Apa yang Membuat Business Case Berhasil?

Apa yang membuat business case berhasil?
Sebelum membahas bagaimana business case berhasil, mari kita bahas terlebih dahulu apa itu business case dan tujuan dari business case itu sendiri.

Business Case adalah dokumen yang berisikan analisis dari nilai organisasi, kelayakan, biaya, manfaat, dan risiko dari rencana proyek

“The purpose of business case is to provide senior management with all the information needed to make informed decision as to whether a specific project should be funded” (Schmidt 1999)

Maksudnya adalah tujuan dari business case untuk memberikan manajemen senior semua informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan mengenai apakah sebuah project harus didanai.

Business case bisa dianggap berhasil jika:

  • Business case bertemu dengan strategi, ekonomi, bisnis, keungan dan fleksibel

  • Disahkan oleh badan yang berwenang disetiap tahap pengembangan

  • Hasil dari project dinilai secara retrospektif sesuai dengan parameter keberhasilan yang disepakati selama pengembangan

Mungkin lebih sukses jika:

  • Dokumentasi didesain untuk mampu dibaca oleh pembuat keputusan

  • Kunci utamanya ada di pembuat keputusan, proses konsultasi, pengembangan dan pasokan produk yang terlibat

  • Staf dengan keahilhan khusus yang terlibat dalam perencanaan project

  • Personil menggunakan layanan baru dan staf cenderung mengalami perubahan peran

  • Dokumentasi bertemu dengan parameter untuk penilian dari business case

  • Business case yang tercantum dalam buku pedoman keuangan dan investasi modal treasury atau Scottish Capital Investment Manual

  • dokumentasi harus terstruktur dengan baik dan mudah dibaca.

Menurut Schmidt (1999), atribut dari Business Case yang baik agar berhasil adalah:

  1. Memberikan rincian semua kemungkinan dampak, biaya, dan manfaat yang ada
  2. Memberikan perbandingan biaya/keuntungan dari setiap alternatif yang ada dengan jelas dan logis
  3. Dapat mencakup semua informasi yang berhubungan dengan objektif
  4. Dapat meringkas semua temuan yang didapat dengan sistematis

Refrensi:

Peran tunggal Business Case adalah sebagai alat komunikasi, disusun dalam bahasa yang dipahami oleh banyak orang, dan cukup detail untuk memudahkan pengambilan keputusan. Ukurannya tidak relevan, yang relevan adalah bahwa Business Case menyediakan semua informasi yang diperlukan untuk membuat pekerjaan pembuat keputusan menjadi mungkin.

Sebenarnya, Business Case tidak harus menjadi dokumen tertulis sama sekali, itu bisa berupa pesan lisan namun struktur dan isinya tetap sama seperti yang ditulis.

Untuk membuat Business Case berhasil jawabannya terletak pada Business Case itu sendiri, dimana harus memberikan pengawasan dan memastikan hal hal sebagai berikut :

  1. Investasi yang tepat
  2. Terjangkau, diinginkan dan layak
  3. Menawarkan nilai uang bagi pemegang saham atau pelanggan

Namun seringkali masalah biaya diremehkan, hal itu dapat menyebabkan kegagalan proyek, karena persyaratan tidak terpenuhi, dan nilai bisnis tidak disampaikan.

DAFTAR PUSTAKA

Hal yang membuat Business Case Berhasil dalam suatu perusahaan adalah

  • Kredibilitas.

  • Kasus ini diyakini.

  • Nilai praktis

  • Kasus tersebut memberi keputusan kepada para pengambil keputusan dan perencana untuk bertindak.

  • Ini memungkinkan mereka mengelola tindakan untuk hasil optimal.

  • Ini mendiskriminasi antara proposal yang harus diimplementasikan dan yang harus ditolak.

  • Ketepatan.

  • Kasus tersebut memprediksi apa yang sebenarnya terjadi.

  • Pembuat kasus yang dipandu oleh kriteria ini memperbaiki peluang mereka sendiri untuk keputusan yang menguntungkan.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti :

  • Analisis Pasar dan Pemasaran, bagaimana strategi kita untuk melakukan pemasaran produk dalam tindakan lanjutan biasanya orang menggunakan rencana pemasaran untuk mmenjelaskan detil dan strategi pemasaran.

  • Analisis Produk, menjelaskan sistem operasi bisnis Kita. Misal bisnis Kita adalah jenis produksi atau manufaktur, perlu diketahui bagaimana proses dari penerimaan pesanan, produksi, distribusi barang-barang dan penagihan. Jika bisnis Kita adalah bisnis jasa, Kita harus menuliskan dengan jelas bagaimana cara Kita menyalurkan jasa kepada pembeli.

  • Analisis Sumber Daya Manusia, menceritakan orang-orang yang dibutuhkan dari kompetensi, jumlah orang yang dibutuhkan. Rencana pengemabangan sumber daya manusia. Bagi sebagian calon entrepreneur bagian ini biasanya dianggap remeh, tetapi hal inilah yang salah satunya penentu kecepatan dalam bisnis.

  • Analisis Keuangan, berisi proyeksi (forecasting atau peramalan) pendapatan dan pengeluaran, pengembalian modal (break event point), pengembalian atas investasi (return on investment), perhitungan penggunaan daya ungkit (leverage) dan lainnya.

  • Rencana Pengembangan Usaha, adalah salah satu bagian yang dilihat penting bagi sorang investor. Calon investor akan melihat seberapa besar usaha yang akan Kita buat. Termasuk didalamnya adalah rencana keluar atau exit strategy dari bisnis Kita.

  • Risiko Usaha, adalah hal-hal yang terkait risiko atas bisnis Kita, misal risiko operasional, risiko bisnis, risiko likuiditas atau risiko keuangan dan lainnya. Risiko usaha tidak hanya berhenti pada identifikasi risiko, tetapi juga strategi Kita menghadapi atau mengurangi dampak dari risiko tersebut.

Refrensi :