Apa yang Melatarbelakangi Singapura Dalam Menandatangani SLSFTA?

slsfta
Apa yang Melatarbelakangi Singapura Dalam Menandatangani SLSFTA ?

Cara efektif dalam menerapkan liberalisasi perdagangan adalah dengan membentuk Free Trade Area (FTA) atau pasar bebas. Tujuannya adalah untuk memudahkan produk suatu negara memasuki batasan internasional tanpa adanya hambatan. Singapura, sebagai negara yang memiliki tingkat kebebasan pasar tertinggi kedua di dunia menjadikan Singapura sebagai salah satu pusat finansial terbesar diantara negara-negara Asia Pasifik tahun 2017 (Index Economic Freedom, 2017). Berbeda dengan Singapura, Srilanka justru memiliki lower middle income sebagai salah satu partner FTA Singapura. Hal ini juga dikarenakan ekonomi Srilanka saat ini sedang menjalani transisi dari ekonomi yang berbasis pedesaan menjadi berorientasi urban, yangmana pengembangannya dilakukan di sektor manufaktur dan service.

Terbentuknya Sri Lanka Singapore Free Trade Agreement (SLSFTA)
Singapura, sebagai negara yang memiliki tingkat kebebasan pasar tertinggi kedua di dunia menjadikan Singapura sebagai salah satu pusat finansial terbesar diantara negara-negara Asia Pasifik tahun 2017 (Index Economic Freedom, 2017). Pencapaian ini tidak lepas dari pemanfaatan Singapura sebagai neara yang memiliki populasi kecil namun membuat perusahaan di Singapura menggunakan basis internasionalisasi untuk berkembang lebih besar. Singapura menguatkan akar dari segi network bilateral, regional, dan multilateral dalam perihal trade dan investasi (FDI). Kemudian juga peluang bau yang lebih beragam dalam pasar menjadi peran penting FTA.

Keuntungan dari FTA yaitu eliminasi dan penghapusan hambatan pasar dan improviasasi akses pasar, modal, dan jasa, serta skill antar negara-negara partner dagang menyebabkan penghematan pengeluaran dalam berdagang dan menaikkan bisnis. Singapura memiliki visi untuk menerapkan FTA sebanyak mungkin dengan negara lain, tidak hanya dengan negara yang memiliki power dominan tetapi juga dengan negara yang dianggap berpotensi terutama negara tetangga agar dapat memaksimalkan dan memperbanyak perdagangan internasional dan lintas batas.

Salah satu FTA Singapura dengan negara yang bukan merupakan negara power besar adalah SLSFTA yang disepakati pada 23 Januari 2018 dan secara efektif berjalan dari 1 Mei 2018. Beberapa alasan yang melatarbelakangi FTA Singapura dengan Srilanka :

  • Singapura memandang Srilanka sebagai negara yang berpotensi besar dan patut mendapat perhatian dalam perkembangan pasarnya, dikarenakan banyaknya perusahaan Singapura di Srilanka dan jumlah FDI Singapura di Srilanka yang cukup bersar dan memiliki potensi yang meningkat seiring dengan waktu.
  • Srilanka merupakan pasar ekspor yang cukup menjanjikan untuk Singapura.
  • Srilanka merupakan salah satu ekonomi terbesar di regional Asia Selatan, dan terus menunjukkan perkembangan ekonomi yang kuat, meskipun baru saja menjalani transisi ekonomi dari ekonomi berbasis rural ke urban, dengan berakhirnya perang sipil yang berlangsung selama 30 tahun pada tahun 2009.
  • Ekonomi yang berkembang cukup pesat ini bahkan mengerakkan Sri Lanka ke negara dengan upper middle income yang memusatkan perekonomian pada manufaktur dan jasa.
  • Adanya kedekatan dengan sejarah panjang hubungan kedua negara, kedekatan budaya, dan kesamaan bentuk negaa yaitu nation island.
  • Singapura dan Sri Lanka juga tidak memerlukan visa sehingga memudahkan akses bagi eksportir dan pergerakan jasa yang mempermuda terjalinnya koneksi ekonomi yang kuat (Singapore Business Federation, 2018).
  • Sinagpura dan Sri Lanka perna terlibat kerjasama ekonomi yaitu Bilateral Investment Treaty (BIT) yang ditandatangani dan berlaku pada tahun 1980 dan Avoidance of Double Taxation Agreement (DTA) yang ditandatangani pada 1979, direvisi pada tahun 2014 dan dalam proses ratifikasi pada tahun 2016 (pending ratification).

