasi Yang Buruk

Ketika komunikasi antara orang tua dengan anak fakum, tentunya bisa menjadi penyebab kenakalan-kenakalan yang terjadi pada anak. Kondisi ini lah yang menyebabkan ketidak terbukaan anak pada orang tua mengenai masalah-masalah yang sering terjadi. Komunikasi fakum, artinya tidak ada keterbukaan antara orang tua dan anak mengenai masalah-masalah yang terjadi.

  1. Lingkungan Pergaulan Yang Salah

Tak hanya keluarga, lingkungan pertemanan pun bisa menjadi penyebab mengapa anak-anak dapat berperilaku nakal. Teman-teman yang ada di dalam lingkup permainannya pun bisa menjadi pemicu kenakalan pada anak-anak anda. Jika anak memiliki teman-teman yang sifatnya nakal dan bandel ataupun memiliki teman yang usianya berbeda dengan dirinya, maka bisa berpengaruh pada anak. Pengaruh yang diberikan tentunya merupakan hal-hal negatif, teman-temannya tersebut bisa menularkan sikap nakal mereka pada anak anda.

  1. Faktor Religi

Tentunya setiap orang tua wajib membekali anak-anaknya dengan pendidikan agama. Hal ini karena pendidikan agama merupakan pendidikan yang mengajarkan paling banyak mengenai etika serta moral-moral kehidupan. Sehingga ketika anak-anak tak dibekali dengan pendidikan agama sedari kecil, maka tentu saja akan berakibat buruk kedepannya. Anak-anak bisa saja memiliki moralitas yang rendah dan melakukan kenakalan-kenakalan tanpa dipikirkan terlebih dahulu.

  1. Keluarga Tidak Harmonis

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, faktor keluarga menjadi pemicu kenakalan pada anak-anak. Bahkan ketidakharmonisan di dalam keluarga menjadi faktor utama penyebab kenakalan pada anak. Kemudian, yang dimaksud keluarga yang tidak harmonis adalah ketika di dalam keluarga tersebut seringkali terjadi pertengkaran, perdebatan, bahkan kekerasan di dalam rumah tangga. Lingkungan keluarga seperti ini lah yang akhirnya memaksa anak untuk mencari pelampiasan di luar, salah satunya dengan melakukan kenakalan-kenakalan di lingkungan luar.

  1. Kurangnya Kasih Sayang

Penyebab kenakalan anak lainnya yang sering terjadi adalah kurangnya kasih sayang dari kedua orang tua. Hal ini dapat menjadi pemicu anak bertindah hal-hal yang tidak baik di lingkungannya. Karena perhatian serta kasih sayang yang kurang, membuat anak akhirnya mencari pelampiasan. Salah satunya dengan melakukan kenakalan-kenakalan yang terkadang membuat orang tua merasa jengkel. Kenakalan-kenakalan tersebut mereka lakukan dengan tujuan agar diperhatikan oleh orang tuanya.

  1. Pendidikan Yang Terlalu Keras

Jika sebelumnya kurangnya kasih sayang menjadi penyebab, maka kali ini kasih sayang yang terlalu lewat batas bisa menjadi pemicu kenakalan pada anak. Banyak orang tua yang memberlakukan pendidikan keras pada anak dengan harapan jika anak mereka bisa tumbuh seperti yang diharapkan. Padahal cara ini jelas salah, pendidikan yang terlalu keras malah akan membuat anak merasa tertekan sehingga memicu anak memberontak pada orang tua. Pendidikan yang baik tak harus dengan cara-cara yang keras dan menekan.

  1. Komunikasi Yang Buruk

Ketika komunikasi antara orang tua dengan anak fakum, tentunya bisa menjadi penyebab kenakalan-kenakalan yang terjadi pada anak. Kondisi ini lah yang menyebabkan ketidak terbukaan anak pada orang tua mengenai masalah-masalah yang sering terjadi. Komunikasi fakum, artinya tidak ada keterbukaan antara orang tua dan anak mengenai masalah-masalah yang terjadi.

  1. Lingkungan Pergaulan Yang Salah

Tak hanya keluarga, lingkungan pertemanan pun bisa menjadi penyebab mengapa anak-anak dapat berperilaku nakal. Teman-teman yang ada di dalam lingkup permainannya pun bisa menjadi pemicu kenakalan pada anak-anak anda. Jika anak memiliki teman-teman yang sifatnya nakal dan bandel ataupun memiliki teman yang usianya berbeda dengan dirinya, maka bisa berpengaruh pada anak. Pengaruh yang diberikan tentunya merupakan hal-hal negatif, teman-temannya tersebut bisa menularkan sikap nakal mereka pada anak anda.

  1. Faktor Religi

Tentunya setiap orang tua wajib membekali anak-anaknya dengan pendidikan agama. Hal ini karena pendidikan agama merupakan pendidikan yang mengajarkan paling banyak mengenai etika serta moral-moral kehidupan. Sehingga ketika anak-anak tak dibekali dengan pendidikan agama sedari kecil, maka tentu saja akan berakibat buruk kedepannya. Anak-anak bisa saja memiliki moralitas yang rendah dan melakukan kenakalan-kenakalan tanpa dipikirkan terlebih dahulu.

  1. Faktor Budaya

Saat ini budaya Indonesia sendiri sudah tercampur dengan budaya-budaya luar lainnya. Meskipun terkadang budaya luar membawa hal positif, namun beberapa diantaranya juga bisa memberikan dampak negatif. Hal ini lah yang dapat menjadi penyebab anak-anak mudah melakukan hal-hal nakal dan susah diatur. Namun sayangnya, terkadang beberapa dari budaya tersebut sudah melekat dalam diri masyarakat.

  1. Teknologi Yang Semakin Maju

Saat ini kemajuan teknologi sangat membantu kerja manusia dalam sehari-harinya. Namun meskipun banyak dampak positif yang dirasakan, ada pula dampak-dampak negatif yang bisa saja terjadi. Dampak negatif ini lah yang seringkali diterima oleh anak-anak, apalagi kurangnya pengawasan dari orang tua.