Apakah Benar Nama Nabi Muhammad SAW Memang Tertulis Dalam Kitab Suci Hindu?

Apakah benar nama nabi Muhammad SAW memang tertulis dalam Kitab Suci Hindu?

Kitab suci merupakan salah satu unsur krusial yang dimiliki oleh setiap agama sebagai faktor perwujudan dan pedoman untuk merealisasikan nilai-nilai ketaatan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan agama yang dianut. Hindu sendiri merupakan salah satu agama yang jumlah pemeluknya cukup banyak di Indonesia. Agama Hindu juga memiliki kitab suci khusus yang dibagi menjadi tiga kategori dasar, yaitu “Weda, Upanishad dan Purana”. Menariknya, masing-masing dari tiga kitab suci tersebut memiliki perbedaan usia yang cukup variatif dari segi keberadaannya. Sebagian besar orang meyakini, bahwa kitab tersebut sudah ada sejak hampir 4.000 tahun yang lalu.

Adapun, hal yang paling menarik yakni, tertulis sebuah pernyataan menakjubkan di salah satu kitab Hindu yang disebutkan oleh Maharshi Vyasa, orang suci Hindu, menyatakan, bahwa tanah Arab akan rusak oleh pelaku kejahatan (orang kafir) dan “Mahamad” (Nabi Muhammad SAW) akan datang dan membimbing mereka yang sesat. Disebutkan pula dalam kitab suci Hindu tersebut, “Mahamad” akan disunat, memiliki jenggot, fasih dalam berbicara dan akan membuat revolusi besar dengan menyerukan panggilan berupa doa-doa yang langsung dikabulkan oleh Tuhannya. Dan, juga dikatakan dia akan makan daging halal tapi bukan termasuk babi dan anjing di dalamnya. Serta, semua deksripsi ini menyebut Rasulullah SAW sebagai pembaharu sang revolusioner (dalam Vidyarthi).

Disebutkan pula dalam Bhavishya Purana, salah satu Purana yang paling penting dengan mengatakan, adanya suatu hikmah yang menyebutkan, bahwa di suatu negara asing akan didatangi oleh sosok guru spiritual yang namanya Nabi Muhammad SAW. Kemudian, dia akan menjadi bagian dari masyarakat Arab dan akan mengumpulkan kekuatan besar untuk melawan serta membunuh Iblis. Sekali lagi, atas kuasa-Nya, Allah SWT akan melindunginya dari lawan-lawannya.