Apa yang membuat data dapat dijadikan informasi?

Apa yang membuat sebuah data dapat dikatakan menjadi sebuah informasi ? Adakah syarat tertentu sehingga data itu dapat dikatakan sebagai informasi ?

Pemrosesan data (data processing) adalah jenis pemrosesan yang dapat mengubah DATA menjadi INFORMASI atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif jika dinyatakan dan dikemas secara terorganisir dan rapi, maka istilah pemrosesan data sering dikatakan sebagai sistem informasi. Kedua istilah ini mempunyai arti yang hampir sama,pemrosesan data mengolah dan memanipulasi data mentah menjadi informasi (hasil pengolahan), sedangkan sistem informasi memakai data sebagai bahan masukan dan menghasilkan informasi sebagai produk keluaran.Pada saat ini kegiatan Data Processing sudah semakin luas, baik yang berorientasi kepada ilmu pengetahuan, komersil/bisnis maupun kegiatan pemerintahan, sehingga data yang diolahpun akan bermacam-macam sesuai dengan bidang pekerjaan tersebut.

Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa data tersebut merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi adalah hasil pengolahan data atau hasil proses dari data tersebut. Proses perubahan dari data menjadi informasi merupakan :

  1. DATA
  2. PENGOLAHAN
  3. INFORMASI

Fungsi utama dari pengolahan data. Cara pengolahan data menjadi informasi tersebut bisa bermacam-macam misalnya secara manual (sempoa), mekanis (register), elektris (kalkulator) dan elektronik (komputer). Informasi merupakan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang sesuai dengan keinginan pengguna informasi berdasarkan data-data yang ada. Dalam siklus informasi data diolah melalui suatu proses menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti mengasilkan suatu tindakan lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses lagi menjadi suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.

Dapat disimpulkan bahwa suatu informasi terdiri dari data yang telah diambil kembali, diolah atau sebaliknya yang digunakan untuk tujuan informatif, membuat kesimpulan, argumentasi atau sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Jadi, data dapat dikatakan sebagai informasi apabiala data tersebut telah melalui proses proses tertentu dan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi informasi.

Sumber : http://ayulestariningtyas.blog.widyatama.ac.id/2016/02/29/pengertian-data-dan-informasi/

image

Yang menyebabkan data dapat berubah menjadi informasi adalah karena data tersebut sudah melewati beberapa tahap pengolahan. Secara umum proses pengolahan tersebut tebagi menjadi 3 yaitu input, proses, dan output.

:paw_prints:Tiga tahapan tersebut dapat dikembangkan sebagai berikut :

1. Penghimpunan dan pencatatan data
Tahapan ini berhubungan dengan proses pengumpulan atau penghimpunan data yang biasanya merupakan proses pencatatan (recording) data ke dokumen dasar atau formulir. Penghimpunan data dapat diperoleh melalui formulir-formulir yang sudah dibuat sebelumnya, seperti formulir penerimaan siswa baru, formulir pasien rumah sakit, formulir pengajuan pembukaan rekening bank dan lain sebagainya.

Tahapan penghimpunan dan pencatatan data melalui komputerisasi dapat dilakukan dengan cara melakukan input data melalui aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan. Tahapan dari cara kerja sistem komputer ini adalah data yang telah didapatkan dan dikumpulkan dimasukkan oleh pemakai atau pengguna pada perangkat input, kemudian dengan metode tertentu data yang diinputkan diolah atau diproses oleh perangkat proses dan selanjutnya dihasilkan informasi oleh perangkan keluaran (output device).

2. Pengklasifikasian data
Setelah tahapan penghimpunan dan pencatatan data maka tahapan selanjutnya adalah pengklasifikasian data. Dalam tahapan ini, data diberi identitas atau diklasifikasikan. Identifikasi tersebut dapat dilakukan untuk suatu kelompok atau beberapa kelompok dari data tersebut sehingga nantinya merupakan karakteristik dari data yang bersangkutan.

3. Penyusunan data (sorting)
Setelah data-data yang diolah diberikan identifikasi seperti diatas, maka data tersebut mungkin perlu diatur atau disusun sedemikian rupa, contohnya mengurutkan data berdasarkan kode klasifikasinya, berdasarkan nama, tanggal, dan lain sebagainya. Proses ini dinamakan sorting.

4. Perhitungan (calculating)
Tahapan ini data dihitung atau dikalkulasi seperti pelaksanaan perhitungan atau disebut juga calculating.

5. Penyusunan laporan (summarizing)
Untuk memungkinkan dilakukan analisis terhadap data atau informasi yang dihasilkan, diperlukan penyimpulan atau pembuatan rekapitulasi laporan sesuai dengan keinginan pemakai informasi.

6. Penyimpanan (storing)
Storing atau penyimpanan data dan informasi yang sejenis kedalam file untuk referensi dimasa yang akan datang perlu dilakukan. Media penyimpanan ini terdiri dari beberapa macam, disesuaikan dengan metode dan peralatan yang dipakai dalam sistem pengolahan data, seperti disk, kartu, dan dokumen. Dapat juga disimpan pada dunia maya.

7. Pencarian (retrieving)
Di dalam file yang disimpan, pencarian data atau retrieving biasa digunakan dengan cara penyimpanannya terutama jika pengolahan datanya menggunakan komputer.

