Apa yang terjadi pada Bapak ?

Tidak ada yang terlihat seperti seorang anak dengan satu anak yang terlihat begitu akrab, walau sudah 7 tahun. Dunia yang disebabkan oleh bidadari Tiara, itu. ”Ayo ayah!” Suara anak perempuan di kejauhan.
“Sambungan nak, hosh hosh”. kata sopan terlihat menunduk sesekali dan terengah engah, sambil memfokuskan dadanya.
“Ah ayah! Seringkali ayah terus yang menang. ! ”Teriak juga sambil menggerutu.
“Emangnya kamu udah menang? hosh hosh, belom keles! Tar liat, ayah balap kamu ”ucap Pengelompokan yang terlihat pucat sambil berlari kecil.Seperti biasanya, hampir setiap hari mereka lari pagi, hanya saja sudah berminggu minggu mereka tidak melakukan hal tersebut.Selesai dukun yang tidak bisa dilewati lagi jalan dengan jalan kaki. Lalu mereka berhenti di sebuah toko mainan. ”Yah, kapan ayah beli si teddy yang besar itu? ayahkan bilang mau beliin. ”ucap sang anak lalu menunjuk ke etalase toko tersebut.
“Iya nanti yah nak, kan kamu tau ayah sudah lama belum dapat kerjaan, bulan kemarin dapet duit dari om Rudi udah ayah pake buat bayar Hutang,
itu saja bunganya masih banyak, belom lagi bayar sisa tunggakan SPP kamu, kalo ayah ga bayar SPP, nanti kamu ga bisa naik kelas ya sayang ayah. ”
ucap logika sambil jongkok dan memandangi lengan itu.
Tiara hanya menunduk saja sambil mengangguk.
“Ya udah yuk, kita pulang! ayah sudah lapar nih! ”teriak sang ayah.
“Tapi ayah, di rumah kan tidak ada makanan” ucap tiara
"yaaa lagi ayah masak apa yang ada di kulkas yaa, pasti enak kok." Meyakinkan sang anak.
“Ya udah ayo!” Ucap Tiara sambil berlari.
“Pelan pelan aja nak!” Gumam orientasi sambil berjalan.Keesokan siang. ”Ya sudah yang begitu, besok selasa pagi ya pak saya tunggu” terdengar seorang pria di telpon
“Iya rud, mudah dipercaya ya besok ya, yah kira kira jam 7 susah punya aku di klinik.” Ucap sang ayah di telpon rumah.
“Baik, ya sudah begitu saja, hati-hati ya, terima kasih, selamat pagi.” Rudi latarepon ditelpon.
Hari selasa pun tiba, dan siang itu cukup terik, tetapi tidak bisa mengalahkan kebahagiaan yang ayah yang ingin membahagiakan putri tunggalnya seorang. Dengan langkah yang lambat, ia berniat untuk mampir ke toko mainan dan membeli boneka yang sudah 2 tahun itu.
Ia menatap etalase itu sambil tersenyum.
Tak Lama, sampai lah ia dirumah.

“Ayah pulang! Mana ya putri ayah! coba liat ayah bawa apa! ”Teriak sang ayah dengan cerianya.
“Ayaaaaahhh !! wahhhhh teddy besaarrr !! assikkkk !! sekarang aku udah punya teddy besar yaa ayah ”sorak Tiara kegirangan.
“Ayoo, kita rayakan hari ini dengan minum sodaaa !!” girang sang ayah
“asikkk” sambl meloncat loncat tiara.

Selesai minum, tiara melihat balik seperti tertidur di meja.

“Ayah” ia lalu berjalan mendekat.
Sambil menggoyang goyangkan lengan belakang, tiara membangunkannya.
“Ayah, ayah bangun, kok tidur sih? ayah bangun! “
” ayah jangan tidur … "mata tiara semakin berkaca kaca.
dan semakin keras menggoyang goyangkan tangan ekstensi “ayah banguunn! … ayah banguuunnn …! ”

Bapaknya pertama yang melakukan salah satu organ tubuh, salah satu sisi paru-paru, tidak cukup kuat untuk berlari, dan uangnya sudah habis untuk membayar utang-utang dan juga hari demi hari. Dan karena sudah kepepet untuk bayar SPP, dan kasihan melihat putrinya yang sangat berkeinginan mendapatkan boneka favoritnya itu, maka dari itu bapaknya meningkatkan privasi untuk keperluan2 tersebut. Karena minum soda terlalu banyak, akhirnya tubuh tidak mampu menampungnya dan akhirnya meninggal dunia