Apabila didalam organisasi terdapat anggota yang korupsi, siapa yang seharusnya bertanggung jawab?


(Mohammad Khaufillah) #1

Dalam sebuah organisasi biasanya terdapat kelompok - kelompok kecil di setiap devisi dan dalam kelompok tersebut seharusnya terdapat seorang pemimpin dan pekerja. Kita sudah mengetahui bahwa pemimpin memiliki tanggung jawab penuh terhadap kelompok. Maka dari itu menurut kalian jika dalam kelompok tersebut terdapat salah satu anggota yang korupsi, siapakah yang lebih pantas bertanggung jawab, pemimpin, anggota tersebut, atau seluruh bagian kelompok tersebut?


(Claus Asido) #2

jika dilihat dari kerja secara kelompok si pemimpin lah yang harus bertanggung jawab pada atasannya atau kepada orang yang memberi amanah karena si pemimpin telah gagal untuk mengawasi perilaku anak buahnya. Karena seorang pemimpin tidak boleh menyalahkan anak buahnya.Namun jika dilihat dari sisi kinerja individu, sudah jelas bahwa satu individu itulah yang salah. jadi kesimpulannya si pemimpin itu tidaklah salah namun dia gagal dalam mengawasi anak buahnya.


(Putera Maranatha sitorus) #3

maaf mas dodoasido
menurut saya jika pemimpin tidak bisa mengatur dan mengawasi seorang bawahan agar bekerja dengan baik
maka yang salah adalah pemimpin tersebut karna pemimpin sudah dipercayakan tanggung jawab penuh terhadap bawahannya . jika bawahan melakukan kesalahan sekecil apapun maka yang bertanggung jawab adalah pemimpin sebagai atasan mereka


(DianHerbayu) #4

Salah satu tugas pemimpin adalah mengatur dan bertanggung jawab kepada anggota nya.
Jika anggota nya yang melakukan kesalahan maka pemimpin akan bertanggung jawab juga karena tidak bisa menjaga anggota nya. Jika anggota tidak mematuhi amanah dari pemimpinnya dan melakukan kecurangan tanpa sepengetahuan pemimpin nya maka anggota tersebut salah diri nya sendiri bukan pemimpin nya.


(Rakhmat Baharudin) #5

menurut saya yang harus bertanggung jawab tetap pemimpin kelompoknya. Karena tugas dari pemimpin adalah mengatur serta mengawasi kinerja bawahannya. oleh karena itu jika ada bawahan yang melanggar maka hal tersebut merupakan tanggung jawab dari pemimpin kelompok tersebut.


(Dhidan Dwi Yusandi) #6

Menurut saya pemimpin dan anggota yang melakukan korupsi tersebut sama-sama bersalah. Kesalahan pemimpin tersebut adalah karena dia tidak bisa mengawasi dan mengatur anggotanya. Seharusnya pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat mengatur dan mengembangkan anggotanya. Disisi lain, kita juga tidak dapat dengan mutlak menyalahkan pemimpin tersebut karena belum tentu kesalahan yang dilakukan anggota tersebut disebabkan oleh sikap pemimpin yang tidak becus dalam menjalankan tugas. Mungkin saja pemimpin tersebut sebenarnya telah menjalankan tugasnya dengan baik. Namun karena memang sifat anggota tersebut bandel, sehingga membuatnya melakukan korupsi. Namun jika ditanya siapa yang lebih bertanggung jawab, tentu saja pemimpin harus lebih bertanggung jawab karena pemimpin sudah diamanahkan dan dipercayakan untuk memimpin dan bertanggung jawab atas kinerja anggotanya.


(Ferdiansyah Dicky Prayoga) #7

Menurut artikel yang saya baca di https://blingjamong.wordpress.com/2014/02/07/kepemimpinan-fungsi-tanggung-jawab-dan-ciri-pemimpin/
Pemimpin memiliki tanggungjawab untuk mengawasi serta mengendalikan anggotanya. Jika ada kesalahan dalam anggotanya tentu juga merupakan kesalahan dari pemimpin yang kurang mampu mengawasi dan mengontrol bawahan.
Namun juga diperlukan intropeksi diri baik dari pemimpin maupun anggota untuk menempuh kesuksesan dalam organisasi tersebut, bukan untuk kesuksesan pribadi semata.


(Septi sulistio ardoko) #8

Menurut saya yang akan bertanggung jawab jika saja ada satu orang yang korupsi dalam lingkungan/kelompok tersebut, Ketua dan orang terdekat/partner orang tersebut yang bertanggung jawab, karna sesungguhnya ketu berfungsi mengawasi bawahan-bawahannya dan partner/rekan/orang terdekat wajib untuk menasihati atau melaporkan orang tersebut jika melakukan korupsi.


(Ridho Hardiansyah) #9

dilihat dulu dari sisi manakah pertanggungjawaban tersebut?
jika dilihat dari pandangan masyarakat maka yang harus bertanggung jawab adalah si pelaku, dia harus mempertanggung jawabkan perbuatanya kepada pihak berwajib jika benar-benar tuduhan korupsi tersebut terbukti benar.
sedangkan dari sisi agama maka sudah pasti ia mempertanggung jawabkan kelak kepada Allah atas semua perbuatanya yang ia lakukan selama masa hidupnya.