8. Komunikasi (communicating)
Dalam proses pengolahan data menjadi informasi sampai informasi tersebut dapat dipakai oleh user atau pengguna, maka diperlukan suatu komunikasi sehingga mempermudah proses pengolahan data menjadi informasi.

9. Penggandaan (reproducing)
Untuk pengamanan apabila data hilang atau rusak, juga untuk keperluan perusahaan lainnya bisa dilakukan dengan penggandaan menggunakan mesin fotocopy, disk maupun magnetic tape. Penggandaan berarti proses, cara, perbuatan menggandakan. Jadi, kata menggandakan berarti usaha memperbanyak atau melipatgandakan beberapa kali dokuemn.

Demikian pula halnya dengan data, data digandakan untuk keperluan tertentu. Penggandaan data berarti suatu perbuatan menggandakan atau memperbanyak data sesuai dengan kebutuhan menggunakan alat pengganda.

10. Pendistribusian data
Pendistribusian data dan inromasi dapat dilakukan bila data sudah digandakan. Penggandaan data tersebut dilakukan agar data dapat dijadikan sebagai informasi bagi yang membutuhkannya. Penggandaan dapat dilakukan melalui media penyimpanan seperti CD, DVD, maupun melalui cetakan dan sebagainya. Hasil penggandaan data ini kemudian dibagikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap data tersebut sebagai penunjang pekerjaan.

SUMBER :

Dari berbagai jenis dan kumpulan data tidak semuanya dapat dijadikan sebuah informasi. Terdapat beberapa penyebab atau karakteristik data dapat dijadikan informasi. Berikut beberapa kriteria yang harus dimiliki data untuk bisa dijadikan informasi :

1. Akurasi dan Presisi
Karakteristik ini mengacu pada ketepatan data. Tidak ada unsur yang salah dan harus menyampaikan pesan secara benar tidak menyesatkan. Keakuratan dan ketepatan ini memiliki komponen yang berhubungan dengan penggunaannya. Juga memastikan akurasi dan presisi bisa di luar target atau lebih dari yang dibutuhkan.

2. Legitimasi dan Validitas
Karakteristik ini mengacu pada persyaratan oleh pengatur data untuk menetapkan batasan. Data yang diperoleh harus sesuai dengan syarat atau kriteria yang diinginkan. Terdapat batasan dan aturan supaya data dapat diterima dan dapat dijadikan sebuah informasi.

3. Keandalan dan Konsistensi
Karakteristik ini mengacu pada bagaimana data itu didapatkan. Saat ini banyak yang menggunakan atau mengumpulkan data dari sumber yang sama. Terlepas dari sumber apa yang mengumpulkan data atau tempat tinggalnya, tidak ada yang bertentangan dengan nilai yang berada pada sumber yang berbeda atau dikumpulkan oleh sistem yang berbeda. Harus ada mekanisme stabil dan stabilitas yang mengumpulkan dan menyimpan data tanpa kontradiksi atau varian yang tidak beralasan.

4. Ketepatan waktu dan Relevansi
Karakteristik ini mengacu pada ketepatan waktu data ketika data itu diberikan dengan prosesnya. Harus ada alasan yang sah untuk mengumpulkan data guna membenarkan usaha yang dibutuhkan, yang berartie harus dikumpulkan pada saat yang tepat pada waktunya. Data yang dikumpulkan terlalu cepat atau terlambat bisa menggambarkan situasi dan mendorong keputusan yang tidak akurat.

5. Kelengkapan dan perlengkapan
Karakteristik ini mengacu pada kelengkapan data. Data yang tidak lengkap sama berbahayanya dengan data yang tidak akurat. Kesenjangan dalam pengumpulan data menyebabkan sebagian tampilan keseluruhan gambar yang ditampilkan. Tanpa gambaran lengkap tentang bagaimana operasi berjalannya, tindakan yang tidak diinformasikan akan terjadi. Penting untuk memahami persyaratan lengkap yang merupakan kumpulan data yang komprehensif untuk menentukan apakah persyaratan dipenuhi atau tidak.

6. Ketersediaan dan Aksesibilitas
Karakteristik ini mengacu pada ketersediaan jalan/akses data yang terkadang sulit karena kendala hukum dan peraturan. Terlepas dari tantangannya, seseorang membutuhkan tingkat akses yang tepat terhadap data untuk melakukan pekerjaan mereka. Ini menduga bahwa data ada dan tersedia untuk akses yang akan diberikan.

7. Granularitas dan Keunikan
Karakteristik ini mengacu pada keunikan data. Tingkat detail dimana data dikumpulkan sangat penting, karena keputusan yang tidak akurat dapat terjadi. Kumpulan data gabungan, dirangkum dan dimanipulasi dapat menawarkan arti yang berbeda dari pada data yang tersirat pada tingkat yang lebih rendah. Tingkat granularitas yang tepat harus didefinisikan untuk memberikan keunikan dan sifat khas yang cukup untuk terlihat.

Refrensi :


https://www.nationalcollege.org.uk/transfer/open/adsbm-phase-3-module-2-measuring-school-performance/adsbm-p3m2s3/adsbm-p3m2s3t3.html