Faktor pendorong Singapura dalam menandatangani SLSFTA, yang dapat dibagi menjadi 3 bagian. :

  • Faktor pertama adalah untuk meningkatkan ekspor Singapura di pasar Sri Lanka. Growth Strategy Singapura yang berorientasi keluar secara general sangat mengandalkan eliminasi hambatan untuk perdagangan internasional dan investasi. FTA ditujukan untuk mengurangi secara drastis atau mengeliminasi secara keseluruhan custom duty untuk memfasilitasi pergerakan produk-produk secara silang diantara dua negara atau lebih. Pasar ekspor impor Sri Lanka, meskipun tidak dapat dibandingkan dengan negara lain dengan pasar dan ekonomi yang sangat terbuka, telah menjadi bagian dari perkembangan ekonomi dan upaya Singapura dalam melakukan liberalisasi perdagangan khususnya dikawasan regional sejak tahun 1970-an. Tingkat ekspor Singapura ke Sri Lanka mengalami peningkatan secara konstan dari tahun ke tahun, dan menanjak secara signifikan setelah perang sipil Sri Lanka berakhir pada tahun 2009. Peralihan ekonomi Sri Lanka ini menjadi salah satu kunci utama potensi pasar Sri Lanka menjadi salah satu yang sangat dipertimbangkan bagi negara-negara lain. Kemajuan pasar Sri Lanka ini juga tercermin dari angka perdagangan dimana pada tahun 2014 total perdagangan di antara kedua negara mencapai $1,43 Miliar AS yang meningkat hampir setengahnya dari tahun 2004 yang hanya berjumlah hanya $813 juta AS. Kemajuan perekonomian, kehidupan sosial, dan infrastruktur Sri Lanka yang pesat ini merupakan alasan Singapura untuk terus mempertahankan ekspor produk Singapura ke Sri Lanka.

  • Faktor kedua adalah untuk meningkatkan investasi Singapura di Sri Lanka. Proyek perkembangan FDI Singapura di Sri Lanka tumbuh cukup pesat, dimana pada tahun 1991 hanya terdapat 5 perusahaan asal Singapura yang berinvestasi di Sri Lanka, yang kemudian menjadi 50 perusahaan pada tahun 2005. Perkembangan pesat ini merupakan salah satu bukti bahwa Singapura memandang Sri Lanka sebagai negara yang layak dan strategis untuk dijadikan tempat berinvestasi. Sri Lanka merupakan lahan pasar yang menjanjikan fast growing economy. Meskipun ekonomi Sri Lanka terhitung hanya seperempat dari besarnya ekonomi Singapura, namun perkembangan pertahunnya memiliki rata-rata 6,2% sejak akhir dari perang sipil. Investasi asing Singapura di Sri Lanka juga merupakan salah satu dari peringkat investasi teratas, dimana perusahaan-perusahaan Singapura sudah mulai masuk ke pasar Sri Lanka dari akhir tahun 1970-an. Beberapa perusahaan besar Singapura akan mendapatkan keuntungan lebih besar apabila dibantu dengan adanya akses investasi yang lebih mudah dari dibentuknya SLSFTA. Mengembangkan FDI Singapura di negara-negara lain juga merupakan salah satu misi ekonomi luar negeri Singapura yang juga merupakan kunci pesatnya laju pertumbuhan ekonomi Singapura.

  • Faktor ketiga dan terakhir adalah untuk menjadikan Sri Lanka sebagai batu loncatan dan Gateway bagi Singapura dalam menerobos pasar Asia Selatan. Pasar yang berkembang pesat di Sri Lanka dapat menjadi percobaan sebelum memasuki pasar Asia Selatan bagi perusahaan-perusahaan Singapura untuk mencoba memasarkan konsep-konsep baru dan mengaklimasi brandatau produk mereka sebelum mengekspansi pemasaran ke negara-negara Asia Selatan lainnya. Singapura juga dapat memanfaatkan kerjasama FTA Sri Lanka dengan negara Asia Selatan lainnya untuk memulai memasuki pasar dengan produk-produk tertentu yang diproduksi di Sri Lanka. Selain itu, percobaan di Sri Lanka membantu perusahaan-perusahaan Singapura untuk memahami kebudayaan (cultural nuance) beserta kebutuhan dan selera masyarakat Asia Selatan dan menyesuaikan produk mereka terhadap target tersebut.

Sumber:
https://ojs.unud.ac.id/index.php/hi/article/view/56844/33364