© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Apakah bisa memelihara kucing dan anjing dalam satu rumah ?

image

Kita semua tahu bahwa anjing adalah musuh dari kucing. setiap bertemu anjing, kucing akan bereaksi seperti akan menyerang. lalu apakah ini berarti kucing dan anjing tidak bisa dipelihara dalam satu rumah?

Anjing dan kucing dikenal sebagai musuh bebuyutan. Anjing dan kucing bisa juga bersahabat, atau seenggaknya tinggal dengan rukun dalam satu rumah. Memelihara mereka bersamaan semenjak masih bayi akan sangat membantu, tapi kalaupun mereka baru bertemu belakangan.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar anjing dan kucing dapat dipelihara dalam satu rumah, diantaranya

1. Biarkan si “anak baru” beradaptasi dulu

Jika kamu mempunyai kucing sebelumnya, kemudian memutuskan untuk mengadopsi anjing –atau sebaliknya- sangat wajar jika keduanya tidak langsung akur. Jangankan berbeda jenis, sesama kucing atau sesama anjing saja belum tentu langsung akur. Di sini kamu harus ekstra sabar. Jangan langsung mempertemukan keduanya karena bisa-bisa mereka berantem. Lingkungan baru saja bisa membuat stres, apalagi ditambah kehadiran “penghuni lama” yang selalu mengajak berantem, bukan? Jadi ada baiknya si “anak baru” dibiarkan beradaptasi dulu di rumah barunya. Buat ia senyaman mungkin di ruangan terpisah dengan semua kebutuhannya di sana

2. Kenalkan secara perlahan

Secara bertahap, “perkenalkan” bau satu sama lain. Ambil barang (misal bantal bekas tidur atau mainan) kepunyaan si doggy dan biarkan meong menciuminya, begitu pula sebaliknya. Kamu juga bisa menukar tempat mereka. Dengan begitu meskipun belum bertatap muka, mereka sudah mengenali bau satu sama lain. Jika si “anak baru” sudah terlihat kalem, makannya normal dan mau berinteraksi, maka sudah saatnya perkenalan. Lakukan secara bertahap. Sekitar sepuluh menit di pertemuan pertama sudah cukup. Ikat si doggy agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Biarkan si meong mendekatinya perlahan kalau memang dia tidak takut. Sangat wajar kalau kucing ketakutan dan hissing terhadap si doggy. Ulangi lagi keesokan harinya. Kalau salah satu atau keduanya berperilaku baik, berikan treats! Bersabar, ya! Bisa butuh waktu mingguan bahkan bulanan sampai akhirnya mereka terbiasa satu sama lain.

3. Latih anjingmu

Ada baiknya anjingmu sudah terlatih dengan baik sebelum ia dipertemukan dengan kucing. Ajarkan perintah-perintah dasar seperti “duduk!”, “diam!” dan pastikan ia mengerti kalau kamu marah kalau ia melakukan hal tidak baik, sebaliknya kamu akan memberinya treats kalau ia berperilaku baik. Dengan begitu kamu akan lebih mudah melatihnya untuk beradaptasi dengan kucing, dan si kucing akan merasa aman di dekatnya. Pastikan juga ia mendapat olahraga yang cukup. Berbeda dengan kucing yang bisa bermalas-malasan seharian, anjing butuh banyak bergerak. Jika ia tidak melakukan itu, ia akan mengejar-ngejar kucing sebagai bentuk olahraganya.

4. Jaga tetap aman

Jika setelah beberapa kali pertemuan kamu merasa sudah ada kemajuan, seperti si doggy tidak menggonggong dan si meong tidak hissing dan mulai penasaran satu sama lain, tetap beri rasa aman terutama untuk si meong dengan memastikan si meong memiliki tempat untuk “kabur” seperti cat tree atau seenggaknya tempat lebih tinggi yang bisa ia panjat. Masuk ke dalam pet cargo juga bisa membantu. Tetap dampingi mereka dan jangan tinggalkan berduaan sampai kamu benar-benar yakin mereka sudah berteman.

5. Jangan biarkan si “anak lama” merasa tersisih

Ketika kamu punya peliharaan baru, sangat wajar jika kamu mencurahkan perhatian lebih kepadanya. Kamu mungkin memang akan membutuhkan waktu lebih banyak agar si anak baru bisa beradaptasi dengan baik, tapi jangan sampai si anak lama merasa tersisih, ya! Hewan peliharaan juga bisa cemburu dan akibatnya ia bisa menjadi agresif terhadap yang baru.